Anda di halaman 1dari 22

Peranan Statistika dan Informatika dalam

Keilmuan
Tugas Mata Kuliah Fisafat Ilmu
Pendidikan
Dosen Pengampu : Dr. Keysar Panjaitan, MP.d

Oleh :

DWI YUNANDA RIZKA (8146121003)

EMRI YULIZAL ARDI (8146121009)


JUNIARTI EFRIDA SITUMEANG (8146121023)

PROGRAM PASCA SARJANA


Program Studi Teknologi Pendidikan
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2014
1 Latar Belakang Masalah
• Ilmu pengetahuan merupakan sekumpulan pengetahuan dalam bidang
tertentu yang disusun secara sistematis, menggunakan metode keilmuan,
dapat dipelajari dan diajarkan, serta memiliki nilai guna tertentu. Ilmu
pengetahuan perlu dilandasi cara berpikir yang benar agar mendapatkan
kebenaran ilmiah dari ilmu pengetahuan yang dipelajari, serta dapat
direalisasikan dan berguna dalam kehidupan yang nyata.
• Aspek-aspek penting dari filsafat ilmu yang dikaji dalam bahasan ontologi,
epistemologi, dan aksiologi ilmu.
• Filsafat ilmu memiliki tiga cabang kajian, yaitu ontologi, epistemologi, dan
aksiologi, di mana ontologi membahas apa itu realitas, epistemologi
membahas permasalahan metodologi ilmu pengetahuan, dan aksiologi
menyangkut tujuan diciptakannya ilmu pengetahuan.
• Dari semua pengetahuan, maka ilmu merupakan pengetahuan yang aspek
ontologi, epistemologi, dan aksiologinya jauh lebih berkembang
dibandingkan dengan pengetahuan lain.
Ontologis Dan Epistimologis Statistika

• Sudjana (2004, dalam Riduwan dan Sunarto, 2007) mendefinisikan


statistika sebagai pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara
pengumpulan fakta atau data, pengolahan serta pembuatan keputusan
yang cukup beralasan berdasarkan fakta atau data dan analisa yang
dilakukan. Sementara statistik dipakai untuk menyatakan kumpulan
fakta, umumnya berbentuk angka yang disusun dalam tabel atau
diagram yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan.

• Sementara Subana;Moersetyo Rahadi; Sudrajat (2005) mengungkapkan


bahawa Statistika adalah Ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan
cara-cara pengumpulan data, pengolahan data, penganalisaan data,
penarikan kesimpulan, dan pembuatan keputusan yang cukup beralasan
berdasarkan fakta yang ada. Sedangkan Statistik adalah kesimpulan
fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau table yang
menggambarkan suatu persoalan.
• Bidang keilmuan statistika Langkah yang ditempuh dalam
adalah sekumpulan metode logika statistika adalah :
untuk memperoleh dan
menganalisa data dalam •Observasi dan eksperimen
pengambilan suatu •Munculnya hipotesis ilmiah
kesimpulan. Meski
merupakan cabang ilmu •Verifikasi dan pengukuhan dan
matematika, statistika berakhir pada
memiliki perbedaan
mendasar pada logikanya. •Sebuah teori dan hukum ilmiah
Jika matematika (Cecep Sumarna, 2004:98)
menggunakan logika
deduktif, sementara
statistika menggunakan
logika induktif.
Macam Penggolongan Statistika
Berdasarkan tingkat pekerjaannya, statistik sebagai
Ilmu Pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua
macam statistika, yaitu:
• Statistika Deskriptif
• Statistika Inferensial
Landasan Kerja Statistika
Menurut Sutrisno Hadi (dalam Riduwan dan Sunarto, 2007) ada tiga jenis
landasan kerja statistika meliputi :
•Variasi
Didasarkan atas kenyataan bahwa seorang peneliti atau penyelidik selalu
menghadapi persoalan dan gejala yang bermacam-macam (variasi) baik
dalam bentuk tingkatan dan jenisnya.

•Reduksi
Hanya sebagian dan seluruh kejadian yang berhak diteliti (sampling).

•Generalisasi
Sekalipun penelitian dilakukan terhadap sebagain atau seluruh kejadian yang
hendak diteliti, namun kesimpulan dan penelitian ini akan diperuntukkan bagi
keseluruhan kejadian atau gejala yang diambil.
Karakteristik Statistika

