Anda di halaman 1dari 52

IMUNISASI PADA

ANAK
Inge De Laila
1840312721

Preseptor : Dr. dr. Rinang Mariko Sp.A (K)


TUJUAN IMUNISASI

Melindungi seseorang terhadap


penyakit tertentu (intermediate goal)

Menurunkan prevalensi penyakit


(mengubah epidemiologi penyakit)

Eradikasi penyakit (final goal)


MENGAPA JADWAL VAKSINASI
HARUS
DIATUR?

Umur
Cara pemberian
Interval
Imunisasi ulangan Rantai vaksin
(booster) Safety injection
Pencacatan
KIPI
KETERANGAN PERLU DIBACA
BACA TABEL
1. Umur
• Angka (kolom umur):
• Umur dalam bulan: 0 – 29 hari
• Umur dalam tahun: 0 – 11 bulan 29 hari
Contoh: DTP-1 dituliskan umur 2 bulan ->
direkomendasikan umur 2 bulan 0 hari sampai 2 bulan
29 hari.

2. Catatan kaki / keterangan perlu dibaca


1. HEPATITIS B

• Vaksin hepatitis B1 dianjurkan diberikan dalam


umur 12 jam, diberikan 30 menit setelah vitamin
K1.
• IM, paha anterolateral (bukan gluteus)
• HBIg pada paha yang berlainan, utk bayi dari ibu
HBsAg positif
• Vaksin hepatitis B2, B3 (monovalen) pada 1 dan 6
bulan
2. POLIO

• Vaksin polio 0: polio oral (saat saat bayi pulang) atau selambatnya
pada umur 1 bulan

• Untuk vaksin polio 1, 2, 3 dan booster: polio oral (OPV) atau


polio inaktivasi (IPV)
• April 2016 tOPV switch bOPV. Seluruh tOPV ditarik
kemudian
dimusnahkan
• Rekomendasi: paling sedikit 1 dosis IPV yang penting dalam masa
transisi dalam menuju eradikasi polio
• Diharapkan dunia bebas polio pada 2018

WHO: Indonesia bebas polio 27 Maret 2014


TAHAPAN ERADIKASI POLIO
NASIONAL

Juli 2016
Mei 2016
5-30 April 2016
Introduksi IPV
4 April 2016 Validasi • Minimal I dosis
Penarikan dan IPV ke dalam
Pemusnahan imunisasi rutin
tOPV
8 – 14 Maret 2016 Penggantian
• tOPV ke bOPV
PIN
Poli
o
Penguatan imunisasi rutin tetap dilakukan
APA PERAN INACTIVATED POLIO
VACCINE (IPV)?

• Mengurangi risiko yang disebabkan oleh OPV type 2


withdrawal

• Membantu memutuskan transmisi jika terjadi KLB


virus polio tipe 2

• Sebagai booster (imunisas ulangan) untuk polio tipe


1&3
TOPV, BOPV, BOPV + IPV

tOPV: 3 rings of
Type 1 protection against types 1,
2, and 3
Type 2
bOPV
Type 3 2 rings of protection
against types 1 and 3
bOPV
+
IPV
bOPV + IPV
IPV adds protection
against type 2 & boosts
immunity to 1 & 3
(enhancing bOPV effect)
3. BCG (1)

• BCG = Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan


• Dapat diberikan: umur 0 - 3 bulan
• Optimal pada umur < 3 bulan (sd 2 bln 29 hr)
• Bila umur > 2 bulan 29 hari -> uji tuberkulin
• Bila uji tuberkulin tak ada -> observasi local
accelerated reaction
• Dosis 0,05 mL IK (0,1 mL utk anak > 1 tahun)
3. BCG (2)

• Proteksi
– Mulai 8 – 12 minggu pasca vaksinasi
– Penelitian prospektif 12,5 th : daya proteksi
• 51%
• – Mencegah meningitis TB 64%, TB hematogen
78%
3. BCG (3)
Kontraindikasi:
• Bayi HIV positif dgn / tanpa gejala
• Bayi status HIV ? dgn gejala HIV, ibu HIV+
• Keganasan (e.g. leukemia, limfoma)
• Imunodefisiensi primer/sekunder
• Dapat imunosupresif (radio/kemoterapi, steroid)
4. DTP

