Anda di halaman 1dari 33

HEMATOTHORAX SINISTRA SEDANG

EC SUSP. TRAUMA TUMPUL

Di Susun Oleh :
dr. Susi Susanti

Pembimbing :
dr. Sucipto,Sp.B
dr. Abdul Jaelani
dr. Bariani Anwar
RSUD PANTURA MA SENTOT
2019
IDENTITAS

 Nama : Tn. D
 Umur :59 tahun
 Jenis kelamin : laki- laki
 Status : menikah
 Agama : Islam
 Pekerjaan : Petani
 Alamat : Sumur Adem
 No. rekamedis : 184079
 Tanggal masuk : 14-6-2019
ANEMNESIS

 Keluhan Utama : sesak dan nyeri dada kiri


± 1 minggu SMRS os merasakan pegal- pegal dibadan, karena
keluhannya os di injak-injak oleh anak laki- lakinya berusia 20 tahun.
Keluhan mual, muntah, nyeri perut, nyeri dada, batuk, sesak
disangkal. Ketika di injak os mengeluh sakit di bagian dada kiri
bagian bawah, terasa ada suara “krek”.
± 2 jam SMRS os mengelukan sesak dan nyeri di dada kiri dan perut
terasa sakit, batuk (-), mual muntah, demam, nyeri dada menjalar ke
lengan kiri, bahu disangkal. Os mengeluhkan nyeri di dada dan sesak
sejak ± 1 minggu hilang timbul dan memberat sejak 1 hari SMRS.
Riwayat trauma di bagian dada, pengobatan TB paru, berat badan
turun drastis disangkal.
Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Keluarga

 Pengobatan TB Paru  Hipertensi (-),


(-)  DM (-)
 Penyakit jantung (-)  Pengobatan TB
 Penyakit keganasan (-) Paru(-)
 DM (-)  Keganasan (-)
 hipertensi (-)
PEMERIKSAAN FISIK

Status Present
Kondisi Umum: Tampak sakit sedang
Status Vital:
Kesadaran : GCS: E4M6V5
HR : 110 x/ menit, regular
Pernapasan : 28 x / menit
Suhu : 36,2 0C, suhu axila
Tekanan darah : 100/70 mmHg
Status General

Kepala : Normocefal, distribusi rambut merata, rambut tidak


mudah dicabut, benjolan (-), warna rambut hitam, nyeri tekan (-)

Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-), pupil bulat,


isokor, refleks cahaya (+/+), Ø 3mm/3mm.

Telinga : Sekret (-), perdarahan (-), tanda peradangan (-)

Hidung : Sekret (-), perdarahan (-), Nafas Cuping Hidung (-)

Leher : Kelenjar tiroid tidak teraba, JVP tidak meningkat


Thorax

 Inspeksi: Bentuk normothorak, pernafasan simetris

 Palpasi : Nyeri tekan (+) di anterior midklavikula ICS VI, fremitus taktil
thoraks kiri menurun dibanding thoraks kanan, iktus kordis teraba di
Intercosta V linea midklavikularis sinistra,

 Perkusi : Sonor pada thoraks kanan, redup pada thoraks kiri

 Auskultasi :
 Suara paru vesikuler melemah pada thoraks kiri dibanding thoraks

kanan, Ronkhi -/+, Wheezing -/-,


 Suara jantung I dan II reguler tidak ada suara tambahan
Abdomen
 Inspeksi :
 Bentuk normal, tidak tampak pelebaran vena, tidak tampak

kelainan kulit, tidak tampak peristaltik usus.


 Auskultasi :
 Bising usus (+), bising aorta tidak terdengar

 Perkusi

 Timpani pada 4 kuadran abdomen.


