Anda di halaman 1dari 123

ORIENTASI SDIDTK

BAGI DOKTER KOORDINATOR KESGA

dr. Esti Pangastuti MA


Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan
KEBIJAKAN PEMANTAUAN
TUMBUH KEMBANG BALITA
PEMENUHAN HAK ANAK
(Konvensi Hak Anak dan UU Perlindungan Anak)

Prinsip Konvensi Hak Anak ANAK INDONESIA


Non Diskriminatif
Kepentingan terbaik
Sehat, Kuat, Cerdas, Terampil, Percaya
anak Diri, Kreatif, Inovatif, Komunikatif,
Berperilaku baik
Hak Anak
1. Kelangsungan hidup:
nama, kebangsaan, kesamaan
2. Tumbuh kembang:
kesehatan, makanan, bermain, Calon SDM unggul
Pendidikan, rekreasi
3. Perlindungan: terhadap
penyakit,
kekerasan, kecelakaan
4. Peran serta dalam pembangunan
Oleh keluarga  Posyandu, PAUD, BKB, Sekolah, Puskesmas, RS, dll
SITUASI KESEHATAN BALITA
PROYEKSI ANGKA KEMATIAN NEONATAL, BAYI TREND STATUS GIZI BALITA 2013-
DAN BALITA 2019 – 2030 2018

RPJMN
SDGs

PREVALENSI KECACATAN USIA 24 – 59


BULAN (RISKESDAS 2010 & 2013)

Sesuai dengan Kriteria


•WHO:
Gizi Kurang dan Buruk harus
Percepatan
diturunkan menjadi <10%
• Stunting harus diturunkan <20% Perbaikan
• Kurus dan Sangat Kurus harus Gizi
Masyarakat
diturunkan <5%
Kebijakan Upaya Kesehatan Anak
Permenkes No 66 tahun 2014 tentang
PMK No 43 tahun 2019 tentang Puskesmas Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan, dan
Permenkes No. 25 tahun 2014 tentang Upaya Gangguan Tumbuh Kembang Anak.
Kesehatan Anak

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor Permenkes No 4 tahun 2019


Permenkes No.68 tahun 2013 Kewajiban Memberi Standar Teknis Pemenuhan Mutu
Layanan Kesehatan untuk Memberikan Informasi 284/MENKES/SK/III/2004
Pelayanan Dasar Pada SPM
atas Adanya Dugaan KtA tentang Buku Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Kesehatan
PELAYANAN TUMBUH KEMBANG ANAK

Mengenal Mempercepat Mengetahui Menegakkan Tatalaksana


tanda dan skrining dan tingkat risiko diagnosis pasti
gejala dini memperluas
cakupan
Deteksi dini Diagnosis dini Intervensi
Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan

RUMAH , PAUD, POSYANDU, PUSKESMAS RUMAH SAKIT


BKB,TK,RA,TPA
•Dokter •Dokter Umum
•Kader •Bidan • Sp. A, Sp. RM
•Keluarga •Perawat •Terapis
•Masyarakat •TENAGA GIZI •Sp. M, Sp. THT,
•Sp. KJ
PELAYANAN KESEHATAN BALITA TK DASAR
BALITA SEHAT
Dipantau tumbuh - kembang • Posyandu
BALITA SEHAT • PAUD
KELAS IBU Dipantau tumbuh - kembang • TK/RA
BALITA BALITA SEHAT
Dipantau tumbuh - kembang

PUSKESMAS
HASIL CEKLIS PERKEMBANGAN BUKU KIA BELUM TERPENUHI KELUHAN SAKIT

PUSKESMAS PUSKESMAS

SDIDTK MTBS
Hijau
Ds Stimulasi → Evaluasi → Deteksi lagi Dp
Obat – Konseling – Kunjungan Merah
Kuning ulang
Dm
Dp Dirujuk Dirujuk
Sandingan Indikator Kesehatan Balita dan Anak
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA Prasekolah
RENSTRA KEMENTERIAN SPM
MENENGAH NASIONAL (RPJMN) KESEHATAN

Angka Kematian Bayi Jumlah Kabupaten/kota yang Pelayanan Kesehatan Balita


menyelenggarakan pelayanan
Persentase balita yang dipantau kesehatan balita dan anak
pertumbuhan dan prasekolah
perkembangannya

INDIKATOR DOKUMEN TARGET


2020 2021 2022 2023 2024
Angka kematian bayi (AKB) (per RPJMN 20.6 19.5 18.6 17.6 16
1000 kelahiran hidup)
Persentase balita yang dipantau
pertumbuhan dan perkembangannya RPJMN 60 70 75 80 85

Jumlah kab/kota melaksanakan


pelayanan balita (seluruh puskesmas
melaksanakan kelas ibu balita, RENSTRA 120 200 360 450 514
SDIDTK, MTBS)
PERSENTASE BALITA YANG DIPANTAU
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGANNYA
Rumus Penghitungan Indikator: Strategi
•Jumlah balita yang di pantau pertumbuhan dan : Puskesmas, Dinas Kesehatan mengidentifikasi
 sasaran balita
(koordinasi PIS-PK, E-PPGBM, Data Desa/ Kelurahan)
perkembangannya dibagi Jumlah balita 12 – 59
bulan di wilayah Puskesmas X 100%
Puskesmas sosialisasi koordinasi pelayanan dan pelaporan bagi kader
pemerintah daerah yang disahkan Kepala Dinas)
•(sasaran Posyandu, BKB, Guru PAUD/TK/RA
balita dapat menggunakan estimasi
Dinas Kesehatan sosialisasi koordinasi pelayanan dan pelaporan bagi

Definisi Operasional Fasilitas Kesehatan, Organisasi Profesi, Dinas Pendidikan Kantor