• Statistik bekerja dengan angka 


• Statistik bersifat objektf
• Statistik bersifat Universal
Esensi Statistika
Ada tiga hal yang sangat penting
dari statistika yaitu:
•Data yang tersedia / data historis.
•Kriteria Keputusan
•Ada Keputusan
Tipe Pengukuran Statistika
Ada empat tipe skala pengukuran yang digunakan di
dalam statistika, yaitu
•nominal,
•ordinal,
•interval, dan
• rasio.
Keempat skala pengukuran tersebut memiliki tingkat
penggunaan yang berbeda dalam pengolahan
statistiknya.
Aksiologis Statistika
Fungsi/peran Statistik.
•Statistik dapat berfungsi atau berperan sebagai
alat (Riduwan dan Sunarto, 2007)  :
– Komunikasi
– Deskripsi
– Regresi
– Korelasi.
– Komparasi
langkah-langkah yang lazim digunakan dalam
kegiatan keilmuan dati Statistika :
• Observasi. Ilmuawan melakukan observasi mengenai apa yang terjadi,
mengumpulakn dan mempelajari fakta yang berhubungan dengan masalah yang
sedang diselidikinya. Peranan statistika dalam hal ini, statistika dapat
mengemukakan secara terperinci tentang analisis mana yang akan dipakai dalam
observasi dan tafsiran apa yang akan dihasilakan dari observasi tersebut.
• Hipotesis. Untuk menerangkan fakta yang diobservasi dugaan yang sudah ada
dirumuskan dalam sebuah hipotesis, atau teori, yang menggambarkan sebuah
pola yang menurut anggapan ditemukan dalam tata tersebut.dalam tahap kedua
ini, statistika membantu kita dalam mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, dan
menyajikan hasil observasi dalam mengembangkan hipotesis.
• Ramalan. Dari hipotesis atau teori dikembangkanlah deduksi. Jika teori yang
dikemukakan itu memenuhi syarat deduksi akan merupakan sesuatu
pengetahuan yang baru, yang belum diketahui sebelumnya secara empiris,
tetapi dideduksikan dari teori. Nilai dari suatu teori tergantung dari kemampuan
ilmuan yang menghasilkan pengetahuan baru tersebut. Fakta baru ini disebut
ramalan, bukan dalam pengertian menuju hari depan, namun menduga apa yang
akan terjadi berdasarkan syarat-syarat tertentu.
• Pengujian Kebenaran. Ilmuwan lalu mengumpulakan fakta untuk menguji
kebenaran ramalan yang dikembangkan dari teori. Mulai dari tahap ini,
keseluruhan tahap-tahap sebelumnya berulang seperti sebuah siklus.
Pandangan Kuhn tentang Perkembangan
Perkembangan dalam paradigma. Klaim Kuhn bahwa
progress atau pertumbuhan pengetahuan terjadi dalam
ilmu nampaknya tidak dapat dibenarkan.
Kuhn mengatakan kebanyakan masalah ilmiah secara
langsung atau tidak langsung datang dari alam. Ini
memberi pratanda bahwa masalah yang coba dijawab
oleh ilmu secara objektif eksis dapat dipersepsi sebagai
yang sebagian besar terlepas dari paradigma. Jika
eksistensi problem terlepas dari paradigma, orang dapat
berfikir bahwa apa yang merupakan penyelesaian
masalah juga pada umumnya terpisah dari paradigma
Ontologi Dan Epistimologi Informatika
*Pengertian Informatika
Informatika adalah suatu bidang keilmuan yang
mempelajari teknologi komputer khususnya
dalam pengembangan perangkat lunak.
Informatika merupakan salah satu cabang
keilmuan yang cukup luas karena hampir
mencakup dan terkait dengan berbagai hal
tentang kehidupan ini, dimana kumpulan
disiplin informatika ini meliputi sains maupun
teknik yang secara spesifik mengolah data
menjadi informasi dengan memanfaatkan
seoptimal mungkin teknologi informasi atau
komputer
Menurut Philippe Dreyfus (1962) dan l`Academie
Francaise (1967).
• informatika Adalah: Kumpulan Disiplin Ilmu
(scientific discipline) dan Disiplin Teknik
(engineering discipline) yang secara spesifik
menyangkut transformasi / pengolahan dari
“Fakta Simbolik” (data / informasi), yang
terutama menggunakan fasilitas mesin-mesin
otomatis/komputer.
htt/p://ngertipascal.wordpress.com/2010/03/05/de
finisi-informatika-serta-profesinya/
Informatika meliputi beberapa aspek:
• Teori informasi yang mempelajari konsep matematis dari suatu informasi
• Ilmu informasi yang mempelajari tentang cara pengumpulan, klasifikasi,
manipulasi penyimpanan, pengaksesan, dan penyebarluasan informasi untuk
keperluan sosial dan kemasyarakatan secara menyeluruh
• Ilmu komputer dan teknik komputer yang mempelajari tentang pemrosesan,
pengarsipan, dan penyebaran informasi dengan menggunakan teknologi
informasi dan alat lain yang berbasis komputer.
• Sistem informasi yang mempelajari mengenai teknik pengembangan suatu
sistem untuk mengolah berbagai macam informasi yang ada.
• Keamanan informasi ilmu yang mempelajari mengenai kajian proses
mengamankan dan melindungi data pada yang ada pada sistem atau komputers.
• Informatika sosial yang mengkaji aspek sosial dari TIK dalam perubahan sosial
dan organisasional, penggunaan teknologi dalam konteks sosial, dan cara