 Tidak ada nyeri ketok ginjal
 Palpasi :
 Soefl, nyeri tekan (-), blast tidak penuh, hepar dan lien tidak

teraba membesar
 Ekstremitas : Akral hangat, CRT <2”, Edema
Pemeriksaan Penunjang

Komponen Nilai Satuan Nilai Rujukan


Hemoglobin 11,9 g/dL 13.2 – 17,3
Hematokrit 32,7 % 40 - 52
Leukosit 24.400 /uL 4.400 – 11.300

Trombosit 255.000 uL 150.000-400.00

GDS - g/dL  g/dL


SGOT 17 U/L < 38
SGPT 13 U/L <40

Ureum 38 mg/dl 13 – 43
Kreatinin 1,29 mg/dl 0,8 – 1,3
Pro WSD Post WSD
DIAGNOSIS

 Hematothorax sinistra sedang ec susp. Trauma tumpul


PENATALAKSANAAN

 02 3 lpm nasal kanul


 Posisi ½ duduk
 IVFD RL 20 tpm makro
 Ketorolac 3x30mg
 Ranitidin 2x50mg
 Viccilin SX 3x1,5 mg
 Pro WSD
 Asam traneksamat
3x500mg
HEMATOTHORAX

DEFINI
SI
kumpulan darah di dalam ruang
antara dinding dada dan paru-paru
(rongga pleura).

Sumber darah mungkin dari


dinding dada, parenkim paru–paru,
jantung atau pembuluh darah besar
ETIOLOGI
- Trauma tumpul

- Penetrasi trauma (Trauma tembus,


termasuk iatrogenik)
Traumatis  

Neoplasia (primer atau metastasis)

Diskrasia darah, termasuk komplikasi


Non traumatic antikoagulasi
atau spontan
Emboli paru dengan infark

Bullous emfisema.
Patofisiologi
KLASIFIKASI

Hematothorax Sedang
Hematothorax Ringan - 15- 35 % tertutup Hematothorax Berat
< 15 % pada foto thoraks - >35 % tertutup
bayangan pada foto
-Perkusi pekak sampai iga bayangan pada foto
thoraks
IX - Perkusi pekak sampai thoraks
-Darah < 400 cc - Perkusi pekak sampai
iga VI
-Darah 500-2000 cc iga IV
-Darah > 2000 cc
GEJALA
KLINIS
Nyeri dada yang berkaitan
dengan trauma dinding dada

Kehilangan darah   volume darah


↓  Cardiac output ↓   TD ↓

Hipotensi, pucat Kehilangan banyak darah 


 vasokonstriksi
perifer  pewarnaan kulit oleh
darah berkurang

Tachycardia Kehilangan darah   volume darah


↓  Cardiac output ↓   hipoksia 
 kompensasi tubuh  takikardia
Adanya darah atau akumulasi
cairan di dalam rongga pleura 
Dyspnea  pengembangan paru terhambat
 pertukaran udara tidak adekuat 
 sesak napas.

Hypoxemia
Hemotoraks  paru sulit
mengembang  kerja paru
terganggu  kadar O2 dalam
darah ↓

Akumulasi darah pada pleura 


Takipneu  hambatan pernapasan   reaksi
tubuh meningkatkan usaha
napas   takipneu.
Akumulasi darah yang
Deviasi trakea ke banyak   menekan
sisi yang tidak struktur sekitar
terkena  mendorong trakea ke arah
kontralateral

Penurunan suara
napas atau Adanya darah dalam rongga
menghilang pada pleura   pertukaran udara
sisi yang terkena tidak berjalan baik  suara
napas berkurang atau hilang.
DIAGNOSA

didapatkan penderita hemothoraks


mengeluh nyeri dada dan sesak napas
anamnesa
Juga bisa didapatkan keterangan bahwa
penderita sebelumnya mengalami
kecelakaan pada dada
Pada pemeriksaan fisik

inspeksi biasanya tidak tampak kelainan, mungkin


didapatkan gerakan napas tertinggal atau
adanya pucat karena perdarahan.

