Anda di halaman 1dari 10

DATA AWAL GAM BARAN U M U M

Sombori dahulunya bagian dari Desa Dongkalang. Nama desa tersebut adalah Lombokita. Nama tersebut
ternyata identik dengan nama sebuah perusahaan pengelola mutiara bernama PT. Lombokita yang berasal dari Lombok.
LAT A R B E LA K A N G Perusahaan itu beroperasi di desa tersebut. Akhirnya, masyarakat setempat mengganti nama desa menjadi Desa Mbokita,
artinya nenek kita. Sebelum akhirnya berubah menjadi tempat wisata terkenal, Pulau Sombori dahulunya dianggap
Kabupaten Morowali adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah, sebagai lokasi buangan. Tapi kini pulau ini menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi tak kurang dari 6.000 wisman
Indonesia. Ibu kota kabupaten sekaligus pusat adimistrasi terletak di kota bungku, juga lokal.
kabupaten ini memili luas sebesar 3.037,04 km dan berpenduduk sebanyak 129.814 jiwa Desa Mbokita yang berararti “Nene Kita” ini berada di Pulau Sambori Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten
pada tahun 2017. Morowali. Penduduk Desa Mbokita ini hampir semua berprofesi sebagai nelayan. Letaknya yang dikelilingi gugusan
Sombori merupakan kawasan konservasi laut seluas 41.342 ha. Di sekitarnya terdapat pulau-pulau kecil sambori mempunyai daya tarik keindahan alam yang sangat menakjubkan. Desa ini telah mendirikan
beberapa pulau kecil. Sebagian dijadikan tempat tinggal para nelayan, lebih banyak yang BUMDES dengan unit usaha Pengolahan Wisata. Terbentuk dari batuan cadas, didalamnya terdapat sebuah masjid dan
kosong tanpa manusia. Pantai dengan pasir putih bersih adalah kekhasan pulau-pulau kecil sekolah dasar. Ada pula PAUD yang menempel di rumah salah seorang warga. Jalan lingkungan dibuat menggunakan
yang berserak di Teluk Tolo. salah satu dari beberapa pulau tersebut adalah Pulau rapat beton dengan lebar 2 meter
berpenghuni bernama Desa Mbokita. Belum lama ini Desa Mbokita telah ditetapkan
sebagai Desa Wisata. Penduduk desa ini merupakan suku Bajo. Namun Desa wisata ini
belum tertata dengan baik, sehingga perlu penataan yang nantinya dapat bersaing denga
Desa-desa wisata lainnya yang ada di Indonesia. Seperti yang diketahui, bahwa
permukiman terbagi dalam dua kategori, yaitu permukiman terencana dan permukiman
tidak terencana. Permukiman Desa Mbokita merupakan permukiman yang termasuk
dalam jenis permukiman yang tidak terencana. Hal ini dapat dilihat dari factor yang ada ,
seperti : arah orientasi bangunan, jenis bangunan,material bangunan hingga izin resmi
kepemilikan rumah.

DESA MBOKITA
Desa Mbokita merupakan gugusan pulau karang yang terletak di Teluk Matarape
dari salah satu desa dari 24 desa ysng berada di Kecamatan Menui Kepulauaan.
Aksesbilitasi mencapai desa Mbokita dapat dilalui dengan dua jalur menumpangi roda
empat atau roda dua dari Bungku Tengah ke dermaga Lafeu ( Morowali, Sulawesi
Tenagah) menumpangi kapal antar pulau atau dengan melalui jalur Kota Kendari ke
dermaga Molore (Konawe Utara, Sulawesi Tenggara) dan menumpangi kapal sewa dari Perumahan Warga Kantor
masyarakat setempat
Masjid
MASYARAKAT Sekolah Dasar Warung / Kios
Tingkat kepadatan penduduk Mbokita adalah 206 jiwa yang mayoritasnya bermata
pencaharian sebagai nelayan.salah satu pengembangan yang dapat dilakukan di desa
Mbokita untuk memperluas sektor ekonomi adalah dengan membuka sektor pariwisata
dan sektor perikanan di desa tersebut.
-
Suku yang berdiam di desa Mbokita adalah suku Bajo. Yang telah lama
berdiam di pulau sambori. Permukiman masyarakat bajo merupakan
prmukiman nelayan yang menyebar di sepanjang garis bibir pantai pulau
sambori

