Anda di halaman 1dari 45

JURNALISTIK

KEBENCANAAN
Apa itu Jurnalistik?
Segala bentuk yang terkait dengan pembuatan
berita dan ulasan mengenai berita yang
disampaikan kepada publik.
(F. Fraser Bond).
Pentingnya Berita
 Sosialisasi
 Memberikan informasi yang benar
 Bernilai dakwah
 Jejak sejarah
 Fundrising
Pentingnya Jurnalisme Kebencanaan

Jurnalisme kebencanaan berperan penting dalam


memberikan informasi yang akurat, proporsional, dan
bersifat kondusif dalam memberitakan bencana.
Jurnalistik Islam
 Islam sebagai ideologi sehingga berita disebarluaskan dengan muatan
nilai-nilai Islam, khususnya yang menyangkut agama dan umat Islam
kepada khalayak, serta berbagai pandangan dengan perspektif ajaran
Islam
 mendorong munculnya ghirah/semangat membela kepentingan Islam dan
umatnya
 menyosialisasikan nilai-nilai Islam, sekaligus mengcounter dan
memfilter derasnya arus informasi jahili dari kaum anti Islam
 Misi amar ma’ruf nahi munkar
 menghindari gambar dan ungkapan pornografis, promosi kemaksiatan,
atau hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam, seperti fitnah,
pemutarbalikkan fakta, berita bohong, mendukung kemunkaran, dan
sebagainya.
Aspek Yang Diliput
 Pra-bencana, yakni hal-hal yang ada sebelum terjadi
bencana (persiapan warga atau instansi tertentu dalam
mengantisipasi bencana ini biasanya jarang diliput).
 Bencana, yakni hal-hal ketika sedang terjadi bencana
(biasanya ini yang diliput secara dramatis).
 Pasca bencana, yakni hal-hal sesudah terjadi bencana
(misalnya, pembangunan kembali daerah yang luluh
lantak dilanda bencana, kembalinya pengungsi ke desa
asalnya, dan sebagainya).
Syarat Berita
1. Benar terjadi
2. Lengkap
3. Apa adanya
4. Tersusun baik
5. Menarik
6. Bernilai (Luar Biasa, Kebaruan, Kedekatan
geografis, Human Interest, Orang Penting,
Informatif)
Jenis-Jenis Berita
1. Straight News (Berita langsung)
2. Depth News (Berita mendalam)
3. Investigation News (Berita investigasi)
4. Interpretative News (Berita penelitian)
5. Opinion News (Berita opini)
Asal Berita
1. Moment News
Berita bencana dan alamiah
2. Berdasarkan agenda
Peristiwa yang disengaja
3. Berdasarkan fenomena
Gejala atau kejadian yang menarik perhatian
4. Follow up News
Berita lanjutan
Langkah #1 Mengumpulkan Data
• Observasi
• Wawancara
• Konferensi Pers
• Dokumentasi
Data Apa?

5W+1H
WHO, WHAT, WHEN, WHERE, WHY, HOW

 What - Apa yang terjadi dalam suatu peristiwa?


 Who - Siapa yang terlibat didalamnya?

 Where - Di mana terjadinya peristiwa itu? 


 When - Kapan terjadinya? 
 Why - Mengapa peristiwa itu terjadi?
 How  - Bagaimana terjadinya?
Angel Foto dan Berita
 Sudut pandang wartawan saat menulis berita 
 Pertanyaan besar yang akan dijawab dengan berita
itu
Langkah #2 Menulis Berita
 Struktur Berita: Judul (Headline),
 Teras (Lead) Berita Tubuh (Body),

 Berita Tambahan.
Bagaimana Sebuah Foto Dapat Dinilai?

1. Kesegeraan. Sebagai bahasa visual, sebuah foto


harus dapat secara cepat mengkomunikasikan sesuatu.
Orang lain yang melihat foto itu harus segera mengerti
pesan apa yang disampaikan.
2. Memancing emosi. Menurut John R. Whiting
dalam bukunya, Photography is A Language, fotografi
“seperti sebuah alat (untuk) mengungkapkan ide dan
emosi.” Dalam hal ini, ujar Whiting, foto dapat
menghasilkan perbedaan persepsi yang unik.
3. Menyajikan sudut pandang. Sebuah foto tunggal
mengisolasi hanya satu sudut (bagian) dari sebuah
peristiwa. Maka foto --yang memancing emosi
masyarakat-- itu kemungkinan hanya sebuah fakta
dari satu sisi peristiwa.
Extreme Long Shot
Long shot
Medium long shot
Medium shot
Medium closeup
Closeup
Big closeup
Extreme closeup
Sudut Pengambilan Gambar (Angle) 

 Low
 Eye level
 High
 Worm eye
 Bird eye
 Over shoulder
 Point of view
Hal Yang Harus Diperhatikan
1. Photo momen
2. Aurat
3. Ekspresi
4. Identitas (Seragam, Spanduk, Papan Atribut)
Peliputan Bencana
 Berita
 Video
 Live Report
Mengolah Dokumentasi
1. Backup Dokumentasi
2. Koreksi Dokumentasi
3. Watermark
palu
banten
Reportase
Reportase dan Wawancara

Anda mungkin juga menyukai