Kemenag
DO Perhitunga
n
pelayanan
Timbang Panjang,
tingg
i Cakupan Pembiayaan:
Perkembang n  BOK Puskesmas (Pelaksanaan SDIDTK, Pembinaan kader kesehatan, guru
a PAUD/TK/RA)
Balita ≥8 X ≥2 X ≥2 X Tahun  BOK Provinsi, Kab/Kota (Orientasi SDIDTK dan Sosialisasi Kelas Ibu Balita
0-11 bl depan Bagi Kader Kesehatan, Guru PAUD/TK/RA dan Koordinasi Penguatan Penggunaan
Balita ≥8 X ≥2 X ≥2 X Buku KIA
12-23 bl  Dekon (Orientasi Pelayanan Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah bagi
Pengampu PAUD HI, Pelatihan SDIDTK Bagi Petugas Kesehatan)
Balita ≥8 X ≥2 X ≥2 X
24-35 bl
Tahun
Balita ≥8 X ≥2 X ≥2 X
berjalan
36-48 bl
Balita ≥8 X ≥2 X ≥2 X
49-59 bl
Jumlah kabupaten/kota yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan balita
Rumus Penghitungan •Strategi
Indikator •Puskesmas, Dinas Kesehatan mengidentifikasi UKBM, Kelompok BKB,
•Jumlah Kabupaten/ kota yang seluruh Puskesmas di
Paud/TK/RA, Panti/LKSA di wilayah kerja
wilayah kerjanya melaksanakan kelas ibu balita •Posyandu, PAUD/TK/RA melaksanakan timbang, PB/TB dan cek
sedikitnya di 50% desa/ kelurahan, dan melaksanakan
•perkembangan dengan Buku KIA, serta kelas ibu balita
pendekatan MTBS pada kunjungan balita sakit, dan
•Puskesmas menyiapkan tim petugas SDIDTK, MTBS, kelas ibu balita
melaksanakan SDIDTK untuk menindaklanjuti rujukan
balita dengan kemungkinan gangguan perkembangan. •Peningkatan kapasitas MTBS,SDIDTK, Kelas Ibu Balita bagi tenaga
Puskesmas (Pelatihan, Kalakarya)
DO •Puskesmas sosialisasi koordinasi pelayanan dan rujukan bagi kader
Kab/ •Posyandu, BKB, Guru PAUD/TK/RA
Kota
Puskesmas Tenakes Pelayanan SDIDTK Pendekatan MTBS  Dinas Kesehatan sosialisasi koordinasi pelayanan dan
mendampingi untuk menindaklanjuti kepada kunjungan
kelompok ibu balita kemungkinan balita sakit
pelaporan Fasilitas Kesehatan, Organisasi Profesi, Dinas Pendidikan, Kantor
hamil (≥50% gangguan Kemenag
desa/kel) utk perkembangan
diskusi Bk KIA
Pembiayaan:
Puskesmas √ √ √  BOK Puskesmas (Pelaksanaan Kelas Ibu Balita, Kalakarya MTBS, Pembinaan kader
kesehatan, guru PAUD/TK/RA)
 BOK Provinsi, Kab/Kota (Orientasi SDIDTK dan Sosialisasi Kelas Ibu Balita Bagi Kader
Kesehatan, Guru PAUD/TK/RA dan Koordinasi Penguatan Penggunaan Buku KIA
TARGET
Dekon (Orientasi Pelayanan Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah bagi Pengampu PAUD HI;
2020 2021 2022 2023 2024 Pelatihan MTBS, SDIDTK, Kelas Ibu Balita Bagi Petugas Kesehatan; Penguatan yankes balita)
120 200 320 470 514
kab/ kota kab/ kota kab/ kota kab/ kota kab/ kota
PP NO 2 TAHUN 2018, PERMENKES 4/2019
STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN TK
KAB/KOTA PELAYANAN KESEHATAN BALITA
Pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan Pelayanan
Pelayanan kesehatan
balita balita balita sakit
balita
usia 0 – 11 bulan: menggunakan
usia 12 – 23 bulan: usia 24 – 59 bulan: standar
1. Penimbangan 1. Penimbangan min 1. Penimbangan min MTBS
min 8x/tahun 8x/tahun (min 4x 8x setahun (min
2. Pengukuran dalam 6 bulan) 4x dalam 6 bulan)
PB/TB 2. Pengukuran PB/TB 2. Pengukuran
min 2x/tahun min 2x/tahun PB/TB min 2
3. Pemantauan 3. Pemantauan kali/tahun
perkembangan perkembangan min 3. Pemantauan
min 2x/tahun 2x/tahun perkembangan
4. Pemberian kapsul 4. Pemberian kapsul min 2x/tahun
Vitamin A usia 6- vitamin A sebanyak 4. Pemberian kapsul
11 bulan 2x/tahun vitamin A
1x/tahun 5. Pemberian imunisasi sebanyak
5. Pemberian lanjutan 2x/tahun
imunisasi
PMK nomor 66 tahun 2014 tentang Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan,
dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak
 Pemantauan pertumbuhan dilakukan pada anak usia 0 (nol) sampai 72 (tujuh puluh
dua) bulan melalui penimbangan berat badan setiap bulan dan pengukuran tinggi
badan setiap 3 (tiga) bulan serta pengukuran lingkar kepala sesuai jadwal.
 Pemantauan perkembangan dilakukan setiap 3 (tiga) bulan pada anak usia 0 (nol)
sampai 12 bulan dan setiap 6 (enam) bulan pada anak usia 12 (dua belas) sampai
72 bulan.
 Pemantauan gangguan tumbuh kembang anak dilakukan sesuai jadwal umur
skrining.
 Pemantauan pertumbuhan, perkembangan, dan gangguan tumbuh kembang anak
harus diselenggarakan secara komprehensif dan berkualitas melalui kegiatan:
a. stimulasi yang memadai;
b. deteksi dini; dan
c. intervensi dini,
gangguan tumbuh kembang anak
 Setiap puskesmas yang melaksanakan kegiatan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi
Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak harus melakukan :
a. pencatatan kegiatan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) anak; dan
b. pelaporan kesehatan Bayi, Anak Balita dan Anak Prasekolah di wilayah kerjanya.
PELAKSANAAN SDIDTK UNTUK TINDAK LANJUT
PEMANTAUAN PERKEMBANGAN
DENGAN BUKU KIA
PELAYANAN KESEHATAN ANAK BALITA DAN PRASEKOLAH
KELANGSUNGAN KUALITAS HIDUP PERLINDUNGAN ANAK
HIDUP
• Pencegahan kecacatan • Skrining Hipotyroid (SHK) • Pencegahan Kekerasan
dengan kecukupan gizi • Pemantauan terhadap
ibu hamil. pertumbuhan Anak/Kecelakaan pada
• ASI Ekslusif (penimbangan) anak
• Perawatan Bayi baru • SDIDTK • Pelayanan Anak di
lahir • Vit A setahun 2 kali Panti
• Vaksinasi lengkap • Pelayanan anak dengan
• Penanganan &
• Vit A 1 x umur 6 disabilitas (ADD) rujukan kasus
bln • Penanganan &
• Pembinaan posyandu
• Pelayanan Balita sakit rujukan kasus • Pembinaan anak
dengan MTBS • Pembinaan Posyandu prasekolah
• Penanganan & dan anak prasekolah
rujukan

Perawatan & pengasuhan dalam keluarga melalui Buku KIA 2


Pemantauan Tumbuh Kembang

Surveilans Praskrining Skrining Diagnosis Therapi

Mengenal Mempercepat Mengetahui Menegakkan Intervensi


tanda dan skrining dan tingkat risiko diagnosis pasti Dini
gejala dini memperluas
cakupan
Pelayanan Pelaksana Alat yang digunakan

Deteksi Dini Orang tua, kader, petugas KMS


Penyimpangan PAUD, BKB, TPA dan guru Timbangan Dacin Buku
Pertumbuhan TK KIA

Deteksi dini Orang tua, KMS


penyimpangan kader, BKB, TPA tidak (tidak Timbangan Dacin Buku
perkembangan terlatih) KIA
KKA

Petugas PAUD dan Guru TK kuisioner Praskrining Perkembangan


terlatih (KPSP), Kusioner Masalah Perilaku
Emosional (KMPE) Tes Daya Dengar
(TDD) , Tes Daya Lihat (TDL)
Pelayanan Pelaksana Alat yang digunakan

Deteksi Dokter, bidan, Tabel BB/TB


penyimpangan perawat, ahli Gizi dll Grafik LK
Pertumbuhan Timbangan, alat ukur TB
Pita Pengukur LK

Deteksi KPSP, TDD, TDL


Penyimpangan KMPE, Modified
Perkembangan Checklist for Autism in
Toodler (M-CHAT),
Gangguan Pemusatan
Perhatian dan
Hiperaktik (GPPH)
PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI & PERKEMBANGAN ANAK

Kebutuhan gizi, pemantauan perkembangan & stimulasi,


disampaikan dalam satu kelompok umur

Alat skrining pertumbuhan dan perkembangan anak dan cara stimulasi perkembangan anak
PENGANTAR
STIMULASI, DETEKSI, INTERVENSI DINI TUMBUH
KEMBANG

(SDIDTK)
Pelaksanaan SDIDTK
1. Di Luar gedung
• Jejaring dengan Posyandu, PAUD,TK, TPA dan Bina
Keluarga Balita
• Pemberdayaan keluarga mengunakan buku KIA
• Kelas ibu balita
2. Dalam Gedung ( jaringan di layanan puskesmas )

24
Luar Gedung
Tempat Pelaksana Perkembangan Pertumbuhan
Rumah Orang tua/Keluarga Buku KIA KMS yang di isi Nakes/Kader

Posyandu/BKB Kader Buku KIA, KKA KMS, Timbangan Dacin


Posyandu/Kader BKB

PAUD/TK Pendidik PAUD, Guru Tidak terlatih/terorientasi KMS ,timbangan Dacin


TK BUKU KIA

Terlatih/terorientasi KPSP, Tabel BB/TB


KMPE, TTD dan TDL Grafik LK,
pita pengukur LK
Kelas Ibu Di fasilitasi oleh Lembar balik kelas ibu Balita, Timbangan, alat ukur TB dan PB
Balita/Bina nakes Buku KIA, KPSP, KMPE, TTD,TDL
keluarga
Balita
PELAKSANAAN SDIDTK

POSYANDU POS PAUD/


TPA/RA
1 KALI/ BULAN
3 – 5 hari/ minggu

1. Meminimalisasi missed
opportuniy
2. Meningkatkan akses dan kualitas
pelayanan kesehatan balita
Akselerasi penurunan AKB
BKB PUSKESMAS/Pustu
2-3 KALI/ POLINDES
BULAN Setiap hari kerja

