Anda di halaman 1dari 12

NAMA : Selamet Ade Nur Cahyono

NIM : 201912147
KELAS : 2C
Pengertian
Perkataan wawasan Nusantara berasal dari
dua suku kata, yakni “Wawasan” (berasal dari
bahasa Jawa) dari akar kata “wawas” yang
berarti : pandangan, tinjauan, penglihatan atau
tanggap indrawi.
Nusantara berasal dari kata :
“nusa” yang artinya negara kepulauan
(archipelago state), suatu kesatuan wilayah laut
yang ditaburi oleh gugusan pulau-pulau
“antara” yang artinya pembatas.
Dengan demikian, Nusantara dapat diartikan
dengan suatu negara kepulauan yg
terletak (dibatasi) antara/oleh dua benua
besar, yakni benua Asia dan Australia
dan dua samudra, yakni s. Hindia dan
Pasifik.
Apa konsekuensi dari letak Konsekuensi logisnya adalah
menyebabkan bangsa
wilayah RI pada posisi silang Indonesia menjadi bangsa
dunia? yang heterogen (majemuk),
baik secara agama, suku,
bahasa, budaya daerah, dll.
Karena itu, kemajemukan
(pluralisme) bangsa Indonesia
haruslah dipandang sebagai
suatu realita alamiah yang
merupakan anugrah Allah
SWT yang perlu disyukuri dan
dihadapi dengan sikap yang
bijak dan benar
Secara terminologi
Wawasan nusantara adalah cara
pandang bangsa Indonesia tentang diri
dan lingkungannya sesuai ideologi
nasionalnya yaitu pancasila dan UUD
1945, sebagai aspirasi suatu bangsa
yang merdeka, berdaulat dan
bermartabat ditengah-tengah
lingkungannya yang menjiwai tindak
kebijaksanaan dalam mencapai tujuan
perjuangan bangsa.
Berkaitan dengan upaya bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasionalnya
sebagaimana yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945
Cita-cita nasional Indonesia (alinea 2 pembukaan UUD 1945), yaitu mewujudkan negara
Indonesia yang merdeka, bersatu,berdaulat, adil dan makmur.
Tujuan nasional (alinea ke 4 Pemb. UUD 1945), yakni Melindungi segenap bangsa dan seluruh
tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
mewujudkan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial.
Faktor-faktor yang berpengaruh
3 faktor penting yang dapat mempengaruhi upaya bangsa Indonesia
mewujudkan cita-cita dan tujuan nasionalnya :
• faktor geografis negara :luas wilayah RI 8,5 jt km2, terdiri atas ribuan
pulau dan dikelilingi oleh lautan dan benua-benua (faktor ini
berpotensi jadi modal tapi dapat pula menjadi ancaman).
• faktor manusia : penduduknya 260 juta terdiri dari bermacam-macam
suku bangsa yang adat istiadat/agamanya berbeda-beda,
• faktor lingkungan : wilayah Indonesia dikelilingi oleh lautan (perairan
yang luas) yang dapat menjadi titik rawan terutama ditinjau dari aspek
sosial budaya dan hankam.
Sejak kapan konsep Wawasan Nusantara mulai dirumuskan?

Konsep Wawasan Nusantara mulai


dirumuskan dan dimuat dalam
peraturan perundang-undangan RI sejak
tahun 1973, yakni dengan dimuatnya
dalam GBHN saat itu.
Dalam TAP MPR No.
IV/MPR/1978, yo TAP MPR No.
II/MPR/1983, yo TAP MPR No,
II/MPR 1988, yo TAP MPR No. No.
II/MPR No. 1993, yo TAP MPR No.
II/MPR 1998 ditegaskan bahwa
Wawasan dalam mencapai tujuan
pembangunan nasional adalah
Wawasan Nusantara.
Dasar pemikiran geografis dan geostrategis
Dasar geografis Dasar geostrategis
• Secara geografis (keadaan • Geostrategi(strategi hankam) Indoneia
wilayah), Indonesia merupakan disesuaikan dengan kondisi wilayah RI
yang terletak pada posisi silang dunia
negara terbesar di Asia Tenggara,
yang di satu pihak memberikan
bahkan secara demografis pengaruh menguntungkan, tetapi dapat
merupakan negara dengan junlah pula mengundang ancaman. Namun
pendduk terbesar nomor 4 di dalam merancang strategi hankam
dunia saat ini. negara, kita tentu lebih fokus pada sisi
negatif dari letak wilayah tersebut.
Historis dan yuridis formal: berarti dasar
pemikiran dilihat dari sejarah (historis) dan
peraturan perundang-undangan (yuridis formal) yang
pernah berlaku di Indonesia.
Dasar Setelah Indonesia merdeka 17-8-1945, ternyata
UUD-1945 tidak secara tegas mengatur tentang
pemikiran batas wilyayah RI sebagaimana yang diharuskan
oleh Hukum Internasional (Konvensi Montevideo,
historis dan 1933).
yuridis formal Karena itu, berdasarkan ketentuan pasal aturan
peralihan, di Indonesia otomatis berlaku peraturan
yang telah ada sebelumnya, yakni Ordonansi
Belanda tahun 1939 yang menegaskan bahwa batas
wilayah Hindia Belanda adalah 3 mil (laut) dari
pantai diukur waktu pasang surut
Dasar Pemikiran historis Deklarasi Djuanda

