Anda di halaman 1dari 37

1

RIWAYAT PEKERJAAN PENYANJI

 Safetyman, PT. Prima Selaras Perkasa (Contractor PT.


Total E&P), 2013 – 2015
 Fire Marshall, PT. Sumalindo Hutani Jaya II, Site
Bhirawa, Kutai Kartanegara, 2015 - 2017
 HSE Officer, PT. Sumalindo Hutani Jaya I, Site Pesab, Ds.
Miau Baru, Muara Wahau, Kutai Timur, 2017 - 2018
 HSE Coordinator, PT. Gawi Kalimantan Timur, Desa
Bente Tualan, Kec. Long Kali, PPU, 2018 - 2020
 SHE Officer, PT. Andalan Fluid System, 2020 - Sekarang
SERTIFIKASI
 Sertifikat Ahli K3 Umum, Kemenaker
 Sertifikat Ahli K3 Kebakaran Kelas D, C, B dan A
 Sertifikat Sea Survival
 Sertifikat Operator K3
 Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, 2015
 Sertifkat Contractor Safety Management System (CSMS)
 Sertifikat Training Penyakit Akibat Kerja (PAK)
 Sertifikat Kiken Yochi Training (KYT)
 Sertifikat Construction Project And Safety
 Sertifikat Engineering in the International Ammonia Industri
 Sertifikat Safety Process in the Oil and Gas Industri
 Sertifikat Protecting Worker From Noice Induced Hearing Loss
 Sertifikat Fire Safety Audit
 Sertifikat Pengelolaan Air Limbah Domestik
 Sertifikat Accident Investigation
 Sertifikat First Aid
Definisi : Berasal dari bahasa Yunani :
Ergon = kerja (work)
Nomos = Hukum atau aturan (Law)
Ergonomi berarti aturan-aturan kerja
Kata lain “Human Factors Engineering”

Ergonomi adalah ilmu terapan yang merupakan gabungan antara


ilmu anatomi tubuh, kesehatan, psikologi dan teknologi
yang bertujuan untuk peningkatan kondisi kerja dan
produktifitas kerja.
Dengan cara : design peralatan kerja, tempat kerja, metoda
bekerja, proses bekerja, lay out tempat kerja, pengaturan
pencahayaan,dsb.
“fit the job to the worker--NOT the worker to the job”
Ergonomi : penerapan ilmu-ilmu biologi manusia
bersama sama dengan ilmu-ilmu teknik dan teknologi
untuk mencapai penyesuaian satu sama lain secara
optimal terhadap pekerjaannya, yang manfaat dari
padanya diukur dengan efisiensi dan Kesejahteraan
kerja (menurut ILO)

”Ergonomi dapat diartikan pula sebagai ilmu serta penerapannya


yang berusaha untuk menyerasikan pekerjaan dan lingkungan
terhadap orang atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya
produktivitas dan efisiensi yang setinggi-tingginya melalui
pemanfaatan manusia seoptimal-optimalnya”

Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang memperlajatri perancangan pekerjaan-


pekerjaan yang dilaksanakan oleh manusia, sistem orang dan mesin, peralatan
yang dipakai manusia agar dapat dijalankan dengan cara yang paling efektif
termasuk alat-alat peragaan untuk memberi informasi kepada
manusia”(Sutalaksana, 1979)
The Discipline of Ergonomics
(IEA* Definition)
The scientific discipline concerned with the
understanding of the interactions among humans
and other element of a system, and the profession
that applies theory, principles, data and methods to
design in order to optimize human well-being and
overall system performance.
*International Ergonomics Association
Disiplin ilmiah terkait dengan pemahaman (menyangkut) interaksi antar
manusia dan unsur lain dari suatu sistem, dan profesi yang menerapkan teori,
prinsip, metoda dan data untuk mendisain dalam rangka mengoptimalkan
kesejahteraan/ kesehatan manusia dan keseluruhan capaian sistem.
Prinsip dasar Ergonomi
Tujuan Disain Kerja (Work Design)
 Untuk memperoleh alokasi fungsi yang sesuai dengan
jenis pekerjaan
 Untuk mendapatkan sebuah sistem kerja yang aman,
sehat, nyaman dan efisien

