Anda di halaman 1dari 48

PRESENTASI KASUS

KEJANG DEMAM SEDERHANA

Oleh :
dr. Akbar Andriansah

Pembimbing:
dr. Nanik
IDENTITAS PENDERITA
Nama : An. Q
Umur : 18 bulan
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Kp. Gandoang RT 003/003 Cileungsi
Tanggal masuk : 30 Maret 2015
ANAMNESIS
Dilakukan secara Hetero-anamnesis kepada Ibu pasien
Keluhan utama : Kejang
Keluhan tambahan : Demam dan batuk berdahak
ANAMNESIS
Riwayat penyakit:
Pasien anak 18 bulan datang diantar ibunya ke IGD
dengan keluhan kejang yang terjadi 30 menit sebelum
masuk RS. Kejang terjadi 1 kali berlangsung dibawah 1
menit. Kejang terjadi pada seluruh tubuh, kaku pada
kedua tangan dan kedua kaki, mata melirik keatas, dan
setelah kejang pasien langsung menangis. Pada saat
kejang, ibu pasien sempat memasukan stesolid supp, dan
kejang langsung berhenti. Pasien mengalami demam
sejak 12 jam yang lalu disertai batuk pilek. Pasien pernah
mengalami hal seperti ini pada saat berusia 13 bulan
Riwayat Penyakit Dahulu :
kejang demam saat usia 13 bulan
Riwayat Penyakit Keluarga :
Ayah pasien memiliki riwayat kejang demam.
Usaha berobat :
sudah diberi obat penurun panas dan obat batuk dari
warung tapi belum ada perbaikan.
saat kejang diberikan stesolid supp dan kejang menghilang
Riwayat Imunisasi:
imunisasi lengkap
PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan umum
Kesadaran : Compos mentis
Keadaan sakit : Sakit sedang

2. Tanda-tanda vital
Nadi : 150x/ menit, regular, ekual, isi cukup
Suhu tubuh : 40˚C
Pernafasan : 32x/menit, tipe abdominotorakal
3. Pengukuran
Umur : 18 bulan
Berat badan : 13 Kg
Status gizi : Baik

4. Pemeriksaan sistematik
Rambut : hitam, lebat, tidak mudah dicabut
Kulit : tidak pucat, tidak sianosis, tidak ada edema,
turgor kembali cepat
Kuku : capillary refill <2 detik
Kelenjar getah bening : tidak teraba membesar
Kepala : bentuk dan ukuran simetris
Rambut : hitam, lebat, tidak mudah dicabut
Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, tidak
cekung, air mata (+)
THT : PCH -/-, sekret hidung –/- sekret telinga -/-
Mulut : bibir lembab, mukosa basah, faring
hiperemis, T1/T1
Leher : KGB t.t.m
Paru-Paru :
Inspeksi : Bentuk dan pergerakan simetris kanan = kiri,
retraksi -
Palpasi : Vokal fremitus simetris kanan = kiri
Perkusi : sonor
Auskultasi : VBS + / + kanan = kiri, ronchi +/+,
wheezing - / -

Jantung :
Inspeksi : ictus cordis tidak tampak
Palpasi : ictus cordis teraba di ICS IV MCL (S), thrill -
Perkusi : Batas jantung dalam batas normal
Auskultasi : bunyi jantung I & II, regular, murmur - 
Perut :
Inspeksi : datar
Palpasi : soepel, hepar tidak teraba, lien tidak
teraba.
Perkusi : timpani
Auskultasi : bising usus + normal

Alat kelamin : tidak diperiksa


Anus dan rektum : tidak diperiksa
Ekstremitas : akral hangat, CRT < 2 s
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Hemoglobin : 11.3 g/dl
Leukosit : 10.800/ul
Hematokrit : 37 %
Trombosit : 330.000/ul
GDS : 104 mg/dL
DIAGNOSIS KERJA