26
PELAKSANAAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG (DDTK) DI PAUD/TPA/TK

Peran Petugas Kesehatan


• Menentukan status gizi anak berdasarkan pengukuran tinggi badan, berat badan yang telah
dilakukan oleh tenaga pendidik PAUD
• Melakukan pengukuran lingkar kepala anak
• Melakukan pemeriksaan Autis jika ada keluhan
• Melakukan pemeriksaan GPPH jika ada keluhan
• Menuliskan hasil pemeriksaan tersebut di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
• Melakukan intervensi kelainan gizi dan tumbuh kembang
• Merujuk bila diperlukan
DALAM GEDUNG
Puskemas Pelaksana
1. Poli KIA/Poli SDIDTK/Poli Gizi Dokter, bidan, perawat, ahli Gizi dll

2. Mengurangi Miss Oportunity Semua Petugas Di Poli MTBS, Poli Gizi,


Poli Imunisasi mengingatkan
ibu/keluarga untuk DDTK
PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

Petugas SDIDTK Petugas Gizi Petugas MTBS/imunisasi

• Memeriksa TB/PB • Memeriksa BB menurut PB/TB • Memberikan Pelayanan


• Memeriksa Lingkar Kepala • Memeriksa PB/TB menurut umur bayi muda dan balita
• Memeriksa perkembangan anak • Memeriksa IMT menurut umur sakit/pelayanan
(KPSP, TTD, TDL) • Mengisi formulir deteksi dini SDIDTK untuk Imunisasi
• Memeriksa mentasl emosional Pertumbuhan • Mengingatkan
anak ( KMPE, MCHAT, GPPH ) • Mengisi grafik di Buku KIA untuk ibu/keluarga untuk
• Mengisi formulir deteksi dini Pertumbuhan dilakukan pemeriksaan
SDIDTK • Tatalaksanan gizi (anak kurus , kurus sekali pertumbuhan
• Mencatat di buku KIA dan mengisi dan obesitas) perkembangan
formulir Individu SDIDTK • Tatalaksana anak stunting • Merujuk balita dengan
• Melaporkan hasil SDIDTK • Merujuk anak dengan gangguan gizi yang gangguan pertumbuhan
• Merujuk anak dengan ganguan gizi tidak dapat ditangani ke petugas gizi
dan Stunting ke Petugas Gizi • Mengingatkan ibu untuk membawa • Mencatat di BUKU KIA
• Merujuk anak dengan gangguan bayi/balita untuk mendapatkan deteksi dini dan Form MTBS/Kartu
perkembangan ke RS perkembangan Imunisasi
• Mencatat di buku KIA dan rekam medis Balita

29
PELAKSANAAN STIMULASI,
DETEKSI, DAN INTERVENSI DINI
PERTUMBUHAN &PERKEMBANGAN
PENGERTIAN PERTUMBUHAN
 Bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh
sehingga dapat diukur dengan satuan berat badan, panjang badan,
lingkar kepala

PENGERTIAN PERKEMBANGAN
Bertambahnya fungsi / kemampuan
 Sensorik (dengar, lihat, raba, rasa, cium)
 Motorik (gerak kasar, halus)
 Kognitif (pengetahuan, kecerdasan)
 Komunikasi / berbahasa
 Emosi - sosial
 Kemandirian
Berat badan
Dipengaruhi oleh :
 genetik (keturunan)
 asupan nutrisi (makan, minum, camilan)
 penyerapan usus, pengeluaran
 aktivitas fisik
 metabolisme tubuh, hormon
 penyakit kronik : jantung, tbc,infeksi saluran kemih
 kadar air dan lemak tubuh
Tinggi badan
Potensi tinggi badan (genetik) pada umur 18 tahun
• Laki = (Tinggi Ayah + tinggi Ibu + 13 cm ) +/- 8.5cm
2

• Perempuan =( Tinggi Ayah + ibu –13 cm) +/- 8.5cm


2
Lingkar Kepala
Berhubungan dengan perkembangan volume otak
• Lingkar kepala lebih besar dari normal (makrosefali))
88% IQ normal,
5 % keterbelakangan mental ringan,
7 % keterbelakangan mental berat (Lober & Priestly, 1981)
• Lingkar kepala lebih kecil dari normal (mikrosefali) keterbelakangan mental
STIMULASI PERKEMBANGAN
Pengertian Stimulasi Perkembangan

Adalah kegiatan
merangsang kemampuan
dasar anak umur 0-6 tahun
agar anak tumbuh dan
berkembang secara optimal
• Tujuan :
merangsang semua fungsi dan kemampuan anak agar
berkembang optimal

• Yang dirangsang :
kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara & bahasa, sosialisasi dan
kemandirian

• Dilakukan oleh :
ibu ayah, pengasuh, anggota keluarga lain, kelompok masyarakat
• Cara :
rangsang suara, musik, gerakan, perabaan,
bicara, menyanyi, bermain, memecahkan
masalah, mencoret, menggambar

• Kapan :
setiap kali interaksi dengan anak memandikan,
ganti baju, di jalan, bermain, di dalam mobil,
nonton TV, sebelum tidur dll
• Rasa cinta dan kasih sayang
• Perilaku yang baik, anak suka meniru
Prinsip dasar • Stimulasi sesuai kelompok umur
• Cara menyenangkan, jangan terpaksa, bermain,
stimulasi bernyani, bervariasi
• Bertahap sesuai usia anak, terhadap 4 aspek
perkembangan
• Gunakan alat bantu/ permainan sederhana dan aman
• Beri kesempatan yang sama untuk anak laki-laki &
perempuan
• Anak diberi pujian/ hadiah atas keberhasilannya
Kecerdasan, Kreativitas dan Perilaku (Emosi, Spiritual) Anak

Mendengar, melihat
(dari orangtua, pengasuh, kakak, adik, teman, TV, guru, tetangga)

Merasakan Mengingat Meniru


Membayangkan Mencoba
Melakukan

Mengulang, Membiasakan

Kebebasan berkreasi

Perilaku, Kecerdasan dan Kreatifitas


36

36 6 year
Stimulasi (rangsang bermain)
umur 0-3 bulan

• Ciptakan rasa nyaman, aman, senang


• Teluk, cium, gusel, ayun
• Senyum, tatap mata, ajak bicara,
• Tirukan ocehan dan mimik bayi
• Berbagai bunyi, suara, musik
• Gantung benda berwarna, berbunyi
• Meraih, meraba, pegang mainan, angkat kepala
• Gulingkan kanan-kiri, tengkurap-telentang
…stimulasi
umur 3-6 bulan
• Peluk, cium, pandang mata, senyum, bicara,
• Mencari sumber suara,
• Bermain cilukba, melihat wajah di cermin
• Memeluk, mengayun
• Melihat, meraih, menendang mainan
• Mengamati benda kecil, benda bergerak
• Mengambil benda kecil
• Memegang dgn 2 tangan, makan sendiri
• Berguling-guling, duduk
DETEKSI PERKEMBANGAN
Pengertian deteksi dini tumbuh
kembang anak
Adalah kegiatan/pemeriksaan untuk menemukan penyimpangan
tumbuh kembang secara dini agar lebih mudah diintervensi

Bila penyimpangan terlambat dideteksi, maka lebih sulit diintervensi


dan akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak
Ciri-ciri Tumbuh Kembang
• Perkembangan menimbulkan perubahan
• Tumbang tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya
• Kecepatan berbeda
• Perkembangan berkorelasi dgn pertumbuhan
• Perkembangan mempunyai pola yg tetap
• Perkembangan memiliki tahap yg berurutan

 Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar


Kematangan merupakan proses intrinsik yg terjadi dg sendirinya
Belajar berasal dari latihan dan usaha
 Pola perkembangan dapat diramalkan

Terdapat persamaan pola perkembangan pd semua anak


b. Faktor-faktor yg mempengaruhi Tumbuh
Kembang
1. Faktor Internal
 Ras/etnik atau bangsa; suku, keluarga, umur, jenis kelamin,
genetik, kromosom

2. Faktor Eksternal
a. Prenatal (Masa Kehamilan)
b. Natal (Masa Persalinan)
c. Pasca natal (Masa Nifas)
Faktor yang mempengaruhi
NUTRITION

HEALTH

GENETIK
GENETIC

HORMON
HORMON

LOVE
Gangguan Tumbuh Kembang
Gangguan bicara dan bahasa
Cerebral palsy
Sindroma Down
Perawakan pendek
Autisme
Retardasi mental
Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas
(GPPH)
Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan

• KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan)


TDD (Tes Daya Dengar) Modifikasi

TDL (Tes Daya Lihat)


•KMPE (Mental Emosional)
1
Deteksi Dini
Penyimpangan
Mental
Emosional
2 •M-CHAT (Autis)

•CONNERS (gangguan pemusatan


3 perhatian & hiperaktif/GPPH)
KAPAN HARUS DETEKSI DINI?

