Anda di halaman 1dari 28

ANTI PLATELET

Oleh :
Ni MADE DWITA PRATIWI
Pembimbing :
Dr. kumara tini, sp.s, fins
Komponen Platelet
AGREGASI PLATELET
 Platelet yang teraktivasi mengalami tiga proses :
a. Adesi : vWF
b. Sekresi isi granular : ADP, fibrinogen & kalsium
c. Agregrasi platelet

Agregasi platelet terjadi saat reseptor (GP IIb/IIIa)


menempel pada fibrinogen Terdapat
50.000
GP IIb/IIIa reseptor
IIb/IIIa
pada
permukaan
fibrinogen
platelet platelet setiap
platelet
AGREGASI PLATELET
ADP
GP IIb/IIIa akan
Thromboxane a2 (TXA2) Aktivasi
muncul pada
Collagen G-protein
permukaan platelet
thrombin

menempel pada
TXA2
fibrinogen

COX enzyme
Arachidonic acid TXA2

• Kemudian TXA2 akan beraksi pada reseptornya (bertindak sebagai mediator


feedback positif)
• Juga memiliki efek vasokonstriksi
ADP

 ADP yang tersimpan akan dilepaskan dan beraksi dengan


reseptornya
 ADP mengaktifkan Gi-coupled P2Y12 receptors
 ADP-ADP receptor complex cAMP GP
IIb/IIIa terpapar

GP IIb/IIIa

Menempel pada arginine – glycine – asparagine sequence (R –


G – D) pada molekul fibrinogen atau pada Von Willebrand
factor (vWf)
Obat-obatan Anti Platelet
Glycoprotein
receptor
(IIb/IIIa)

Fibrinogen
TXA2 mimetics
(Tirofiban)
receptor

2-
antibody Gb IIb/IIIa
(Abcixima receptor
b) blocker
TXA2 1- (R-G-D)
antagonist mimetics
(Ridogril)
ADP receptor blocker
1. ASPIRIN

Aspirin menghambat Thromboxane A2 &


prostasiklin, tetapi mekanisme pertama lebih TXA2 akan tetap rendah selama
kuat karena platelet tidak memiliki nukleus  7 hari (waktu hidup platelet)
tidak dapat mensintesis enzim baru
ASPIRIN
Indikasi & Efek Samping

Bergantung dosis
Efikasi Antiplatelet Aspirin
 Banyak ahli merekomendasikan terapi awal aspirin
dengan dosis 160 mg hingga 325 mg

 Aspirin sebaiknya dihancurkan atau dikunyah (untuk


memfasilitasi penyerapan yang lebih cepat dengan
menghancurkan enteric-coated delayed release tablet)
Efikasi Antiplatelet Aspirin

A. Efikasi aspirin pada pasien dengan unstable


angina
• Mengurangi morbiditas kejadian iskemik
B. Efikasi aspirin pada pasien post acute MI
C. Mengurangi morbiditas dan mortalitas pasien
stroke
2. Platelet ADP Receptor Antagonists
(Thienopyridines)
Ticlopidine & Clopidogrel

 Menghambat secara ireversibel penempelan ADP ke


reseptornya  menghambat agregasi platelet
 Tidak ada efek pada sintesis PG
 Digunakan pada pasien yang intoleran thd aspirin
 Ticlopidine  2x250 mg io
 Clopidogrel 1x75 mg io
EFEK SAMPING
Ticlopidine memiliki efek samping yang lebih banyak
dibandingkan Clopidogrel
Ticlopidine Clopidogrel

Mual, dispepsia, diare (20% pasien) Sama

Perdarahan (5%) Sama

Leukopenia pada 1% pasien (paling Sama


sering).
(Monitoring WBC pada 3 bulan
pertama terapi)
Thrombotic thrombocytopenic Sama
purpura
Neutropenia fatal Tidak ada
3a. Glycoprotein IIb/IIIa Receptor Antagonists
(Abciximab, Eptifibatide, Tirofiban, Lamifiban)