Kejang demam sederhana e.c


ISPA
TATALAKSANA
Konsul SpA
IVFD KAEN 3A/3B 10 tpm
Inj. Cefotaxim 3x500mg drip
Terapi IGD
Paracetamol inf 15cc/4jam bila demam
- O2 2lpm
Inj. Antrain 3x150mg jika suhu >38,3o C
- IVFD RL 10 tpm
Stesolid syr 3x1 cth (5cc) jika demam
- Paracetamol inf 15cc
Inj. Diazepam 3mg iv jika kejang
Tremenza syr 3x3cc
Vectrin syr 3x3cc
Rawat inap
Monitoring kejang
FOLLOW UP
Tanggal Perjalanan Penyakit Terapi
31/3/2015 S : demam ↓, batuk IVFD KAEN 3A/3B 10
tpm
pilek (-), kejang (-) Inj. Cefotaxim 3x500mg
R. Anak O : N : 112x/mnt drip
RR: 28x/mnt Paracetamol inf 15cc/4jam
T : 37,1 ºC bila demam
PF : Thorax : pulmo : Inj. Antrain 3x150mg jika
VBS ka=ki, Rh-/-, suhu >38,3o C
Wh-/-, Stesolid syr 3x1 cth (5cc)
jika demam
retraksi (-)
Inj. Diazepam 3mg iv jika
A : Kejang Demam kejang
Sederhana Tremenza syr 3x3cc
Vectrin syr 3x3cc
Bila besok bebas kejang,
rencana pulang
FOLLOW UP
Tanggal Perjalanan Penyakit Terapi
1/4/2015 S : demam (-), batuk Pasien boleh pulang
pilek (-), kejang (-) dengan kontrol ke poli
O : N : 110x/mnt anak
R. Anak Terapi pulang:
RR: 28x/mnt
T : 36,5 ºC Paracetamol syr 3x5cc
PF : Thorax : pulmo : bila demam
VBS ka=ki, Rh-/-, Cefixime syr 3x2,5cc
Wh-/-, Vectrin syr 3x3cc
retraksi (-) Tremenza syr 3x3cc
A : Kejang Demam Stesolid syr 3x1cth
Sederhana
PROGNOSIS
Quo ad vitam : ad bonam
Quo ad functionam : ad bonam
Qua ad sanationam : dubia
PEMBAHASAN

KEJANG
DEMAM
KEJANG DEMAM
Adalah bangkitan kejang yang terjadi
pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal
di atas 38°C) yang disebabkan oleh
suatu proses ekstrakranium
PENJELASAN DEFINISI KD
Kejang demam terjadi pada 2-4% anak berumur 6 bulan
– 5 tahun.
AAP, Provisional Committee on Quality Improvement.
Pediatrics 1996; 97:769-74.

Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam,


kemudian kejang demam kembali tidak termasuk dalam
kejang demam.
ILAE, Commission on Epidemiology and Prognosis.
Epilepsia 1993; 34:592-8.
PENJELASAN DEFINISI KD…
Kejang disertai demam pada bayi berumur kurang
dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam.
ILAE, Commission on Epidemiology and Prognosis.

Bila anak berumur kurang dari 6 bulan atau lebih dari


5 tahun mengalami kejang didahului demam,
pikirkan kemungkinan lain misalnya infeksi SSP,
atau epilepsi yang kebetulan terjadi bersama demam.
Kesepakatan Saraf Anak, 2005.
K LA S I F I K A S I

Konsensus Penatalaksanaan
Kejang Demam
KLASIFIKASI KEJANG
DEMAM
Macam Kejang Demam (KD)
1. Kejang Demam Sederhana (Simple Febrile
Seizure), atau KDS
2. Kejang Demam Kompleks (Complex febrile
seizure), atau KDK

ILAE, Commission on Epidemiology and Prognosis.


Epilepsia 1993l 34:592-8.
KEJANG DEMAM
SEDERHANA
Atau Simple Febrile Seizure atau KDS
adalah:
 Kejang demam yang berlangsung singkat, kurang
dari 15 menit, dan umumnya akan berhenti sendiri
 Kejang berbentuk umum tonik dan atau klonik,
tanpa gerakan fokal
 Kejang tidak berulang dalam waktu 24 jam
 Kejang demam sederhana merupakan 80% di
antara seluruh kejang demam
KEJANG DEMAM
KOMPLEKS
Atau Complex Febrile Seizure atau KDK
adalah kejang demam dengan ciri sbb:
1. Kejang lama > 15 menit
2. Kejang fokal atau parsial satu sisi, atau kejang
umum didahului kejang parsial
3. Berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam
PENJELASAN KDK
Kejang lama adalah kejang yang berlangsung lebih
dari 15 menit atau kejang berulang lebih dari 2 kali dan
di antara bangkitan kejang anak tidak sadar. Kejang
lama terjadi pada 8% kejang demam.
Nelson KB, Ellenberg JH. Prognosis in Febrile seizure.

