Anda di halaman 1dari 8

Fenomena Vaksin

Covid19 Mengandung
Microchip
Dosen pengampu :
Novi Rahmania Aquariza,Spd.I.,M.pd
Kelompok 1

Nama Anggota :

● Puteri Maliki Lailatul Fitri Nurid Zatillah (5230020004)

● Siti Nur Hidayatul Umma (5230020006)

● Agung Bastomi Setiawan (5230020020)

● Sevita Eka Anggraini (5230020037)

● Miftach Bisyriyah (5230020042)


Beredar sebuah postingan di media sosial yang mengklaim bahwa Vaksin Covid-19
memiliki microchip magnetik. Dalam postingan tersebut, seorang wanita
memperlihatkan lengannya memiliki reaksi magnet setelah menerima vaksin Covid-19,
hal tersebut ditunjukkan dengan meletakan magnet di tempat Ia menerima vaksin dan
terlihat magnet tersebut langsung menempel.

Pemeriksa fakta independen di lingkup internasional seperti Lead Stories, USA Today,
AFP United States, dan Factcheck.org telah membantah klaim tersebut berdasarkan hasil
penelusuran dan klarifikasi dari institusi resmi di bidang kesehatan.

Melansir dari AFP, para ahli medis mengatakan bahwa video tersebut tidak lebih dari
teori konspirasi yang termasuk ke dalam kategori disinformasi tentang virus Covid-19.
Hal ini didorong kuat oleh pernyataan Dr. Thomas Hope, peneliti vaksin dan profesor biologi sel dan
perkembangan di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern, Ia menjelaskan bahwa vaksin Covid-
19 pada dasarnya terdiri dari protein dan lipid, garam, air, dan bahan kimia yang menjaga PH. Sehingga
tidak ada bahan apapun yang dapat berinteraksi dengan magnet.

kabar penanaman microchip pada tubuh manusia melalui vaksin Covid-19 bersumber dari artikel yang
dibagikan secara luas, dengan judul: "Bill Gates akan menggunakan implan mikrochip untuk melawan
virus corona".
Artikel tersebut mengacu pada sebuah studi, yang didanai oleh The Gates Foundation, ke
dalam teknologi yang dapat menyimpan catatan vaksin seseorang dalam tinta khusus yang
diberikan bersamaan dengan suntikan.

Namun, teknologinya bukanlah microchip dan lebih seperti tato yang tidak terlihat. Ini belum
diluncurkan, tidak akan memungkinkan orang dilacak dan informasi pribadi tidak akan
dimasukkan ke dalam database, kata Ana Jaklenec, seorang ilmuwan yang terlibat dalam
penelitian tersebut.
Kesimpulan
:
Klaim penanaman microchip ke tubuh seluruh penduduk dunia lewat
vaksin Covid-19 tidak benar.

Belum ada vaksin yang disetujui untuk digunakan melawan virus


corona, yang menyebabkan COVID-19, meskipun lebih dari 100
sedang dalam pengembangan dan setidaknya 10 telah mencapai
tahap pengujian klinis.

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa vaksin ini akan memiliki
chip Radio-Frequency-Identification (RFID).
Sumber Artikel
 https://covid19.go.id/p/hoax-buster/salah-vaksin-covid-19-mengand
ung-microchip-magnetik

 Cek Fakta: Tidak Benar Penanaman Microchip ke Tubuh Penduduk


Dunia lewat Vaksin Covid-19 - Cek Fakta Liputan6.com
TERIMA KASIH
!!!