Jenis skrining/Deteksi Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang

Umur anak Deteksi Dini Penyimpangan Deteksi Dini Penyimpangan Deteksi Dini penyimpangan Mental
Pertumbuhan Perkembangan Emosional

BB/TB LK KPSP TDL TDD KMPE MCHAT GPPH


0 bulan v v v
3 bulan v v v v
6 bulan v v v v
9 bulan v v v v
12 bulan v v v v
15 bulan v v
18 bulan v v v v v
21 bulan v v v
24 bulan v v v v v
30 bulan v v v v v
36 bulan v v v v v v v v
42 bulan v v v v v v v
48 bulan v v v v v v v
54 bulan v v v v v v v
60 bulan v v v v v v v
66 bulan v v v v v v v
72 bulan v v v v v v v
PENENTUAN UMUR ANAK
Pedoman dari CDC (Center of Diseases Control)
tahun 2000:

1. Umur lebih atau kurang 16 s/d 30 hari, dibulatkan


menjadi 1 bulan.
contoh: 20 bulan + 17 hari = 21 bulan
19 bulan – 16 hari = 18 bulan
PENENTUAN UMUR ANAK
Pedoman dari CDC (Center of Diseases Control)
tahun 2000:

2. Umur lebih atau kurang 1 s/d 15 hari, dibulatkan


menjadi 0 bulan

Contoh:20 bulan + 15 hari = 20 bulan 19 bulan –


14 hari = 19 bulan
Prinsip perhitungan usia
Usia (kronologis) = Tanggal Periksa – Tanggal lahir

•Untuk anak lahir prematur harus menggunakan Usia Koreksi,


dengan syarat:
Usia kronologis < 2 tahun
DAN
Lama prematuritas > 2 minggu
(dihitung dari usia gestasi 40 minggu)
Usia (koreksi) = Usia (kronologis) – Lamanya prematur

•Berlaku universal: - 1 bulan : 30 hari - 1 minggu : 7 hari


- 1 bulan : 4 minggu - 1 tahun : 12 bulan
- > 15 hari = dibulatkan keatas (1 bulan)
- < 15 hari = dibulatkan kebawah (0 bulan)

Early Life Nutrition Roadshow


UKK Tumbuh Kembang - Pediatri Sosial
CONTOH SOAL
PERHITUNGAN UMUR

1. Anak laki-laki lahir cukup bulan pada 1 maret 2019


2. Anak perempuan lahir cukup bulan pada tanggal 9
November 2019
3. Anak laki-laki lahir pada usia gestasi 36 minggu pada
tanggal 4 Januari 2019
CONTOH SOAL
PERHITUNGAN UMUR
• Lahir 1 maret 2019
• Usia kronologis
• 2020 10 8
• 2019 3 1
• 1 th 7 bl 7 hari
CONTOH SOAL
PERHITUNGAN UMUR
• Lahir 9 November 2019, cukup bulan
• Umur kronologis
• 2020 10 8
• 2019 11 9

10 bl 29 hari
CONTOH SOAL PERHITUNGAN UMUR
• Lahir 4 Januari 2019, usia gestasi 36 minggu
• Usia kronologis :
• 2020 10 8
• 2019 1 4
• 1 th 9 bl 4 hari

• Usia koreksi : (40-36 minggu) = 4 minggu


• 1 th 9 bl 4 hr – 4mg = 1 th 8 bl 4 hr =1 th 8 bl = 20 bulan
…Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan

1.Tanya perkembangan anak dengan KPSP (Kuesioner Pra


Skrining Perkembangan) mulai umur 3 bulan :

• minimal tiap 3 bln sampai umur 2 thn


• minimal tiap 6 bulan umur 2 - 6 thn.
…Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan

2. Tanya pendengaran anak dengan TDD (tes daya


dengar) mulai umur 0 bln :

• minimal tiap 3 bln sampai umur 1 thn


• Minimal tiap 6 bulan sampai umur 6 thn
…Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan

3. Tes penglihatan anak dengan TDL (tes daya lihat) mulai umur 3
tahun, tiap 6 bulan.

4. Gangguan perilaku dengan KMPE (kuesioner masalah perilaku mental


emosional), CHAT (checklist for autisme in toddler) dan Conners untuk
Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktifitas
APE KIT
1. KUESIONER PRA SKRINING
PERKEMBANGAN (KPSP)
 9-10 pertanyaan singkat pada orang-tua / pengasuh,
 Tentang kemampuan yang telah dicapai oleh anak
 Mulai umur 3 bulan, minimal tiap 3 bulan sampai umur 2 tahun,
minimal tiap 6 bulan sampai umur 6 tahun
 Untuk mengetahui perkembangan anak sesuai umurnya atau
terlambat
Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
Alat :
1.Formulir KPSP sesuai umur anak
2.SDIDTK kit
Langkah-langkah
 Pada waktu pemeriksaan/skrining, anak harus dibawa
 Tentukan umur anak dengan menanyakan tanggal bulan dan tahun anak lahir. Bila umur anak lebih 16 hari
dibulatkan menjadi 1 bulan
 Setelah menentukan umur anak, pilih KPSP yang sesuai dengan umur anak
 KPSP terdiri ada 2 macam pertanyaan, yaitu:
(a) Pertanyaan yang dijawab oleh ibu/pengasuh anak, contoh: "Dapatkah bayi makan kue sendiri?"
(b) Perintah kepada ibu/pengasuh anak atau petugas melaksanakan tugas yang tertulis pada KPSP. Contoh:
"Pada posisi bayi anda telentang, tariklah bayi pada pergelangan tangannya secara perlahan-lahan ke posisi
duduk''.
 Jelaskan kepada orangtua agar tidak ragu-ragu atau takut menjawab, oleh karena itu pastikan
ibu/pengasuh anak mengerti apa yang ditanyaka kepadanya
 Tanyakan pertanyaan tersebut secara berturutan, satu persatu. Setiap pertanyaan hanya ada 1 jawaban, Ya
atau Tidak. Catat jawaban tersebut pada formulir
 Ajukan pertanyaan yang berikutnya setelah ibu/pengasuh anak menjawab pertanyaan terdahulu.
 Teliti kembali apakah semua pertanyaan telah dijawab
Interpretasi (penafsiran) KPSP :
 “Ya”, bila orang tua menjawab : anak bisa melakukan atau
pernah atau sering atau kadang- kadang.

 “Tidak”, bila anak belum pernah / tidak pernah / ibu tidak


tahu
KPSP SDIDTK
 Algoritma KPSP:
 Hijau (sesuai),
 kuning (meragukan)
 merah (penyimpangan)

 Warna KPSP : Hijau (gerakan kasar),


Biru (gerakan halus),
Merah muda (bicara dan bahasa)
Kuning (sosialisasi dan kemandirian)

 Tes Daya Dengar :


 Umur memulai skrining : 0 bulan
Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
1. K U E S I O N E R P R A S K R I N I N G P E R K E M B A N G A N ( K P S P ) B AY I U M U R 3 B U L A N
Alat d a n b a h a n y a ng dibutuhkan:
- Wool merah

YA TID AK
Bayi Te r l e n t a n g k a n :
1 P a d a wa ktu bayi terlentang, a p a ka h ma sing -m asin g lengan d a n tungkai bergerak d e n g a n m u d a h ? J a w a b a n Gerak Kasar
T I D A K bila s al a h s a tu a t a u k e d u a t u ng k ai a t a u l e n g a n bayi b e r g e r a k tak terarah/tak terkendali

2 P a d a w a k t u bayi terlentang a p a k a h ia melihat d a n m e n a t a p w a j a h a n d a ? Sosialisasi


d a n Kemandirian

3 A p a k a h bayi d a p a t m e n g e l u a r k a n su a r a - su a r a lain ( n g o c e h ) selain m e n a n g i s ? Bicara dan


Bahasa
4 P a d a w a k t u a n d a m e n g a j a k bayi berbicara d a n ter seny um, a p a k a h ia t e r s e n y u m ke mb ali k e p a d a a n d a Sosialisasi d a n
Kemandirian

5 A p a k a h b a yi s u k a t e r t a w a k e r a s w a l a u tidak digelitik a t a u d i r a b a - r a b a ? Bicara dan


Bahasa
6 A m b i l w o o l m e r a h , letakkan di a tas w a j a h di d e p a n m a t a , gerakkan wool dari Gerak Halus
s a m p i n g k ir i k e k a n a n k e p a l a
A p a k a h ia d a p a t m en g i ku t i g e r a k a n a n d a d e n g a n
m e n g g e r a k k a n kepalanya dari kanan/kiri k e tengah?

