Anda di halaman 1dari 25

PEMERIKSAAN PENUNJANG PADA

SISTEM MUSKULOSKELETAL
Pemeriksaan Penunjang Sistem Muskuloskeletal

• PEMERIKSAAN • PEMERIKSAAN
LABORATORIUM RADIOLOGI
– Serum kalsium – Standart radiografi
– Fosfor – Myelografi
– Alkali fosfatase – Angiografi
– Eritrosit sedimen rate (LED) – CT-scan, MRI
– Kreatinin kinase (CPK-MB) – EMG
– C-reactive protein test – USG
– Rheumatoid factor – Biopsi
– Asam urat – DSA
– Artrografi, Artroskopi
– Artrosentesis
Pemeriksaan Laboratoris

• DARAH LENGKAP
– Mengidentifikasi anemia, perdarahan, infeksi, alergi
• ALKALINE PHOSPHATASE
– Mengidentifikasi peningkatan aktifitas osteoblast pada kondisi
inflamasi.
• CPK-MB
– Peningkatan kadar dalam darah mengindikasikan adanya nekrosis
otot skeletal, atrofi atau trauma.
• ASAM URAT
– Meningkat pada gout artritis
Pemeriksaan Laboratoris

• LDH
– Mengidentifikasikan adanya kerusakan otot
skeletal
• SERUM CALCIUM
– Kepadatan tulang
• C-REACTIVE PROTEIN TEST
– Proses inflamasi yang parah
• RHEUMATOID FACTOR
– Mengukur adanya tipe antibodi macroglobulin RA.
X-RAY
• X-ray (rongent) tulang bisa
digunakan untuk mendeteksi
adanya fraktur, tumor, infeksi,
kelainan kongenital ataupun
adanya kondisi degeneratif
pada tulang.
• Mendeteksi masalah struktur,
tekstur dan kepadatan.
• Mengevaluasi perkembangan
penyakit dan keberhasilan
pengobatan
BONE SCAN
• Bone Scan atau Bone Scintigraphy adalah metode tes scan
nuklir untuk mengetahui kelainan tertentu pada tulang yang
merangsang tulang untuk berusaha sembuh sendiri.
• Terutama dipakai untuk mendiagnosis:
– kanker tulang,
– metastase kanker ke tulang,
– mencari sumber inflamasi pada tulang (misal: nyeri tulang, LBP
karena fraktur),
– fraktur yang tidak terlihat dengan x-ray biasa dan
– kerusakan tulang karena infeksi atau sebab yang lain.
• pasien diinjeksi dengan bahan radioaktif misalnya 600 MBq
technetium-99m-MDP dan lalu di scan dengan sebuah
camera gamma
ARTHROGRAPHY
• Arthrograpy adalah sebuah prosedur yang melibatkan
pemotretan x-ray berulang pada sendi menggunakan
fluoroscope, atau peralatan x-ray yang lain.
• Pasien diinjeksi dengan larutan iodine pada area sendi
untuk memperjelas struktur sendi.
• Biasanya arthrography digunakan untuk mengetahui
penyebab nyeri sendi yang tidak diketahui penyebabnya.
• Prosedur ini bisa memperlihatkan kerja internal dari sendi
tertentu dan struktur jaringan lunak disekitarnya.
• Arthrography dapat digunakan untuk menentukan letak kista
di sekitar sendi, mengevaluasi masalah fungsi dan susunan
sendi atau untuk melihat adanya indikasi joint replacement
(prostheses).
ARTHROCENTESIS
• Arthrocentesis atau aspirasi sendi adalah prosedur
pemeriksaan dimana sebuah jarum dan spuit steril
digunakan untuk menyedot cairan dalam sendi.
• Cairan yang didapat bisa berupa cairan sinovial, darah atau
pus. Cairan sendi ini nantinya akan diperiksa kadar sel
darah putihnya, crystals, protein, glucose, ataupun
dilakukan kultur untuk mendeteksi kuman penyebab infeksi.
• Analysis dari cairan sendi ini dapat membantu menentukan
penyebab pembengkakan pada sendi/artritis misalnya
infeksi, gout, dan rheumatoid disease.
• Bisa juga untuk meringankan bengkak dan nyeri pada sendi.
(+) RA if…..
…….Synovial fluid is cloudy, milky, dark yellow and
contains numerous inflammatory cells
……. Increased ESR (N: less than 15 mm/hr)
……. Decreased RBC
……..Decreased C4 Complement (N: 140-510 mg/L)
…… (+) C-reactive protein (CRP) & Antinuclear antibody
(ANA)
…… X-ray: (+) bony erosion and narrowed joint spaces
ELECTROMYOGRAPHY (EMG)
• Electromyography (EMG) adalah
teknik untuk menevaluasi dan
mencatat aktivitas listrik yang
diproduksi otot rangka.
• EMG dilakukan menggunakan alat
yang disebut electromyograph,
dan hasil catatannya disebut
electromyogram.
• Electromyograph mendeteksi
potensial listrik yang dihasilkan oleh
sel-sel otot ketika sel-sel ini
diaktifkan secara elektris atau
neurologis.
Lanjutan ELECTROMYOGRAPHY (EMG)