Kondisi permukiman desa Mbokita , rumah-rumah di bangun dengan


menggunakan bahan kayu alam sekitar seperti kayu, bambu dan lain-lain.
Bebrapa rumah di permukiman tersebut juga di bangun di atas air. Untuk
akses antar rumah,masyarakat membuat dermaga-dermaga kecil yang akan
menghubungkan satu rumah dengan rumah yang lain
KONDISI  Pulau Kayangan Pulau ini berada disebelah barat dari
desa mbokita, dari puncak pulau, kamu akan

GEOGRAFIS disuguhkan pemandangan laut biru yang luar


biasa. seakan akan kamu enggan
meninggalkan tempat ini. akses ke puncakpun
Permukiman suku bajo

sangat mudah, jalan dari pelabuhan kecil


sampai kepuncak sudah dibuat jalan setapak.
saat kamu berada dipuncak, kamu harus tetap
berhati hati, karena kondisi puncak tidak
dipagari.

Gua Berlian

Teluk Bunga Anggrek

Pantai Marege

Pantai pasir putih yang memanjakan mata, posisinya masih sangat


Spot ini masih jarang dikunjungi wisatawan, dekat dengan teluk bunga anggrek. pantai ini sangat cocok untuk
karena letaknya yang jauh dan tertutup. teluk kecil ini beristirahat, makan siang atau sekedar bermain air dipantai. pasir putih yang
memiliki pulau kecil ditengahnya yang dipenuhi halus dan air yang bening akan menambah keseruan liburanmu
tumbuhan anggrek. lokasi teluk biasa juga dijadikan
tempat berteduh nelayan dari gelombang dan angin
yang besar.
BUKIT PUNCAK KHAYANGAN AQUARIUM POINT

Tebing karang yang berada di kanan dan kiri menjadi pemandangan yang Memiliki pemandangan laut yang mengagumkan membuat Pulau Sombori tempat yang tepat
disuguhkan Pulau Sombori saat pengunjung memasuki wilayah tersebut. Selain itu, untuk snorkeling. Pengunjung bisa menyaksikan beragam binatang karang yang memiliki bermacam
pemandangan lautan yang cukup berombak juga merupakan suguhan tempat wisata bentuk dan warna di Aquarium Point, yaitu titik selam terbaik, yang berada di Pulau Dua Laut. Sajian
di Morowali, Sulawesi Tengah ini. Semakin ke dalam, wisatawan bisa menikmati lainnya adalah pasir putih yang menghampar indah. Wisatawan juga bisa menyaksikan rombongan hiu
laut yang indah dan tenang. Seperti halnya Raja Ampat, Sombori merupakan daerah paus atau lumba-lumba yang sedang mengejar ikan jika beruntung.
yang terdiri dari kumpulan pulau karang yang memikat. Pulau-pulau itu tak hanya
berupa karang saja tapi ada beberapa pulau tersebut yang ditumbuhi pepohonan
yang cukup rimbun yang menjadi tempat bertenggernya burung-burung. Bukit SUKU BAJO
Puncak Khayangan adalah tempat yang tepat untuk menikmati pemandangan pulau
ini. Jika berminat untuk memanjat bukit ini, pengunjung akan menaiki tebing terjal
dan tak ada daratan datar untuk berpijak.