7 A m b i l wo o l m e r a h , letakkan di a tas w a j a h di d e p a n m a t a , g e r a k k a n w o o l dari Gerak Halus


s a m p i n g ki r i k e k a n a n k e p a l a
A p a k a h ia d a p a t m e ng i k ut i g e r a k a n a n d a d e n g a n m e n g g e r a k k a n k e p a l a n y a
dari s a t u sisi h a m p i r s a m p a i p a d a sisi y a n g lain?

Bayi Tel u n g ku p ka n :
8 P a d a w a k t u b a y i t e l u n g k u p d i a l a s y a n g d a t a r, a p a k a h i a d a p a t Gerak Kasar
m e n g a n g k a t k e p a l a n y a seperti p a d a g a m b a r ini?

9 P a d a w a k t u b a y i t e l u n g k u p d i a l a s y a n g d a t a r, a p a k a h i a d a p a t m e n g a n g k a t Gerak Kasar
kepalanya sehingga m e m b e n t u k sudut 45˚ seperti p a da g a m b a r ?

10 P a d a w a k t u b a y i t e l u n g k u p d i a l a s y a n g d a t a r, a p a k a h Gerak Kas ar
ia da p at m e n g a n g k a t k ep a la n y a d e n g a n te gak seperti p a d a g a m b a r ?
K P S P PA D A A N A K U M U R 21 B U L A N

Alat dan bahan y ang dibutuhkan:


- Kismis
- Bo l a tenis
- Kubus

YA TID A K
A n a k d i p a n g k u ibunya / d u d u k sendiri ditepi m e j a periksa
1 L e t a k k a n k i s m i s d i a t a s m e j a d e k a t a n a k , a p a k a h a n a k d a p a t m e n g a m b i l d e n g a n i b u jari d a n t e l u n j u k ? Gerak Halus

2 Gelin dingkan bola tenis ke a r a h a n ak, a p a k a h d a p a t m e n g e lin d in g k a n / m e le m p a r bo la kem bali k e p a d a Gerak Halus
anak?
3 Beri ku b u s did epannya. Minta a n a k mele takkan 1 kub u s diatas kub u s lainnya (1 Gerak Halus
tingkat saja)
Ta n y a i b u :
4 A p a ka h anak dapat m enu njukkan a p a yan g diinginkan tanpa me nang is atau m e re n g ek? Sosialisasi d a n
K e m a n d iria n

5 A p a k a h a n a k d a p a t m i n u m dari cangkir/gelas sendiri ta n p a t u m p a h ? Sosialisasi d a n


K e m a n d iria n

6 A p a k a h a n a k s u k a m e n i r u b ila i b u s e d a n g m e l a k u k a n p e k e r j a a n r u m a h t a n g g a ( m e n y a p u , m e n c u c i , dll) Sosialisasi d a n


K e m a n d iria n

7 A p a k a h a n a k d a p a t m e n g u c a p k a n m i n i m a l 3 k a t a y a n g m e m p u n y a i arti ( s e l a i n k a t a m a m a d a n p a p a ) ? Bicara dan


A p a ka h a nak pernah berjalan m u n d u r minimal 5 langkah? Bahasa
8 Gerak Kasar
Berdirikan anak:
9 L e t a k k a n k u b u s d i la n t a i, m i n t a a n a k m e m u n g u t , a p a k a h a n a k d a p a t m e m u n g u t d a n b e r di r i k e m b a l i Gerak Kasar
tanpa berpegangan?
10 M I n t a a n a k b e r j a la n s e p a n ja n g r u a n g a n , d a p a t k a n ia b e r j a la n t a n p a Gerak Kasar
terhunyung/jatuh?
TOTAL
KPSP PADA ANAK U M U R 36 BUL AN

Alat d a n b a h a n y a n g dibutuhkan:
- Kubus - B o l a Te n i s - Kertas
- Pensil - Form Gambar

YA TID A K
A n a k d ip an g ku ibunya / d u d u k sendiri ditepi m e j a periksa :
1 Beri k u b u s di d ep a nn y a . Gerak Halus
D a p a t k a h a n a k m e l e t a k k a n 4 b u a h k u b u s satu persatu di atas k u b u s y a n g lain ta n pa
m e nj at u hk a n k u b u s itu?
2 A p a k a h a n a k d a p a t m e n y e b u t 2 d i a n t a r a g a m b a r - g a m b a r ini t a n p a b a n t u a n ? Bicara dan
Bahasa

( M e n y e b u t d e n g a n s u a r a b i n a t a n g tidak ikut dinilai)


3 Bila diberi pensil, a p a k a h a n a k mencoret-coret kertas ta n pa Gerak Halus
bantuan/petuniuk?
4 Buat garis lurus ke b a w a h sepanjang sekurang- kurangnya 2.5 cm. Gerak Halus
S u r u h a n a k m e n g g a m b a r g a r i s l a in d i s a m p i n g g a r i s ini. J a w a b Y A b ila ia
m e n g g a m b a r g a r i s s e p e r t i ini:

J a w a b T I D A K bil a ia m e n g g a m b a r g a r i s s e p e r t i ini:

Tanya ibu :
5 D a pa tk a h a n a k m e n g g u n a k a n 2 kata berangkai p a d a saat berbicara seperti "minta minum", "mau Bicara dan
tidur''? Bahasa
" Te r i m a k a s i h " d a n " D a d a g " t i d a k i k u t dinilai
6 Dapatkah anak m e n g e n a k a n sepatunya sendiri? Sosialisasi d a n
K e m a n d i r ia n

7 D a p a t k a h a n a k m e n g a y u h s e p e d a r oda tiga sejauh sedikitnya 3 m e t er ? Gerak Kasar


Mi n ta a n a k u n t u k berdiri :
8 lkuti p e r i n t a h ini d e n g a n s e k s a m a . J a n g a n m e m b e r i i s y a r a t d e n g a n t e l u n j u k a t a u m a t a p a d a s a a t Bicara dan
m e m b e r i - k a n p e r i n t a h b e r i k u t ini: Bahasa
" L e t a k k a n k e r t a s ini di lantai".
" L e t a k k a n k e r t a s ini di kursi". " B e r i k a n k e r t a s ini
k e p a d a ibu".
Dapatkah anak melaksanakan ketiga perintah tadi?
9 L e t a k k a n s e l e m b a r k e r t a s s e u k u r a n b u k u ini di lantai. A p a k a h a n a k d a p a t m e l o m p a t i b a g i a n Gerak Kasar
lebar kertas d e n g a n m e n g a n g k a t k e d u a k a k in y a s e c a r a b e r s a m a a n t a n p a didahului lari?
Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
Tes Daya Dengar (TDD)
Alat : lnstrumen TDD menurut umur anak
Langkah - langkah
 Tanyakan tanggal, bulan dan tahun anak lahir, hitung umur anak dalam bulan
 Pilih dasar pertanyaan TDD yang sesuai dengan umur anak

Pada anak umur kurang dari 24 bulan:


• Semua pertanyaan harus dijawab oleh orang tua/pengasuh anak.
• Katakan pada Ibu/pengasuh untuk tidak usah ragu-ragu atau takut menjawab, karena tidak untuk mencari
siapa yang salah.
• Bacakan pertanyaan dengan lambat, jelas dan nyaring, satu persatu, berurutan.
• Tunggu jawaban dari orangtua/pengasuh anak.
• Jawaban YA jika menurut orang tua/pengasuh, anak dapat melakukannya dalam satu bulan terakhir
• Jawaban TlDAK jika menurut orang tua/pengasuh anak tidak pernah, tidak tahu atau tak dapat melakukannya
dalam satu bulan terakhir.
Pada anak umur 24 bulan atau lebih:
• Pertanyaan-pertanyaan berupa perintah melalui orangtua/pengasuh untuk dikerjakan oleh anak
• Amati kemampuan anak dalam melakukan perintah orangtua/pengasuh
• Jawaban YA jika anak dapat melakukan perintah orangtua/pengasuh
• Jawaban TlDAK jika anak tidak dapat atau tidak mau melakukan perintah orangtua/pengasuh
Alat :
Tes Daya Lihat (TDL)
1. Ruangan yang bersih, tenang dengan penyinaran yang baik
2. Dua buah kursi, 1 untuk anak dan 1 untuk pemeriksa
3. Poster "E" untuk digantung dan kartu "E" untuk dipegang anak
4. Alat Penunjuk