• Tiap 1mL: 40 Lf toksoid difteria, 24 OU pertusis, 15


Lf toksoid tetanus, Al fosfat 3 mg, thimerosal 0,1 mg
• DTP diberikan pada umur 2,3,4 / 2,4,6 bulan
• Booster pada umur 18-24 bulan dan 5 tahun
• Umur 10-12 th : vaksin Td (Tdap) yang perlu
booster tiap 10 tahun
DTP KOMBINASI

• DTwP + HepB, quadrivalent


• DTwP + HepB + Hib, pentavalent
• DTwP + HepB + Hib + IPV, hexavalent
• DTaP + HepB + Hib
• DTaP + HepB + Hib + IPV
• DT, Td, Tdap
5. CAMPAK

• Tiap 0,5 ml vaksin mengandung:


• 1000 u virus strain CAM 70
• 100 mcg kanamisin, 30 mg eritromisin
• Imunisasi campak pada anak balita (program nasional)
diberikan 2 kali pada umur 9 dan 18 bulan (Permenkes RI
no 12/ 2017)
• Imunisasi campak ke 3 pada umur 6 tahun (SD kelas 1)
• Bila dapat MMR umur 15 bulan dan 5-6 tahun, imunisasi
campak umur 18 bulan dan 6 tidak perlu.
PERATURAN MENTERI KESEHATAN RI NO.12 TH.2017
IMUNISASI BOOSTER

Peraturan Menteri Kesehatan RI No.12 Th.2017


JADWAL IMUNISASI YANG TERLAMBAT/
TIDAK TERATUR
• Segera lanjutkan imunisasi yg tertunda sesuai
jadwal
• Bila status imunisasi diragukan, dianggap belum
diberikan
• Tidak ada bukti bahwa pemberian vaksin
merugikan penerima yang sudah imun
• Interval vaksinasi tetap/ tidak berubah
JADWAL IMUNISASI YANG TERLAMBAT/
TIDAK TERATUR
• Jika terlambat > 1 vaksin -> dapat
beberapa vaksin sekaligus atau vaksin kombo

• Belum pernah mendapat Imunisasi:


• Imunisasi harus diberikan kapan saja pada umur berapa
saja
• Untuk vaksin yang harus diberikan beberapa kali (misal
DTP, Polio, Hepatitis B) jumlah pemberian harus sama
dengan jumlah yang seharusnya diberikan (3 x)
PROSEDUR
VAKSINASI
1. Penyimpanan dan transportasi vaksin
2. Persiapan alat dan bahan : untuk vaksinasi dan
mengatasi gawat - darurat
3. Persiapan pemberian :
1. anamnesis, umur, jarak dgn
vaksinasi sebelumnya, riwayat KIPI,
Indikasi kontra dan perhatian khusus
2. Informed consent : manfaat, risiko KIPI
3. pemeriksaan fisik
4. Cara pemberian
1. dosis, interval
2. Lokasi, sudut,
kedalaman
5. Pemantauan
KIPI
6. Sisa vaksin,
pemusnahan
JENIS-JENIS
VAKSIN
Vaksin Bakteri Vaksin Virus

• BCG • Campak OPV


Vaksi • Parotitis •• Yellow
n • Rubela Fever
Hidup • Varisela

• Difteria • Meningo • Influenz • Rabies


Vaksi • Tetanus • Pneumo a
• Pertusis • Hib • Hepatitis B
n • IPV
• Kolera • Typhoid Vi • Hepatitis A
Inaktif
VAKSIN HEPATITIS B
• Vaksin virus rekombinan yang diinaktivasi
dan bersifat non infeksius berasal dari
HBsAG
• Penyimpanan : 2 – 8 º C, uji kocok
• Dosis & Penyuntikan : 0,5 mL IM, di
anterolateral paha
• Puskesmas : 0, dan 2,3,4 (DTP-HB)
VAKSIN HEPATITIS B
(2)
Indikasi
▪ Anak di prevalensi hep B sedang / tinggi
▪ Bayi dari ibu karier
▪ Petugas kesehatan yang sering kontak
dengan pasien hep B, darah

Indikasi kontra
▪ Alergi pada komponen vaksin
▪ Demam tinggi, kejang, infeksi berat

KIPI
– Reaksi lokal kemerahan, nyeri, bengkak,
– Reaksi sistemik : mual muntah, nyeri kepala, nyeri
VAKSIN POLIO ORAL
(OPV)

Heat Marker
Vaccine Vial Monitor (VVM)
PERUBAHAN WARNA
VAKSIN POLIO KARENA
PERUBAHAN PH