• EMG digunakan untuk menilai 2 kategori penyakit:


neuropathies dan myopathies.
• Neuropathic disease memiliki karakteristik EMG:
– Aksi potensial 2x normal karena peningkatan jumlah serat per motor
unit.
– Peningkatan durasi aksi potensial
– Penurunan jumlah motor unit di otot
• Myopathic disease memiliki karakteristik EMG:
– Penurunan durasi aksi potensial
– Penurunan rasio area terhadap amplitudo aksi potensial
– Penurunan jumlah motor unit di otot (hanya pada kasus yang berat)
BONE BIOPSY
– Bone biopsy adalah suatu
prosedur untuk mengambil
sebagian dari tulang untuk
diperiksa dan dianalisa secara
laboratoris.
– Bone biopsy digunakan untuk
membedakan penyakit tulang
yang jinak dan yang
ganas/malignant seperti
osteoporosis dan
osteomyelitis.
CT SCAN
– Computed tomography (CT)
adalah metode pencitraan medis
menggunakan tomography yang
dihasilkan melalui pemrosesan
komputer. Pemrosesan geometri
digital digunakan untuk
menghasilkan gambar tiga
dimensi.
– Menunjukkan jaringan lunak,
tulang dan spinal cord dalam tiga
dimensi dan gambaran potongan
melintang.
MRI
• MRI (Magnetic Resonance Imaging) merupakan suatu alat
diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi tubuh
dengan menggunakan medan magnet yang besar dan
gelombang frekuensi radio, tanpa operasi, penggunaan
sinar X, ataupun bahan radioaktif.
• MRI menciptakan gambar yang dapat menunjukkan
perbedaan sangat jelas dan lebih sensitive untuk menilai
anatomi jaringan lunak dalam tubuh, terutama otak,
sumsum tulang belakang, susunan saraf, otot, ligament ,
tendon , tulang rawan , ruang sendi
• TIDAK BOLEH pada orang dengan riwayat ditanami
(implan) benda-benda logam dalam tubuh ( ex: pacemaker,
alat bantu dengar (hearing-aid), gigi palsu dsb.)
ANGIOGRAFI
• Angiografi adalah pemeriksaan terhadap pembuluh darah,
sedangkan pada pemeriksaan pembuluh darah arteri disebut
dengan arteriografi.

Cara pemeriksaan Angiografi adalah dengan memasukan zat
kontras untuk memudahkan penglihatan terhadap pembuluh
darah.

• Pemeriksaan Angiografi berguna untuk mengevaluasi


pembuluh darah dan untuk mengidentifikasi vaskularisasi yang
tidak normal karena adanya tumor atau penyakit lainya.