kelembagaan sosial teknologi informasi yang dipengaruhi oleh kekuatan sosial
dan praktek-praktek sosial/kemasyarakatan.
Aksiologi Informatika
Fungsi Informatika dalam Keilmuan
• Terlihat Sejak 3000 SM seperti informasi yg diukir pada
didinding gua tentang berburu dan binatang buruan
• Tahun 2900 SM bangsa Mesir kuno mulai menggunakan
hruf hierogliph. Hingga tahun 500 SM serat papyrus
digunakan sebagai kertas.
• Tahun 105 SM bangsa cina menemukan kertas.
• Tahun 1455 mesin cetak huruf ditemukan
• Tahun 1830 Augusta lady Byron menulis program
computer menggunakan mesin Analytical
• Tahun 1873, samel morse mengembangkan telegraph dan
bahasa kode morse.
• Tahun 1877, Alexander Graham Bell menciptakan
telephon
• Tahun 1923, Zvorkyn menciptakan TV tabung pertama
.
• Pada Tahun 1940 pada masa perang dunia
ke 2 diciptakan magnetic tape yg digunakan
untuk pengiriman dan penerimaan
dokumen-dokumen militer
• pada tahun 1946, teknologi komputer digital
pertama di dunia ENIAC I dikembangkan
• Pada tahun 1948, paara peneliti di Bell
Telephone mulai mengembangkan
transistor. Dan pada tahun 1957, Jean
Hoerni mengembangkan transistor planar
• Pada tahun 1972, Ray Tomlinson menciptakan
program E-mail pertama
• Dan pada tahun 1973-1990, istilah internet
diperkenalkan dalam sebuah paper mengenai TCP/IP
kemudian dilakukan pengembangan sebuah protokol
jaringan yang kemudian dikenal dengan nama TCP/IP
yang dikembangkan oleh grup dari DARPA.
• Pada tahun 1981 National Science Fondation
mengembangkan Backbone yang disebut CSNET
dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam
pemerintahan.
• Kemudian pada tahun 1986 IETF mengembangkan
sebuah server yang berfungsi sebagai alat koordinasi
diantaranya: DARPA, ARPANET, DDN, dan Internet
Gateway.
• Dan sejak tahun 1991 hingga saat ini, sistem bisnis dalam bidang
IT pertama kali terjadi ketika CERN dalam menanggulangi biaya
operasionalnya memungut bayaran dari para anggotanya.
• Pada tahun 1992 pembentukan komunitas internet, kemudian
diperkenalkan istilah World Wide Web (WWW) oleh CERN.
• Pada tahun 1993, NSF membentuk interNIC untuk menyediakan
jasa pelayanan internet menyangkut direktori dan penyimpanan
data serta database (oleh AT&T), jasa registrasi (oleh Network
Solution Inc), dan jasa informasi (oleh General
Atomics/CERFnet).
• Pada tahun 1994 pertumbuhan internet melaju dengan sangat
cepat dan mulai merambah ke dalam segala segi kehidupan
manusia dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
manusia.
• Tahun 1995, perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi
provider dengan membeli jaringan di Backbone
Fungsi Informatika Dalam Pendidikan
• Seiring dengan perkembangan teknologi komputer dan teknologi
informatika, sekolah-sekolah di Indonesia sudah waktunya
mengembangkan pendidikan berbasiskan sistem informasi agar
mampu mengikuti perubahan jaman. Perkembangan teknologi
informasi beberapa tahun belakangan berkembang dengan
kecepatan yang sangat tinggi, sehingga dengan perkembangan ini
telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan
mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas pada informasi
surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber
informasi lainnya yang salah satu diantaranya melalui jaringan
Internet.
• Dalam Proses Belajar Mengajar (PBM). Saat ini lembaga pendidikan
(berbagai negara, telah menyelenggarakan pendidikan jarak jauh
dengan menggunakan bantuan teknologi informasi), pendidikan
seperti ini dinamakan sebagai e-Education, e-Learning, e-Campus,
Tele-Educaton, Cyber-Campus, Virtual University, dan sebagainya.
yang juga dilengkapi dengan digital library termasuk diantaranya e-
Book.
Pemanfaatan Informatika dalam
pendidikan, akan mengatasi masalah
sebagai berikut:
• Masalah geografis, waktu dan sosial ekonomis Indonesia.
Negara Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan,
daerah tropis dan pegunungan hal ini akan mempengaruhi
terhadap pengembangan infrastruktur pendidikan sehingga
dapat menyebabkan distribusi informasi yang tidak merata.
• Mengurangi ketertinggalan dalam pemanfaatan Teknologi
Informasi dalam pendidikan dibandingkan dengan negara
berkembang dan negara maju lainnya.
• Akselerasi pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan
mutu pendidikan yang sulit diatasi dengan cara-cara
konvensional
• Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui
pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan
komunikasi.
• Teknologi Informasi akan membantu kinerja pendidikan
secara terpadu sehingga akan terwujud manajemen yang
efektif dan efisien, transparan dan akuntabel.
PROGRAM PASCA SARJANA
Program Studi Teknologi Pendidikan
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2014