Anda di halaman 1dari 11

ASKEP

KETIDAKBERDAY
AAN

KELOMPOK 4
PENGERTIAN
Ketidakberdayaan adalah suatu hal yang dapat diklasifikasikan dalam persepsi subjektif dan dapat
diamati secara objektif yang menunjukkan merasa kurang dapat mengontrol keadaan atau perasaan bahwa
sesuatu yang dilakukan tidak dapat mempengaruhi hasil (Dryer,2007).
Sedangkan, menurut doenges (2008) ketidakberdayaan dapat diartikan sebagai persepsi yang
menyatakan bahwa apa yang dilakukan tidak memiliki efek signifikan terhadap hasil atau keadaan kehilangan
kontrol terhadap situasi atau kejadian yang terjadi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa ketidakberdayaan merupakan persepsi individu yang memandang bahwa
dirinya tidak dapat melakukan sesuatu yang signifikan atau tidak dapat merubah terhadap suatu keadaan.
Ketidakberdayaan beda dengan keputusasaan. Keputusasaan berarti bahwa seseorang mempercayai bahwa tidak
ada solusi untuk masalahnya. Pada ketidakberdayaan, pasien mungkin mengetahui solusi permasalahannya ,
tetapi pasien tersebut berkeyakinan bahwa hal tersebut diluar kendalinya
ETIOLOGI
Ketidakberdayaan dapat muncul disebabkan banyak faktor. Karpetino dan Moyet (2009), membagi etiologi
ketidakberdayaan menjadi 3, yaitu :
1. Berdasarkan patofisiologi, ketidakberdayaan dapat muncul karena proses penyakit akut dan kronis, seperti
ketidakmampuan mengkomunikasikan sakitnya, ketidakmampuan melakukan aktivitas fisik, ketidakmampuan
mengerjakan peran dan tanggung jawabnya, kelemahan karena penyakit dan penyakit yang disebabkan
kemunduran mental.
2. Faktor situasional yang dapat menyebabkan ketidakberdayaan dapat berupa perubahan personal dan lingkungan
seperti hospitalisasi,peningkatan ketakutan atau menerima masukan negatif.
3. Secara maturasional, proses pendewasaan menjadi remaja atau dewasa atau perubahan menjadi lansia, serta
kehilangan (pmecatan, defisit sensori, kehilangan uang, dan orang terdekat).
 
MANIFESTASI KLINIS
Dogans (2008) membagi ketidakberdayaan menjadi 2 kategori
Yaitu :
1. ketidakberdayaan rendah. Orang yang mengalami
ketidakberdayaan rendah akan menunjukkan ekspresi yang
tidak menetu dan level energi yang fluktuatif, serta tampak
pasif.
2. Ketidakberdayaan sedang ditandai dengan ekspresi tidak
puas dan frustasi karena tidak dapat melakukan tanggung
jawab dan tugasnya, memiliki ketakutan, diasingkan oleh
caregiver, ragu-ragu dalam menyampaikan kemarahan, rasa
bersalah serta perasaan yang sebenernya dirasakan
JENIS-JENIS KETIDAKBERDAYAAN

1. Ketidakberdayaan situasional, ketidakberdayaan

yang muncul pada sebuah peristiwa spesifik dan

mungkin berlangsung singkat.