PULAU KOKO

Jika ingin menikmati pantai, singgahlah di Pulau Koko. Pulau di Provinsi Menyaksikan kehidupan suku Bajo bisa menjadi daya tarik tersendiri ketika berkunjung ke
Sulawesi Tengah ini terkenal akan lambaian pohon kelapanya. Kejernihan airnya Pulau Sombori yang ada di Morowali. Suku yang dikenal sebagai pelaut yang tangguh tersebut
membuat ikan-ikan yang berenang menjadi nampak jelas. Selain pantai, hal lain yang hidup di pulau ini. Pengunjung dapat melihat bagaimana mereka hidup sehari-hari, bahkan belajar
bisa dinikmati di Pulau Sombori adalah Gua Berlian. Gua ini memiliki ketinggian kira- berenang dari mereka yang mahir menyelam tanpa memakai alat apapun.
kira 10 mdpl. Pengunjung harus memanjat tebing dengan kemiringan 70-80 derajat
untuk sampai di tempat ini.
POTENSI
SISTEM PENYEDIAN AIR BERSIH
POTENSI
Sumber air bersih yang pertama menggunakan sumur Tradisional, hal ini tidak
lepas dari kebudayaan Tradisi Masyarakat setempat

Sumber air bersih ke dua ketika musim penghujan, maka sumber air tersebut
tergantikan dengan air hujan yang ditampung menggunakan tandon air
KEINDAHAN ALAM & LETAK GEOGRAFIS
Pada gambar di atas dapat kita lihat keindahan alam yang dikelilingi
gugusan pulau dan desa mbokita berada di tengah. Menyugukan view yang Sumber air bersih yang ke tiga menggunakan sumur bor, namun air yang
indah ke segala arah. dihasilkan berwarna ke emasan karena daerah tersebut memiliki tekstur
bebatuan kapur yang kurang bagus

4+1 Potensi Masalah


Wism Letak rumah di atas air memudahkan akses Perletakkan rumah saling
PERMASALAHAN a ke perahu
untuk pergi bekerja
berdempetan sehingga
mendapat cross ventilation
sulit

Karya Memungkinkan untuk di buat tempat tidak adanya tempa


pengolahan/budidaya ikan pengolahan ikan
Suka banyaknya wisatawan yang 4+1
Kurangnya spot-spot berfoto yangPotensi Masalah
berkunjung Menarik dan belum tertata dengan
Wisma
baik bagi Letak rumah di atas air memudahkan akses ke
para wisatawan Perletakkan rumah saling berdempetan
Marga jalan yang cukup lebar sehingga   perahu untuk pergi bekerja sehingga sulit mendapat cross
akses lebih lancar ventilation
Penye Terdapat fasilitas pendidikan dan Fasilitas PAUD belum
mpurn ibadah masjid bagi wisatawan Karya Memungkinkan untuk di
tersedia buat tempat tidak adanya tempa
a pengolahan/budidaya ikan pengolahan ikan
PERMUKIMAN KUMUH DAN BELUM TERTATA
Suka banyaknya wisatawan yang berkunjung Kurangnya spot-spot berfoto yang
Tampak jelas pada gambar,permaslahan paling mendasar adalah belum Menarik dan belum tertata dengan
adanya penataan permukiman, sehingga terlihat kumuh dan tampak bangunan baik bagi para wisatawan
banguna liar
Marga jalan yang cukup lebar sehingga akses lebih  
Masih Kurangnya kesadaran diri masyarakat mbokita, selain itu kurangnya lancar
fasilitas memadai di desa Mbokita seperti belum adanya sistem penyediaan
lisrik, sistem pengolahan air limbah dan sistem penyediaan air bersih Penyem Terdapat fasilitas pendidikan dan ibadah masjid Fasilitas PAUD belum tersedia
purna bagi wisatawan
KAJIAN TEORI ANALISIS TIPOLOGI FUNGSI DESA MBOKITA
Dalam suatu kawasan, fasilitas/bangunan dapat digolongkan sesuai fungsinya menjadi 5 jenis. Kelima Jenis
fasilitas/bangunan ini sering disebut sebagai 5 unsur lingkungan kawasan.:

PERMUKIMAN TEMATIK 4+1 • Wisma merupakan tipologi bangunan dengan fungsi tempat tinggal sementara atau permanen. Masyarakat membutuhkan
wisma sebagai bangunan hunian yang merupakan salah satu diantara 3
kebutuhan pokok manusia selain pangan dan sandang. Semakin banyak terdapat bangunan wisma, baik itu rumah, villa, hotel dsb
menandakan wilayah tersebut sudah ramai dan berpotensi untuk pengembangan ekonomi jangka panjang.