Boleh diberikan
VAKSIN POLIO ORAL
(OPV)
• Virus hidup, dilemahkan
– 1 dosis = 2 tetes, diberi sebanyak 4 dosis min interval 4
minggu
– Saat sedang diare : boleh divaksin, 4 minggu kemudian
beri 1 dosis sebagai dosis tambahan
- Efek samping : jarang, jika muntah dalam 30 menit, diberi
dosis ulang

• Penyimpanan (sebelum dibuka):


– dalam suhu - 20ºC potensi sampai 2 thn
– dlm suhu 2 – 8ºC potensi sampai 6 bulan
• Setelah dibuka simpan dlm suhu 2 – 8ºC
– potensi hanya sampai 7 hari
VAKSIN POLIO INJEKSI
(IPV)
Virus polio mati
• Kekebalan di mukosa usus
• Tidak ada risiko kelumpuhan (VAPP = Vaccine Associated Polio
Paralysis)
• Dosis 0,5 mL IM
• KI : sedang demam, ada penyakit akut/ kronik progresif,
hipersensitifitas vaksin
• Efek samping : reaksi lokal bengkak dan merah 48 jam pasca
diuntik bertahan dalam 1-2 hari
• Penyimpanan :
– dlm suhu 2 – 8ºC stabil 3 thn
VAKSIN BCG
• Setelah dilarutkan, dlm suhu 2 – 8ºC (bukan freezer),
hanya boleh 3 jam
• Kering : simpan dlm suhu 2 – 8ºC, lebih baik dalam freezer
• Jangan kena sinar matahari
• Dosis : 0.05 ml intrakutan, deltoid kanan

• Kontraindikasi :
– HIV, Imunokompromais, pengobatan steroid, imunosupresif, radioterapi,
keganasan sumsusm tulang atau limfe, gizi buruk, demam tinggi, infeksi
kulit luas
• Efek Samping : 2-6 mg timbul papula dan dapat terjadi ulserasi
dalam 2-4 bulan dan sembuh dengan jar parut 2-10 mm
• Proteksi
– Daya lindung hanya 42% (WHO 50-78%)
– Jadwal : bayi 2-3 bulan. Bila > 3 bln : uji Mt
VAKSIN DPT
DIFTERI TETANUS
• PERTUSIS
Pertusis : bakteri mati, teradsorbsi dlm Al fosfat
• Simpan dalam 2 – 8ºC, jangan dalam freezer
• Kocok : sampai homogen, jika ada gumpalan atau endapan
jangan digunakan
• Jadwal : 2,4, 6 bulan (PKM : 2,3,4 bulan)

• Kontraindikasi :
- Riwayat anafilaksis
- Ensefalopati pasca DPT sebelumnya
VAKSIN TOKSOID
TETANUS
• Tujuan
– Eliminasi tetanus neonatorum
– Cegah tetanus
• Target imunisasi tetanus : > 5 kali
– 3 dosis saat bayi + 2 dosis toksoid dewasa
– dosis ke-4 (18 – 24 bl) kekebalan > 5 th
– Dosis ke-5 (masuk SD) kekebalan > 10 th
– Dosis ke-6 (keluar SD, TD atau dT) kekebalan
> 20 th
VAKSIN CAMPAK
• Virus hidup dilemahkan
• Vaksin kering : simpan < 0º C atau < 8ºC,
lebih baik minus 20 º C. Pelarut tidak boleh
beku.
• Setelah dilarutkan, dlm suhu 2 – 8ºC
maksimum 8 jam
• Dosis 0,5 ml  SK di deltoid lengan
• Proteksi : mulai 2 mgg setelah vaksinasi
• Lama proteksi : 8 – 16 tahun
– umur 5 - 7 th : 29,3% kena campak
walaupun pernah diimunisasi
• BIAS : ulangan campak saat masuk SD
VAKSIN
KOMBINASI

• Kombinasi DTP+ HB
• Kombinasi DTwP+Hib
• Kombinasi DTaP+Hib
• Kombinasi DTaP+Hib + IPV
• Kombinasi DTP+HB+Hib

