Anda di halaman 1dari 25

Laporan Kasus

Tinea Corporis
Oleh:
Ristania, S.Ked
Pembimbing:
Prof. Dr. Suroso Adi Nugroho, Sp.KK(K)

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2010
I. IDENTIFIKASI
Nama : Tn. H
Usia : 67 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Status : Menikah
Agama : Islam
Pekerjaan : Pensiunan PNS
Suku : Palembang
Bangsa : Indonesia
Alamat : Jl. Papera, belakang kodam Palembang
No rekam medik : 648833

Kunjungan pertama ke Poli IKKK RSMH, tanggal 2 Agustus 2010


II. ANAMNESIS

Keluhan Utama :
Bercak merah disertai gatal pada
lengan kiri bawah sejak kisaran 1
bulan lalu.
II.ANAMNESIS

Riwayat Perjalanan Penyakit

Kisaran 1 bulan lalu, Kisaran 1 pekan lalu, Pasien merasa tidak


timbul bercak bercak kemerahan nyaman lalu
kemerahan seukuran melebar menjadi memutuskan untuk ke
jarum pentul dan sebesar uang logam poli IKKK RSMH tgl:
gatal 100 rupiah dan gatal 2 agustus 2010
II. ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Dalam Keluarga
Tidak ada anggota keluarga yang
menderita sakit kulit dengan gejala yang
sama.
II. ANAMNESIS
Riwayat Higiene :
Penderita mandi dua kali sehari dengan
air ledeng dan memakai sabun.
Penderita mengganti pakaian setiap dua
kali sehari.
Penderita tidak memelihara hewan di
rumah.
Riwayat sosial ekonomi:
Penderita adalah pensiunan PNS yang
tinggal dengan istri, dan kedua orang
anaknya.
III. PEMERIKSAAN FISIK
 Status Generalis
 Keadaan Umum : baik
 Keadaan sakit : tampak sakit ringan
 Kesadaran : kompos mentis
 Tekanan Darah : 140/80 mmHg
 Nadi : 84 x/menit
 Suhu : 36,5 °C
 Pernapasan : 20 x/menit
 Tinggi Badan : 177 cm
 Berat Badan : 65 kg
 IMT : 20,7
 Status Gizi : normoweight
Kepala
Mata : konjungtiva palpebra
tidak anemis, sklera tidak
ikterik.
Hidung : tidak ada kelainan
Telinga : tidak ada kelainan
Mulut : tidak ada kelainan
Tenggorokan: tidak ada kelainan
Leher : JVP (5-2) cmH2O
Thoraks : simetris, tidak ada.
Jantung : HR=84x/menit, murmur
tidak ada, gallop tidak ada.
Paru-paru: vesikuler (+) normal,
ronchi tidak ada, wheezing tidak
ada.
Abdomen: datar, lemas, nyeri tekan
tidak ada, hepar dan lien tak teraba,
bising usus dalam batas normal.
Ekstremitas atas : tidak ada kelainan
Ekstremitas bawah : tidak ada kelainan
Kulit : lihat status dermatologikus.
Kelenjar Getah Bening : tidak ada
pembesaran KGB
Status Dermatologikus
Regio ante brachii sinistra :
Makula eritema, multiple, ukuran 3x3 cm,
3x4 cm, tepi lebih eritema, terdapat papul
eritema multipel, bulat, ukuran 0,1-0,2
cm, diskret. dan permukaan ditutupi
skuama selapis, halus sedang.
IV. PEMERIKSAAN DERMATOLOGI MANUAL

◦ Tes Scratch : Bercak putih digores, maka akan


tampak squama halus sampai sedang
V.PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan mikroskopik preparat dengan KOH
10% (regio ante brachii sinistra ) tidak
didapatkan elemen jamur.
VI. Resume
Laki-laki, pensiunan PNS, 67 tahun
beralamat dalam kota datang pertama
kalinya ke Poli IKKK RSMH dengan
keluhan utama bercak merah disertai gatal
pada lengan kiri bawah sejak kisaran 1
bulan lalu
Kisaran 1 bulan yang lalu, pasien mengeluh timbul
makula eritema yang disertai pruritus pada regio
ante brachii sinistra. Pruritus terutama bila
berkeringat. Kisaran 2 pekan yang lalu, pasien
mengeluh makula eritema semakin lama semakin
besar selama 1 pekan terakhir. Karena pasien
merasa tidak nyaman pasien memutuskan untuk
berobat ke poliklinik IKKK RSMH Palembang.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan status
generalikus dalam batas normal. Pada status
dermatologikus regio ante brachii sinistra :
Makula eritema, multiple, ukuran 3x3 cm,
3x4 cm, tepi lebih eritema, edema, terdapat
papul eritema multipel, bulat, ukuran 0,1-0,2
cm, diskret. dan permukaan ditutupi skuama
halus sampai sedang.
Pada scratch test bercak merah digores
dan tampak skuama halus sampai sedang.
Pemeriksaan mikroskopik preparat dengan
KOH 10% (regio ante brachii sinistra)
tidak ditemukan elemen jamur.
IV. DIAGNOSIS BANDING

 Tinea corporis
 Ptiriasis versicolor
VIII. DIAGNOSIS KERJA
Tinea Corporis
IX. PENATALAKSANAAN

Umum:
Memberikan informasi kepada pasien mengenai
penyakitnya dan pengobatannya.
 Menyarankan kepada pasien untuk lebih
memelihara kebersihan
Menyarankan kepada pasien untuk
mengkonsumsi obat secara teratur dan tidak
menghentikan pengobatan tanpa seizin dokter.
Menyarankan kepada pasien untuk tidak
menggunakan handuk, pakaian secara bersama-
sama dengan anggota keluarga yang lain
Khusus:
Sistemik:

- cetirizine 1x1 kali jika perlu


Topikal:

◦ Ketokonazol 2% krim tube 20 gr (dioleskan 2


kali sehari, pagi dan malam hari, pada lesi)
selama minimal 2 minggu
X. PROGNOSIS
Quo ad vitam : bonam
Quo ad functionam : bonam
Quo ad sanationam : dubia