Anda di halaman 1dari 22

Metode penelitian

Definisi operasional

Kelompok 10:
Devi Vinda Fransisca
Khilda Arsya
Rifdah Affiyanti
Shabrina Humairah
Silfiyani Arofah
Syifa Dewi Prastika
Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel penelitian adalah
fenomena observasional yang memungkinkan
peneliti unuk mengujinya secara empiris,
apakah outcome yang diprediksi tersebut
benar atau salah (Thomas,2010)
Definisi operasional variabel adalah definisi
terhadap variabel secara operasional sehingga
peneliti mampu mengumpulkan informasi
yang dibutuhkan terkait dengan konsep
(Carmen,2010)
Lanjutan…
Berdasarkan beberapa definisi diatas,
maka dapat disimpulkan bahwa definisi
operasional variabel adalah definisi
terhadap variabel berasarkan konsep teori
namun bersifat operasional agar variabel
tersebut dapat diukur atau bahkan dapat
diuji baik oleh peneliti maupun peneliti
lain.
Lanjutan…
Pada umumnya, definisi dibuat secara
naratif namun ada juga yang membuatnya
dalam bentuk tabel yang terdiri dari
beberapa kolom. Dalam prakteknya, ada
banyak peneliti membuat definisi
operasional variabel secara naratif atau
bahkan ada juga yang membuatnya dalam
bentuk tabel serta ada juga yang
meggabungkan keduanya.
Komponen definisi
operasional
Komponen Komponen Dalam Definisi
Operasional
- Variabel;
- Definisi;
- Hasil ukur;
- Skala data;
- Cara ukur
Manfaat definisi operasional
Mengidentifikasi kriteria yang dapat
diobservasi yang sedang didefinisikan
Menunjukkan bahwa suatu konsep atau
objek mungkin mempunyai lebih dari satu
definisi operasional
Mengetahui bahwa definisi operasional
bersifat unik dalam situasi dimana definisi
tersebut harus digunakan (Sarwono, 2006)
Syarat-syarat Definisi Operasional

Menurut  Nursalam (2003;105) bahwa syarat definisi


operasional :
• Definisi harus dapat dibolak–balikan dengan hal yang
didefinisikan
• Definisi tidak boleh negatif.
• Apa yang didefinisikan tidak boleh masuk dalam
definisi. Misal, kepuasan adalah rasa puas yang
dirasakan seseorang terhadap sesuatu
• Definisi tidak boleh dinyatakan dalam bahasa yang
kabur (ambigous). Misal, kepuasan adalah rasa
batin yang bersifat individual
Pentingnya operasionalisasi variable
Variabel harus didefinisikan secara
operasional agar lebih mudah dicari
hubungannya antara satu variabel dengan
lainnya dan pengukurannya. Tanpa
operasionalisasi variabel, peneliti akan
mengalami kesulitan dalam menentukan
pengukuran hubungan antar variable yang
masih bersifat konseptual.
Cara Menyusun Definisi Operasional

Untuk memudahkan, biasanya definisi operasional itu disajikan


dalam bentuk “matrix” yang terdiri dari kolom-kolom:
1. Definisi operasional
adalah uraian tentang batasan variabel yang dimaksud, atau
tentang apa yang diukur oleh variabel yang bersangkutan.
Misalnya :
 Definisi operasional tentang variabel “status gizi” anak balita
adalah hasil penimbangan atau pengukuran berat badan dan
tinggi badan anak balita berdasarkan umur.
 Definisi operasional veriabel “pendidikan” adalah lamanya
sekolah atau tingkat sekolah yang telah diikuti oleh responden.
 Definisi operasional veriabel “kinerja” perawat ruangan adalah
kegiatan yang dilakukan oleh perawat dalam pasien diruangan,
atau kegiatan asuhan keperawatan oleh perawat ruangan.
2. Cara Pengukuran
Adalah dengan metode atau cara apa yang digunakan
peneliti untuk mengukur atau memperoleh informasi
(data) untuk variabel yang bersangkutan. Masalnya,
mengacu kepada contoh definisi operasional di atas :

