Anda di halaman 1dari 25

Ratu Nurlaela

Ners Non Reguler


KASUS
• DATA UMUM KLIEN
• Nama :Ny. D
• Umur : 35 Tahun
• Statusperkawinan : Menikah
• Agama : Islam
• Pendidikan : SLTA
• Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Hasil Pemeriksaan
• HPHT : 20 Februari 2021
• HPL : 27 November 2021
• Usia Kehamilan : 13 minggu
• TFU : Belum terlihat
• TB : 155 cm
• BB : 67 kg (Sblm Hamil 65 kg)
• TD : 129/84 mmHgNadi
• Nadi : 68 x/menit
• RR : 20 x/mnt
• Suhu : 36,5 derajat celcius
PEMERIKSAAN FISIK
HEAD TO TOE
• Rambut
• Wajah
• Hasilnya :
• Mata
• Hidung • Tidak didapatkan kelainan
• Mulut • Secara keseluruhan bersih
• Telinga
• Leher
• Dada
• Abdomen
• Kulit
• Rangsang
ANALISA DATA
No DataPenunjang Masalah Etiologi

1. DS : Nausea Kehamilan
- Klien mengatakan mual hampir sepanjang hari
-
DO:
- Klien tampak terlihat ingin muntah
- Klien tampak menutup mulut dengan tangan

2. DS: Defisit Nutrisi Faktor Psikologis (keengganan untuk


- Klien mengatakan tidak nafsu makan makan)
- Klien mengatakan sering memuntahkan
makanan yang dimakan
DO:
- Klien menolak makan
- Membran mukosa pucat

3. DS : Keletihan Kondisi fisioligis


- Klien mengatakan badan lemas, dan malas (Kehamilan)
beraktifitas
- Klien mengatakakan lelah
DO :
- Klien tampak lesu
- Klien hanya tiduran tanpa beraktifitas
Diagnosa Keperawatan
• Nausea berhubungan dengan kehamilan
• Defisit nutrisi berhubungan dengan faktor
psikologis
• Keletihan berhubungan dengan kondisi
fisiologis
Rencana tindakan keperawatan
Nausea berhubungan dengan kehamilan
Tindakan

• Setelah dilakukan tindakan Observasi


• Identifikasi pengalaman mual
• Identifikasi isyarat nonverbal ketidaknyamanan
keperawatan 2x24 jam, tingkat • Identifikasi dampak mual terhadap kulitas hidup(misalnya nafsu
makan, aktiviats, kinerja)
nausea menurun dengan • Identifikasi factor penyebab mual
• Monitor mual (frekuensi, durasi dan tingkat keparahan)
kriteria hasil : • Monitor asupan nutrisi dan kalori

• Nafsu makan meningkat Terapeutik


• Kendalikan factor lingkungan penyebab mual (misalnya bau tak
• Keluhan mual menurun •
sedap, suara, dan rangsangan visual yang tidak menyenangkan)
Kurangi atau hilangkan keadaan penyebab mual (misalnya

• Perasaan ingin muntah •


kecemasan, kelelahan)
Berikan makanan dalam jumlah kecil dan menarik

menurun Berikan makan dingin, cairan bening, tidak berbau dan tidak
berwarna

• Perasaan asam dimulut Edukasi


• Anjurkan istirahat dan tidur yang cukup
menurun • Anjurkan makanan tinggi karbohidrat dan rendah lemak
• Ajarkan penggunaan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi mual
• Jumlah saliva menurun (misalnya hypnosis, relaksasi, terapi musik, akupresur)

• Pucat membaik Kolaborasi


• Kolaborasi pemberian antiemetik, jika perlu
Defisit nutrisi berhubungan dengan faktor psikologis

• Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2 x 24 Tindakan


jam status nutrisimembaik, dengan kriteria Observasi
hasil : • Identifikasi status nutrisi
• Identifikasi makanan ynag disukai
• Porsi makan yang dihabiskan meningkat
• Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrisi
• Kekuatan otot pengunyah meningkat • Monitor asupan makanan
• Kekuatan otot menelan meningkat • Monitor berat badan
• Verbalisasi keinginan untuk meningkatkan nutrisi  
meningkat Terapeutik
• Pengetahuan tentang pilihan makanan dan • Sajikan makanan secara menarik dan suhu yang sesuai
• Berikan makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasi
minuman meningkat
• Berikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein
• Pengetahuan tentang asupan nutrisi yang tepat
• Berikan suplemen makanan, jika perlu
meningkat
• Sikap terhadap makanan/ minuman sesuai Edukasi
dengan tujuan kesehatan meningkat • Anjurkan posisi duduk, jika mampu
• Berat badan membaik
• Frekuensi makan membaik Kolaborasi
• Kolaborasi pemberian medikasi sebelum makan, jika perlu
• Nafsu makan membaik
• Kolaborasi dengan gizi untuk menentukan jumlah kalori dan
• Membran mukosa membaik jenis nutrisi yang dibutuhkan, jika perlu
Keletihan berhubungan dengan kondisi fisiologis

Tindakan
• Setelah dilakukan tindakan Observasi
keperawatan 2x24 jam tingkat • Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan
kelelahan
keletihan menurun, dengan • Monitor kelelahan fisik
kriteria hasil : • Monitor pola dan jam tidur
• Monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan
• Verbalisasi kepulihan energy aktivitas
 
meningkat Terapeutik
• Tenaga meningkat • Sediakan lingkungan nyaman dan rendah stimulus
(misalnya cahya, suara, kunjungan)
• Kemampuan melakukan aktivitas • Lakukan latihan rentang gerak aktif
rutin meningkat • Berikan aktivitas distraksi yang menenangkan
• Fasilitasi disisi tempat tidur
• Motivasi meningkat
• Verbalisasi lelah menurun Edukasi
• Anjurkan tirah baring
• Lesu menurun • Anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
• Ajarkan strategi koping untuk mengurangi kelelahan
• Selera makan membaik  
• Pola istirahat membaik Kolaborasi
• Kolaborasi dengan ahli gizi tentang cara meningkatkan
asupan makanan