Anda di halaman 1dari 14

IMAN SEBAGAI DASAR

AKIDAH

Muhammad Shaufi.MT, S.Pd.I, MA, M.CB


KETERPADUAN IMAN DAN PERBUATAN
BAIK
Sabda Nabi, "Demi Allah, ia tidak beriman! Demi Allah, ia tidak
beriman!" Lalu orang bertanya, "Siapa, wahai Rasul Allah?" Beliau
menjawab, "Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari
kelakuan buruknya." Lalu orang bertanya lagi, "Tingkah laku buruknya
apa?" Beliau Jawab, "Kejahatan dan sikapnya yang menyakitkan.”
Sabda Nabi bahwa orang yang berzina, tidaklah beriman ketika
ia berzina, dan orang yang meminum arak tidaklah beriman ketika ia
meminum arak, dan orang yang mencuri tidaklah beriman ketika ia
mencuri, dan seseorang tidak akan membuat teriakan menakutkan
yang mengejutkan perhatian orang banyak jika memang ia beriman." 
Menurut Ibu Taimiyah, al-Iman h. 12, tiadanya iman dari orang
yang sedang melakukan kejahatan itu ialah karena iman itu
terangkat dari jiwanya dan "melayang-layang di atas kepalanya
seperti bayangan." Demikian itu keterangan tentang iman yang
dikaitkan dengan perbuatan baik atau budi pekerti luhur.
PENGERTIAN AKHLAK

Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam


dalam jiwa manusia yang dapat
mendorong dan melahirkan suatu
perbuatan yang gampang dilakukan,
tanpa melalui maksud untuk memikirkan
lebih lama.
(Imam al-Ghazali)
PENGERTIAN IMAN
“Iman itu ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang
benar dengan hati dan perbuatan dengan anggota”
(Ali bin Abi Thalib)
Iman merupakan hakikat yang aktif dan dinamis,
yang apabila sudah mantap di dalam hati maka ia akan
berusaha merealisasikan diri di luar dalam bentuk amal
saleh…. Inilah iman Islami, yang tidak mungkin stagnan
(mandeg) tanpa bergerak
Iman adalah hubungan wujud insani yang fana, kecil,
dan terbatas ini dengan asal yang mutlak dan azali
serta abadi yang menjadi sumber semesta
PENGERTIAN AKIDAH
‘Aqoid : beberapa perkara yang wajib diyakini
kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman
jiwa, menjadi keyakinan yang tidak bercampur
sedikitpun dengan keragu-raguan (Hasan al-Bana –
Mu’jam al-Rasail)

Akidah : sejumlah kebenaran yang dapat diterima


secara mudah oleh manusia berdasarkan akal, wahyu,
dan fithrah. Kebenaran itu dipatrikan dalam hati dan
ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan
kebenaran itu
(Abu Bakar al-Jazairi –Akidah al-Mukmin)
KETERPADUAN IMAN DAN PERBUATAN
BAIK
Sabda Nabi, "Demi Allah, ia tidak beriman! Demi Allah, ia tidak
beriman!" Lalu orang bertanya, "Siapa, wahai Rasul Allah?" Beliau
menjawab, "Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari
kelakuan buruknya." Lalu orang bertanya lagi, "Tingkah laku buruknya
apa?" Beliau Jawab, "Kejahatan dan sikapnya yang menyakitkan.”
Sabda Nabi bahwa orang yang berzina, tidaklah beriman ketika
ia berzina, dan orang yang meminum arak tidaklah beriman ketika ia
meminum arak, dan orang yang mencuri tidaklah beriman ketika ia
mencuri, dan seseorang tidak akan membuat teriakan menakutkan
yang mengejutkan perhatian orang banyak jika memang ia beriman." 
Menurut Ibu Taimiyah, al-Iman h. 12, tiadanya iman dari orang
yang sedang melakukan kejahatan itu ialah karena iman itu
terangkat dari jiwanya dan "melayang-layang di atas kepalanya
seperti bayangan." Demikian itu keterangan tentang iman yang
dikaitkan dengan perbuatan baik atau budi pekerti luhur.
IMAN KEPADA ALLAH SWT
“Memiliki prinsip hidup yang kokoh dan
mulia”

1. Rasa aman (qs 22: 31)


2. Kepercayaan diri (qs 30: 26)
3. Integritas (qs 3: 121)
4. Kebijaksanaan (qs 16: 90)
5. Motivasi (qs 95: 4)
IMAN KEPADA MALAIKAT
“Memiliki prinsip kepercayaan yang teguh”

1. Loyalitas (qs 82: 10-12)


2. Komitmen (qs 6: 59)
3. Kebiasaan menolong (qs 99: 7-8)
4. Saling percaya (qs 19: 96)
IMAN KEPADA RASUL
“Memiliki jiwa kepemimpinan yang agung”

1. Pemimpin yang dipercaya (qs 35: 39)


2. Pembimbing (qs 39: 33)
3. Pemimpin yang berkepribadian (qs 2: 119)
4. Pemimpin yang abadi (qs 68: 4)
IMAN KEPADA KITAB
“Memiliki jiwa pembelajar yang tidak kenal lelah”

1. Kebiasaan membaca buku dan situasi


(qs 96: 3-5)
2. Kebiasaan berfikir kritis (qs 34: 46)
3. Kebiasaan mengevaluasi (qs 39: 9)
4. Kebiasaan menyempurnakan (qs 39: 9)
5. Memiliki pedoman (qs 24: 1)
IMAN KEPADA HARI KIAMAT
“Selalu berorientasi pada masa depan”

1. Ketenangan batiniah (qs 53: 42)


2. Jaminan masa depan (qs 89: 24)
3. Kendali diri dan sosial (qs 89: 24)
4. Optimalisasi upaya (qs 24: 64)
5. Berorientasi tujuan (qs 24: 64)
IMAN KEPADA QODO DAN
QODAR
“Selalu berorientasi manajemen yang
teratur”

1. Orientasi pemeliharaan sistem menjaga


sinergi (qs 4: 63)
2. Orientasi pembentukan sistem prinsip
sinergi (qs 39: 62)
3. Pemahaman arti proses (qs 35: 11)
4. Kepastian hukum alam (qs 3: 182)
KOMPETENSI IMAN YANG
SEMPURNA
1. Segala perilaku disaksikan oleh Allah, QS 23: 2-9
2. Memelihara shalat dan amanat, QS 23: 2-9
3. Menghindari perbuatan maksiat, QS 23: 2-9
4. Mentaati segala perintah dan menjauhi
larangan-Nya, QS 49: 13.
5. Selalu bersyukur bila bahagia, QS 4: 147
6. Selalu bersabar bila menderita, QS 2: 155-156
7. Rido atas segala ketentuan Allah, QS 6: 162
8. Selalu bertawakal pada setiap rencana, QS 3:
159
MATUR SUWUN