Anda di halaman 1dari 31

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 1

PENILAIAN
PERSEDIAAN
Tujuan Pembelajaran
1. Menggambarkan kontrol internal terhadap pesediaan.
2. Menjelaskan pengaruh pencatatan persediaan yang salah pada
laporan keuangan.
3. Menjelaskan asumsi persediaan dan bagaiman pengaruhnya
terhadap laporan laba rugi dan neraca.
4. Menghitung biaya persediaan dengan sistem persediaan perpetual
dan periodik, menggunakan metode biaya berikut: first-in, first-
out; last-in, first-out
5. Membandingkan dan membedakan penggunaan metode tersebut.

2
Konsep dasar penilaian persediaan
1. Definisi persediaan
menurut Donald E (2007) adalah semua barang yang
dimiliki perusahaan pada saat tertentu, dengan tujuan
untuk dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi
normal perusahaan
Menurut Handoko (1997) persediaan adalah segala sesuatu
atau sumber daya operasional organisasi yang disimpan
dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan
dari sekumpulan produk fisikal pada berbagai tahap
proses transformasi dari bahan mentah ke barang dalam
proses kenudia barang jadi
2. Klasifikasi persediaan
A. Persediaan menurut PSAK 14
meliputi:
1. barang yang dibeli dan disimpan untuk dijual kembali
(barang dagang)
2. Barang jadi yang telah diproduksi
3. Barang dalam penyesuaian yang sedang diproduksi
4. Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi
 B.
Persediaan menurut jenis dan peruntukann
perusahaan, menurut zaki baridwan, terdiri:
 1. Inventory perusahaan dagang
 Persediaan merupakan barang yang dibeli oleh perusahaan lalu

dijual kembali tanpa mengubah bentuk dan kualitas barang.


 Tidak terdapat proses produksi sejak barang dibeli sampai

dijual kembali oleh perusahaan


2. Inventory perusahaan industri
persediaan untuk perusahaan industri meliputi barang yang
dibeli oleh perusahaan untuk diproses lebih lanjut menjadi
barang jadi atau setengah jadi atau mungkin menjadi bahan
baku bagi perusahaan lain.
3. Jenis dan item persediaan
a. persediaan untuk perusahaan manufaktur ,meliputi:
1) Bahan baku (direct material)
yaitu barang persediaan milik perusahaan yang akan diolah lagi melalui
proses produksi sehingga menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
besarnya persediaan bahan baku dipengaruhi oleh perkiraan produksi,
sifat musiman produksi dan tingkat efisiensi penjadwalan pembelian
dan kegiatan produksi
2) Barang dalam proses (work in process)
adalah barang yang masih memerlukan proses produksi untu menjadi
barang jadi sehingga persediaan barang dalam proses sangat
dipengaruhi oleh lamanya produksi, yaitu waktu yang dibutuhkan sejak
bahan baku memasuki proses produksi sampai penyelesaian baramg jadi
3) barang jadi (finished goods)
adalah barang hasil proses produksi dalam bentuk final sehingga dapat
segera dijual. Pada persediaan ini besar kecilnya persediaan barang jadi
merupakan masalah koordinasi produksi dan penjualan.
b. Item yang termasuk persediaan
selain persediaan yang adadalam perusahaan, terdapat pula item
persediaan yang tidak ada di perusahaan, tetapi perlu dimasukkan
(ditambahkan) sebagai elemen persediaan, yaitu:
1) Persediaan dalam perjalanan, terjadi apabila perusahaan membeli
barang dari perusahaan lain (misalnya pembelian barang dari luar negri,
dengan syarat POB atau shipping point , artinya hal itu menjadi tanggung
jawab pembeli. Apabila barang sudah dikirim oleh penjual, walaupun
pada tanggal transaksi keuangan barang tersebut belum diterima, namun
barang tersebut sudah termasuk elemen persediaan
2) barang titipan keluar, artinya barang yang dititipkan kepada beberapa
penjual dan barang tersebut dapat dikembalikam jika tidak terjual
(consigment out).
walaupun pada tanggal laporan keuangan barang tersebut tidak ada di
perusahaan, namun hal ini harus diakui sebagai elemen persediaan
perusahaan, hal ini harus diakui sebagai elemen persediaan perusahaan.
sebaliknya, apabila ada barang titipan dari perusahaan lain (consigment
in) hal ini tidak boleh diakui sebagai elemen persediaan perusahaan
Dalam prakteknya banyak perusahaan menggunakan
satu sampai dua tipe sistem untuk mempertahankan
catatan persediaan yang akurat untuk biaya tersebut,
yaitu: perpetual sistem dan periode sistem
a. Sistem perpetual
Sistem persediaan perpetual secara terus menerus melacak perubahan dalam akun
persediaan, yaitu semua pembelian dan penjualan (pengeluaran) barang dicatat
langsung ke akun persediaan pada saat terjadi.
Karakteristik sistem perpetual
1. pembelian barang dagang untuk dijual atau pembelian bahan baku untuk
produksi di debet ke persediaan dan bukan ke pembelian
2. Barang masuk di debet ke persediaan, bukan retur pembelian dan diskon
pembelian di kreditkan ke persediaan bukan ke rekening terpisah
3. harga pokok penjualan diakui untuk setiap penjualan dengan pendebet akun
harga pokok penjualan dan mengkredit persediaan.
4. buku besar pembantu untuk catatan khusus persediaan barang digunakan
untuk ukuran kontrol. Catatan dalam buku besar menunjukkan kuantitas dan
biaya dari masing-masing tipe persediaan di tangan
5. sistem persediaan perpetual menyediakan catatan yang berkelanjutan tentang
saldo, baik dalam akun persediaan maupun harga pokok penjualan .
b. Sistem periode

