Anda di halaman 1dari 12

TEORI DAN TOPOLOGI RESEPTOR

OLEH
KELOMPOK 7

Agustina Petrosyana Komoyap (D1B120366)


Frili Sahertian (D1B120245)
Mardia Islamawati Putri (D1B120292)
Nurfaidah (D1B120130)
Riska Safitri (D1B120362)
Khairunnisa. S (D1B120299)
Sri Anggriani Abas Djafar Pakaya (D1B120006)
Nur Indah Ramadhani K (D1B120365)
Jihan Nadillah (D1B120306)
Puteri Dwi Anggraeni (D1B120003)
Febrianty Susan Matta (D1B120301)
TEORI RESEPTOR

Obat yang mengaktifkan reseptor dengan berikatan dengan reseptor tersebut

disebut agonis. Sebagian besar agonis berikatan melalui ikatan ion, hidrogen, dan

jumlah gaya tarik dan dorong antara molekul. Ikatan-ikatan ini bersifat reversibel. S

edangkan sebagian kecil agonis berikatan dengan reseptor secara kovalen, dan

ikatan ini bersifat ireversibel. Reseptor sering digambarkan sebagai protein yang

bisa berikatan ataupun tidak berikatan dengan ligan agonis. Dalam hal ini,

besarnya efek obat tergantung dari total jumlah reseptor yang terikat. Sehingga efek

obat paling maksimal terjadi ketika semua reseptor terikat.


Interaksi obat dapat terjadi melalui 2 tahap

1. Interaksi yang dapat menyebabkan perubahan konformasi

makromolekul protein sehingga timbul respon biologis

2. Interaksi obat dengan resptor spesifik


Teori Interaksi Obat-Reseptor

Teori klasik

Teori pendudukan

Teori kecepatan

Teori kesesuaian terimbas

Teori gaya makromolekul

Terori mekanisme dan farmakofor sebagai dasar rangacangan obat


Teori Klasik

Teori klasik diperlukan yaitu berdasarkan pa


da pengukuran efek akhir kerja obat
Teori kependudukan

Suatu molekul obat dapat menempati satu sis


i reseptor dan obat harus diberikan dalam ju
mlah berlebih, agar efektif selama proses pe
mbentukan kompleks
Teori kecepatan

Efek biologis dari obat setara dengan kecepatan ika


tan obat-reseptor dan bukan dari jumlah reseptor ya
ng diduduki, efek biologis dapat ditentukan oleh ke
cepatan asosiasi dan disosiasi kompleks obat-respto
r dan bukan dari pembentukan kompleks obat-respt
or yang stabil
Teori kesesuaian terimbas

Ikatan enzim dengan substrat dapat mengind


uksi terjadinya perubahan konformasi strukt
ur enzim sehingga menyebabkan orientasi gu
gus-gugus aktif enzim
Teori gangguan makromolekul

Interaksi makromolekul obat dengan makro


molekul protein (reseptor) dapat menyebabk
an terjadinya perubahan bentuk konformasi r
eseptor yakni gangguan konformasi spesifik
dan tidak spesifik.
Teori mekanisme & farmakofor
sebagai dasar rancangan obat

Farmakofor adalah model tiga dimensi suatu


molekul atau fragmen dengan pengaturan ge
ometrik, tetapi belum diketahui aktivitas biol
ogisnya secara nyata.
TOPOLOGI RESEPTOR

Topologi (dari bahasa Yunani , "tempat", dan ,

"ilmu") merupakan cabang yang bersangkutan


(yaitu ruang dan dipilin, tetapi tidak diperkenankan
untuk dipotong, dirobek, ditusuk atau dilekatkan).
KESIMPULAN

Reseptor turut berperan dalam membentuk o


bat dalam tubuh dan efek obat dipengaruhi o
leh bentuk interaksi reseptor dengan obat

Anda mungkin juga menyukai