PERMUKIMAN NELAYAN • Karya adalah fasilitas dan bangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat setelah mereka membangun rumah, mereka
membutuhkan lahan pekerjaan untuk menghidupi diri dan keluarganya.
Permukiman nelayan adalah merupakan lingkungan tempat tinggal dengan sarana • Suka merupakan tipologi bangunan yang berfungsisebagai tempat hiburan dan bersenang senang.
dan prasarana dasar yang sebagian besar penduduknya merupakan masyarakat yang • Marga merupakan infrastruktur seperti jalan akses yang digunakan untuk mencapai tempat yang dituju.
memiliki pekerjaan sebagai nelayan dan memiliki akses dan keterikatan erat antara • Penyempurna merupakan tipologi fasilitas yang berfugsi melengkapi dan menunjang kebutuhan dan aktivitas masyarakat.
penduduk permukiman nelayan dengan kawasan perairan sebagai tempat mereka mencari
nafkah, meskipun demikian sebagian dari mereka masih terikat dengan daratan. Secara
WISMA
umum permukiman nelayan dapat digambarkan sebagai suatu permukiman yang sebagian Rumah- rumah penduduk terbilang masih kurang layak,penataan yang kurang
baik sehingga memerlukan pola permukiman yang baik sehingga dapat
besar penduduknya merupakan masyarakat yang memiliki pekerjaan sebagai nelayan.
menunjang aktivitas sehari-hari.
Sedangkan pekerjaan nelayan itu sendiri adalah pekerjaan yang memiliki ciri utama
adalah mencari ikan di perairan. Sedangkan menurut Peraturan Menteri Negara
Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 15/Permen/M/2006 Tentang Petunjuk KARYA
Banyaknya pengunjung yang datang untuk memberikan danpak positif bagi warga lokal
Pelaksanaan Penyelenggaraan Pengembangan Kawasan Nelayan, perumahan kawasan disana, dengan banyaknya wisatawan yang datang, yang berarti memerlukan
penginapan yang dapat disediakan oleh warga lokal sehingga bisa menambah
nelayan untuk selanjutnya disebut kawasan nelayan adalah perumahan kawasan khusus
menghasilkan pendapatan mereka
untuk menunjang kegiatan fungsi kelautan dan perikanan.

Menurut ST. Khadija arti kata Nelayan terbagi dalam dua pengertian nelayan yaitu:
• Nelayan Sebagai Subyek/Orang; merupakan sekelompok masyarakat manusia yang SUKA
memiliki kemampuan serta sumber kehidupan disekitar pesisir pantai. Puncak pulau Desa Mbokita yang belum tersentuh dapat dimanfaatkan iuntuk
• Nelayan sebagai predikat/pekerjaan; suatu sumber penghasilan masyarakat yang menjadi salah satu spot wisata di desa ini yang sangat menarik

berkaitan erat dengan sektor perikanan dan perairan (laut dan sungai).
MARGA
Akses jalan sebagian besar sudah sangat tidak layak, beberapa jalan mengalami
kelapukan sehingga memerlukan perawatan ataupun renovasi. Selain itu akses
menuju lokasi belum tersedia dengan baik

PENYEMPURNA
Fasilitas penunjang aktivitas masyarakat desa Mbokita ini antara lain
SD,PAUD,Masjid dan Poskesmas
P I LA R
PEMBANGUNAN
D A T A SOSIAL
& BUDAYA KEPULAUAN
SAMBORI (DESA MBOKITA)

Hamparan laut biru dan bentangan gugusan karst Matarape tentunya dapat memanjakan mata para penikmat wisata pantai.
Penduduk yang bermukim dipulau Mbokita berasal dari suku Bajo yang akrab dengan budaya maritim. Adapun suku lainnya berasal
dari Bungku dan Menui, Sulawesi Tengah. Keberadaan masyarakat di pulau ini tidak terlepas dari orang dituakan dengan sebutan
dalam bahasa Bajo – Bungku yaitu Ambo (Idn. Nenek) Kitta(Idn. Kita). Ambo Kitta (Mbokita) kini di makamkan di pulau Kayangan
yang terletak disebelah barat pulau yang sekarang menjadi nama desa yakni Mbokita.