Untuk variabel status gizi cara pengukurannya dengaan


menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan.
Untuk variabel pendidikan cara pengukurannya dengan
wawancara.
Untuk variabel kinerja, cara pengukurannya dengan
melihat, mengecek, atau observasi hasil atau catatan
atau dokumen proses asuhan perawatan
3. Hasil Ukur Atau Kategori
Adalah mengelompokkan hasil
pengukuran variabel yang bersangkutan.
Misalnya, mengacu kepada contoh
definisi operasional di atas:
 Untuk variabel status gizi, hasil ukuranya: gizi
buruk, gizi kurang, dan gizi baik (normal).
 Untuk variabel pendidikan, hasil pengukurannya :
SD, SMP, SMA, dst, atau: rendah (tidak sekolah dan
SD), menengah (SMP dan SMA), dan tinggi (di atas
SMA).
4. Skala pengukuran variabel
Pengukuran variabel dikelompokkan
menjadi empat skala pengukuran, yakni:
Skala nominal
Skala ordinal
Skala interval
Skala ratio
1. Skala nominal
Adalah suatu himpunan yang terdiri dari
anggota-anggota yang mempunyai kesamaan
tiap anggotannya, dan memiliki perbedaan dari
anggota himpunan yang lain.

Misalnya, jenis kelamin, dibedakan antara laki-


laki dan perempuan; pekerjaan, dapat dibedakan
petani, pegawai, dan pedagang; suku bangsa,
dapat dibedakan antara jawa, sunda, batak,
ambon, dan sebagainya.
2. Skala ordinal
Adalah himpunan yang beranggotakan menurut
rangking, urutan, pangkat, atau jabatan. Dalam skala
ordinal tiap himpunan tidak hanya dikategorikan kepada
persamaan atau perbedaan dengan himpunan yang lain,
tetapi juga berangkat dari pernyataan lebih besar atau
lebih kecil atau perbedaan tingkat antara anggota
himpunan.

Misalnya, variabel pendidikan dikategorikan rendah,


menengah, tinggi, variabel pendapatan dikategorikan
tinggi, sedang, dan rendah, variabel umur dikategorikan
anak-anak, muda, dan tua, dan sebagainya.
3. Skala interval
Seperti pada skala ordinal, tetapi himpunan tersebut dapat
memberikan nilai interval atau jarak antara urutan kelas yang
bersangkutan. Kelebihan dari skala ini adalah bahwa jarak nomor
yang sama menunjukkan juga jarak yang sama dari sifat yang diukur.
Contoh:
Umur: < 20 tahun
20-29
30- 39
40 – 49
50–59
60 tahun ke atas.
Lama sekolah: kurang dari 6 tahun
6– 9 tahun
10 –12 tahun
Diatas 12 tahun
4. Skala ratio
Adalah variabel yang mempunyai
perbandingan yang sama, lebih besar atau
lebih kecil. Variabel seperti panjang,
berat, dan angka agregasi adalah variabel
rasio. Misalnya, apabila sekarung beras
beratnya 1 kuintal, maka 5 karung beras
beratnya 5 kuintal (rasio 1:5). Contoh
lain: 1 orang dokter/penduduk adalah
1:20.000
Implementasi Definisi Operasional

Definisi operasional ditentukan berdasarkan Parameter yang


dijadikan ukuran dalam penelitian. Sedangkan cara pengukuran
adalah Cara dimana variable dapat diukur dan ditentukan
karakteristiknya. Sehingga dalam Definisi Operasional
mencakup penjelasan tentang :
Nama variable
Definisi operasional berdasarkan konsep/maksud penelitian.
Hasil Ukur atau Kategori
Skala Pengukuran.
Definisi Operasional.docx

Contoh
TERIMA KASIH
Pertanyaan
Arina : apakah semua penelitian wajib menggunakan
definisi operasional?
Dalam penelitian wajib menggunakan. Karena akan
dimasukan ke outline. Untuk memfokuskan kepada
variabel, dan data ukur penelitian.
Nur dwi : Apabila menggunakan variabel
pengetahuan. Dapat dijabarkan faktor-faktornya,
Apakah faktor-faktor pengetahuan dimasukan ke
definisi operasional?
Harus ada kesinambungan, faktor variabel dijabarkan
di tujuan khusus penelitian dan dirumuskan di
kerangka konsep lalu dituangkan di definisi
operasional.
Puspa : apabila faktor variabel dijabarkan,
apakah ada perbdaan pengukuran skala
definisi operasional?
Annisa : bagaimana menentukan hasil
ukur dari persenan apakah bebas?
Hasil indikator ukur menggunakan
referensi keilmuan