2. Ketidakberdayaan dasar, ketidakberdayaan yang

bersifat meyebar, mempengaruhi tujuan , gaya

hidup, dan hubungan


HAL YANG DILAKUKAN PERAWAT DALAM PENDEKATAN PADA PASIEN
KETIDAKBERDAYAAN
1. Lakukan pendekatan yang hangat, bersifat empati, tunjukkan respon emosional dan menerima pasien apa adanya.
2. Sediakan waktu untuk berdiskusi dan bina hubungan yang sifatnya suportif, beri waktu klien untuk merespon.
3. Gunakan teknik komunikasi terapeutik terbuka, eksplorasi dan klarifikasi.
4. Bantu klien untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat berpegaruh terhadap ketidakberdayaan.
5. Diskusi tentang masalah yang dihadapi klien tanpa memintanya untuk menyimpulkan.
6. Bantu pasien untuk meningkatkan pemikiran positif.
7. Evaluasi ketetapan persepsi, logika dan kesimpulan yang dibuat klien.
8. Identifikasi presepsi klien yang tidak tepat, penyimpangan dan pendapatnya yang tidak rasional.
9. Kurangi penilaian pasien yang negatif terhadap dirinya.
10. Bantu untuk menyadari nilai yang dimilikinya atau perilakunya dan perubahan yang terjadi.
ASUHAN KEPERAWATAN
Identitas Pasien
Nama : Tn. F
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 23 Tahun S
tatus Perkawinan : Belum Kawin
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Tidak Bekerja
Alamat : Jl. Binjai Km. 12No. 15 Kab. Deli Serdang
Tanggal Masuk RS : 12 Februari2016 No. Register : 03.51.97
Ruangan/kamar : Bukit Barisan
Golongan darah :-
Tanggal Pengkajian : 23 Mei 2016
Tanggal Operasi :-
Diagnosa Medis : Skizofrenia Paranoid
ANALISA DATA
NO DATA ETIOLOGI MASALAH KEP

1. DS : tidak dihargai Harga diri rendah


1. Klien merasa tidak dihargai karena di
masukkan ke rumah sakit jiwa oleh
abang iparnya.
2. Klien malu dengan penyakit jiwa yang
dialami sehingga tidak ingin berbicara
dengan orang yang baru ia temui.
2. Ds : Kurang sumber Defisien pengetahuan
1. Klien mengatakan keluarga tidak pengetahuan
membawa klien untuk control
2. Klien mengatakan hanya jika penyakit
klien kambuh keluarga membawa
klien ke rumah sakit
INTERVENSI KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA NOC NIC
KEPERWATAN
1. Harga diri rendah B/D Harga diri : Peningkatan harga diri :
tidak dihargai 1. Penerimaan terhadap 1. Monitor pernyataan pasien mengenai
keterbatasan diri konsisten positif harga diri
(5) 2. Tentukan kepercayaan diri pasien
2. Tingkat kepercayaan diri 3. Bantu pasien untuk menemukan
konsisten positif (5) penerimaan diri
3. Penerimaan terhadap kritik 4. Dukung pasien untuk menerimanya
konsisten positif (5) 5. Fasilitasi lingkungan dan aktivitas yang
akan meningkatkan harga diri
2. Defisien pengetahuan 1. Pasien dan keluarga menyatakan 1. Berikan penilaian tentang tingkat
B/D Kurang sumber pemahaman tentang penyakit, pengetahuan pasien tentang proses
pengetahuan kondisi, prognosis dan program penyakit yang spesifik
pengobatan 2. Identifikasi kemungkinan penyebab,
2. Pasien dan keluarga mampu dengan cara yang tepat
melaksanakan prosedur yang 3. Sediakan informasi pada pasien tentang
dijelaskan secara benar kondisi, dengan cara yang tepat
3. Pasien dan keluarga mampu
menjelaskan kembali apa yang
dijelaskan perawat/tim kesehatan
lainnya
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA NIC
KEPERWATAN
1. Harga diri rendah B/D Peningkatan harga diri :
tidak dihargai 1. Memonitor pernyataan pasien mengenai
harga diri
2. menentukan kepercayaan diri pasien
3. Membantu pasien untuk menemukan
penerimaan diri
4. Mendukung pasien untuk menerimanya
5. Menfasilitasi lingkungan dan aktivitas
yang akan meningkatkan harga diri
2. Defisien pengetahuan 1. Memberikan penilaian tentang tingkat
B/D Kurang sumber pengetahuan pasien tentang proses
pengetahuan penyakit yang spesifik
2. mengidentifikasi kemungkinan penyebab,
dengan cara yang tepat
3. menyediakan informasi pada pasien
tentang kondisi, dengan cara yang tepat
THANKS
!
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,
including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik
and illustrations