Menurut sistem ini, kuantitas persediaan ditentukan


secara periodik.
Semua pembelian persediaan selama periode
akuntansi dicatat dengan mendebet akun pembelian.
Total akun pembelian pada akhir periode akuntansi
ditambahkan ke biaya persediaan di tangan pada awal
periode untuk menentukan total biaya barang yang
tersedia untuk dijual selama periode berjalan,
Kemudian total biaya barang yang tersedia untuk
dijual dikurangi persediaan akhir.
Karakteristik akuntansi dari sistem persediaan secara
periodeik:
1) pembelian barang dagang didebet ke akun pembelian
2) persediaan kahit diketahui dari perhitungan fisik
3) perhitungan harga pokok penjualan:
Beginning inventory $ 100.000
Purchase, net 800.000
Gaoods available for sale 900.000
Ending inventory 125.000
Cost of goods sold $ 775.000
2. Pengendalian persediaan
Persediaan harus selalu dimonitor untuk membatasi biaya akibat banyaknya
timbunan persediaan
Perusahaan harus melakukan verifikasi secara periodik mengenai
pencatatan persediaan, jumlah, berat, pengukuran dengan jumlah yang
dibandingkan dengan pencatatan informasi lengkap
3. Isu dan masalah mendasar dalam penilaian persediaan
beberapa faktor yang menyebabkan, penilaian persediaan dapat menjadi
suatu proses yang komplek
a. barang fisik yang dimiliki perusahaan , meliputi barang yang ada di
tangan, barang konsinyasi, barang dalam perjalanan, perjanjian penjualan
khusus dengan perusahaan lainnya
b. Biaya yang harus dimasukkan
c. Adanya asumsi terhadap arus biaya (biaya rata-rata, LIFO, FIFO,
identifikasi khusus, ritel, dsb.
Barang fisik dan biaya yang termasuk
persediaan
1. Barang fisik yang termasuk dalam persediaan
2. A. Barang dalam perjalanan
1. Yaitu barang dagang yang dibeli masih berada dalam
perjalanan atau belum diterika pembeli pada akhir periode.
2. Pencatatan akuntansi yang digunakan ada 2 metode:
3. a. Free On Board (FOB) shipping point, yaitu
hakkepemilikan berpindah kepada pembeli ketika penjual
menyerahkan barang kepada pembeli
4. b. Free On Board (FOB) destination, yaitu kepemilikan
berpindah kepada pembeli ketika barang tersebut sudah
sampai di tempat pembeli.
Perjanjian khusus dalam penjualan
1. penjualan dengan perjanjian pembelian kembali, yaitu
pembiayaan persediaan tanpa melaporkan kewajiban ataupun
persediaan ke dalam neraca
2. penjualan dengan tingkat pengembalian yang tinggi, yaitu
perjanjian yang memiliki perjanjian formal dan informal yang
memungkinkan persediaan dikembalikan dengan menerima
seluruhnya atau sebagian uang yang telah dibayarkan
3. penjualan dengan angsuran yaitu jenis penjualan yang
pembayarannya dicicil secara periodik sepanjang periode waktu
tertentu. Hal ini disebabkan risiko kerugian dari piutang tidak
tertagih lebih besar dalam penjualan cicilan dibandingkan dengan
transaksi penjualannya lainnya
4. penjualan konsinyasi
Pengertian
(PSAK 25)