Langkah-langkah :
• Pilih suatu ruangan yang bersih dan tenang, dengan penyinaran yang baik
• Gantungkan poster "E" setinggi mata anak pada posisi duduk
• Letakkan sebuah kursi sejauh 3 meter dari poster "E" menghadap ke poster "E"
• Letakkan sebuah kursi lainnya di samping poster "E" untuk pemeriksa
• Pemeriksa memberikan kartu "E" pada anak. Latih anak dalam mengarahkan kartu "E" menghadap
atas, bawah, kiri dan kanan; sesuai yang ditunjuk pada poster "E“ oleh pemeriksa. Beri pujian
setiap kali anak mau melakukannya. Lakukan hal ini sampai anak dapat mengarahkan kartu "E"
dengan benar.
• Selanjutnya, anak diminta menutup sebelah matanya dengan buku/kertas
• Dengan alat penunjuk, tunjuk huruf "E" pada poster, satu persatu, mulai baris pertama sampai
baris ke empat atau baris "E" terkecil yang masih dapat di lihat
• Puji anak setiap kali dapat mencocokkan posisi kartu "E" yang dipegangnya dengan huruf "E"
pada poster
• Ulangi pemeriksaan tersebut pada mata satunya dengan cara yang sama
• Tulis baris "E" terkecil yang masih dapat di lihat, pada kertas yang telah disediakan : Mata kanan :
............. Mata kiri : ...............
Interpretasi (penafsiran)

Bila tdk dapat mencocokkan posisi E


s / d baris k e t i g a gangguan daya
lihat

Intervensi (tindakan) : → rujuk


1. Kuesioner Masalah Perilaku Dan Emosional (KMPE)

• Dilakukan rutin pada anak umur 3- 6 tahun


• 14 pertanyaan untuk deteksi dini masalah mental - emosional, tiap 6
bulan
• Tanyakan pada orangtua / pengasuh.
• Catat jawaban “Ya”atau “Tidak”.
• Hitung jumlah jawaban “Ya”.
No PERTANYAAN YA TIDAK

1 Apakah anak anda sering bereaksi negatif, marah atau tegang tanpa sebab yang
jelas?
(bereaksi negatif contohnya rewel, tidak sabaran, banyak menangis, mudah tersinggung atau bereaksi berlebihan bila
merasa situasi tidak seperti yang diharapkannya atau
kemauannya tidak terpenuhi)
2 Apakah anak anda tampak lebih memilih untuk menyendiri atau bermain sendiri, atau
menghindar dari anak seumurnya atau orang dewasa?
(ingin sendirian, menyendiri dengan ekspresi murung, tidak bersemangat, sedih, atau kehilangan minat terhadap hal-hal
yang biasa sangat dinikmati)
3 Apakah anak anda cenderung bersikap menentang?
(membantah, melawan, tidak mau menurut atau melakukan hal yang sebaliknya dari apa yang diminta, serta tampak tidak
perduli ketika diberitahu atau ditegur)
4 Apakah anak anda mudah takut atau cemas berlebihan tanpa sebab yang jelas ?
(misalnya takut pada binatang atau benda yang tidak berbahaya, terlihat cemas ketika tidak melihat ibu/pengasuhnya

5 Apakah anak anda sering sulit konsentrasi, perhatiannya mudah teralihkan atau
banyak bergerak / tidak bisa diam?
( misalnya anak tidak bisa bertahan lama untuk bermain dengan satu permainan, mudah mengalihkan perhatian bila ada hal
lain yang lebih menarik perhatian seperti bunyi atau gerakan, tidak bisa duduk dengan tenang, banyak bergerak atau
cenderung berjalan /
berlari mondar mandir)
6 Apakah anak anda lebih banyak menempel / selalu minta ditemani, mudah cemas dan
tidak percaya diri ?
(seakan minta perlindungan atau minta ditemani pada berbagai situasi, terutama ketika berada dalam situasi baru atau
ada orang yang baru dikenalnya; mengekpresikan kecemasan serta terlihat tidak percaya diri)
7 Apakah anak anda menunjukkan adanya perubahan pola tidur?
(Seperti sulit tidur, terjaga sepanjang hari, sering terbangun di waktu tidur malam oleh karena mimpi buruk, mengigau, menangis
didalam tidurnya)
8 Apakah anak anda mengalami perubahan pola makan dari yang biasanya?
(kehilangan nafsu makan, tidak mau makan sama sekali, atau sebaliknya makan berlebihan, sangat
memilih jenis makanan atau membiarkan makanan lama dimulut tanpa dikunyah/ diemut)

9 Apakah anak anda seringkali mengeluh sakit kepala, sakit perut atau keluhan fisik
lainnya dalam waktu-waktu tertentu?
10 Apakah anak anda mudah putus asa atau frustrasi dan sering menunjukkan emosi yang negatif ?
(Seperti sedih atau kecewa yang berkepanjangan, mudah mengeluh, marah atau protes. Misal ketika
anak merasa kesulitan dalam menggambar, lalu berteriak minta tolong, marah, atau kertasnya disobek)
11 Apakah anak anda menunjukkan kemunduran pola perilaku dari kemampuan yang sudah dimilikinya ?
(seperti mengompol kembali, menghisap jempol, atau tidak mau berpisah dengan
orangtua/pengasuhnya)
12 Apakah anak anda sering berkelahi, bertengkar, atau menyerang anak lain baik secara verbal maupun
non-verbal ?
(seperti misalnya mengejek, meneriaki, merebut permainan, atau memukul temannya)
13 Apakah anak anda sering diperlakukan tidak menyenangkan oleh anak lain atau orang dewasa?
(seperti misalnya ditinggal bermain, dihindari, diejek, dikata-katai, direbut mainannya atau disakiti secara
fisik)
14 Apakah anak anda cenderung berperilaku merusak atau cenderung selalu ingin menang atau menguasai.
(Misalnya merusak benda, menyakiti dirinya atau binatang)
TOTAL
Kuesioner Masalah Perilaku Emosional (KMPE)
2. Kuesioner Masalah Perilaku Dan Emosional
•Intervensi (tindakan):
(KMPE)
1.Bila ditemukan 1 masalah mental emosional :
• Lakukan konseling pada orang tua menggunakan Buku Pedoman Pola Asuh
yang mendukung perkembangan anak.
• Evaluasi setelah 3 bulan,
• bila tidak ada perubahan rujuk ke Rumah Sakit yang ada fasilitas tumbuh
kembang anak / kesehatan jiwa.
2. Bila ditemukan 2 atau lebih masalah mental emosional, rujuk anak ke Rumah
Sakit.
Dalam surat rujukan harus ditulisakan jumlah dan masalah mental emosional yang
ditemukan.
2. Deteksi Dini Autis pada Anak Prasekolah
Indikasi :
• ada keluhan dari ibu/pengasuh atau ada kecurigaan tenaga kesehatan, kader kesehatan, petugas PAUD, pengelola TPA
dan guru TK Keluhan tersebut dapat berupa salah satu atau lebih keadaan di bawah ini:
• Keterlambatan berbicara.
• Gangguan komunikasi/interaksi sosial.
• Perilaku yang berulang-ulang.

Alat :
• M−CHAT (Modified−Checklist for Autism in Toddlers)
• Ada 23 pertanyaan yang dijawab oleh orang tua/pengasuh anak.

