Anda di halaman 1dari 34

MATERI PRAJABATAN CPDMT 2021

FASILITASARWIN
PELABUHAN
(SENIOR MANAJER FASILITAS PELABUHAN)
Makassar, Juni 2021
DASAR HUKUM
1
PROSEDUR DAN MEKANISME PENYUSUNAN
PERANCANGAN FASILITAS PELABUHAN 2

FASILITAS POKOK PELABUHAN 3 MATERI


KEBUTUHAN DATA PERENCANAAN FASILITAS
(DATA TERPENTING) 4

PENYEBAB KERUSAKAN FASILITAS 5


DASAR HUKUM
PELABUHAN UU 17/2008
Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat
kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun
penumpang, dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi
dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai
tempat perpindahan intra-dan antarmoda transportasi.
TERMINAL UU
17/2008
Terminal adalah fasilitas pelabuhan yang terdiri atas kolam sandar dan tempat kapal bersandar atau tambat,
tempat penumpukan, tempat menunggu dan naik turun penumpang, dan/atau tempat bongkar muat barang.

RIP UU
17/2008
Rencana Induk Pelabuhan adalah pengaturan ruang pelabuhan berupa peruntukan rencana tata guna tanah dan
perairan di Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan pelabuhan

BUP PM
146/2016
Badan Usaha yang kegaitan usahanya khusus di bidang pengusahaan terminal dan fasilitas Pelabuhan lainnya

KEWAJIBAN BUP PM 146/2016


Menyediakan dan memelihara kelayakan fasilitas pelabuhan
PROSEDUR DAN MEKANISME
PERANCANGAN FASILITAS PELABUHAN
SESUAI UU NO 17 TAHUN 2008

SESUAI KM NOMOR 112 TAHUN 2017


FASILITAS PELABUHAN
ALUR PELAYARAN
ALUR PELAYARAN, adalah perairan yang dari segi kedalaman, lebar dan bebas hambatan
pelayaran lainnya dianggap aman dan selamat untuk dilayari.
KOLAM PELABUHAN
KOLAM PELABUHAN adalah perairan di depan dermaga yang digunakan untuk kepentingan
operasional sandar dan olah gerak kapal.
SYARAT : harus tenang, mempunyai luas dan kedalaman yang cukup sehingga memungkinkan
kapal berlabuh dengan aman dan memudahkan bongkar muat barang. Di dalam kolam pelabuhan
harus tersedia turning basin.

Kedalaman Kolam, minimal 1,1 kali full draft kapal dibawah muka air surut (LWS).
BREAKWATER
BREAKWATER, Pemecah Gelombang merupakan bangunan yang berfungsi melindungi
daerah perairan pelabuhan dari gangguan gelombang.

Sloping Vertical Horizontally Composite Special


Composite
DERMAGA
DERMAGA, merupakan bangunan Pelabuhan yang digunakan untuk merapat dan
menambatkan kapal yang melakukan bongkar muat barang dan naik-turun penumpang.

Deck on Pile Sheet Pile Caisson


….DERMAGA
Berth Occupancy Ratio (BOR), atau tingkat pemakaian dermaga yaitu perbandingan antara jumlah waktu pemakaian setiap
dermaga yang tersedia dengan jumlah waktu yang tersedia selama satu periode (bulan/tahun).

Loa = Panjang total kapal


Jagaan = Jarak aman antar kapal di tambatan
untuk kapal kecil 10 meter
untuk kapal besar 20 meter Jagaan

Loa
….DERMAGA
Terminal Petikemas Makassar memiliki panjang dermaga 850 meter, dimana sepanjang tahun 2005 disandari kapal
sebanyak 631 call dengan panjang rata-rata kapal sebesar 180 meter. Jika waktu tambat rata-rata kapal selama 16 jam serta
kapal setiap kapal yang sandar diatur masing-masing berjarak 20 meter, berapa tingkat pemakaian (BOR) dermaga pada
tahun 2005. Tentukan juga BORnya pada tahun 2018 jika kunjungan kepal pada saat itu sebanyak 1387 call.