Kejang fokal adalah kejang parsial satu sisi, atau


kejang umum yang didahului kejang parsial.
Annegers JF, Hauser W, Shirts SB, Kurtland LT. Factors
prognostic of unprovoked seizures after febrile convulsions.
.
PENJELASAN KDK…
Kejang berulang adalah kejang 2 kali atau
lebih dalam 1 hari, di antara 2 bangkitan kejang
anak sadar. Kejang berulang terjadi pada 16%
di antara anak yang mengalami kejang demam.

Shinnar S. Febrile seizures Dalam: Swaiman KS, Ashwal S,


eds. Pediatric Neurology principles and practice.
.
PEMERIKSAAN
PENUNJANG KD
1. Laboratorium
2. Pungsi lumbal
3. Elektroensefalografi (EEG)
4. Radiologis
LABORATORIUM
Tidak dikerjakan secara rutin
Untuk mengevaluasi sumber infeksi
Pemeriksaan yang dapat dikerjakan misalnya darah
perifer, elektrolit dan gula darah

Gerber dan Berliner. The child with a simple febrile seizure.


Appropriate diagnostic evaluation.
AAP, The neurodiagnostic evaluation of the child with a first
simple febrile seizures.
PUNGSI LUMBAL
Untuk menegakkan atau menyingkirkan
kemungkinan meningitis (Risiko meningitis
bakterialis 0,6%-6,7%)
Rekomendasi untuk melakukan Pungsi Lumbal:
 SANGAT DIANJURKAN: Bayi < 12 bulan
 DIANJURKAN: Bayi 12 - 18 bulan
 TIDAK RUTIN: Bayi > 18 bulan
Klinis: Yakin bukan meningitis  Tidak perlu pungsi
lumbal
ELEKTROENSEFALOGRAFI
(EEG)
EEG tidak dapat memprediksi berulangnya kejang,
atau memperkirakan kemungkinan kejadian epilepsi
pada pasien KD  Tidak direkomendasikan (level II-
2, rekomendasi E)

Pemeriksaan EEG masih dapat dilakukan pada


keadaan KD yang tidak khas. Misalnya: KDK pada
anak usia > 6 tahun, atau KD fokal.
RADIOLOGIS
Foto X-ray kepala, CT-scan atau MRI jarang
sekali dikerjakan, tidak rutin dan hanya atas
indikasi:
 Kelainan neurologik fokal yang menetap (hemiparesis)
 Paresis N. VI
 Papiledema
Wong V, dkk. Clinical Guideline on
Management of Febrile Convulsion.
HK J Paediatr 2002; 7:143-151.
PENATALAKSA
NAAN

Konsensus Penatalaksanaan
Kejang Demam
PENATALAKSANAAN
Meliputi:
 Pemberian obat pada saat demam:
 Antipiretik
 Antikonvulsan
 Penatalaksanaan saat kejang:
 Di rumah / tempat praktek
 Di rumah sakit
 Pemberian obat rumatan:
 Indikasi
 Jenis antikonvulsan
 Lama pengobatan
 Edukasi orang tua
PEMBERIAN OBAT SAAT
DEMAM
Antipiretik
Parasetamol 10-15mg/kg/kali  3-4x sehari
Ibuprofen 5-10mg/kg/kali 3-4x sehari
BILA KEJANG TELAH
TERATASI:
Pemberian obat selanjutnya:
1. Jenis kejang demam
2. Faktor resiko
PEMBERIAN OBAT
RUMATAN
1. I N D I K A S I
Obat rumatan DIINDIKASIKAN diberikan
pada KD dengan ciri-ciri sbb:
1. Kejang lama > 15 menit
2. Kelainan neurologis sebelum dan sesudah kejang
(hemiparesis, paresis Todd, cerebral palsy, retardasi
mental dan hidrosefalus)
3. Kejang fokal
PEMBERIAN OBAT RUMATAN…
Obat rumatan DIPERTIMBANGKAN
diberikan pada KD bila:
1. Kejang berulang 2 kali dalam 24 jam
2. Pada bayi < 12 bulan
3. 4 kali per tahun