Langkah-langkah :
• Ajukan pertanyaan dengan lambat, jelas dan nyaring, satu persatu perilaku yang tetulis pada M-CHAT kepada orang
tua atau pengasuh anak.
• Lakukan pengamatan kemampuan anak sesuai dengan tugas pada Modified−Checklist for Autism in Toddlers (M-CHAT)
• Catat jawaban orang tua/pengasuh anak dan kesimpulan hasil pengamatan kemampuan anak, YA atau TIDAK. Teliti
kembali apakah semua pertanyaan telah dijawab

Interpretasi :
• Enam pertanyaan No. 2, 7, 9, 13, 14, dan 15 adalah pertanyaan penting (criticalitem) jika dijawab tidak berarti pasien
mempunyai risiko tinggi autism. Jawaban tidak pada dua atau lebih critical item atau tiga pertanyaan lain yang dijawab
tidak sesuai (misalnya seharusnya dijawab ya, orangtua menjawab tidak) maka anak tersebut mempunyai risiko autism
• Jika perilaku itu jarang dikerjakan (misal anda melihat satu atau 2 kali), mohon dijawab anak tersebut tidak
melakukannya
No PERTANYAAN YA TIDAK
1 Apakah anak anda senang diayun, melambung di lutut anda dan sebagainya ? ya tidak
2 Apakah anak anda senang / tertarik dengan anak-anak lain ? ya tidak
3 Apakah anak anda senang memanjat seperti tangga ? ya tidak
4 Apakah anak anda senang bermain cilukba / petak umpet ? ya tidak
5 Apakah anak anda sering bermain pura-pura, contohnya; berbicara ditelepon atau ya bermain dengan boneka tidak
atau bermain pura-pura yang lain ?
6 Apakah anak anda sering menunjuk dengan jarinya untuk bermain sesuatu ? ya tidak

7 Apakah anak anda sering menunjuk dengan jarinya untuk mengindikasikan ia ya tertarik sesuatu ? tidak

8 Dapatkah anak anda bermain pantas dengan mainan kecil (seperti mobil atau ya tidak
benda kecil) tanpa memasukkan ke dalam mulut , menguyah atau menjatuhkannya
?
9 Apakah anak anda sering membawa benda didepan orang tua untuk menunjukkan ya tidak
kepada anda sesuatu ?
10 Apakah anak anda melihat mata anda lebih dari satu atau dua detik ? ya tidak
11 Apakah anak anda sering terlihat sensitif yang berlebihan terhadap suara berisik ? ya tidak
(seperti menutup telinga)
12 Apakah anak anda tersenyum sebagai respon terhadap wajah atau senyum anda ? ya tidak
No PERTANYAAN YA TIDAK

Apakah anak anda meniru perilaku anda? (misal ketika anda membuat ekspresi wajah,
13 ya tidak
apakah anak anda meniru anda ?
14 Apakah anak anda berespon ketika namanya dipanggil ? ya tidak
15 Jika anda menunjuk mainan yang ada di ruangan, apakah anak anda melihatnya ? ya tidak
16 Apakah anak anda berjalan ? ya tidak
17 Apakah anak anda melihat benda yang anda lihat ? ya tidak
18 Apakah anak anda membuat gerakan jari yang tidak biasanya dekat wajahnya ? ya tidak
19 Apakah anak anda berusaha menarik perhatian anda terhadap aktivitasnya ? ya tidak

20 Apakah anda sering khawatir apabila anak anda tuli ? ya tidak

21 Apakah anak anda mengerti apa yang dikatakan orang lain ? ya tidak

Apakah anak anda kadang-kadang memandang untuk hal yang tidak jelas atau mondar
22 ya tidak
mandir tanpa tujuan ?
Apakah anak anda melihat wajah anda untuk melihat reaksi anda ketik bertemu
23 ya tidak
sesuatu yang tidak dikenal ?
Interpretasi M-CHAT
3. DETEKSI DINI GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIFITAS
(GPPH)
Indikasi :
• ada keluhan dari orang tua/pengasuh anak atau ada kecurigaan tenaga kesehatan, kader kesehatan, BKB,
petugas PAUD, pengelola TPA dan guru TK. Keluhan tersebut dapat berupa salah satu atau lebih keadaan di
bawah ini:
• Anak tidak bisa duduk tenang
• Anak selalu bergerak tanpa tujuan dan tidak mengenal lelah
• Perubahan suasana hati yang mendadak/impulsive
Alat :
• formulir deteksi dini Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas/GPPH (Abbreviated Conners
Ratting Scale), Formulir ini terdiri 10 pertanyaan yang ditanyakan kepada orang tua/pengasuh anak/guru
TK dan pertanyaan yang perlu pengamatan pemeriksa.
Langkah-langkah :
• Ajukan pertanyaan dengan lambat, jelas dan nyaring, satu persatu perilaku yang tertulis pada formulir deteksi
dini GPPH. Jelaskan kepada orangtua/pengasuh anak untuk tidak ragu−ragu atau takut menjawab.
• Lakukan pengamatan kemampuan anak sesuai dengan pertanyaan pada formulir deteksi dini GPPH.
• Keadaan yang ditanyakan/diamati ada pada anak dimanapun anak berada, misal ketika di rumah, sekolah,
pasar, toko, dll); setiap saat dan ketika anak dengan siapa saja.
• Catat jawaban dan hasil pengamatan perilaku anak selama dilakukanpemeriksaan.
• Teliti kembali apakah semua pertanyaan telah dijawab
Instrumen GPPH
N Kegiatan yang diamati 0 1 2 3
O
1 Tidak kenal lelah, atau aktivitas yang berlebihan.
2 Mudah menjadi gembira, impulsive.
3 Mengganggu anak-anak lain.
4 GagaI menyelesaikan kegiatan yang telah pendek dimulai, Rentang perhatian

5 Menggerak-gerakkan anggota badan atau kepala secara terus menerus.

6 Kurang perhatian, mudah teralihkan.


7 Permintaannya harus segera dipenuhi, mudah menjadi frustrasi.

8 Sering dan mudah menangis.


9 Suasana hatinya mudah berubah dengan cepat dan drastic.
10 Ledakkan kekesalan, tingkah laku eksplosif dan tak terduga.
Jumlah

Nilai Total :
INTERPRETASI GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIFITAS
(GPPH)
INTERVENSI
PERKEMBANGAN
Tujuan intervensi & rujukan dini perkembangan:

• Untuk segera mengkoreksi, memperbaiki dan mengatasi


masalah penyimpangan perkembangan sehingga anak dapat
tumbuh kembang sesuai potensinya
• Waktu nya “sedini” mungkin, usia anak < 5 tahun
•→ golden periode
Intervensi Perkembangan
1. Atas Indikasi :

A. Perkembangan anak meragukan (M) / tidak sesuai dengan yg harus dimilikinya


(kpsp jwb ya=7 atau 8)
 Intervensi dilakukan dengan memberi stimulasi pada aspek yang tidak
sesuai tsb & umur stimulasi yg lebih muda dari umur anak
 Beri petunjuk kepada orangtua dan intervensi intensif setiap hari 3-4
jam selama 2 minggu
 Kontrol setelah 2 minggu dan evaluasi (KPSP sesuai umur skrining
terdekat)
B. Bila Seorang anak mempunyai masalah/penyimpangan perkembangan,
sedangkan umur anak saat itu bukan pada jadwal umur skrining
Contoh kasus dengan Hasil KPSP

Umur 3 bulan bayi tidak membalas tersenyum

Tindakan Intervensi:
•Ajak bayi tersenyum dan bicara sesering mungkin
•Tunjukan wajah yang cerah pada bayi
•Peluk, belai, cium bayi sesering mungkin

•Gerakan lembut, penuh kasih sayang


Hasil Umur 6 bulan belum bisa tengkurap
dengan kepala tegak
Tindakan Intervensi :
 Tidurkan tengkurap, beri benda warna cerah / berbunyi, sampai bayi bisa
angkat kepala
 Tidur tengkurap, tekan-tekan otot punggung dari arah leher ke bawah,
sampai bayi bisa angkat kepala
 Bila otot punggung & bahu lemah  tengkurapkan di atas bantal, taruh
mainan, ajak bicara

 Cara gendong harus benar agar anak dapat


 menegakkan kepala, tangan & kaki bebas bergerak (gendong di depan dada)
Umur 9 bulan tidak mengoceh
dadada..mamama
Intervensi :
Ajak bicara anak sesering mungkin
 Usahakan selalu menatap muka anak bila berbicara agar anak dapat melihat
bibir dan mata si pembicara
Sebutkan nama benda, gambar
Dudukkan anak,
berikan benda yang berbunyi dari arah samping kiri / kanan bergantian, ulangi.
Bila tidak ada reaksi curiga gangguan pendengaran  rujuk
Umur 9 bulan belum bisa bermain
dengan benda-benda
Intervensi
 Dudukan bayi dipangkuan
 Letakkan mainan ditangannya supaya digenggam, tarik pelan-pelan
 Letakkan di depan bayi mainan yang bisa dipegang dan tidak tajam
 Ajarkan untuk meraih dan memegang mainan tersebut
 Ajarkan memindahkan mainan dari tangan kanan ke kiri
 Letakkan benda yang lebih kecil : potongan biskuit
 Ajarkan untuk mengambil biskuit
 Bila berhasil berikan pujian dengan gembira
 Latihlah berulang-ulang, dengan kasih sayang
Evaluasi hasil intervensi
Setelah intervensi selama 2 minggu  Evaluasi