 Abciximab is terdiri dari fragmen 7E3 Fab


 Berasal dari murine (tikus)
 Abcixi(m)ab (m): antibodi monoklonal
 Secara langsung menyerang reseptor glikoprotein tipe GPIIb/IIIa

 Mekanisme: m7E3 Fab menempel secara selektif pada reseptor


glycoprotein GPIIb/IIIa  menghambat agregasi platelet
 Indikasi : pada penderita yg menjalani intervensi koroner percutan,
sindrome koroner akut, stroke iskemik ( diberikan secara iv)
Heparin atau aspirin diberikan bersamaan dengan abciximab
3b. Glycoprotein IIb/IIIa Receptor Antagonists

 Tirofiban (non-peptic) : adalah suatu mimetik sintesis


dari rantai arginine-glycine-aspartic acid (R-G-D)
fibrinogen
 Memblok penempelan fibrinogen ke reseptor
glikoprotein GPIIb/IIIa
 Diberikan secara iv untuk mengurangi komplikasi
trombosis selama angioplasti koroner
 Uji klinis menunjukkan penurunan insiden kematian dan
MI non-fatal dari penggunaan tirofiban
4. Thromboxane Antagonists
 Ridogrel : kombinasi penghambat sintase tromboksan
dan antagonist reseptor thromboxane A2 (TXA2), aktif
secara oral
 Tidak memiliki efek pada produksi prostasiklin
vaskular tetapi dapat meningkatkan cyclic
endoperoxides (PGH2)
 Mengurangi kejadian iskemik berulang, misal : angina,
reinfark, stroke iskemik dibandingkan dengan aspirin
 Diberikan pada pasien yang intoleran aspirin
5. Inhibitor Phospodiesterase
Dipyridamole
(Persantin) &
Cilostazole
Meningkatkan
kadar CAMP 
Penurunan
sensitifitas
terhadap stimuli
OBAT-OBATAN ANTI PLATELET
Obat
Mekanisme
Aspirin Irreversibly inhibits 80-325 mg/d Minutes Up to 1 wk
production of TXA2 to h
Ticlopidine Inhibits and antagonizes 250 mg three 3-5 d Up to 1 wk
ADP receptor and may times daily
inhibit interactions of GP
IIb/IIIa receptor with
fibrinogen
Dipyridamole Phosphodiesterase 25-75 mg three Hours -
inhibitor times daily
c7E3 Fab Monoclonal antibody 0.25 mg/kg Minutes 12-24 h
(Abciximab) antagonist of GP IIb/IIIa- bolus, 0.1
ligand binding mg/min
infusion, over
12 h
Investigational
Clopidogrel Similar to ticlopidine 75 mg/d - Up to 1 wk
Ridogrel Thromboxane synthetase 300 mg twice - -
and thromboxane receptor daily
antagonist
Synthetic R-G- Antagonist of GP IIb/IIIa- Under Minutes Approximately 4-
D sequence ligand binding investigation 6 h (longer for
mimetics oral compounds)
TERIMA KASIH
THING TO REMEMBER …
 Glycoprotein IIb/IIIa:

 Aspirin:
• Inhibits COX1 enzyme  TXA2
• Is beneficial in prophylaxis of unstable angina and pre/post-myocardial
infarction.
• Aspirin may cause gastric ulcers and hemorrhage.
THINGS TO REMEMBER …
 Ridogrel:
• Is TXA2 synthetase inhibitor and TXA2 receptor antagonist.

 Ticlopidine and clopidogrel:


• Bind irreversibly to ADP receptors inhibiting the activation of GP
IIb/IIIa.
• They are only used in aspirin-intolerant patients because of adverse side
effects
TXA2 Prostacyclin
Aspirin ↓↓↓ ↓
Ridogril ↓↓ Zero
Ticlopidine,clopidogrel Zero Zero

Remember:
TXA2: increases platelet aggregation and vasoconstrictor
Prostacyclin: decreases platelet aggregation and vasodilator