AAP. Practice parameter: Longterm treatment of the


child with simple febrile seizures.
PEMBERIAN OBAT RUMATAN…
2. JENIS ANTIKONVULSAN
Asam valproate atau fenobarbital setiap hari
efektif menurunkan resiko berulangnya KD
(Level I)
Fenobarbital ditinggalkan karena menimbulkan
gangguan prilaku dan kesulitan belajar (40-50%)
Pilihan saat ini adalah asam valproate
(Depakene®)
PEMBERIAN OBAT RUMATAN…
Asam valproate:
Dosis asam valproate (Depakene®) adalah 15 – 40
mg/kg/hari dibagi dalam 2 -3 dosis
Pada sebagian kecil kasus, terutama usia <2 tahun

AAP. Committee on drugs. Behavioral and cognitive effects of anticonvulsant therapy.


AAP. Practice parameter: Longterm treatment of the child with simple febrile seizures.
Knudsen FU. Febrile seizures-treatment and outcome. Epilepsia 2000; 41:2-9.
PEMBERIAN OBAT RUMATAN…
3. LAMA PENGOBATAN
Diberikan selama 1 tahun bebas kejang
Kemudian dihentikan secara bertahap selama 1-2
bulan.

Soetomenggolo TS. Buku Ajar Neurologi Anak.


Knudsen FU. Febrile seizures: treatment and outcome. Brain Dev.
EDUKASI PADA ORANG
TUA
Kejang SELALU menakutkan bagi orang tua
Pada saat kejang, mereka beranggapan anaknya meninggal
Kecemasan dikurangi dengan cara:
1. Meyakinkan bahwa KD mempunyai prognosis baik
2. Memberitahukan cara penanganan kejang
3. Memberikan informasi kemungkinan kejang kembali
4. Pemberian obat untuk mencegah frekuensi memang
efektif tetapi harus diingat adanya efek samping obat
BILA TERJADI KEJANG
(BERULANG)
1. Tetap tenang dan tidak panik
2. Kendorkan pakaian, terutama di sekitar leher
3. Bila tidak sadar, posisikan anak terlentang dengan kepala miring.
Bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung. Jangan
memasukkan sesuatu ke dalam mulut
4. Ukur suhu, observasi dan catat lama dan bentuk kejang
5. Tetap bersama pasien selama kejang
6. Berikan diazepam rektal. Dan jangan diberikan bila kejang telah
berhenti
7. Bawa ke dokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5
menit atau lebih
PROGNOSI
S
Konsensus Penatalaksanaan
Kejang Demam
PROGNOSIS…
Kemungkinan mengalami kematian
 Kematian karena kejang demam
tidak pernah dilaporkan

National Institutes of Health. Febrile seizure: consensus


development conference Summary. Vol. 3, no. 2, Bethesda.
PROGNOSIS…
Kemungkinan berulangnya kejang demam
 Kejang demam akan berulang kembali pada sebagian kasus.
Faktor risiko berulangnya kejang demam adalah:
 Riwayat kejang demam dalam keluarga
 Usia kurang dari 12 bulan
 Temperatur yang rendah saat kejang
 Cepatnya kejang setelah demam
 Bila seluruh faktor di atas ada, kemungkinan 80%
 bila tidak terdapat faktor tersebut kemungkinan hanya 10%-
15%
 Kemungkinan berulangnya kejang demam paling besar pada
tahun pertama.
PROGNOSIS…
Faktor risiko terjadinya epilepsi:
1. Kelainan neurologis atau perkembangan yang jelas sebelum
KD pertama
2. KDK
3. Riwayat epilepsi pada orang tua atau saudara kandung
Setiap faktor risiko meningkatkan kemungkinan 4%-6%
Kombinasi dari faktor risiko tersebut meningkatkan
kemungkinan 10%-49%
Tidak dapat dicegah dengan pemberian obat rumat pada KD
TERIMAKASIH