Anda di halaman 1dari 23

By : DANANG SUPRIYONO, S.Pd.

PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI


INDONESIA
Faktor yang memengaruhi persebaran flora dan
fauna:

1. faktor bentang alam atau relief


tanah,
2. faktor manusia,
3. faktor iklim, mencakup curah
hujan, temperatur udara,
angin, dan kelembapan udara,
4. faktor tanah.
PERSEBARAN FLORA DI INDONESIA

Beberapa jenis tumbuhan ada yang bersifat


endemik, yaitu jenis tumbuhan yang hanya
terdapat di Indonesia. Tumbuhan di Indonesia
juga menunjukkan gejala cauliflora, yaitu
adanya bunga dan buah pada batang dan dahan,
serta tidak pada pucuknya.
Misalnya belimbing, durian, nangka, duku.
A. JENIS HUTAN BERDASARKAN IKLIM

Hutan hujan tropis,


Hutan musim,
Hutan sabana atau savana,
Hutan bakau atau mangrove,
B. HUTAN BERDASARKAN JENIS POHON

1. Hutan homogen, yakni hutan yang


ditumbuhi hanya satu
jenis tumbuhan saja. Misalnya hutan pinus, hutan jati
2. Hutan heterogen, hutan yang ditumbuhi
beranekaragam
jenis tumbuhan. Contoh hutan hujan tropis
C. HUTAN BERDASARKAN FUNGSINYA
MANFAAT HUTAN

Manfaat langsung
Secara langsung hutan menghasilkan
berbagai jenis kayu dan nonkayu yang
berperan penting sebagai bahan
produksi.
MANFAAT HUTAN

 Manfaat tidak Langsung


1. Fungsi klimatologis, sebagai penyegar atau pembersih udara.
2. Fungsi orologis, sebagai penyaring atau pembersih air.
3. Fungsi strategis, sebagai sarana pertahanan dan perlindungan
dalam peperangan.
4. Fungsi estetis, untuk keindahan dan sarana rekreasi.
5. Fungsi hidrologis, berperan menyimpan air hujan.
6. Pencegah terjadinya erosi/pengikisan karena air hujan
2. PERSEBARAN FAUNA DI INDONESIA
A. KELOMPOK FAUNA ASIATIS

(kelompok barat), adalah hewan yang berada di wilayah Sumatra,


Kalimantan, Jawa, dan Bali.
Wilayah itu dulu dikenal sebagai Paparan Sunda, yang merupakan
bagian dari Benua Asia. Adapun jenis-jenis hewannya antara lain
badak, gajah, rusa, tapir, banteng, kerbau, kera, harimau, babi hutan,
dan sebagainya.
B. KELOMPOK FAUNA AUSTRALIS
ASIATIS (KELOMPOK TENGAH)

merupakan campuran fauna Asia dan Austalia, meliputi jenis hewan


yang berada di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku.
Wilayah kelompok tengah dan timur dipisahkan oleh Garis Weber.
Contoh jenis fauna ini antara lain anoa, babi rusa, komodo, burung
maleo, tarsius, dan lain-lain.
C. KELOMPOK FAUNA AUSTRALIS
(KELOMPOK TIMUR)

Merupakan kelompok hewan yang berada


di Paparan Sahul, meliputi wilayah Papua
dan pulau-pulau kecil sekitarnya.
Contoh fauna di wilayah ini antara lain
kanguru, walabi, koala, burung
cenderawasih, kakatua, kasuari, dan jenis
burung berwarna lainnya.
JENIS FAUNA YANG DILINDUNGI DAN UPAYA
PELESTARIANNYA
Berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 421 Tahun 1970 dan
Keputusan Menteri Pertanian Nomor 327 Tahun 1972, hewan yang
dilindungi adalah harimau sumatra, harimau jawa, macan kumbang,
jalak bali, burung gosong, burung maleo, monyet hitam, kakatua,
rusa bawean, kanguru pohon, beo nias, ikan pesut, lumbalumba,
musang.
PERSEBARAN JENIS TANAH DAN PEMANFAATANNYA DI INDONESIA

Perbedaan kondisi tanah disebabkan


karena susunan mineral di dalamnya yang
berbeda-beda. Karena tanah berasal dari
hasil pelapukan batuan induk (anorganik)
yang terbentuk dari bahanbahan organik
tumbuhan dan hewan yang telah
membusuk.
BERBAGAI JENIS TANAH DI INDONESIA
BERBAGAI JENIS TANAH DI INDONESIA
BERBAGAI JENIS TANAH DI INDONESIA
BERBAGAI JENIS TANAH DI INDONESIA
BERBAGAI JENIS TANAH DI INDONESIA
POTENSI SUMBER DAYA
ALAM INDONESIA
1. MINYAK BUMI
Disebut sebagai emas hitam karena berwarna hitam
dan sangat kental.
Terbentuk dari organisme (mikroplanton) yang telah
mati yang terdapat di danau, rawa, teluk atau lautan dangkal.
Digunakan untuk menghasilkan berbagai macam
bahan bakar, minyak tanah dan aspal.
Daerah penghasil: Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Cepu,
Cilacap, Majalengka, Balikpapan, Maluku, Sorong dan delta
Mahakam (Kalimantan Timur).
2. GAS ALAM
Pembentukannya sama seperti minyak bumi,
hanya saja bentuknya berupa gas.
Gas alam dapat diubah menjadi bentuk cair
yang disebut Liquified Natural Gas (LNG).
Daerah penghasil: Arun (Aceh), Bontang
(Kalimantan Timur), Tangguh (Papua)dan Pulau
Natuna.
3. BATU BARA
Terbentuk dari endapan tumbuhan yang telah
mati dalam waktu jutaan tahun dalam lapisan bumi.
Digunakan sebagai bahan bakar.
Daerah penghasil: Sawahlunto (sumatera Barat),
Tanjung Enim (Palembang) Kalimantan Barat,
Kalimantan Tengah, Samarinda (Kalimantan Timur),
Pulau Sebuku (Kalimantan Selatan), Makasar dan Papua
4. EMAS
Merupakan logam mulia.

Digunkan sebagai perhiasan dan alat


pembayaran / sebagai jami.