Anda di halaman 1dari 24

STRUKTUR

KONTROL
PERCABANGAN
Oleh : Ahmadi Andianto
Materi Pemrograman Dasar Kelas 10 SMK
Program Keahlian Teknik Komputer dan Informatika
KOMPETENSI DASAR
 Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
(Pengetahuan)
 Siswa mampu menjelaskan konsep struktur percabangan (C2)
 Siswa mampu menganalisis skema percabangan dengan berbagai kondisi (C4)
 Siswa mampu menganalisis percabangan yang digabungkan dengan operator Boolean (C4)

 Membuat kode program struktur kontrol percabangan (Keterampilan)


 Siswa mampu menggambarkan alur struktur percabangan (P2)
 Siswa mampu menginterpretasikan skema percabangan dengan berbagai kondisi ke kode
Java (P4)
 Siswa mampu menginterpretasikan percabangan yang digabung dengan operator bolean ke
kode Java (P4)
KONSEP PERCABANGAN
 Percabangan adalah sebuah alur dalam algoritma dimana sebuah pernyataan
akan dijalankan jika terdapat kondisi terpenuhi.
 Ada dua komponen utama dalam percabangan yaitu kondisi dan pernyataan.
Kondisi adalah syarat dilakukannya sebuah (atau sekelompok) pernyataan,
sedangkan pernyataan dalam konteks ini adalah perintah yang berkaitan
dengan suatu kondisi.
CONTOH
 Sebuah toko memberikan diskon pada pelanggan dengan sebuah
ketentuan, apabila berbelanja lebih dari 500.000 maka mendapatkan
diskon 20 %, jika tidak maka diskon hanya 10 %.
JENIS PERCABANGAN

Percabangan dengan 1 kondisi

Percabangan dengan 2 kondisi

Percabangnan lebih dari 2 kondisi


PERCABANGAN DENGAN 1
KONDISI (IF)
 Dalam kasus
percabangan dengan 1
kondisi, maka hanya
akan ada 1 kondisi dan
1 pernyataan.
 Di dalam Java,
implementasi
percabangan dengan
menggunakan sintaks :
if (kondisi)
{pernyataan}
CONTOH KASUS
 Setiap pembeli pada toko Kaneta Jaya ditanyakan harga barang dan berapa
unit. Program akan menghitung total harga pembelian.
 Pembeli mendapatkan informasi berupa berapa total harga pembelian. Apabila
total harga pembelian lebih besar dari 5000, maka muncul informasi
mendapatkan cashback 1000
PERCABANGAN DENGAN 2
KONDISI (IF ELSE)
 Percabangan dengan 2 kondisi menyediakan 2 buah kondisi dan 2 buah
pernyataan yang akan dieksekusi.
 Pernyataan pertama akan dieksekusi jika kondisi yang diberikan bernilai benar
(true), namun jika kondisi yang diberikan salah (false), maka pernyataan kedua
yang akan dieksekusi.
 Percabangan dengan 2 kondisi di dalam Java menggunakan sintaks : if
(kondisi1) { pernyataan1} else {pernyataan2}
NOTASI FLOWCHART DAN
PSEUDOCODE
CONTOH KASUS
 Setiap pembeli pada toko Kaneta Jaya ditanyakan harga barang dan berapa
unit.
 Program akan menghitung dan menampilkan total harga pembelian.
 Apabila total harga pembelian lebih besar dari 5000, maka ada potongan harga
1000, dan jika kurang dari 5000 akan diberi potongan 500.
 Pembeli mendapatkan informasi total harga pembelian yang telah dikurangi
dengan potongan
PERCABANGAN LEBIH DARI 2
KONDISI
(IF-ELSE

IF-ELSE & CASE)
Secara prinsip, yang membedakan percabangan ini adalah jumlah kondisi yang
lebih dari 2 kondisi dengan jumlah pernyataan yang juga lebih dari 2.
 Pernyataan pertama akan dieksekusi jika kondisi pertama yang diberikan
bernilai benar (true), namun jika kondisi pertama yang diberikan salah (false),
maka kondisi kedua akan dicek. Apabila kondisi kedua benar maka pernyataan
kedua akan dieksekusi, jika tidak maka kondisi ketiga akan dicek dan begitu
selanjutnya sampai dilakukan pengecekan pada kondisi terakhir.
 Percabangan dengan lebih 2 kondisi di dalam Java menggunakan sintaks : if
(kondisi1) { pernyataan1} else if (kondisi2){pernyataan2} else if (kondisi n-1)
{pernyataan n-1} else {pernyataan1}.
NOTASI FLOWCHART DAN
PSEUDOCODE
CONTOH KASUS
 Pada penilaian raport, ditentukan predikat nilai.
 Jika nilai lebih besar dari 85 maka predikat A, jika nilai lebih besar
dari 70 maka predikat B, jika nilai lebih besar dari 60 maka
predikat C, selain itu maka predikatnya D.
PERCABANGAN DENGAN
SWITCH
 Selain menggunakan if – else if – else, percabangan dengan lebih dari 3 kondisi dapat
dilakukan dengan menggunakan switch – case – default.
 Di dalam switch – case – default, nilai kriteria yang diuji harus nilai yang sudah pasti, bukan
nilai berjangkauan yang menggunakan operator logika seperti ”>” dan semacamnya.
CONTOH KASUS
 Siswa SMK Negeri1 Tapen dapat mengetahui proses pembelajaran dengan
mengetikkan kelas.
 Jika kelas 10 muncul pesan “Pembelajaran full di sekolah”, jika kelas 11
muncul pesan “Pelaksanaan Prakerin”, jika kelas 12 muncul pesan “Persiapan
UN dan Uji Kompetensi”, dan jika kelas selain ketiga angka di atas muncul
pesan “Pilihan Kelas Salah, hanya kelas 10, 11, dan 12”
KONDISI DENGAN OPERATOR
BOOLEAN
 Sebuah kasus percabangan dapat terjadi dengan melibatkan beberapa kondisi
yang digabung dengan operator boolean AND (&&), OR (||) dan NOT(!)
 CONTOH
Untuk memacu prestasi siswa, SMK Negeri 1 Tapen menyiapkan hadiah bagi para ranking
kelas. Hadiah dibedakan berdasarkan jurusan dan ranking. Untuk jurusan Rekayasa
Perangkat Lunak, peringkat 1 mendapatkan Laptop core i7, peringkat 2 mendapatkan Laptop
core i5, dan peringkat 3 mendapatkan laptop core i3. Sedangkan untuk jurusan Multimedia,
Peringkat 1 mendapatkan Kamera Video Profesional, peringkat 2 mendapatkan Kamera Video
prosumer, dan peringkat 3 mendapatkan kamera foto digital
ANALISIS CONTOH
 Kita telah mempelajari Struktur Kontrol Percabangan yang SELANJUTNYA
memungkinkan sebuah program mengatur alur program
sesuai kondisi yang diberikan. Selanjutnya kita akan Struktur Kontrol
mempelajari struktur kontrol perulangan. Perulangan
 Pastikan tetap fokus!!! Teruslah belajar. Jangan lupa berdoa
agar diberi kemudahan dalam belajar. Jangan lupa doakan
guru agar diberi kesehatan dan bisa terus mendampingi
belajar.