Anda di halaman 1dari 98

DEFINISI DAN SATUAN

Definisi
Arus listrik terjadi karena adanya aliran
pembawa muatan listrik (yakni elektron pada
logam-logam dan ion-ion pada benda cair dan
gas).

 Tegangan listrik yang timbul dikarenakan pada


bagian tertentu dari rangkaian terdapat gaya gerak
listrik (ggl).
analisis rangkaian teknik adalah suatu
pelajaran matematik mengenai
beberapa sambungan alat-alat listrik
sederhana dimana terdapat paling
sedikit satu jalan arus tertutup (Hayt,
Kemmerly)
Satuan
Satuan SI (Satuan Internasional) :
Sistem awalan standar
Satuan-satuan dasar
Satuan- satuan turunan
Sistem awalan standar
atto- (a-, 10-18) desi- (d-, 10-1)
femto- (f-, 10-15) deka- (da-, 101)
piko- (p-, 10-12) hekto- (h-, 102)
nano- (n-, 10-9) kilo- (k-, 103)
mikro- (μ-, 10-6) mega- (M-, 106)
mili- (m-, 10-3) giga- (G-, 109)
senti- (s-, 10-2) tera- (T-, 1012)
Satuan-Satuan Dasar (Schaum, 1992)
Besaran Satuan Simbol
panjang meter M
massa kilogram Kg
waktu sekon S
arus amper A
temperature Kelvin K
jumlah bahan Mole Mol
intesitas penerangan Candela Cd
sudut datar Radian Rad
sudut ruang steradian Sr
Satuan-satuan turunan
(Schaum,1992)
Besaran Satuan Simbol
muatan listrik coulomb C
potensial listrik volt V
tahanan ohm Ω
konduktansi Siemens S
induktansi Henry H
kapasitansi Farad F
frekuensi Hertz Hz
gaya Newton N
energi, kerja Joule J
daya Watt W
fluksi magnet Weber Wb
kerapatan fluksi magnet tesla T
Gaya, Kerja, Daya
Gaya Newton (N) didefinisikan sebagai gaya
setimbang yang memberikan percepatan
sebesar satu meter setiap sekon kuadrat pada
massa satuan kilogram. Jadi 1 N = 1 kg m/s2.
Kerja (usaha) dihasilkan bila sebuah gaya
bekerja melalui jarak satu joule kerja ekivalen
dengan satu Newton meter 1 j= 1 N.m. Kerja
dan energi yang tersimpan di dalam sebuah
kapasitor dinyatakan dalam Joule.
Daya adalah laju pada mana kerja
dilakukan. Jika satu joule energi
diperlukan untuk memindahkan muatan
satu coulomb melalui alat, maka laju
pengeluaran energi persatuan waktu untuk
memindahkan satu coulomb muatan
perdetik melalui alat adalah satu watt.
Contoh Soal
untuk mengangkat sebuah beban 6
Newton secara vertical sejauh 2
meter dalam 1 menit memerlukan
kerja (6 N) (2 m) =12 J (pertambahan
tenaga potensial) dan daya rata-rata
yang dihasilkan 12 J/60 s =0.2 watt.
Arus dan Muatan Listrik
Satuan dasar arus adalah amper (A). Arus
dihasilkan oleh muatan-muatan yang
bergerak. 1 Amper adalah satua coulomb
muatan yang bergerak yang melewati
sebuah lokasi yang tetap dalam 1 sekon.
Dengan cara ini, satuan turunan untuk
muatan coulomb (C) sama dengan amper-
sekon; 1 A = 1 C/s atau 1 C = 1 A.s.
Macam-macam arus
Arus searah (Direct Current/DC)
arus yang mempunyai nilai tetap atau
konstan terhadap satuan waktu
Arus bolak-balik (Alternating
Current/AC)
arus yang mempunyai nilai yang berubah
terhadap satuan waktu dengan
karakteristik akan selalu berulang untuk
perioda waktu tertentu(mempunyai perida
waktu : T)
Potensial Listrik
Tegangan yang melintasi elemen sebagai
kerja yang diperlukan untuk
menggerakkan muatan positif 1 C dari
satu titik ujung melalui alat tersebut ke
titik ujung yang lain. Satuan tegangan
adalah Volt (V) yang sama dengan 1 J/C
dan tegangan dinyatakan dalam V atau v.
Soal

Sebuah penghantar mempunyai arus konstan sebesar


5 amper. Berapa banyak elektron melewati sebuah
titik tetap pada penghantar tersebut dalam satu menit?
Dalam sebuah rangkaian listrik tertentu diperlukan
9,25 μj untuk memindahkan 0,5 μC dari satu titik ke
titik berikutnya. Berapa beda potensial yang terjadi
antara kedua titik tersebut?
Energi listrik diubah menjadi panas pada laju 7.56
kJ/menit di dalam sebuah resistor yang memiliki
laluan 270 C/menit. Berapa beda tegangan antara
terminal-terminal resistor tersebut?
KONSEP RANGKAIAN LISTRIK

Elemen-Elemen Rangkaian

V V + R L C
i i
-

(a) (b) (c) (d) (e) (f) (g)


Elemen-elemen aktif
Berupa sumber tegangan dan
sumber arus yang mampu
menyalurkan energi ke jaringan:
Elemen aktif bersifat bebas
Elemen aktif bersifat tak bebas
Elemen aktif bersifat bebas
Dimana tegangan atau arus yang
ditetapkan tidak berubah oleh perubahan
dalam jaringan tersambung seperti
ditunjuk pada gambar (a) dan (c).

(a)
 Elemen aktif bersifat tak bebas
Dimana sumber tegangan atau arus yang
berubah menurut variabel-variabel dalam
jaringan yang tersambung adalah sumber-
sumber tak bebas (dependent) dengan simbol
berbentuk intan seperti pada (b) dan (d).
Elemen-elemen pasif

Elemen yang menyerap ataupun


menyimpan energi dari sumber berupa
resistor, induktor, dan kapasitor.
Resistor (R)
sebuah elemen rangkaian yang mengambil
energi dari sumber penggerak yang tidak
dapat dikembalikan
R

Satuan resistor adalah ohm (Ω).


Induktor (L)
sebuah elemen rangkaian yang
menyimpan energi dalam bentuk medan
magnet selama satu periode waktu dan
mengembalikannya selama periode yang
lain sedemikian sehingga daya rata-rata
adalah nol.
L

Satuan induktor adalah henri


Kapasitor (C)
sebuah elemen rangkaian yang seperti
induktor yang dapat menyimpan dan
mengembalikan energi dalam bentuk
medan listrik.

Satuan kapasitor adalah Farad.


Polaritas Potensial Listrik
Tanda-tanda polaritas di dalam rangkaian
ditempatkan di dekat kedua penghantar
dimana tegangan didefinisikan.
A

terminal A positif terhadap terminal B


Perjanjian Arus
I diperlihatkan memasuki elemen rangkaian yang
umum.

i bernilai positif dihubungkan dengan gerakan


muatan-muatan positif) adalah menurut arah panah.
i bernilai negatif, maka perjanjian lewat melalui
elemen dalam arah yang berlawanan dengan panah
Kesepakatan Tanda

Daya yang disalurkan oleh sebuah


elemen rangkaian aktif adalah negative
dari daya yang diserap.
Bila suatu arus memasuki sebuah
elemen rangkaian pada terminal
bertanda positif (+) untuk tegangan
v pada elemen tersebut, daya yang
diserap p = vi
Hubungan Tegangan dan Arus

Elemen
Satuan Tegangan Arus Daya
rangkaian

R v =Ri
Ohm (Ω)
(Hukum Ohm)

Henry (H)
L

Farad (F)
C
Contoh soal

1. Sebuah resistor memiliki nilai 4 ohm dengan arus


yang mengalir di dalamnya sebesar i = 2.5 sin
500πt (A). Tentukan :
 Tegangan sesaat
 Daya sesaat
 Energi untuk satu getaran

Diketahui:
R=4Ω
i = 2.5 sin 500πt (A)
ditanya : vR, p, w
jawab :
vR = R i = (4 )( 2.5 sin 500πt)

= 10 sin 500πt (V)


3

1
i,(A)

0
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5
-1

-2

-3
t, (ms)
p = i2R
= (2.5 sin 500πt)2 x 4
= 25 sin2500πt (W)
30

20

10
p (W)

0
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5
-10

-20

-30
t (ms)
Energi

50

37.5
w, mJ

25

12.5

0
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5
t, ms
2. Dari gambar tentukan tegangan V untuk
+
+ Vx =15 i2
-
V

Va=10 V

i2 =1A
i2 = -2 A
i2 =0A
diketahui : vx = 15 i2
va = 10 V
ditanya : v untuk i2 = 1A, -2A, 0 A
Jawab :
v = va + vx = 10 + 15 (1) = 25 V
V = 10 + 15 (-2) = -20 V
v = 10 + 15 (0) = 10 V
3. Dari Gambar 2.11 tentukan v untuk
resistor 10 Ω, bila sumber arus
pengontrol pada sumber arus tak bebas
adalah
2 A
-1 A +
V 10 Ω
-
i =4 i1

i2 =4 A
Diketahui :
i = 4 i1
R = 10 Ω
i2 = 4 A
ditanya : vR untuk i1 = 2 A, -1 A
jawab :
vR = (i – i2) R

= (4 i1 – i2) R
= (4 (2) – 4) 10
= 40 V
vR = (4 (-1) – 4) 10

= -80 V
Soal

1. Dalam selang waktu sebuah induktansi


sebesar 30 mH mempunyai arus t = 10 sin
50t (A). Pada semua waktu yang lainnya
arus adalah nol. Hitung tegangan, daya, dan
energi untuk induktansinya?
2. Dalam selang waktu , sebuah kapasitansi
sebesar 20 μF memiliki tegangan vc = 50 sin
200t (V). Hitung muatan , daya, dan energi.
Gambarkan w (t), dengan menganggap
bahwa w(0)=0
3. Tentukan daya yang disalurkan oleh
sumber-sumber ke rangkaian pada
Gambar

i
Va=20 V


4. Dalam rangkaian pada Gambar, hitung
arus i jika pengontrol v2 dari sumber
tegangan tak bebas memilki nilai
4 V
5 V
+ 5Ω
10 V
+
i
-
V
5. Dalam rangkaian Gambar 2.13, hitung
arus i jika
i1 = 2 A, i2 = 0 i

i1 = -1 A, i2 = 1 A 4 i 2 R
5 i1

i1 = i2 = 1 A
RANGKAIAN ARUS SEARAH

Hukum Ohm
Tegangan yang melintasi berbagai
jenis bahan penghantar adalah
berbanding lurus kepada arus yang
mengalir melalui bahan tersebut
Hukum Kirchoff
Hukum arus Kirchoff
Jumlah arus yang masuk pada setiap simpul
(utama/bukan utama) sama dengan jumlah
arus yang keluar melalui simpul tersebut
I1 I3

I2 I4

Persamaannya : I1 + I2 = I3 + I4
v

Hukum tegangan Kirchoff


Jumlah aljabar tegangan pada suatu
rangkaian tertutup sama dengan nol
Va

Ri

i
V R2 Vb

R3

Vc
Rangkaian Seri
Sejumlah tahanan R1, R2, R3,…..,Rn dibuat
dalam rangkaian seri
R1 R2 R3 Rn

berdasarkan hukum tegangan Kirchoff


Pada rangkaian seri arus yang mengalir pada
lintasan tertutup bernilai sama untuk setiap
elemen rangkaian sehingga
Rangkaian Paralel
Sejumlah tahanan R1, R2, R3,….., Rn dapat
juga dirangkaikan secara paralel
i1 i2 i3 in

V R1 R2 R3 Rn

Maka berdasarkan hukum arus Kirchoff


Pada rangkaian paralel jumlah tegangan pada tiap
cabang paralel bernilai sama

Dalam konduktansi sebagai kebalikan dari R maka


Gi = G1 + G2 + G3 +….+ Gn
Pembagi Tegangan dan arus
Pembagi Tegangan
Dari gambar rangkaian seri

yakni tegangan total vi dan daya total


yang diserap pi dibagi dalam
perbandingan tahanan.
 Pembagi Arus
Dari gambar rangkaian paralel

Dua tahanan atau lebih dalam hubungan paralel


seperti akan membagi arus total ii dan daya yang
terserap pi dalam perbandingan tahanan secara
terbalik
Untuk paralel 2, n=2 seperti pada gambar
berikut
i1
R1
i

i2
R2

maka
Untuk

atau
Untuk

atau
Contoh soal

1. Hitung arus i yang disalurkan oleh


sumber 50 V pada gambar berikut
x


i
12 Ω 8Ω 6Ω 3Ω

+ 50 V
-

y
Jawab :
Yang kita lakukan adalah menghitung tahanan total
rangkaian, agar lebih mudah kita menghitung
tahanan total disebelah cabang xy :

Dan sebelah kanan Rt1

Ω
tahanan total rangkaian

Ω
Sehingga arus i nya adalah
2. Tentukan kapasitansi pengganti yang
diperlihatkan pada gambar berikut ini

0.2 μF 0.8 μF 0.7 μF 0.3 μF

a b

Jawab :
Soal

1. Resistor 2 Ω seri dengan kombinasi paralel dari


tiga resistor 10 Ω, 10 Ω, 5 Ω.
 Jika resistor 5 Ω mempunyai arus konstan
sebesar 14 A, berapa tegangan VT pada seluruh
rangkaian
 Bandingkan perbandingan VT/I2 terhadap
tahanan pengganti
2. Tiga resistor adalah seri dan mempunyai tegangan
konstan total VT. R1 mempunyai tegangan 20 V, R2
mempunyai daya 25 W dan R3 2 Ω. Jika arus
konstan adalah 5 A, hitung VT
3. Pada rangkaian yang diperlihatkan pada gambar
berikut resistor R dapat diatur (adjustable) disetel
sedemikian rupa sehingga daya tahanan 5 Ω adalah 20
W.

+
50 V
- R
20 Ω

Hitunglah :
R
 Arus dan daya maksimum yang disampaikan oleh
sumber jika R diatur
4. Pada gambar berikut Hitungkah L1 dan
L2 jika induktansi pengganti dari ketiga
induktansi tersebut 0.70 H
L1
0.5 H

L2
5. Tiga induktansi paralel :0.5 H; 0.8 H
dan L
Tentukan L jika induktansi pengganti
75.5 mH
Apakah ada nilai L pada mana Lek =
o.5 H?
Jika L diatur tanpa batas, berapa nilai
Lek maksimum yang mungkin?
6. Hitung nilai C yang mungkin pada
Gambar berikut yang menghasilkan
kapasitansi pengganti sebesar 0.5 μF

0.8 μF 0.2 μF 0.6 μF C


7. Tentukan kapasitansi pengganti dari gabungan
yang diperlihatkan pada gambar berikut jika
dilihat dari sumber tegangan v.

6F 2F
4F
4F

+
V
-

6F

8. Dari gambar contoh soal 1 hitung arus-arus


yang melewati tiap tahanan.
TEKNIK ANALISIS RANGKAIAN
ARUS SEARAH

Metode Superposisi
Metode superposisi biasanya digunakan untuk
analisis rangkaian yang memiliki lebih dari satu
sumber arus ataupun tegangan.
Sebagai contoh perhatikan gambar rangkaian
berikut ini :
R3 i4

R1 R2 R4

DC
Yang ditanyakan adalah berapa besar arus yang
mengalir pada tahanan R4 ?

Langkah-langkah penyelesaian:
1. Salah satu sumber diaktifkan, sumber yang
lain jika sumber tegangan dihubung singkat,
jika sumber arus maka diganti dengan sebuah
rangkaian terbuka. Berdasarkan gambar 4.1,
sumber tegangan (v) diaktifkan, sumber arus
(i) di buka (open circuit)
sehingga rangkaian di atas menjadi :
R3 I4'

R1 R2 R4

DC

2. Kemudian tahanan total rangkaian dihitung


3. Menghitung arus total

4. Menghitung arus yang melewati R4


dengan sumber tegangan diaktifkan
5. Sumber arus diaktifkan, sumber
tegangan di hubung singkat maka
rangkaian menjadi

R3 I4'’

R1 R2 R4

i
6. Menghitung arus pada R4

7. Sehingga arus total yang mengalir pada


tahanan R4 adalah:
i4 = i4’ + i4’’
Metode Thevenin dan Northon
Sebuah jaringan linear, aktif, resistif yang
mengandung satu atau lebih sumber
tegangan atau sumber arus dapat diganti
dengan satu sumber tegangan dan satu
sumber tahanan (resistansi) seri (metode
Thevenin), atau oleh satu sumber arus dan
satu tahanan paralel (metode Northon).
 Metode Thevenin

Metode Thevenin menerangkan bahwa setiap rangkaian


listrik berkutub dua dapat diganti dengan sebuah sumber
tegangan dengan suatu impedansi dalam yang diberikan,
tanpa dilihat isi rangkaian tersebut. Besarnya impedansi
dalam dapat ditentukan dengan menghubung singkatkan
sumber tegangan dengan melepas beban yang akan
dihitung arusnya.

Req

Rangkaian RL RL
Listrik
Sebagai contoh dapat dilihat pada gambar di
bawah ini
It IL

R2 Voc Isc RL

R1

Pada gambar di atas, yang akan ditentukan


nilainya adalah arus yang mengalir pada RL.
Langkah-langkah penyelesaian metode
Thevenin
1. Dengan sumber tegangan Vs, kita tentukan
arus total dengan melepas beban RL

2. Tegangan open circuit dihitung


Voc = It * R2
3. Sumber tegangan dihubung singkat, lalu
dihitung tahanan ekivalennya

R1

R2
4. Tahanan ekivalen yang didapat diserikan
dengan RL yang akan dihitung arusnya IL
dengan Voc sebagai sumber tegangannya.

Req

Voc RL
Metode Northon
Metode Northon menyatakan bahwa suatu
rangkaian listrik yang mempunyai dua kutub
dapat diganti dengan suatu sumber arus dan
paralel dengan suatu impedansi dalam.

Rangkaian RL Isc Req RL


Listrik
Langkah-langkah penyelesaian metode
Northon :
1. Dengan sumber tegangan Vs, kita
tentukan it dengan melepas RL (sama
seperti langkah 1 pada metode Thevenin
2. Arus hubung singkat ditentukan
3. Menentukan tahanan ekivalen (sama
dengan metode Thevenin)
4. Tahanan ekivalen yang didapat
kemudian diparalelkan dengan RL dan
Sumber arus sebesar Isc.
IL

Isc Req RL
Metode Arus Mata Jala (Mesh)
Metode arus mata jala merupakan cara
lain untuk menyelesaikan persoalan
rangkaian dengan persamaan hukum arus
Kirchoff terlukis secara implisit pada
diagram rangkaiannya dan persamaan
untuk tegangan ditulis secara eksplisit
serta harus diselesaikan untuk arus yang
tidak diketahui.
Sebagai contoh dapat dilihat pada gambar
rangkaian di bawah ini

R1 I3 R2

V1 R3 V2

dari gambar di atas yang akan ditentukan


adalah arus yang melewati R3
1. Tentukan jumlah loop pada rangkaian

R1 I3 R2

R3
V1 Loop I Loop II V2

2. Tetapkan arah arus tiap loop, agar lebih memudahkan


arah arus bernilai positif bila searah dengan jarum jam
dan negative bila berlawanan arah

R1 I3 R2

V1 R3 V2
I1 I2
3. Masing-masing loop dapat dibuat
persamaan berdasarkan hukum tegangan
Kirchoff
Loop I, persamaan tegangannya

Loop II, persamaan tegangannya


Dari persamaan untuk kedua loop di atas
dapat ditentukan besarnya I1 dan I2
berdasarkan penyelesaian matematik
yang ada misalnya dengan cara eliminasi,
substitusi, maupun matrik determinan.
4. Menentukan arus pada R3
I3 = I 1 – I 2
Metode Tegangan Simpul
Metode tegangan simpul adalah cara dalam
analisis rangkaian dengan menggunakan
hukum Kirchoff terlukis secara implisit
pada diagram rangkaiannya, sehingga
hanya persamaan hukum arus Kirchoff saja
yang perlu diselesaikan untuk tegangan
yang tidak diketahui.
Sebagai contoh perhatikan gambar di bawah
ini

R1 R3 R5

Va R2 R4
Vb

Menentukan besar arus untuk tiap tahanan


1. Dapat ditentukan banyaknya jumlah titik
simpul dan tegangan acuannya
1 2 4 5

R1 R3 R5
V1 V2
Va R2 R4
Vb

2. Simpul 3 dipilih sebagai acuan untuk


tegangan V1 dan V2 (bernilai positif )
3. Berdasarkan hukum arus Kirchoff bahwa
arus total keluar dari simpul 1 dan simpul
2 adalah nol

1 I1 2 I2 I4 4 I5 5

R1 R3 R5
I3 I6
V1 V2
Va R2 R4
Vb

3
Untuk simpul 1, tegangan acuan V1
bernilai positif, berdasarkan hukum arus
Kirchoff persamaannya menjadi
I1 + I2 +I3 = 0
Untuk simpul 2, tegangan acuan V2
bernilai positif, berdasarkan hukum arus
Kirchoff persamaannya menjadi
I4 + I5 +I6 = 0
4. Persamaan simpul 1 dan simpul 2
dapat diselesaikan dengan cara
matematis agar dapat menentukan
besarnya V1 dan V2
5. Arus pada tiap tahanan dapat
ditentukan/ dihitung.
Contoh Soal

1. Tentukan arus IX dalam tahanan 10 Ω


pada Gambar berikut dengan
menggunakan Superposisi
Ix

10 Ω
50 V

+
30 Ω 20 Ω
-
5A

20 Ω
Langkah langkah penyelesaian:
1. Sumber tegangan aktif, sumber arus
dibuka
Ix’

10 Ω
50 V

+
30 Ω 20 Ω
-

20 Ω
2. Menghitung tahanan total pada IX’,
Rt1 = 10 + 20 + 20 = 50 Ω
3. karena tegangan sumber paralel
dengan tegangan pada Rt1, maka IX’
4. Selanjutnya sumber tegangan dihubung
singkat, sumber arus diaktifkan
Ix’’

10 Ω

30 Ω 20 Ω

5A

20 Ω
5. Menghitung IX’’

6. Sehingga IX menjadi
IX =IX’ + IX’’
=1–2
= -1 A
2. Selesaikan gambar berikut dengan
Metode Mata Jala (Mesh) tentukan I1, I2,
I3

I2 I3 I4

60 V +
-
2Ω 6Ω 12 Ω
Jawab
Langkah penyelesaian :
1. Tentukan jumlah loop


12 Ω

+ Loop III
- Loop I Loop II
2Ω 6Ω 12 Ω
2. Tetapkan arah arus tiap loop, searah
jarum jam bernilai positif

60 V +
- I1 I2
12 Ω 6Ω
I3 12 Ω
3. Persamaan tiap loop
 Loop I

 Loop II

 Loop III
Dalam bentuk matriks

Dengan aturan Cramer bisa diselesaikan untuk


mendapatkan I1
Sehingga I2 dapat dihitung menjadi

Kemudian menghitung I3
Soal:

1. Dari Gambar contoh soal 2


Hitunglah arus pada tahanan 6 dan
12 ohm (dianggap sebagai beban)
dengan metoda Thevenin Northon
2. Hitung juga dengan metode
tegangan simpul

Anda mungkin juga menyukai