perkusi didapatkan pekak dengan batas tidak


jelas

didapatkan bunyi napas menurun


auskultasi atau bahkan menghilang
Pemeriksaan penunjang

Chest xray
Hematotoraks Kanan

Perselubungan radioopak ,
sudut costoprenikus mediastinum
menumpul shift

menunjukkan menunjukkan
akumulasi cairan penyimpangan
struktur
mediastinal
(jantung)
CT-scan
Hematotoraks
menurunnya Hb dan hematokrit
Cek darah lengkap
menunjukan jumlah darah yang
hilang pada hemothoraks

Menunjukkan darah/cairan
serosanguinosa
Torakosentesis
(hemothoraks).
PENATALAKSANAAN

Tujuan utama terapi dari hemothoraks adalah


menstabilkan hemodinamik pasien

menghentikan perdarahan dan mengeluarkan darah serta


udara dari rongga pleura.

Langkah pertama untuk menstabilkan hemodinamik


adalah dengan resusitasi seperti diberikan oksigenasi,
cairan infus, transfusi darah, dilanjutkan pemberian
analgetik dan antibiotik.
Chest tube (Tube
thoracostomy drainage)

tube thoracostomy drainage merupakan terapi


utama untuk pasien dengan hemothoraks.

Insersi chest tube melalui dinding dada untuk


drainase darah dan udara

Indikasi untuk pemasangan thoraks tube antara lain:

 Adanya udara pada rongga dada (pneumothorax)


 Perdarahan di rongga dada (hemothorax)
 Post operasi atau trauma pada rongga dada
(pneumothorax or hemothorax)
 Abses paru atau pus di rongga dada (empyema).
langkah-langkah dalam pemasangan
chest tube thoracostomy :

 Memposisikan pasien pada posisi trandelenberg


 Disinfeksi daerah yang akan dipasang chest tube
dengan menggunakan alkohol atau povidin iodine
pada ICS VI atau ICS VII posterior Axillary Line
 Kemudian dilakukan anastesi local dengan
menggunakn lidokain
 Selanjutnya insisi sekitar 3-4cm pada Mid
Axillary Line
 Pasang curved hemostat diikuti pemasangan
tube dan selanjutnya dihubungkan dengan WSD
(Water Sealed Drainage)
 Lakukan jahitan pada tempat pemasangan tube
Thoracotomy

INDIKASI :
prosedur pilihan untuk  1 liter atau lebih dievakuasi segera
operasi eksplorasi dengan chest tube
rongga dada ketika  Perdarahan persisten, sebanyak 150-
hemothoraks massif atau 200cc/jam selama 2-4 jam
terjadi perdarahan  Diperlukan transfusi berulang untuk
persisten. mempertahankan stabilitas
hemodinamiK
 Adanya sisa clot sebanyak 500cc atau
lebih
Trombolitik agent

trombolitik agent digunakan untuk memecahkan bekuan darah pada


chest tube atau ketika bekuan telah membentuk massa di rongga
pleura,

tetapi hal ini sangat berisiko karena dapat memicu terjadinya


perdarahan dan perlu tindakan operasi segera
KOMPLIKASI

 Kegagalan pernafasan (Paru-paru kolaps


sehingga terjadi gagal napas dan meninggal).
 Fibrosis atau skar pada membran pleura
 Pneumothorax
 Pneumonia
 Septisemia
 Syok.
PROGNOSIS

Prognosis berdasarkan pada penyebab dari hemothoraks dan


seberapa cepat penanganan diberikan
DAFTAR PUSTAKA

 Guyton & Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. EGC :
Jakarta.
 Syamsu Hidayat,R Dan Wim De Jong, Buku Ajar Bedah, Penerbit Buku
Kedokteran, EGC, Jakarta,tahun 1995
 Mary C. Hemothorax [internet]. USA: Medscape; 2011 [diakses tanggal
20 Juni 2019]. Tersedia dari:
http://emedicine.medscape.com/article/2047916-overview#a0156
TERIMA KASIH