 Konsinyasi (consignment) adalah penjualan dengan cara pemilik menitipkan


kepada pihak lain untuk dijualkan dengan harga dan syarat yang telah diatur
dalam perjanjian. Perjanjian konsinyasi berisi mengenai hak dan kewajiban kedua
belah pihak
 Menurut Hadori Yunus- Harmanto, konsinyasi adalah “suatu perjanjian dimana
salah satu pihak yang memiliki barang menyerahkan sejumlah barangnya kepada
pihak tertentu untuk dijualkan dengan memberikan komisi tertentu “

 Pihak-pihak yang terlibat dalam konsinyasi:

1. Pengamanat (consignor) adalah pihak yang menitipkan barang atau pemilik


barang. Pengamanat akan tetap mencatat barang yang dititip sebagai
persediaan selama barang yang dititipkan belum terjual atau menunggu
laporan dari komisioner
2. Komisioner (consignee) adalah pihak yang menerima titipan barang
Istilah lain dalam konsinyasi:
1. Consignment out / barang-barang konsinyasi
adalah barang yang dititipkan pada pihak lain untuk dijualkan
dengan harga dan persyaratan tertentu

2. Consignment in/barang-barang komisi


barang –barang yang dititipkan oleh pengamanat
Keuntungan yang diperoleh dari konsinyasi
1. Keuntungan dari kedua belah pihak
2. Untuk memperluas promosi produk, meningkatkan omset
penjualan, memperluas daerah pemasaran
3. Komisioner/consignee tidak perlu menambah modal kerja untuk
membeli persediaan dan tidak menanggung resiko kerugian bila
barang yang dititipkan tidak laku karena dapat dikembalikan kepada
pengamanat/consignor
Karakteristik penjualan konsinyasi
1. barang-barang konsinyasi harus dilaporkan sebagai persediaan oleh pengamanat
karena hal milik atas barang-barang konsinyasi masih berada di tangan
pengamanat. Barang-barang konsinyasi tidak boleh diakui sebagai persediaan oleh
pihak komisioner (consignee)
2. Pengiriman barang-barang konsinyasi tidak mengakibatkan timbulnya pendapatan
dan tidak boleh dipakai sebagai kriteria untuk mengakui timbulnya pendapatan,
baik bagi pengamanat maupun bagi komisioner sampai barang dagangan dapat
dijual kepada pihak ketiga
3. Pihak pengamanat (consignor) sebagai pemilik barang tetap bertanggungjawab
sepenuhnya terhadap semua biaya yang berhubungan dengan barang-barang
konsinyasi sejak saat pengiriman sampai dengan saat komisioner berhasil menjual
barang tersebut kepada pihak ketiga, kecuali ditentukan lain dalam perjanjian
diantara kedua belah pihak
4. Komisioner dalam batas kemampuannya mempunyai kewajiban untuk menjaga
keamanan dan keselamatan barang-barang komisi yang diterimanya. Oleh karena
itu komisioner perlu menyenggarakan administrasi yang baik dan tertib.
Ciri transaksi konsinyasi:

1. Barang konsinyasi harus dilaporkan sebagai persediaan oleh


consignor, karena hak untuk barang masih berada pada consignor
2. Pengiriman barang konsinyasi tidak menimbulkan pendapatan bagi
consignor dan sebaliknya
3. Pihak consignor bertanggungjawab terhadap semua biaya yang
berhubungan dengan barang konsinyasi kecuali ditentukan lain
4. Komisioner dalam batas kemampuannya berkewajiban untuk
menjaga keamanan dan keselamatan barang-barang komisi yang
diterimanya
Biaya-biaya yang termasuk dalam
persediaan
A. biaya produk
Adalah biaya yang melekat pada persediaan dan dicatat dalam
akun persediaan. Biaya-biaya ini berhubungan langsung
dengan transfer barang ke lokasi bisnia pembeli dan
pengubahan barang tersebut ke kondisi yang siap jual.
Biaya ongkos terdiri dari:
1) Biaya pembelian, meliputi: harga beli, bea impor dan
pajaka lainnya, biaya transportasi, biaya penanganan barang
2) Biaya konversi ,
 Pada perusahaan manufaktur, biaya konversi terdiri atas biaya yang
secara langsung terkait dengan unit yang diproduksi, tenaga kerja
langsung dan biaya overhead pabrik.
MANAGEMEN PERSEDIAAN
Mengapa Kontrol Persediaan Penting?