Karakteristik pekerja
 Fungsi tulang rangka dan
otot
 Konsep biomekanik tubuh
 Postur kerja
Penyesuaian alat kerja dan tempat
kerja dengan ukuran tubuh

Komponen-komponen :
• Manusia
• Alat kerja atau mesin
• Lingkungan Kerja
• Organisasi dan manajemen
Manusia berinteraksi dengan mesin melalui dua bagian tubuhnya yaitu

1. Kelompok efektor yaitu tangan, kaki dan suara


2. Kelompok Sensoris yaitu panca indera seperti penglihatan,
pendengaran, penciuman, sensor rasa (kulit) dan sensor pengecap
(lidah). Penglihatan dan pendengaran serta penciuman merupakan
kelompok sensoris yang paling banyak terlibat didalam proses
interaksi ini
Penyesuaian alat kerja dan tempat
kerja dengan ukuran tubuh
Mesin berinteraksi dengan manusia melalui
dua bagiannya :
• Display
• Control

Komponen lingkungan kerja terdiri


dari
• Tempat kerja dimana interaksi
terjadi
• Faktor fisik (suhu, kelembaban,
kebisingan, instalasi listrik,
ruangan, dll)
• Organisasi (struktur organisasi,
kebijakan, pengaturan jam kerja,
dll).
UNTUK APA ERGONOMI ?

MEMBERI : • BAHAN-BAHAN YANG


PENGETAHUAN / INFORMASI DIPROSES
TENTANG MANUSIA DALAM • PERALATAN
BEKERJA, KARENANYA
DIMANFAATKAN UNTUK • DIOPERASIKAN OLEH
MERANCANG SISTEM KERJA MANUSIA TENAGA KERJA
• BERLANGSUNG DI SUATU
TEMPAT

SISTEM
KERJA
UNSUR-UNSUR SISTEM KERJA

 MANUSIA
 ALAT
 BAHAN
 LINGKUNGAN

 HARUS JUGA MEMILIKI TUJUAN-TUJUAN KEAMANAN


(keselamatan ), KESEHATAN DAN KENYAMANAN KERJA
 EFEKTIF, AMAN, SEHAT, NYAMAN DAN EFISIEN
DI TEMPAT KERJA :

Semua aspek di tempat kerja baik itu


datang dari :
1. Alat-alat kerja (mis. dokumen,
komputer, furnitur, mesin, forklift dll),
2. Lingkungan kerja (mis. suhu,
pencahayaan, kebisingan, getaran,
ukuran, bentuk, warna, aroma dll)
maupun
3. Organisasi (mis.
struktur/pengelompokan, sistem
prosedur, kepemimpinan, sistem imbal
jasa, jadwal kerja dll) dan,
4. Termasuk aspek-aspek psikososial.
Ilmu-ilmu yang terkait :
 Biologi (sbg ilmu dasar)
 Teknologi
 Sosiologi
 Anatomi
 fisiologi
 psikologi

Tujuan ergonomi :
• Tercapainya efisiensi kerja
• Terciptanya sistem kerja yang aman
• Minimisasi risiko kesehatan karena cara
Kerja yang salah
• Terciptanya kenyamanan kerja
• Meningkatnya produktivitas kerja
Mengapa perlu diketahui/dilakukan pembenahan :

Contoh : Hasil penelitian terhadap TK yang menderita low back pain


dengan cara electrodes in the descending part of the right trapezius
muscle

2462
Exp. Symptoms of Vibration-Related Disorders:
 Circulatory symptoms (gang.peredaran darah)
 Nervous system symptoms (gang. Sistem saraf)
 Bone and joint symptoms (gang. Tulang dan persendian)
 Soft tissue symptoms (gang. Jaringan lunak)
 Other symptoms