Pemakaian dermaga masih dibawah toleransi (belum padat)


GUDANG DAN LAPANGAN
Gudang Laut, disebut juga gudang pabean, gudang lini I (gudang transit) merupakan gudang yang berada
ditepi perairan pelabuhan dan hanya dipisahkan dari air laut oleh dermaga.

A = Luas gudang/lapangan (m2)


T = Troughput per tahun (muatan yang lewat setiap tahun, ton)
TrT = Transit time/dweling time (waktu transit, hari)
Sf = Storage factor (rata-rata volume per satuan berat komoditi, m 3/ton)
Sth = Stacking height (tinggi tumpukan muatan, m)
BS = Broken stowage of cargo (volume ruang yang tidak terpakai, %)
….GUDANG/LAPANGAN
Pelabuhan umum Makassar melayani bongkar muat barang yang dikemas dalam kantong (bag cargo) dengan volume 2.000.000 ton per
tahun. Arus barang yang melalui dermaga sebesar 60% diangkut langsung ke tempat tujuan dan 40% tertahan di pelabuhan. Dari barang
yang tertahan tersebut sebanyak 45% disimpan di gudang sedangkan 55% disimpan di lapangan penumpukan. Hitung kebutuhan luas
gudang dan lapangan penumpukan.

Penyelesaian :
Troughput :
Dikirim langsung : T0 = 60% x 2.000.000 = 1.200.000 ton
Di dermaga : T1 = 40% x 2.000.000 = 800.000 ton
Di gudang : T2 = 45% x 800.000 = 360.000 ton
Di lapangan : T3 = 55% x 800.000 = 440.000 ton
TrT, sesuai kondisi yang ada 7 hari
Sf, untuk barang yang di simpan di Gudang (semen, jagung, beras) nilainya sebesar
0,6667 m3/ton dan untuk di lapangan 1,0 m3/ton
Sth, disimpan di gudang 3 meter dan untuk di lapangan penumpukan 1,8 meter
BS, ditetapkan 50%
….GUDANG/LAPANGAN
Kebutuhan Luas Gudang

Dibulatkan 3.100 m2

Kebutuhan Luas Lapangan Penumpukan

Dibulatkan 5.000 m2
LAPANGAN PETIKEMAS
Kebutuhan Lahan untuk Terminal Petikemas

AT = Luas total terminal petikemas


APK = Luas lapangan penumpukan petikemas, sekitar 50-75% dari luas total
ACFS = Luas container freight station, sekitar 10-30% dari luas total
APKK = Luas lapangan petikemas kosong, sekitar 10-20% dari luas total
AFPP = Luas fasilitas jalan, bangunan, parker dsb, sekitar 5-15% dari luas total
….LAPANGAN PETIKEMAS
Luas Lapangan Penumpukan Petikemas

AT = Luas lapangan penumpukan petikemas yang


diperlukan (m2)
T = Arus petikemas per tahun (box, TEUs)
D = Dweling time atau jumlah hari rerata petikemas
tersimpan di lapangan penumpukan. Apabila tidak ada
informasi, bias digunakan 7 hari untuk import dan 5
hari untuk eksport.
ATEU = Luas yang diperlukan untuk satu TEU yang
tergantung pada system penanganan petikemas dan
jumlah tumpukan di lapangan
BS = Broken stowage (luas yang hilang karena adanya
jalan atau jarak antara petikemas di lapangan yang
tergantung pada system penanganan petikemas,
nilainya sekitar 25-50%
….LAPANGAN PETIKEMAS
Terminal Petikemas Makassar tahun 2018 melayani kegiatan bongkar muat petikemas sebanyak 637.366 TEUs,
tentukan kebutuhan lahan yang diperlukan untuk kegiatan tersebut.

Penyelesaian :
T = Arus petikemas, 637.366 TEUs
D = Dweling time, barang import 7 Hari
ATEU = menggunakan gantry crane dengan stacking 4 susun, 7,5 m 2
BS = ditetapkan, 25%

Dibulatkan 12,50 Ha
….LAPANGAN PETIKEMAS
Yard Occupancy Ratio (BOR), atau tingkat pemakaian lapangan petikemas adalah ukuran proporsional
kapasitas (holding capacity) lapangan terpakai terhadap kapasitas lapangan tersedia dalam satuan waktu.