• Pemeriksaan Angiografi dilakukan bila Tomografi Komputer


atau Skrining Radionukleid memberi kesan adanya kelainan pada
pembuluh darah.
DIGITAL SUBTRACTION
ANGIOGRAPHY (DSA)
• Digital Subtraction Angiography (DSA) adalah teknik yang dilakukan untuk
menggambar pembuluh darah, dengan menyemprotkan zat kontras (iodine)
agar bisa dideteksi oleh alat X-ray melalui film.
• DSA bisa diaplikasikan pada pembuluh jantung, kepala, kaki, perut, hati, dll.
• Penggunaan iodine dikarenakan cairan tersebut terlihat jelas pada X-ray,
serta dapat dengan mudah diserap dan dikeluarkan oleh tubuh
• Tujuan DSA ada dua, yaitu:
1. Diagnostik, yaitu untuk mendeteksi kelainan pembuluh darah,
vaskularisasi tumor, dll. Pasien hanya perlu melakukan persiapan
berupa puasa empat jam, pengecekan Hb dan leukosit, fungsi ginjal
dan hati. Pasien dengan diabetes mellitus sebaiknya menghentikan
pemakaian obat sehari sebelum tindakan DSA.
2. Terapeutik, yaitu untuk tindakan pengobatan abnormalitas pada
pembuluh darah, dengan cara memasukkan obat, alat, maupun implan
pada pembuluh yang dituju. DSA juga digunakan sebagai terapi
pelengkap sebelum menjalani operasi
ARTHROSCOPY
• Artroskopi berasal dari kata arthros
yang berarti sendi dan scopy yang
berarti melihat.
• Artroskopi adalah tindakan melihat
bagian dalam sendi menggunakan
kamera dengan lensa fiber optik melalui
sayatan kulit yang sangat kecil.
• Tindakan artroskopi dilakukan untuk:
1. melihat dan mengetahui kelainan
dalam sendi secara langsung
(diagnostik)
2. untuk melakukan tindakan yang
diperlukan untuk mengobati suatu
kelainan sendi (terapeutik).
Lanjutan ARTHROSCOPY
• Artroskopi merupakan tindakan dengan
melakukan sayatan kecil pada kulit
sehingga luka operasi menjadi minimal
dan cepat sembuh. Beberapa tindakan
operasi dengan sayatan besar pada
lutut sekarang ini telah banyak
digantikan dengan tindakan artroskopi.
• Artroskopi dapat dilakukan pada
beberapa sendi antara lain: bahu,
pergelangan tangan, panggul, lutut dan
pergelangan kaki.
• Tindakan ini relatif aman bagi pasien
termasuk mereka yang telah memasuki
usia senja.
Lanjutan ARTHROSCOPY
• Pasien tetap sadar selama artroskopi
dilakukan karena pembiusan dilakukan
secara spinal (blok saraf tulang belakang)
atau bahkan dapat dengan hanya
memberikan suntikan lokal pada kulit di
sekitar sendi.
• Pasien bahkan dapat melihat dilayar
monitor televisi keadaan sendinya dan
tindakan yang dilakukan oleh dokter di
dalam sendinya.
• Tindakan artroskopi menggunakan sistem
kamera dengan lensa fiber optik dengan
sumber cahaya untuk melihat isi dari
sendi dan ditampilkan lewat layar monitor
televisi. Instrumen lain digunakan untuk
melakukan tindakan tertentu misalnya
gunting kecil, penjepit jaringan dan alat
pemotong elektrik (shaver).
BONE GRAFT
• Bone grafting adalah prosedur bedah sangat
kompleks yang digunakan untuk mengganti tulang
yang hilang dalam rangka memperbaiki patah
tulang
• Cara kerjanya meliputi osteoconduction (guiding
the reparative growth of the natural bone),
osteoinduction (encouraging undifferentiated cells
to become active osteoblasts), dan osteogenesis
(living bone cells in the graft material contribute to
bone remodeling).
BONE GRAFT
• Bone grafting adalah prosedur bedah sangat
kompleks yang digunakan untuk mengganti tulang
yang hilang dalam rangka memperbaiki patah
tulang
• Cara kerjanya meliputi osteoconduction (guiding
the reparative growth of the natural bone),
osteoinduction (encouraging undifferentiated cells
to become active osteoblasts), dan osteogenesis
(living bone cells in the graft material contribute to
bone remodeling).
TRAKSI TULANG
• Traksi ( penarikan ) adalah suatu tindakan untuk memindahkan
lokasi tulang yang patah atau yang mengalami dislokasi ke
tempat asalnya kembali dengan meggunakan daya tarik yang
berturut-turut dengan menggunakan beban dan tarikan.
• Tujuan :
1. Perbaikan dan pelekatan tulang yang patah.
2. Mengurangi atropi otot.
3. Sebagai pencegahan dari kehancuran atau dislokasi sendi
yang tidak normal
• Indikasi:
1. Pasien dengan fraktur.
2. Dislokasi.
3. Pasien dengan coxitis, arthritis, rhematik arthritis.
MATURTENGKIU