• Kontraindikasi :
– Sama dengan komponen masing-masing
vaksin
PENYIMPANAN VAKSIN
• Tingkat Propinsi : kmr dingin & kmr beku
– Suhu kamar dingin: +2 s/d +8 Cº
– Suhu kamar beku: -15 s/d -25 Cº
• Di Kabupaten dan Pelayanan Primer
– Jarak lemari es dengan dinding belakang
15 cm
– Lemari es tidak terkena sinar matahari
langsung
– Sirkulasi ruangan cukup
• Penyusunan vaksin
– Jarak menyusun dos vaksin 1-2 cm
atau
– Satu jari antar dos vaksin
ANAMNESIS /
KIE
Cek identitas, vaksinasi yang telah didapat
– Umur, jarak dgn vaksinasi sebelumnya
– Informed consent : manfaat dan KIPI
– Kontraindikasi, perhatian khusus, penyakit,obat
– KIPI vaksinasi sebelumnya
– Penanggulangan KIPI seandainya terjadi
– Rutin pediatrik
• Asupan nutrisi, miksi, defekasi, tidur
• Pertumbuhan dan perkembangan
– Jadwal vaksinasi
INFORMED CONSENT
• Boleh meminta tanda tangan dari orangtua atau
pengasuh bahwa telah diberikan informasi,
dimengerti dan menyetujui vaksinasi
• Penjelasan tentang manfaat dan risiko vaksinasi
disampaikan dengan empathy
KONTRAINDIKASI
VAKSIN
• Umum (untuk semua vaksin)
– Reaksi anafilaksis
– Sakit sedang atau berat
• Khusus
– DTP / DTPa : ensefalopati dalam 7 hari pasca vaksinasi
DPT/DTPa
– OPV dan varisela : anafilaksis terhadap neomisin atau
gelatin, kehamilan, imunodefisiensi (keganasan,tumor
padat, kongenital, terapi imunosupresan, infeksi HIV)
– Hepatitis B : anafilaksis
PEMERIKSAAN
FISIK
• Pemeriksaan umum
• Pemeriksaan khusus
– Mencari kontraindikasi atau hal-hal yang perlu
diperhatikan
– Bekas vaksinasi terdahulu
– Lokasi vaksinasi yang akan dikerjakan
PERSIAPAN PEMBERIAN
VAKSIN
• Cuci tangan dengan antiseptik
• Baca nama vaksin, tanggal kadaluwarsa
• Teliti kondisi vaksin apakah masih layak : warna indikator
VVM
• Kocok : penggumpalan, perubahan warna
• Alat suntik : sekali pakai
• Encerkan dan ambil vaksin sebanyak dosis
• Ukuran jarum : ketebalan otot bayi / anak
• Pasang dropper polio
VVM = VACCINE VIAL MONITOR
UKURAN
JARUM
Intramuskular di paha mid-anterolateral
• Neonatus
– kurang bulan / BBLR, <2 bln : 5/8 inch (15,8 mm)

Intramuskular di deltoid
• > 2 thn (tergantung ketebalan otot) 7/8 – 1,25 inch
(22,2 -31,75 mm)
• Usia sekolah dan remaja : 1,5 inch (38,1mm)
Intrakutan
• BCG (10 mm)
PENYUNTIKAN DAN PENETESAN VAKSIN
• Posisi bayi / anak : nyaman dan aman
• Desinfeksi
• Pegang : peregangan kulit, cubitan
• Penyuntikan : dosis, sudut, cara
• Tetesan : dosis, hati-hati dimuntahkan
• Penekanan bekas suntikan
• Membuang alat suntik bekas
• Penulisan tanggal vaksinasi di kolom yang sudah
disediakan
POSISI ANAK KETIKA DIVAKSINASI

Tangan yg lain
dipegang ibu,
Kemudian
anak dipeluk
POSISI ANAK KETIKA DI
VAKSINASI
Tangan kiri
Dijepit ketiak ibu
Tangan dipegang

suntik
PENETESAN VAKSIN
POLIO
TEKNIK PENYUNTIKAN DAN
PENETESAN
Subkutan : intramuscular
Campak, . hepatitis A
varicela, dan B, DTP
MR

Oral
e.g. polio Intradermal
BCG
PENCATAT
AN
• No. lot / seri vaksin,
• Tanggal kedaluwarsa
• Tanggal penyuntikan
• Bagian tubuh yang disuntik (deltoid kiri, paha
kanan mis)
PEMANTAUAN SETELAH
VAKSINASI
• Perhatikan keadaan umum
• Tunggu 30 menit di ruang
tunggu
TERIMA KASIH