Anda di halaman 1dari 12

SITOKININ

D i s u s u n Ol e h :
KELOMPOK 2
A p r i l i a ( D 1 F 11 8 0 5 1)
S e r l i a n a ( D 1 F 1 8 0 )
A g u n g K u s u m a Wa r d a n a ( D 1 F 11 8 0 )
M u h S a l i m ( D 1 F 11 80 )
Wao d e M u l i a na ( D1 F 11 8 0 )
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Semakin banyak yang kita ketahui tentang pertumbuhan dan
perkembangan, kedua proses tersebut tampak semakin
rumit. Ada bermacam-macam hormon tetapi disisni akan
dibahas mengenai peran dan pengaruh hormon sitokinin
bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Perkembangan dipengaruhi atau dikontrol oleh hormon,
yaitu senyawa-senyawa kimia yang disintesis pada suatu
lokasi di dalam organisme, kemudian diangkut ke tempat
lain untuk selanjutnya bekerja melalui suatu cara yang
spesifik pada konsentrasi yang sangat rendah, untuk
mengatur pertumbuhan, perkembangan atau metabolisme.
Selanjutnya….

Sitokinin merupakan hormon tanaman yang mendorong


pembelahan sel, mendorong pengubahan kloroplas
melalui stimulus sintesis klorofil dan memainkan
peranan penting dalam pengaturan berbagai proses
biologis seperti aktivitas pertumbuhan, perkembangan
dan metabolisme. Sitokinin dihasilkan di dalam
jaringan-jaringan yang tumbuh secara aktif, khususnya
di dalam akar, embrio, dan buah. Sitokinin yang
dihasilkan pada akr akan mencapai jaringan sasarannya
dengan cara bergerak naik sepanjang tumbuhan itu
dalam getah xilem.
B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana sejarah penemuan hormon sitokinin?


2. Bagaimana proses metabolisme hormon sitokinin
pada tumbuhan?
3. Bagaimana peran hormon sitokinin pada
tumbuhan?
4. Bagaimana mekanisme kerja hormon sitokinin
pada tumbuhan?
PEMBAHASAN

A. Sejarah Penemuan Hormon Sitokinin


Sitokinin pertama kali ditemukan pada tahun 1940-an. Sitokinin
ditemukan pada buah kelapa yang belum matang. Penelitian yang dilakukan
oleh Johannes van Overbeek ini mendapatkan informasi bahwa embrio
tumbuhan, tumbuh lebih cepat jika ditambahkan air kelapa serta informasi
bahwa sitokinin ini berperan dalam memicu pembelahan sitoplasma
(sitokinensis). Pada tahun 1950, Skoog dan Miller mencoba mencampurkan
DNA sperma yang berasal dari ikan kering dengan kultur jaringan tembakau.
Hasilnya, sel-sel kultur jaringan tersebut mampu membelah diri. Mereka
berdua berusaha untuk mengisolasi zat yang mampu menyebabkan
pembelahan sel tadi. Setelah mampu, mereka menyebutnya dengan zat kinetin.
Dari kelompok-kelompok kinetin inilah yang di sebut dengan sitokinin, yang
mana mampu merangsang pembelahan sel atau di kenal dengan proses
sitokinesis.
B. Proses Metabolisme Hormon Sitokinin Pada Tumbuhan

Chong-Maw dan DK Melitz (1979) yang mengemukakan bahwa jaringan tumbuhan


mengandung enzim yang dinamakan isopentenil AMP sintase (sebelumnya ditemukan
pada cendawan lendir) yang membentuk isopentenil adenosine-5-fosfat (isopentenil
AMP) dari AMP dan salah satu isomer isopentenil piroposfat. (senyawa terakhir ini
merupakan hasil lintasan mevalonat dan prazat penting bagi sterol, giberilin,
karotenoid, dan senyawa isoprenoid lain).
Reaksi yang terjadi dijaringan tembakau, bahwa piroposfat (PPi) dilepaskan dari
gugus isopentenil dan kemudian gugus ini bergabung dengan nitrogen amino yang
melekat pada karbon 6 dari cincin purin. Isopentenil AMP yang terbentuk dalam
reaksi ini kemudian dapat diubah menjadi isopentenil adenosine melalui
hidrolisis oleh enzim fosfatase, yang melepaskan gugus posfat, selanjutnya
isopentenil adenosin dapat berubah menjadi isopentenil adenine dengan
melepaskan gugus ribose melalui hidrolisis. Lalu, isopentenil adenine
dioksidasi menjadi zeatin dengan mengganti satu hydrogen gugus metilnya
pada cincin samping isopentenil dengan -OH. Kemudian, dihidrozeatin
terbentuk darizeatin melalui reduksi.
Selanjutnya…

Sitokinin ditingkat sel juga ditentukan oleh perusakannya


dan mungkin oleh perubahannya menjadi berbagai
turunan yang bersifat tidak aktif, selain nukleosida dan
nukleotida. Perusakan sebagian terjadi oleh sitokinin
oksidase, yaitu system enzim yang merenggut cincin
samping 5 karbon dan menghasilkan adenine bebas (atau
bila zeatin ribosida yang dioksidasi, akan dihasilkan
adenosine bebas). Pembentukan turunan sitokinin lebih
rumit, sebab dapat terbentuk banyak konjugat (Letham
dan Palni, 1983). Konjugat yang paling lazim ditemui
mengandung glukosa atau alanin yang mengandung
glukosa disebut sitokinin glukosida.
C. Peran Hormon Sitokinin Pada Tumbuhan