📍PERMUKIMAN NELAYAN,SUKU BAJO Tidak banyak yang tahu keberadaan gambar cadas yang terdapat di gua Berlian dan gua
Wisatawan mengenal wilayah Desa Mbokita dengan nama Sombori Mbokita. Bagi wisatawan dan masyarakat keindahan alam pulau dan pantai yang menjadi daya
yang dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Sulawesi Tengah”. tarik wisata di kepulauan Sombori. Untuk pertama kalinya di tahun 2018, tim Balai Pelestarian
Hamparan laut biru dan bentangan gugusan karst Matarape Cagar Budaya Gorontalo menemukan gambar cadas berupa cap tangan di gua Berlian dan gua
tentunya dapat memanjakan mata para penikmat wisata pantai. Mbokita melalui Pendataan Potensi Cagar Budaya Gua Prasejarah, Kabupaten Morowali, Provinsi
Penduduk yang bermukim dipulau Mbokita berasal dari suku Bajo yang Sulawesi Tengah. Penamaan gua pun bagi masyarakat di Mbokita diberikan secara objektif
akrab dengan budaya maritim. Adapun suku lainnya berasal dari Bungku melalui unsur pembentuk dinding gua, stalaktit, stalagmit dan pilarmenyerupai batu berlian yang
dan Menui, Sulawesi Tengah. Keberadaan masyarakat di pulau ini tidak berkilauan saat terpancar sinar, sehingga diberikan nama gua Berlian.
terlepas dari orang dituakan dengan sebutan dalam bahasa Bajo –
Bungku yaitu Ambo (Idn. Nenek) Kitta(Idn. Kita). Ambo Kitta
(Mbokita) kini di makamkan di pulau Kayangan yang terletak disebelah
barat pulau yang sekarang menjadi nama desa yakni Mbokita. Pola sebaran gambar cadas telapak tangan berdasarkan pembagian panel dan denah gua
yang dibuat oleh Tim Pendataan Potensi Cagar Budaya Gua Prasejarah Morowali BPCB
Gorontalo. Foto oleh Faiz, 2018.
SENI, REALITA DAN HARAPAN
Dominasi gambar telapak tangan di gua Berlian dan gua Mbokita
merupakan penggambaran yang sederhana untuk menunjukkan
eksistensi budaya bagi pembuatnya terhadap bentuk gagasan yang
menghasilkan karya seni lukis, penggambaran aktifitas dan
lingkungannya, pengkodefikasian terhadap kepercayaan dunia natural Pola sebaran gambar cadas telapak tangan berdasarkan pembagian panel melalui denah
dan supranatural. Perpaduan gambar telapak tangan dengan bentuk- gua dari BPCB Gorontalo dan sebuah gambar bergaris merah yang menunjukkan titik cap tangan
bentuk penggambaran hewan, antropomorfik, dan geometris tidak yang pertamakali ditemukan Tim Pendataan Potensi Cagar Budaya Gua Prasejarah Morowali
sekedar menggambarkan sesuatu yang ada di alam untuk memenuhi BPCB Gorontalo. Sumber foto: BPCB Gorontalo yang diadaptasikan oleh Faiz, 2018.
kesenangan, tetapi penggambaran tersebut dapat menjadi simbol-simbol
aktifitas natural dan supranaturalmasyarakat pelaku budaya.
DATA PENDUDUK
& FASILITAS TERSEDIA

Fasilitas
1.pendidikan
Perumahan Warga2.kesehatan
3.tempat ibadah
Kantor 4. warung
5. kios/toko
Sekolah Dasar 6. kantor
Warung / Kios
Masjid