• Penggunaan aturan kolonial tersebut jelas • Deklarasi Djuanda menegaskan bahwa


sangat merugikan kepentingan nasional batas wilayah RI adalah 12 mil (laut)
Indonesia ,karena menyebabkan wilayah dari garis dasar yang menghubungkan
RI antara satu pulau dengan pulau lain
titik-titik ujung terluar dari pulau-
dibatasi oleh laut bebas, karena Ordonansi
pulau Indonesia terluar (pulau yg
1939 menganut azas pulau demi pulau
terletak paling pinggir).
Karena itu, Tanggl 13 Desember 1957
Pemerintah RI mengeluarkan peratutan Berdasarkan aturan ini, maka laut
pemerintah yang dikenal dengan Deklarasi bebas diantara pulau-pulau sbg akibat
Djuanda 1957 yang menerapkan asas dari penggunaan Ordonansi 1939 dgn
Nusantara. sendirinya batal.
Landas Kontinen ZEE

• Tahun 1969, Pemerintah RI mengeluarkan Selanjutnya tahun 1980, pemerintah RI


pengumuman ttg. Landas Kontinen Indonesia kembali mengeluarkan peraturan tentang batas
yg isinya antara lain; Menegaskan bahwa wilayah RI yang dikenal dengan Peraturan
dasar laut dan tanah di bawahnya di luar tentang Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia
perairan RI sampai dgn kedalaman 200 meter
ZEE yang isinya menegaskan bahwa:
adalah hak milik ekslusif negara RI. Tuntutan
wilayah laut selebar 200 mil dari garis garis
melalui pengumuman ttg. Landas Kontinen
dasar merupakan hak milik Indonesia ekslusif
ini di samping merupakan pelaksanaan dari
(khusus) secara ekonomi.
pasal. 31 ayat (3) UUD-1945 juga merupakan
respon thd. perkembangan kemajuan Berdasarkan aturan ZEE ini, maka luas
tekonologi saat itu, terutama teknologi wilayah laut Indonesia terutama ke arah laut
eksplorasi minyak lepas pantai. bebas bertambah secara signifikan.
Dasar Pemikiran Kepentingan
Nasional Implementasi Wawasan Nusantara

Kepentingan nasional diartikan dengan: nilai-nilai Sebagai cara pandang dan visi nasional bangsa
(material dan inmaterial) yang dipandang Indonesia, maka Wawasan Nusantara harus
berharga (terbaik) oleh suatu bangsa dan karena dijadikan arahan, acuan dan tuntunan bagi setiap
itu mereka ingin mempertahankannya. individu bangsa dan pemerintah Indonesia
Bagi bangsa Indonesia sesuai dengan kondisi terutama dalam pelaksanaan pembangunan
masyarakatnya yang sangat heterogen, maka nasional di segala bidang serta dalam menjaga
kepentingan nasionalnya yang paling utama NKRI.
adalah mempertahankan kelangsungan hidup Secara ringkas, implementasi Wawasan
(survival) NKRI. Nusantara adalah bagaimana setiap gerak
Kepentingan nasional lainnya yang sifatnya pembangunan di Indonesia harus selalu
relatif dinamis adalah menjaga kesinambungan berorientasi pada kepentingan rakyat dan pada
pelaksanaan pembangunan nasional dalam upaya integrasi wilayah tanah air secara utuh dan
pengertian yang seluas-luasnya. menyeluruh yang pelaksanaannya