Hazard identification
 penyebab primer yang dapat menyebabkan efek local muscular workload (beban
kerja lebih pd otot lokal):
  Work Duration and Consistency
  Type of Work
  Posture and Movement
 Characteristics of the Target Work Space and Work
  Facilities and Equipment
Komponen ergonomi :
 Interaksi antara manusia dan
alat kerja (H-M)
 Interaksi antara manusia dan
bahan kerja (H-E)
 Interaksi antara alat kerja dan
bahan kerja (M-E)
PENERAPAN PRAKTIS
(dengan menggunakan daftar periksa Ergonomi) :

1. Penyimpanan dan penanganan tangan;


2. Keamanan pada mesin produksi;
3. Penyempurnaan rancanbarang/material;
4. Alat-alat/perkakas gan meja kerja;
5. Pencahaan di tempat kerja;
6. Bangunan dan lingkungan;
7. Pengendalian bahaya di lingkungan kerja;
8. Fasilitas umum peralatan Pelindung diri;
9. Pengaturan pekerjaan.
I. Penyimpanan dan penanganan
barang/material;
1. Tandai dan bersihkan jalur transportasi
dr benda yg dpt menghalangi
2. Beri tanda pd jalur darurat
3. Usahakan agar gang dan koridor cukup
lebar untuk memungkinkan arus
transportasi dua arah
4. Buatlah permukaan lantai jalur transp.
Rata, tidak licin dab bersih dari
penghalang (lubang, undakan)
5. Sediakan landaian jalur transportasi
dan bukan tangga kecil atau penurunan
yang mendadak antara dua tempat
kerja
6. Sempurnakan tata letak tempat kerja
sehingga pergerakan barang dapat
dikurangi
Penyimpanan dan penanganan
barang/material;
7. Gunakan kereta dorong, gerobak dan alat
bantu beroda lainnya untuk
mengangkut/bawa atau bongkar muat
bahan/material
8. Gunakan rak bertingkat yg ditempatkan
di dekat area kerja untuk meringankan
beban pekerja
9. Gunakan peralatan mekanis untuk
mengangkat, menurunkan dan
mengankut benda yang berat
10. Kurangi penanganan materia secara
manual (dgn memanfaatkan ban
berjalan, katrol dan alat mekanis lainnya
11. Dari pada membawa barang yang berat,
bagilah beban tsb secara rata
Penyimpanan dan penanganan barang/material;
12. Sediakan pegangan tangan,
gagang untuk semua jenis
kemasan
13. Hilangkan/kurangi beda
ketinggian bila akan
memindahkan barang (secara
manual)
14. Geser barang berat pada posisi
mendatar dengan cara
mendorong/menarik (bukan
mengangkat/menurunkan)
15. Hindari bentuk bekerja dengan
gerakan
membungkuk/memutar tubuh
16. Pada saat mengangkat posisi
beban rapat dengan tubuh
Penyimpanan dan penanganan
barang/material;
17. Naik/menurunkan barang
secara perlahan (tanpa
gerakan yang
mengejutkan /
membungkuk dgn tajam)
18. Selingi pekerjaan fisik berat
dgn pekerjaan ringan (utk
mencegah
kelelahan/cidera)
19. Sediakan tempat sampah di
tempat yg memadai
II. Peralatan Perkakas tangan
1. Gunakan perkakas tangan yg khusus
utk pekerjaan yg berulang-ulang
2. Sediakan perkakas bermotor yg
aman dan dilengkapi dgn perangkat
pelindung(penjepit/guard)
3. Gunakan perkakas gantung utk
pekerjaan yg berulang di tmp yg
sama
4. Sediakan penyangga lengan bila
menggunakan perkakas yg
memerlukan ketelitian tinggi
5. Gunakan Perkakas yg dioperasikan
tanpa banyak mengeluarkan tenaga
(ringan, nyaman digunakan)
Peralatan Perkakas tangan
6. Bagi perkakas tangan, sediakanlah
perkakas dengan pegangan yg sesuai
ketebalan,panjang dan bentuknya utk
memudahkan pemakaian
7. Sediakan perkakas tangan yg
mempunyai pegangan dgn permukaan yg
kasar/isolasi utk mencegah
tergelincir/terjepit/tersengat
8. Batasi vibrasi dan kebisingan pd
perkakas tangan (dgn APD)
9. Periksa dan rawatlah perkakas tangan
Peralatan Perkakas tangan
10. Latihlah pekerja sebelum
menggunkan perkakas
tangan yang digerakan oleh
motor (listrik, pneumatic,
mesin)
11. Sediakan ruang
keseimbangan yang cukup pd
saat bekerja dgn motor
penggerak (power tool)
III. Faktor Keamanan pada Mesin Produksi
1. Pasang fasilitas pengaman pd alat
kontrol utk mencegah mesin diaktifkan
secara tidak sengaja
2. Tempatkan alat kontrol yang mudah
dibedakan satu dgn yg lainnya & dlm
rangkaian operasi
3. Pastikan agar pekerja dpt
melihat/menjangkau alat-alat kontrol
dgn mudah & nyaman
4. Gunakan kebiasaan yg lazim untuk
mengendalikan gerakan-gerakan mesin
Faktor Keamanan pada Mesin Produksi
5. Batasi penggunaan jumlah pedal
kaki, jika masih digunakan,
tempatkan agar mudah untuk
dioperasikan
6. Papan sinyal/tampilan sebaiknya
mudah dibedakan & mudah dibaca
dgn warna atau tanda
7. Tutup/singkirkan sinyal yg tak
terpakai
8. Gunakan rambu-rambu peringatan yg
mudah dimengerti/dibaca
IV. Penyempurnaan Rancangan Meja Kerja