1. Sitokinin memacu pembelahan sel dan pembentukan organ


Telah dijelaskan bahwa fungsi utama sitokinin adalah memacu pembelahan sel.
Skoog dan beberapa kawannya menemukan bahwa jika empulur batang tembakau,
kedelai dan beberapa tumbuhan dikotil lain dipisahkan dan dibiakkan secara aseptik
pada medium agar yang mengandung auksin dan hara yang tepat, akan terbentuk
masa sel yang tak terspesialisasi, tak beraturan, dan khususnya poliploid, yang
disebut kalus.

2. Sitokinin menunda penuaan dan meningkatkan aktivitas wadah penampung hara


Cara sitokinin memperlambat penuaan pada daun oat yang dipetik banyak diteliti
oleh Kenneth v Thimann, pelopor penelitian auksin bersama beberapa kawannya di
Thimann laboratories di santa cruz, California. Jika daun oat dan banyak spesien lain
dipetik dan diapungkan dilarutan garam mineral encer, daun tersebut mulai menua,
yang mula-mula dicirikan dengan terurainya protein menjadi asam amino dan
kemudian hilangnya klorofil. Penuaan ini terjadi jauh lebih cepat ditempat gelap dari
pada ditempat terang dan sitokinin yang ditambahkan pada larutan tempat daun tadi
diapungkan dapat menggantikan efek cahaya dengan menunda penuaan
Selanjutnya…

3. Sitokinin memacu perkembangan kuncup samping tumbuhan dikotil


Jika sitokinin diberikan pada kuncup samping yang tak tumbuh karena kalah oleh
pertumbuhan apeks tajuk yang terletak di atasnya (keadaan itu diistilahkan dominansi
apikal), sering kuncup samping itu bisa tumbuh. Dalam kajian awal mengenai fenomena
ini, kinetin tiruan digunakan sebagai senyawa utamanya, dan pertumbuhan kuncup
sampiung hanya mampu berlangsung selama beberpa hari.
4. Sitokinin memacu pembesaran sel pada kotiledon dan daun tumbuhan dikotil
Banyak biji tumbuhan dikotil yang dikecambahkan di tempat gelap memunculkan
kotiledonnya ke atas tanah, tapi kotiledon itu tetap berwarna kuning dan kecil. Jika
kotiledon itu dikenai cahaya, pertumbuhannya meningkat pesat, walaupun energi cahaya
yang diberikan sebenarnya terlalu rendah untuk melangsungkan fotosintesis.
5. Efek sitokinin pada batang dan akar
Pertumbuhan normal batang dan akar diduga membutuhkan sitokinin, namun sitokinin
endogen jarang ditemukan sebagai factor pembatas pertumbuhan. Akibatnya pemberian
sitokinin eksogen pun tidak berhasil meningkatkan pertumbuhan organ tersebut. Hal itu
teramati pula tembakau dan Arabidopsis dalam percobaan rekayasa genetika yang
diuraikan diatas
D. Mekanisme Kerja Hormon Sitokinin Pada Tumbuhan

Mekanisme kerja sitokinin dalam jaringan yang berbeda bergantung pada


keadaan fisiologis. Keberadaan sitokinin sama dengan hormon yang lain
yaitu terdapat dalam konsentrasi rendah (0.01- 1 µM). Pembentukan RNA
dan enzim diduga karena adanya efek pemacuan oleh sitokinin. Sitokinin
eksogen dapat meningkatkan pembelahan sel pada sintesis DNA tapi efek
khususnya belum dapat diketahui.
Kajian terhadap pembelahan sel yang diaktifkan oleh sitokinin di meristem
apikal diperoleh bukti bahwa benziladenin dapat mempersingkat laju
berlangsungnya fase S dalam daur sel (dari G2 ke mitosis) dan bahwa hal
tersebut terjadi karena sitokinin menaikkan laju sintesis protein
(Krishnamoorthy, 1981). Beberapa protein itu berupa protein pembangun
atau enzim yang dibutuhkan untuk mitosis. Diduga protein tersebut memacu
pembelahan sel secara langsung dengan cara mengendalikan sintesis DNA.
KESIMPULAN

Hormon merupakan zat pengatur tumbuh, yaitu molekul organik


yang dihasilkan oleh satu bagian tumbuhan dan ditransportasikan
ke bagian lain yang dipengaruhinya.Hormon tumbuhan merupakan
bagian dari sistem pengaturan pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan. Hormon sitokinin merupakan agen yang akan berkerja
sama dengan hormon lain untuk memacu pertumbuhan dan
perkembangan sel. Sitokinin berperan dalam pengaturan
pembelahan sel dan differensiasi sel, pengaturan dominansi apikal,
dan efek anti penuaan. Sitokinin terdapat pada akar, embrio, dan
buah. Sitokinin diproduksi di akar dana akan didistribusikan ke
seluruh sel dan akan memengaruhi sel target. Hormon sitokinin
bersama-sama dengan hormon auksin akan memengaruhi sel target
untuk membelah dan mengatur differensiasi sel.
TERIMA KASIH