Anda di halaman 1dari 14

HIPERTENSI DALAM

KEHAMILAN
KELOMPOK 3

AYU WULANDARI NIM 2019.A.10.0794


ELIN NIM 2019.A.10.0800
ERVIANA ARINDA DEWI NIM 2019.A.10.0801
EZRA NOVITA SULISTIA NINGRUM NIM 2019.A.10.0803
RINI ANGGRAINI NIM 2019.A.10.0820
HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN
1. Hipertensi Kronik
2. Hipertensi Kronis Dengan
Superimposed Preeclampsia
3. Pre-eklampsia
4. Pre-eclampsia Ringan
5. Pre-eclampsia Berat
6. Eklampsia
7. Hipertensi Gestasional
HIPERTENSI KRONIS

Definisi :
Hipertensi yang timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu atau
hipertensi yang pertama kali didiagnosa setelah 20 minggu dan
tidak hilang setelah 12 minggu pasca persalinan.
Gejala :
Sebagian besar kehamilan dengan hipertensi kronis berlangsung normal
sampai cukup bulan. Kira – kira 1/3 diantara para penderita tekanan
darahnya meningkat setlah kehamilan 30 minggu tanpa disertai gejala –
gejala lain. Kira – kira 20% menunjukan kenaikan yang lebih menyolok dan
dapat disertai satu atau lebih gejala pre-eclampsia seperti oedema,
proteinuria, nyeri kepala, nyeri epigastrium, muntah, gangguan visus,
bahkan dapat timbul serangan eklampsia (hipertensi yang superimposed
dengan pre-eclampsia/eclampsia).
Faktor Predisposisi : Penanganan :
1.Umur lanjut 1. Bed rest
2.Multipara 2. Pengawasan pertumbuhan
janin
3.Obesitas
3. Anti hipertensi
4.Faktor keturunan 4. Pencegahan kenaikan BB
yang berlebihan
5. Terminasi kehamilan
HIPERTENSI KRONIS DENGAN SUPERIMPOSED
PREECLAMPSIA

Definisi :
Hipertensi kronis yang disertai dengan
gejala pre-eclampsia/eclampsia. Yaitu
terdapat proteinuria +3 atau +4,
convulsi dan koma,
Penanganan :
Pada penderita hipertensi kronis yang
superimposed dengan pre-
eclampsia/eclampsia diterapkan juga
pengobatan seperti pada pre-
eclampsia/eclampsia, yang akan saya
jelaskan di bagian berikutnya
PRE-EKLAMPSIA
Definisi : Pre-eclampsia adalah penyakit hipertensi yang
akut pada gravida dan puerpera yang timbul pada
trimester III atau setelah minggu ke 20 kehamilan. Pada
penderita dengan mola hidatidosa penyakit ini bisa
timbul sebelum trimester III. Pre-eclampsia merupakan
stadium prodromal dari Eclampsia.
Patologi yang menyertai penyakit ini adalah :
general arteriolar vasospasm, retensi garam dan
air, serta intravascular coagulation yang
akibatnya mengenai banyak organ : hati, ginjal,
otak, paru – paru, jantung, kelenjar adrenal,
placenta, dll.
Faktor Predisposisi
1.Primi muda
2.Diabetes mellitus
3.Mola hidatidosa
4.Kehamilan ganda
5.Hydrops fetalis
6.Hydramnion.
7.Umur diatas 35 tahun
8.Obesitas
PRE-ECLAMPSIA RINGAN
Batasan Timbul hipertensi yang disertai protein urine
dan atau edema stelah kehamilan 20 minggu.
patofisiologinya yakni suatu disfungsi/kerusakan sel endotel
vaskuler secara menyeluruh dengan penyebab multifactor seperti
: imunologis, genetik, nutrisi (misalnya defisiensi kalsium) dan
lipid peroksidasi. Patogenesis berlanjut dengan gangguan
keseimbangan hormonal prostanoid yaitu peningkatan
vasokonstriktor (terutama tromboxan) dan penurunan vasodilator
(prostacycline), peningkatan sensitivitas terhadap
vasokonstriktor, agregasi platelet (trombogenik), koagulopati dan
aterogenik. Perubahan level selulerdan biomolekuler di atas telah
dideteksi pada umur kehamilan 18-20 minggu, selanjutnya
sekurang – kurangnya umur kehamilan 24 minggu dapat diikuti
perubahan/gejala klinis seperti hipertensi, oedema, dan
proteinuria.
Gejala Klinis/Symptom
1. Kenaikan tekanan darah sistole ≥ 30 mmHg atau diastole ≥ 15
mmHg (dari tekanan darah sebelum hamil) pada kehamilan 20
minggu atau lebih, atau sistole ≥ 140 ( < 160 mmHg). Diastole
≥ 90 mmHg ( < 110 mmHg).
2. Protein urine 0,3 gr/lt dalam 24 jam atau secara kwalitatif (++)
3. Edema pada :
o Pretibial
o Dinding perut
o Lumbosacral
o Wajah / tangan
Penatalaksanaan
1.Rawat Jalan
2.Rawat Tinggal
3.Dilakukan penilaian kesejahteraan
janin
4.Evaluasi hasil pengobatan Pada
dasarnya evaluasi pengobatan
PRE-ECLAMPSIA BERAT
Batasan Suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan
timbulnya hipertensi ≥ 160/110 disertai protein urine dan atau
edema, pada kehamilan 20 minggu atau lebih.
patofisiologinya yakni suatu disfungsi/kerusakan sel endotel
vaskuler secara menyeluruh dengan penyebab multifactor
seperti : imunologis, genetik, nutrisi (misalnya defisiensi
kalsium) dan lipid peroksidasi. Patogenesis berlanjut dengan
gangguan keseimbangan hormonal prostanoid yaitu peningkatan
vasokonstriktor (terutama tromboxan) dan penurunan
vasodilator (prostacycline), peningkatan sensitivitas terhadap
vasokonstriktor, agregasi platelet (trombogenik), koagulopati dan
aterogenik
Gejala Klinis/Symptom

Kehamilan 20 minggu atau lebih dengan tanda – tanda :


1. Desakan darah sistolik ≥ 160 mmHg diastolic ≥ 110 mmHg.
Desakan darah ini tidak menurun meskipun ibu hamil sudah
dirawat di RS dan menjalani tirah baring.
2. Protein urine ≥ 5 gr/24 jam atau kwalitatif +4 (++++).
3. Oliguria jumlah produksi urine ≤ 500cc/24 jam atau disertai
kenaikan kadar kreatinin darah.
4. Adanya gejala eklampsi impending : gangguan visus, gangguan
serebral, nyeri epigastrium, hiper refleksia.
5. Adanya sindroma HELLP (H : Hemolysis, EL : Elevated liver
Enzymes, LP : Low platelets).
Penatalaksanaan

1. Perawatan Konservatif
2. Pengobatan
3. Perawatan konservatif
4. Perawatan aktif
EKLAMPSIA