Contoh Kasus Terminal Petikemas Makassar :


Luas lahan Terminal Petikemas Makassar sebesar 14 Ha, dimana tahun 2018 melayani kegiatan bongkar muat
petikemas sebanyak 637.366 TEUs, tentukan YOR dari Terminal Petikemas Makassar.
….LAPANGAN PETIKEMAS

Dapat juga digunakan perbandingan kebutuhan lahan dan luas lahan yang tersedia
ALAT BONGKAR MUAT
Gantry Crane/Container Crane (CC), variable yang berpengaruh dalam menentukan
kapasitas Gantry Crane adalah
Jumlah quay gantry crane : n1 unit
Kecepatan pelayanan : V1 box/GC/jam
Waktu kerja setahun : t1 jam
Dari variable diatas dapat dihitung throughput alat :
a.Throughput capacity GC : TCGC = V1.t1 box/GC/jam
b.Kapasitas terpasang : KTGC = TCGC . n1 box/tahun
Rincian waktu GC membongkar petikemas adalah :
a.Mengunci petikemas di kapal : 10 detik
b.Mengangkat petikemas dari kapal : 25 detik
c.Menggeser petikemas dari kapal ke tractor : 30 detik
d.Menurunkan petikemas ke atas tractor : 10 detik
e.Melepas kunci di atas tractor : 10 detik
f.Mengembalikan posisi spreader ke atas petikemas di kapal : 85 detik
Total : 145 detik
….ALAT ANGKUT
Rubber Tyred Gantry Crane (RTG), variable yang berpengaruh dalam menentukan kapasitas
Rubber Tyred Gantry Crane adalah :

Jumlah quay gantry crane : n2 unit


Kecepatan pelayanan : V2 box/CC/jam
Waktu kerja setahun : t2 jam
Dari variable diatas dapat dihitung throughput alat :
a.Throughput capacity RTG : TCRTG = V2.t2 box/RTG/jam
b.Kapasitas terpasang : KTRTG= TCRTG . n1 box/tahun
Rincian waktu RTG membongkar petikemas adalah :
a.Mengunci petikemas di atas tractor : 10 detik
b.Mengangkat petikemas dari tractor : 20 detik
c.Membawa petikemas ke lokasi penumpukan : 15 detik
d.Menurunkan petikemas di lokasi penumpukan : 10 detik
e.Meletakkan petikemas di lokasi penumpukan : 10 detik
f.Mengembalikan posisi spreader ke atas tractor : 40 detik
Total : 105 detik
Kehilangan waktu akibat pindah lokasi, memindahkan petikemas dll 410 detik, total 515 detik
….ALAT ANGKUT
Contoh Kasus,
Terminal Petikemas Makassar (TPM) melani bongkar muat petikemas tahun 2018
sebanyak 637.366 TEUs per tahun, check kemampuan lapangan dengan peralatan yang
tersedia sebagai berikut :
a. Quay Gantry Crane = 6 Unit dengan waktu kerja 7200 jam/tahun
b. Rubber Tyred Gantry = 16 unit dengan waktu kerja 7200 jam/tahun

Kapasitas Quay Gantry Crane (GC) :

Kapasitas Rubber Tyred Gantry Crane (RTG) :

Dari sisi ketersediaan alat masih cukup


KEBUTUHAN DATA UNTUK
PERENCANAAN FASILITAS
DATA PASANG SURUT
DATA BATHIMETRI
DATA ARUS
DATA ANGIN DAN GELOMBANG

BERTUJUAN UNTUK MENENTUKAN ELEVASI


BANGUNAN

MENGETAHUI BEBAN /GAYA AKIBAT ANGIN/


GELOMBANG

KEAMANAN PELAYARAN
PENYEBAB KERUSAKAN FASILITAS
Terima Kasih