•Bila berhasil (anak dapat melakukan) berikan pujian pada ibu bila intervensi berhasil
•Bila belum berhasil (anak belum dapat melakukan)
• tanyakan cara intervensi dan lakukan , apakah caranya benar
• lakukan pemeriksaan lebih teliti
• Intervensi lagi 2 minggu : bila belum berhasil  r u j u k

Cari masalah gizi :


• Beri makan bergizi (beragam & berimbang)  konsul gizi
• Porsi kecil tapi sering
• Beri makanan lebih sering setelah sembuh sakit
• ASI teruskan sampai usia 2 tahun

Cari penyakit lain yang bisa sebabkan penyimpangan


Anak 0-6 thn
Alur rujukan dini
Deteksi dini tumbuh kembang

Sesuai Meragukan Penyimpangan

Tingkat
Stimulasi rutin
Intervensi 2 minggu Puskesmas
Dirumah dengan
bukiu KIA
Evaluasi hasil

Sesuai Meragukan Penyimpangan Tingkat


Puskesmas

Evaluasi hasil Intervensi2 minggu

Sesuai Meragukan Penyimpangan Tingkat


RS Rujukan
Rujuk ke klinik tumbuh kembang RS Kl. Tumbuh
Untuk penanganan spesialistik Kembang
LATIHAN
• Kasus 1
Ibu Maya datang ke Posyandu Mawar, membawa anaknya yang
bernama Rio umur 13 bulan.
Saat ini Rio sudah bisa berdiri dan berjalan dengan berpegangan,
memegang benda kecil, mengucapkan mama, mengenal anggota
keluarga, takut pada orang yang belum dikenal serta menunjuk
yang diinginkan tanpa menangis.
a. Status perkembangan anak saat ini ?
b. Apa tindaklanjutnya ?
Jawaban Kasus 1
a. Status perkembangan normal, karena sudah memenuhi ceklist
deteksi perkembangan umur 12 bulan
b. - Memuji orang tua karena perkembangan anaknya sesuai
dengan usianya
- Memberikan konseling agar orang tua dan keluarga rutin
memberikan stimulasi yang bervariasi sesuai usia anak yang
sudah tertulis di buku KIA
LATIHAN 2

• Kasus 2
Ibu Ida datang ke Posyandu Mawar, membawa anaknya yang
bernama Sari umur 40 bulan.

a. status perkembangan anak saat ini ?


b. Apa tindak lanjutnya ?
Latihan-2
Ibu Ida datang
ke Posyandu
Mawar,
membawa
anaknya yang
bernama Sari
umur 3
tahun 2
bulan
Jawaban Kasus 2
a. Sari dalam ceklist deteksi perkembangan umur 3 tahun, ada 2
hal yang belum mampu dilakukan (minimal 1 dalam ceklist
perkembangan di Buku KIA) diduga ada gangguan
perkembangan.
b. Kader merujuk anak ke tenaga Kesehatan
c. Memberikan konseling dan Memotivasi agar anak terus
diberikan stimulasi sesuai usia anak (mengacu pada
Buku KIA).
PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI & PERKEMBANGANANAK
Kebutuhan gizi, pemantauan perkembangan & stimulasi,
disampaikan dalam satu kelompok umur

Alat skrining pertumbuhan dan perkembangan anak dan cara


Direktorat Bina Kesehatan Keluarga stimulasi perkembangan anak
Latihan 1: Ny. Asih membawa anaknya By. Lisa 9 bln ,ke puskesmas untuk imunisasi campak,
dari hasil buku KIA didapatkan sebagai berikut:
1. Interpretasi Anda ?
2. Tindakan Selanjutnya?
Jawaban
1. Perkembangan Normal sesuai usia
2. Lanjutkan Stimulasi kelompok umur 9-12 bulan sesuai
buku KIA
Latihan-2: By. Dito, 3 bln 7 hari, dibawa ibunya ke posyandu,
saat melakukan penilaian dan pengisian buku KIA ibu kader
mendaparkan hasil sebagai berikut:
1. Interpretasi Anda ?
2. Rencana penanganan..?
Jawaban
1. Curiga Gangguan perkembangan
2. Rujuk untuk dilakukan Praskrining
• v
v

v v
v

v
1. Interpretasi Anda ?
2. Penanganan ?
Jawaban
1. Perkembangan sesuai usia
2. Stimulasi kelompok umur 3-6 bulan
3. Stimulasi Bicara kelompok umur 0-3 bulan
4. Tidak perlu rujuk untuk skrining
Latihan-3
Ibu Ida datang
ke Posyandu
Mawar,
membawa
anaknya yang
bernama Sari
umur 3 tahun 2
bulan
1. Interpretasi Anda ?
2. Rencana penanganan..?
Jawaban
1. Curiga Gangguan perkembangan
2. Rujuk untuk dilakukan Praskrining
TID A K
YA
A n a k dip a n g k u ibunya / d u d u k sendiri ditepi m e j a periksa :
1 Beri k u b u s di de p an n y a. Gerak Halus
v
D a p a t k a h a n a k m e l e t a k k a n 4 b u a h k u b u s satu per satu di atas k u b u s y a n g lain t an p a
m en j a t u hk a n k u b u s itu?
2 A p a k a h a n a k d a p a t m e n y e b u t 2 d i a n t a r a g a m b a r - g a m b a r ini t a n p a b a n t u a n ? Bicara dan
Bahasa
v
( M e n y e b u t d e n g a n s u a r a b i n a t a n g tidak ikut dinilai)
3 Bila diberi pensil, a p a k a h a n a k men coret-coret kertas t an p a
bantuan/petuniuk?
Gerak Halus V
4 Buat garis lurus ke b a w a h sepanjang sekurang- kurangnya 2.5 cm . Gerak Halus
S u r u h a n a k m e n g g a m b a r g a r i s l ai n di s a m p i n g g a r i s ini. J a w a b Y A b ila
i a m e n g g a m b a r g a r i s s e p e r t i ini: v
J a w a b T I D A K bil a ia m e n g g a m b a r g a r i s s e p e r t i ini:

Tanya ibu :
5 Dap a tka h a n a k m e n g g u n a k a n 2 kata berangkai p a d a saat berbicara seperti "minta minum", "mau Bicara dan
tidur''? Bahasa
" Te r i m a k a s i h " d a n " D a d a g " t i d a k i k u t dinilai v
6 Dapatkah anak m e n g e n a k a n sepatunya sendiri? Sosialisasi d a n
K e m a n d i r ia n
v
7 D a p a t k a h a n a k m e n g a y u h s e p e d a r o d a tiga se ja u h sedikitnya 3 m e t e r ? Gerak Kasar
Min ta a n a k u n t u k berdiri : v
8 lkuti p e r i n t a h ini d e n g a n s e k s a m a . J a n g a n m e m b e r i i s y a r a t d e n g a n t e l u n j u k a t a u m a t a p a d a s a a t Bicara dan
m e m b e r i - k a n p e r i n t a h b e r i k u t ini: Bahasa v
" L e t a k k a n k e r t a s ini di lantai".
" L e t a k k a n k e r t a s ini di kursi". " B e r i k a n k e r t a s ini
k e p a d a ibu".
Dap a tka h a na k m ela ksa na kan ketiga perintah tadi?
9 L e t a k k a n s e l e m b a r k e r t a s s e u k u r a n b u k u ini di lantai. Gerak Kasar V
m
A pe al ok m
a hp aat ni ab ka gd iaapna lt e b a r k e r t a s d e n g a n m e n g a n g k a t k e d u a k a k i n y a s e c a r a b e r s a m a a n t a n p a
didahului lari?
10 Beri bola tenis. Minta a n a k m e l e m p a r k a n k e a r a h d a d a a n d a . D a p a t k a h a n a k m e l e m p a r bola lurus Gerak Kasar
ke arah perut atau d a d a a n d a dari jarak 1,5 meter? v
TOTAL
1. Interpretasi Anda ?
2. Penanganan ?
Jawaban
1. Perkembangan penyimpangan
2. Rujuk untuk tingkat skrining
• C:\Users\Acer\Videos\Video Motivasi\KIA\Ciri anak Autis.
mp4

• C:\Users\Acer\Videos\Video Motivasi\KIA\Anak peniru ulu


ng.mp4

• http://bit.ly/SKRININGMANDIRI-SDIDTK

Anda mungkin juga menyukai