Fasilitas yg terdapat di Desa Mbokita


Fasilitas jenis jumlah
1.pendidikan SD 1
2.kesehatan Poskesdes 1
3.tempat Masjid 1
ibadah
4. warung Warung 1
makan/minu
m
5. kios/toko Campuran 5
6. kantor Kantor desa 1
Mbokita
TEORI 3A AMENITAS
ATRAKSI,AKSESIBILITAS,AMENITAS Amenitas atau fasilitas pendukung dari sebuah destinasi wisata harus mampu
menjawab kebutuhan wisatawan selama berada di lokasi wisata. Mulai dari fasilitas dasar
seperti keberadaan toilet, tempat ibadah, tempat parkir, tempat istirahat dan tempat makan.
Unsur 3A dalam pariwisata ini menjadi penting dimiliki oleh setiap
Selain itu, keberadaan hotel atau penginapan, restoran atau tempat kuliner, tempat beli oleh-
destinasi wisata, karena akan berpengaruh pada tingkat kunjungan
oleh dan segala daya dukung yang bisa menjadi pelengkap dari kegiatan pariwisata.
wisatawan, lama tinggal wisatawan (length of stay) dan minat wisatawan
Kelengkapan dan kenyamanan dari amenitas yang dimiliki sebuah destinasi wisata, akan
untuk berkunjung kembali. Sebagai sebuah kegiatan perpindahan
berpengaruh dalam pertimbangan dan keputusan wisatawan ketika hendak berkunjung.
sementara individu atau kelompok ke daerah tujuan di luar tempat tinggal
Keberadaan amenitas ini juga akan memengaruhi lama tinggal wisatawan (length of stay) di
normal, pariwisata harus mampu memberikan kesan pada setiap aktivitas
lokasi wisata.
yang dilakukan, kenyamanan dan kelengkapan dari fasilitas pendukung,
serta kemudahan akses untuk berkunjung.
AKSESIBILITAS
ATRAKSI Aksesibilitas dapat diartikan sebagai beragam hal yang berkaitan dengan akses wisatawan

Atraksi dalam pariwisata merupakan daya tarik utama dari sebuah ketika hendak berkunjung ke sebuah destinasi wisata. Akses ini meliputi akses informasi dan

destinasi wisata. Atraksi wisata meliputi segala sesuatu yang dapat akses transportasi.

dinikmati oleh wisatawan, seperti dapat dilihat, didengar, dirasakan atau Akses informasi bisa berupa informasi tentang daya tarik sebuah destinasi wisata, fasilitas dan

dilakukan, baik berupa daya tarik alam, budaya maupun hasil kreativitas akomodasi yang dimiliki, informasi perjalanan, serta ragam informasi lain yang dibutuhkan

masyarakatnya. Daya tarik alam bisa berupa pemandangan alam, air terjun, oleh wisatawan sebelum melakukan kegiatan pariwisata. Akses informasi juga berkaitan dengan

sungai, keberadaan flora dan fauna atau yang lainnya. Daya tarik budaya promosi yang dilakukan oleh sebuah destinasi wisata untuk menjangkau masyarakat luas

dan kreativitas masyarakat bisa berupa museum, peninggalan sejarah atau sebagai calon wisatawan. Di lokasi wisata, akses informasi bisa berupa ketersediaan pusat

purbakala, kesenian, wisata agro, taman rekreasi dan tempat hiburan. informasi wisatawan atau dikenal dengan istilah TIC (Tourist Information Center) yang

Atraksi wisata yang baik tentunya bukan hanya sesuatu yang dapat dilihat memudahkan setiap wisatawan untuk bertanya dan memperoleh informasi berkaitan dengan

atau didengar oleh wisatawan. Atraksi wisata harus mampu memberikan kegiatan pariwisata yang dilakukan.

kesan pengalaman kepada setiap wisatawan, sehingga tujuannya melakukan Akses transportasi bisa berupa ketersediaan transportasi umum seperti pesawat, kapal, kereta

kegiatan pariwisata bisa tercapai. Pada tingkatan yang lebih baik lagi, api, bus atau transportasi lain yang dibutuhkan oleh wisatawan untuk memudahkan dalam

atraksi wisata harus bisa memberikan pembelajaran kepada setiap menjangkau sebuah destinasi wisata. Selain transportasi umum, ketersediaan jalan yang baik,

wisatawan atau dikenal dengan istilah experiental learning (pembelajaran papan penunjuk arah dan jauh atau dekatnya jarak tempuh akan berpengaruh terhadap minat

dari pengalaman). wisatawan untuk berkunjung.