1. Sesuaikan ketinggian kerja bagi


TK pd ketinggian siku atau
sedikit dibawahnya
2. Pastikan pekerja dpt
menjangkau alat
kontrol/material pd posisi badan
yang normal
3. Pastikan TK mempunyai ruang
yang cukup untuk bergerak
4. Sediakan kursi/bangku agar TK
yg bekerja berdiri mempunyai
kesempatan untuk duduk
5. Sediakan meja kerja
yg dpt diatur, shg
mengurangi beban
kerja

6. Pastikan jarak tubuh ke


meja kerja tidak ada
penghalang
Penyempurnaan Rancangan Meja Kerja

7. Gunakan tempat kerja CPU


dgn monitor&keyboard yg
dapat diatur
8. Lakukan pemeriksaan mata
secara berkala
9. Berikan pelatihan, agar dpt
bekerja dgn CPU secara
Efisien
V. Pencahayaan di tempat kerja
1. Gunakan warna cerah pada
dinding/langit-langit apa
bila diperlukan lebih banyak
cahaya
2. Terangi
tangga/koridor/landaian
3. Terangi daerah kerja
secara merata, shg dpt
bekerja nyaman
Pencahayaan di tempat kerja

4. Relokasi sumber
cahaya/sediakan
penutup/selubung utk
mengurangi pantulan
langsung
5. Singkirkan permukaan
yang mengkibatkan
pantulan tak langsung
VI. Bangunan dan Lingkungan

Lindungi pekerja dari panas &


dingin yg berlebihan dgn cara :
(Gunakan Hirarki pengendalian
lingkungan kerja)
 Pasanglah sistem penghisap
udara lokal yg efektif agar
nyaman pd saat efisien
 Tingkatkan penggunaan
ventilasi alami
 Menggunakan APD
VII. Bahaya-bahaya Lingkungan Kerja

Kebisingan :
 Isolasi/menutup mesin-
mesin atau bag. Mesin yg
bising
 Pastikan kebisingan tidak
mempengaruhi
konsentrasi/komunikasi/kes
ehatan/keselamatan/efisien
si kerja
VII. Bahaya-bahaya Lingkungan Kerja

 Lindungi pekerja dr resiko


Paparan bahan kimia
(dust, fume, liquid)
 Kurangi getaran

 Pastikan hubungan kabel


ke peralatan dlm kondisi
aman
VII. Fasilitas Umum

1. Sediakan & peliharalah


fasilitas ganti/cuci/sanitasi
dgn baik
2. Sediakan fasilitas tempat
makan/minum & ruang
istirahat
3. Sediakan tempat untuk
pertemuan&pelatihan
pekerja