 Persediaan adalah aset yang signifikan dan untuk


kebanyakan perusahaan merupakan aset yang
terbesar.
 Persediaan merupakan pusat aktivitas utama dari
perusahaan dagang dan manufaktur.
 Kesalahan dalam menentukan biaya persediaan bisa
menimbulkan kesalahan pada laporan keuangan.
 Persediaan harus dilindungi dari risiko eksternal
(seperti kebakaran dan pencurian) dan penipuan
internal oleh pegawai.

22
Kontrol Internal terhadap Persediaan
Laporan Pesanan
Penerimaan Pembelian
Barang
SETUJU

SE

JU
T UJ

TU
U Faktur

SE
JURNAL
Tanggal Post.
Keterangan
Ref.
Nov. 9 Persediaan 1 222 00
Utang Dagang--XYZ Co. 1 222 00
Membeli barang dagangan
secara kredit.

23
Pengaruh Salah Catat Persediaan pada
Laporan Keuangan
KEWAJIBAN

Persediaan AKTIVA EKUITAS


Barang Dagangan
Laba Bersih

Harga Pokok BIAYA & PENDAPATAN


Penjualan BEBAN

Jika kelebihan
JikaPersediaan
PersediaanBarang
BarangDagangan…
Dagangan…
kekecilan
Harga
HargaPokok
PokokPenjualan
Penjualan............ kelebihan
Laba
LabaKotor
Kotordan
danBersih
Bersih...... kelebihan

Ekuitas
EkuitasPemilik
PemilikAkhir
Akhir..................
24
Asumsi Arus Biaya Persediaan

Barang
Barang
dibeli
dibeli Arus biaya yang keluar
(Harga Pokok Penjualan)
merupakan arus biaya
yang masuk terlebih
dahulu, sehingga biaya
yang tercatat pada akun
persediaan adalah biaya
yang belakangan masuk.
Barang
Barang
dijual
dijual

25
Asumsi Arus Biaya Persediaan

Barang
Barang
dijual
dijual
Barang
Barang Arus biaya yang keluar
dibeli (Harga Pokok Penjualan)
dibeli merupakan arus biaya
yang masuk belakangan,
sehingga biaya yang
tercatat pada akun
persediaan adalah biaya
yang terebih dahulu
masuk.

26
Asumsi Arus Biaya Persediaan

Barang
Barang Barang
Barang
dibeli
dibeli dijual
dijual

Arus biaya merupakan


rata-rata biaya yang
terjadi

27
Biaya Persediaan Perpetual

Data
Databiaya
biayapersediaan
persediaanuntuk
untukilustrasi
ilustrasi
Sistem
SistemPerpetual
PerpetualFIFO
FIFOdan
danLIFO
LIFO
Item
Item127B
127B Unit
Unit Biaya
Biaya Harga
Harga
Jan.
Jan. 11 Persediaan
Persediaan 10
10 $20
$20
4Cost
4 Penjualan
of
Penjualan 77 $30
$30
10
10 Pembelian
Mdse. Sold
Pembelian 88 21
21
22
22 Penjualan
Penjualan 44 31
31
28
28 Penjualan
Penjualan 22 32
32
30
30 Pembelian
Pembelian 10
10 22
22

28
Persediaan dengan Perpetual FIFO
Item 127B

Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan

Biaya Total Biaya Total Biaya Total


Tgl Qty. /unit Biaya Qty. /unit Biaya Qty. /unit Biaya
Jan. 1 10 20 200
4 7 20 140 3 20 60
10 8 21 168 3 20 60
8 21 168
22 3 20 60
1 21 21 7 21 147
28 2 21 42 5 21 105
30 10 22 220 5 21 105
10 22 220
Total 18 $388 13 $263 15 $325

29
Persediaan dengan Perpetual LIFO
Item 127B

Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan

Biaya Total Biaya Total Biaya Total


Tgl Qty. /unit Biaya Qty. /unit Biaya Qty. /unit Biaya
Jan. 1 10 20 200
4 7 20 140 3 20 60
10 8 21 168 3 20 60
8 21 168
22 4 21 84 3 20 60
4 21 84
28 2 21 42 3 20 60
2 21 42
30 10 22 220 3 20 60
2 21 42
10 22 220
Total 18 $388 13 $266 15 $322
30
Tugas
Bulan Tgl Keterangan Unit Biaya Harga
Feb 1 Persediaan 20 35.000
5 Penjualan 7 40.000
10 Pembelian 5 37.000
20 Penjualan 2 45.000
25 Penjualan 3 45.000
28 Pembelian 10 37.500

Diminta: buatlah tabel untuk perhitungan persediaan


FIFO dan LIFO