Anda di halaman 1dari 8

HAMBATAN - HAMBATAN

KOMUNIKASI TERAPEUTIK

TIM KEPERAWATAN KOMUNIKASI II

1
HAMBATAN KOMUNIKASI

Pengertian :
•Hambatan teraupetik adalah hambatan dalam kemajuan hubungan
perawat-klien.
•Hal ini terjadi karena berbagai alasan  kendala dalam
hubungan teraupetik.
•Hambatan dapat memicu perasaan perawat dan klien, yang
menjadi ansietas dan aprehensif hingga frustasi, cinta atau sangat
marah.

2
1. RESISTEN
 RESISTEN : upaya pasien untuk tetap tidak menyadari aspek penyebab
ansietas yang dialaminya.
 Resisten merupakan ketidaksediaan klien untuk berubah ketika kebutuhan
untuk berubah telah dirasakan.
 Perilaku resisten biasanya diperlihatkan oleh klien selama fase kerja, karena
fase ini sangat banyak berisi proses penyelesaian masalah.
 FAKTOR PENYEBAB :
 perawat berfokus pd diri sendiri
 perawat terlalu membuka diri – Hubungan saling percaya belum terbina
 BENTUK RESISTEN :
 Supresi dan represi,
 Gejala penyakit yang semakin berat/mencolok
 Pesimis terhadap masa depan
 Adanya hambatan intelektual
 Berprilaku tidak wajar
 Bicara hal yang bersifat dangkal
 Paham tetapi destruktif 3
 Menolak untuk berubah
2. TRANSFEREN

• Transferen : Respon yang tidak disadari oleh klien thd perawat


terkait dengan kehidupan masa lalu.

• Reaksi yang ditampilkan:

07/10/21
• bermusuhan/bersikap negatif thd perawat.
• Tergantung

Footer Text
• Upaya mengatasi transferens :
• Menjadi pendengar aktif, sikap tidak menyalahkan klien,
perhatikan respons non verbal klien.
• Klarifikasi dan refleksi agar pembicaraan lebih fokus  klien
menyadari pikiran dan perasaannya
• Mengkaji perilaku diperlukan pengetahuan dan pengalaman ttg
perilaku manusia.
4
3. KONTERTRANFEREN
 Hambatan terapeutik berasal dari perawat yang ditimbulkan oleh
sikap klien.
 Respon emosional spesifik yang tidak tepat terhadap klien.
 Reaksi yang ditampilkan:
 sangat mencintai/ caring berlebihan sangat mebenci/bermusuhan
 marah berlebihan atau tidak sabar - cemas dan rasa bersalah,
muncul berulang
 tidak mampu berempati thd klien
 menekan perasaan selama pertemuan
 Tidak bersikap bijak saat membuat kontrak dgn klien
 erdebat dengan klien
 Keterlibatan dengan klien pada tingkat personal/sosial
 Melamunkan klien
 Klien sulit berubah, ketergantungan
 Klien tidak terbuka
5
Cara identifikasi terjadinya kontertransferens :
•Mempunyai standar yg sama ttg harapan thd klien
•Melatih hubungan terapeutik
•Menemukan sumber masalah
•Melatih kontrol diri
•Kontertransferens tidak mudah diatasi  membawa dampak
terhadap hubungan perawat – klien
•Perlu upaya /keseriusan dari perawat untuk mengatasinya

6
4. Pelanggaran Hubungan Terapeutik (batas)

 Dalam hubungan terapeutik peran perawat sebagai penolong


(helpher)  klien maupun perawat hrs menyadari batasan ini.
 Pelanggaran batas terjadi jika perawat melampaui batas hubungan
terapeutik  terjadi hubungan personal
 Bentuk pelanggaran yang dapat terjadi :
 Menerima ajakan makan diluar/undangan
 Menjadi hubungan sosial
 Memberikan informasi personal pd klien
 Klien mengenalkan perawat pd anggota klg utk tujuan hub sosial
 Menerima hadiah dari klien
 Menjalankan bisnis / memesan pelayanan dari klien
 Secara rutin membelai/ memeluk klien
 Menghadiri acara- acara sosial klien
 Upaya pencegahan : - membuat kesepakatan ttg interaksi yg akan
dilakukan dan fokus pd tujuan interaksi 7
5. Pemberian Hadiah

• Bentuk Hadiah dapat konkrit maupun abstrak


• Merupakan masalah kontroversial dlm keperawatan
• Pemberian hadiah pd tahap orientasi  klien dapat
memanipulasi perawat
• Pemberian hadiah pd tahap terminasi  perawat
menunda proses terminasi, pemindahan hubungan
menjadi sosial/ hubungan personal.

Anda mungkin juga menyukai