Anda di halaman 1dari 9

ENZIM

Kelompok 1
• 1. Agus Riyanto
• 2. Ana Maria N
• 3. Endang Sri Rahayu
• 4. Fila Khoiriyah
• 5. IkhwanNur
• 6. Megaliya M
• 7. Ryan Wardana
ENZIM
Sifat Umum Enzim
1. Enzim berfungsi sebagai katalisator
2. Enzim adalah suatu protein
3. Kerja enzim bersifat khusus/khas
4. Enzim tidak tahan panas
5. Enzim sebagai biokatalisator
6. Enzim bekerja spesifik
7. Enzim diperlukan dalam jumlah sedikit
8. Enzim bekerja bolak-balik
9. Kerja enzim sangat dipengaruhi oleh suhu dan pH lingkungan
10.Kerja enzim dapat dihambat oleh inhibitor enzim
 
Cara kerjadan factor yang mempengaruhikerjaEnzim

• Cara Kerja Enzim


Banyak enzim yang dapat bekerja bolak-balik. Enzim dapat
mengubah substrat menjadi hasil akhir. Sebaliknya, enzim
juga dapat mengembalikan hasil akhir menjadi substrat jika
lingkungannya berubah. Contohnya enzim lipase dapat
berfungsi sebagai katalisator dalam perubahan lemak
menjadi asam lemak dan gliserol.
• Cara kerja enzim ada 2 macam, yaitu dengan model kunci
gembok dan induksi pas.
1. Kunci gembok(lock and key)
2. Induksi pas( induced fit)
Faktor yang mempengaruhi

• Aktifitas 
1. Produksi enzim (transkripsi dan translasi gen enzim) dapat
ditingkatkan atau diturunkan bergantung pada respon sel terhadap
perubahan lingkungan.
2. Enzim dapat dikompartemenkan, dengan lintasan metabolisme
yang berbeda-beda yang terjadi dalam kompartemen sel yang
berbeda
• Konsentrasi Substrat
Agar reaksi berjalan optimum, maka perbandingan jumlah antara
enzim dan substrat harus sesuai. Jika enzim terlalu sedikit dan substrat
terlalu banyak, reaksi akan berjalan lambat dan bahkan ada substrat
yang terkatalisasi. Semakin banyak enzim, reaksi akan semakin cepat.
• Suhu
Enzim bekerja optimal pada suhu 300 C atau tubuh dan akan rusak
pada suhu tinggi. Biasanya enzim bersifat nonaktif pada suhu
rendah (00 C atau dibawahnya), tetapi tidak rusak. Jika suhunya
kembali normal, enzim mampu bekerja kembali. Sementara pada
suhu tinggi, enzim rusak dan tidak dapat berfungsi lagi
• Konsentrasi Ion Hidrogen
Enzim bekerja optimal pada suhu tertentu. Konsentrasi ion H+ / pH
larutan sangat mempengaruhi aktifitas enzim. Ada enzim yang
bekerja baik pada lingkungan asam atau pH nya rendah. Jika pH
lingkungan nya dinaikkan, aktifitasnya akan menurun atau bahkan
enzim itu akan rusak. Sebaliknya , enzim yang aktifitasnya baik
pada lingkungan basah atau netral, jika pH diturunkan menjadi
lebih asam, enzim juga tidak akan mampu bekerja.
• Pengaruh Efektor
Aktivitas katalitik enzim-enzim pengatur tertentu diatur
oleh efektor alosterik berbobot molekul rendah yang
umumnya tanpa atau mempunyai sedikit kemiripan
structural dengan substrat ataupun koenzim bagi enzim
yang diatur
• Inhibitor/ Penghambat
Beberapa zat yang dapat mengmbat kerja enzim
sehingga disebut inhibitor. Kadang kala, hasil akhir
(produk) dapat menjadi inhibitor. Hasil akhir yang
menumpuk menyebabkan enzim sulit “ bertemu’’
dengan substrat. Semakin menumpuk hasil akhir,
semakin lambat hasil akhir, semakin lambat kerja enzim
 Klasifikasi Enzim
• Tipe
Golongan hidrolase 
Golongan desmolase

• Mekanisme Reaksi
Enzim merupakan pengatur suatu reaksi. Berikut ini adalah contoh reaksi yang diatur oleh
enzim.

Maltosa maltase 2 glukosa


(substrat) (enzim) (produk)

Bahan tempat enzim bekerja disebut substra. Dalam contoh reaksi diatas, substranya
adalah maltosa. Bahan baru atau materi yang dibentuk sebagai hasil reaksi disebut
produk. Dalam contoh reaksi diatas hanya ada satu produk, yaitu glukosa. Enzim yang
mengkatalisis reaksi tersebut adalah maltase.
Pemeriksaan Serum Pada Hepar

• SGOT/SGPT
SGOT –SGPT merupakan dua enzim transaminase yang
dihasilkan terutama oleh sel-sel hati. Bila sel-sel liver rusak,
misalnya pada kasus hepatitis, atau siropsis, biasanya kadar kedsua
enzim meningkat. Maka, lewat hasil tes labotarium, keduanya
dianggap memberi gambaran adanya ganguan pada hati.
Kadar SGOT-SGPT juga gampang naik turun. Mungkin saja saat
diperiksa kadarnya sedang tinggi. Namun setelah itu, dia kembali
normal. Pada orang lain, mungkin saat di periksa, kadarnya sedang
normal, padahal biasanya justru tinggi. Karena itu satu kali
pemeriksaan saja sebenernya belum bisa dijadikan dal;il untuk
mengambil kesimpulan.
TERIMAKASIH
SEKIAN