Anda di halaman 1dari 17

Aplikasi Fisika Kesehatan Dalam Pernafasan

( Fluida Gas )

Dosen Pengampu : Fatridha Yansen , S.Pd . M.Si

Nova Dolok Saribu ( 2003079 )


Ratifa Juliya ( 2003013 )
Rani Angraini ( 2003012 )
Rika Apriliani ( 2003015 )
Rawani ( 2003014 )
Pengertian Fluida
Fluida merupakan bentuk zat dimana zat tersebut
dapat mengalir.
Fluida secara jenisnya di bagi menjadi 2 jenis yaitu
fluida cair dan fluida gas.
Fluida gas memiliki sifat yang dapat mengalir dan bisa
berubah bentuk apabila terkena tekanan tertentu.
Sifat fluida gas molekul penyusunnya bebas
bertumbukan. Inilah sumber dari tekanan fluida gas
yang tidak pernah tegak lurus terhadap bidang tekan.
Fluida Gas Pada Respirasi
Gas merupakan bahan baku proses respirasi
“ Gas yang di hirup saat inspirasi berbeda dengan gas
yang keluar saat ekspirasi “.

Hukum Dalton :
1. Tekanan udara merupakan kumulatif dari tekanan
parsial komponen gas penyusunnya.
2. Komponen tekanan parsial O2 selalu lebih besar dari
CO2 baik saat inspirasi maupun ekspirasi.
Komponen Udara
Udara yang di hirup setiap hari tersusun dari beberapa
jenis gas. Beberapa jenis gas dan komposisinya saat
inspirasi (menghirup udara) dan saat ekspirasi
(menghembuskan udara) .
Di perlihatkan pada tabel berikut :
KOMPONEN INSPIRASI EKSPIRASI
N2 80 % 80 %
O2 19 % 16 %
CO2 0,04 % 4%
Setiap hari, udara yang di hirup sebanyak 10 kg.
Absorbsi (penyerapan) O2 lewat paru-paru sebanyak
400 liter (0,5 kg) dan sedikit CO2.
22,4 liter udara mengandung 6x10²³ (bilangan avogadro)
molekul udara. Setiap pernafasan sejumlah 10²² molekul
udara masuk ke paru-paru.
Hukum Boyle
Tekanan gas dalam ruang tertutup berbanding
terbalik dengan volumenya.
Bila volume makin besar,maka tekanan makin kecil
dan bila volume makin kecil maka tekanan makin
besar.

P₁V₁ = P₂V₂
P= tekanan, V= volume, k= konstante
Hukum Laplace Dan Mekanisme Alveoli

Tekanan (P) pada gelembung, berbanding lurus


dengan tegangan permukaan gelembung (γ) dan
berbanding terbalik dengan jari-jari gelembung (R).

P= 4γ/R
Gelembung P1 dan P2 di hubungkandengan katup.
Ketika katup tertutup tekanan di P2 > tekanan di P1,
karena volumenya lebih kecil.
Jika katup di buka, udara akan mengalir dari P2 ke P1.
Gelembung P1 akan mengembang dan gelembung P2
akan mengempis. Jika keadaan ini berlangsung
terus,maka gelembung P2 akan kollaps.
Alveoli = gelombang paru-paru merupakan jutaan
gelembung yang berhubungan.
Pada alveoli, sebelum terjadi kollaps (atelectatis),
tekanan pada gelembung menurun, sehingga udara
mengalir kembali dari P1 ke P2. Proses ini akan
berulang terus, sehingga udara mengalir secara bolak
balik pada gelembung-gelembung alveoli.
Tekanan pada gelembung menurun, karena ada
surface active agent (surfactant) sejenis zat yang
menurunkan tegangan permukaan, yang berarti juga
menurunkan tekanan.
Apabila bayi lahir tanpa surfactant di dalam paru-
parunya,umumnya pada bayi yang lahir prematur,akan
timbul keadaan yang di sebut Respiratory Distres
Sydrome (RDS).
Hukum Dalton
Tekanan total pada suatu campuran gas,merupakan
jumlah dari tekanan parsial masing-masing gas.
Tekanan parsial dari masing-masing gas sebanding
dengan persentase gas dalam campuran itu.
Contoh : Tekanan udara 76 cm Hg atau 760 mm Hg.
Dalam udara terdapat 20% oksigen (O₂). Tekanan
parsial O₂ adalah 20% + 760 mm Hg = 152 mm Hg.
Tekanan Barometrik
Tekanan barometrik = tekanan atmosfir = tekanan
udara luar.
Dengan mengingat tekanan hidrostatis pada fluida
P= ρgh, maka makin tinggi letak suatu tempat,makin
kecil tekanan barometrik.
Makin keci tekanan barometrik (tekanan total udara)
maka makin kecil pula tekanan pasrsial dari gas
penyusunnya.
Makin tinggi letak suatu tempat, makin kecil pula
tekanan parsial O₂.
Spirometer
Spirometer adalah alat untuk mengukur debit aliran
udara yang masuk dan keluar paru-paru, yang hasilnya
di catat dalam grafik volume per waktu.
Mouthpiece spirometer di pasang pada hidung pasien.
Pasien kemudian menarik nafas dan menghembuskan
nafas. Drum ngambang ( drum apung = floating
drum) A akan bergerak naik turun,sementara itu drum
pencatat berputar searah jarum jam,sesuai dengan
gerak drum A. Hasil pencatatan di sebut spirogram.
Pada waktu istirahat, volume udara paru-paru 500 ml.
Keadaan ini di sebut tidal volume.
Pada permulaan dan akhir pernafasan,terdapat
keadaan reserve. Akhir dari suatu mengisi paru-paru
dengan udara. Tambahan udara ini di sebut
inspiratory reserve volume, yang jumlahnya 3.000 ml.
Akhir dari suatu ekspirasi ada usaha untuk
mengeluarkan udara dari paru-paru. Udara ini di
sebut expiratory reserve volume, yang jumlahnya kira-
kira 1.100 ml.
Seseorang yang bernafas, baik dalam keadaan
inspirarasi maupun ekspirasi, kedua keadaan ekstrim
ini di sebut vital capacity. Dalam keadaan normal
volume vital capacity 4.500 ml.
Dalam keadaan apapun paru-paru tetap mengandung
udara, Udara ini di sebut residual volume, yang
jumlahnya kira-kira 1.000 ml untuk orang dewasa.
Maksimum volume udara yang dapat di hirup selama
15 menit di sebut Maximum Voluntary Ventilation
(MVV)
Dalam keadaan normal udara yang di keluarkan kira-
kira 70 % dari vital capacity dalam 0,5 detik, 85%
dalam 1 detik, 94% dalam 2 detik dan 97% dalam 3
detik. Debit aliran udara 350 – 500 liter/menit.
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai