Anda di halaman 1dari 24

Ureter

Ginjal dan ureter pada retrogade pyelogram..


Tanda panah menunjukkan papila yang menonjol ke
dalam kaliks minor dan nomor1-3 menunjukkan bagian-
bagian ureter yang mengalami penyempitan.
Urolithiasis

Urolithiasis adalah penyakit batu pada saluran kemih. Etiologi dari batu
saluran kemih diduga adanya hubungan dengan gangguan aliran urine,
gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi, dan keadaan –
keadaan lain yang masih belum diketahui penyebabnya/idiopatik

Batu yang ukurannya kecil (<5mm) pada umumnya dapat keluar spontan sedangkan
yang lebih besar seringkali tetap berada di ureter dan menyebabkan reaksi keradangan
(periureteritis) serta menimbulkan obstruksi kronis berupa hidroureter atau hidronefrosis.
Jenis batu

 Jenis – jenis batu pada saluran kemih Lebih dari 80% batu saluran kemih
merupakan batu kalsium, baik nanti akan berikatan dengan batu oksalat
maupun fosfat menjadi batu kalsium oksalat maupun batu kalsium fosfat.
Selain itu, terdapat batu struvit yang merupakan batu yang terjadi akibat
infeksi oleh bakteri pemecah urea sehingga urine menjadi basa.
Faktor risiko
• Faktor intrinsik itu antara lain herediter (keturunan), usia, dan jenis kelamin.

• Faktor ekstrinsik diantaranya geografi, iklim serta temperatur,


asupan air, diet, pekerjaan (Purnomo, 2003), dan penyakit lain,
seperti penyakit gout, obesitas, diabetes melitus (DM), dan
hipertensi
Pemeriksaan Radiologi pada Urolithiasis
FPO (Foto Polos abdomen
• Tujuan: melihat batu radioopaq (90 % batu salurankemih radioopaq) Selain itu, pasien
harus buang air kecil terlebih dahulu. Pada saat difoto harus terlihat diafragma dan ramus inferior
os pubis

• Batu radioopaq : kalsium oksalat, kalsium fosfat.

• Batu radioluscent : asam urat Perlu persiapan yang baik (isi usus dibersihkan dengan
pencahar)

• Pemotretan yang benar (ekspirasi, sehingga posisi ginjal sejajar dengan film).

• Dinilai: Ginjal (bentuk, letak, ukuran, posisi), adakah gambaran baturadioopaq?


Kalsifikasi ( vasculer, massa,dll ),posisi stent
Terlihat gambaran radioopak membentuk pelvis renalis
yang membesar. Menandakan batu pada kalix minor dan
kalix mayor. Pada gambaran radiologis disebut dengan
Batu Staghorn

Batu ureter dapat terjadi akibat komplikasi dari


ESWL (Extrashockwave Litotripsy) karena batu
dapat turun ke ureter dan tidak bisa keluar.
Terlihat gambaran radioopak setinggi vertebra lumbal 4
menandakan
adanya Straintrasse (Stone Street) yaitu batu di ureter
Pemeriksaan BNO-IVP

 BNO – IVP adalah pemeriksaan radiografi pada sistem urinaria (ginjal, ureter,
dan kandung kemih) dengan menyuntikkan zat kontras melalui pembuluh
darah vena.

a. Fase Ekskresi (3 – 5 Menit)


Melihat apakah ginjal mampu mengekskresikan kontras yang dimasukkan.
b. Fase Nefrogram (5 -15 Menit)

Fase dimana kontras menunjukkan nefron ginjal, pelvis renalis,


ureter
proximal

Fase nefrogram tetapi ureter sebelah kanan tidak terisi


menandakan adanya obstruksi
c. Fase Uretrogram (30 Menit)

Fase dimana kontras media memperlihatkan nefron, Pelvis


renalis dan ureter proksimal terisi maksimal dan ureter distal
mulai mengisi kandung kemih.

Terlihat gambaran klingkin yang menandakan adanya batu pada


ureter kanan bagian proximal.
d. Fase Vesica Urinaria Full Blast (45 Menit)

Fase dimana kontras media memperlihatkan nefron, pelvis renalis, ureter


hingga kandung kemih.

TATALAKSANA
Beberapa tindakan endourologi meliputi ureteroscopy (URS), dan percutaneous
nephrolithotomy (PCNL)
1. Saat ini URS telah menjadi pilihan penanganan batu ureter, khususnya batu ureter tengah
dan distal Ureteroscopy (URS) retrograde, melewatkan ureteroskop digital yang fleksibel
dari kandung kemih, kemudian naik ke ureter dan masuk ke collecting system ginjal
untuk penanganan batu saluran kemih
2. Stent ureter merupakan salah satu alat yang paling umum digunakan dalam urologi yang
berfungsi untuk menjaga drainase urine agar adekuat mulai dari ginjal sampai ke kandung
kemih melewati obstruksi ureter
Pemasangan dj stent
Hidronefrosis

 Hidronefrosis adalah obstruksi aliran kemih proksimal terhadap kandung


kemih dapat mengakibatkan penimbunan cairan bertekanan dalam pelviks
ginjal dan ureter yang dapat mengakibatkan absorbsi hebat pada parenkim
ginjal.

 Apabila obstruksi ini terjadi di ureter atau kandung kemih, tekanan balik akan
mempengaruhi kedua ginjal tetapi jika obstruksi terjadi disalah satu ureter
akibat adanya batu atau kekakuan maka hanya satu ginjal yang rusak
Etiologi

 Hidronefrosis biasanya terjadi akibat adanya sumbatan pada sambungan


ureteropelvik (sambungan antara ureter dan pelvis renalis):
 Hidronefrosis juga bisa terjadi akibat adanya penyumbatan dibawah
sambungan ureteropelvik atau karena arus balik air kemih dari kandung
kemih:
a.       Batu di dalam ureter
b.      Tumor di dalam atau di dekat ureter
c.       Penyempitan ureter akibat cacat bawaan, cedera, infeksi, terapi
penyinaran atau pembedahan
Ada 4 grade hidronefrosis, antara lain :

a. Hidronefrosis derajat 1. Dilatasi pelvis renalis tanpa dilatasi kaliks. Kaliks berbentuk
blunting, alias tumpul.

b. Hidronefrosis derajat 2. Dilatasi pelvis renalis dan kaliks mayor. Kaliks berbentuk
flattening, alias mendatar.

c. Hidronefrosis derajat 3. Dilatasi pelvis renalis, kaliks mayor dan kaliks minor. Tanpa
adanya penipisan korteks. Kaliks berbentuk clubbing, alias menonjol.

d. Hidronefrosis derajat 4. Dilatasi pelvis renalis, kaliks mayor dan kaliks minor. Serta
adanya penipisan korteks Calices berbentuk ballooning alias menggembung
Menit ke -5
Nefrogram kedua dextra
tampak, SPC terisi kontras
Ren dextra bentuk blunting,
clubbing, pelvis renalis melebar
15bmenit -30 menit
• Kedua ureter terisi kontras
• Ureter dextra : tampak kaliber ureter
1/3 proksimal melebar, dinding licin,
tak tampak filling/additional defect
• Ureter sinistra : kaliber normal, dinding
locin, tak tampak filling defect
• Kalices ren sinistra bentuk cupping
normal
Kontras minimal
Hidronefrosis, pelviectasis, uretero ectasis,
proximal dextra e.c batu ren dextra
Hidronefrosis derajat 3 dan hidroureter
Hidronefrosis

adanya massa di dalam vesika


urinaria, disertai hidronefrosis dini ren
dextra (ringan) dan sinistra, serta
hidroureter sinistra. Adanya obstruksi
ureter menunjukkan keterlibatan otot
– otot di dekat orifisium ureter. kiri
Terimakasih