Anda di halaman 1dari 10

Latar Belakang

Pandemi wabah virus Covid 19 saat ini telah berada di Indonesia. Jumlah pasien
yang terkonfirmasi positif tiap hari masih menunjukkan angka-angka yang fluktuatif.
Meskipun WHO mencatat bahwa virus ini memiliki patogenitas yang rendah namun
penularannnya sangat cepat. Di Indonesia saat ini angka kematian masih berkisar
9.49% (data 13 April 2020) sehingga tertinggi di Asia tenggara. Penyebaran utama
virus berasal dari droplet yang keluar dari saluran nafas saat orang berbicara batuk
atau bersin. Penularan antar manusia juga dapat terjadi pada situasi berkumpulnya
banyak orang seperti pasar, pusat jajanan, tempat ibadah maupun rapat atau
pertemuan yang dihadiri banyak orang.
Penelitian terhadap vaksin Covid 19 diperkirakan baru selesai paling cepat 1 - 1,5
tahun kedepan. Ketegasan pemerintah dan kedisiplinan masyarakat sangat
diperlukan untuk menekan penyebaran virus. Terbatasnya kapasitas rumah sakit dan
keterbatasan tenaga kesehatan masih merupakan kendala di Indonesia. Pembatasan
aktivitas sosial yang tidak berjalan akan berdampak meledaknya jumlah kasus di
masyarakat maupun pada tenaga medis. Banyak rumah sakit saat ini masih
menghadapi kelangkaan APD yang diperlukan dalam penanganan pasien.
Identifikasi ISU

Tahap1 Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4

• Metode • Analisis USG :


• Fishbone : • Analsis SWOT :
Pentahelix : Menentukan
Membantu Membantukan
Menganalisis isu prioritas
menentukan menemukan
isu sesuai
sebab-akibat alternative
topik
untuk
mengatasi isu
Analisis Pentahelix
Rendahnya angka
kepercayaan
masyarakat
terhadap vaksin
Rendahnya angka COVID-19 Pemberlakuan
kesehatan gigi pembatasan
dan mulut kegiatan malam

Rendahnya angka
Tingginya angka Pandemi kepatuhan
pasien positif COVID- terhadap
COVID-19 protocol
19 kesehatan
Analisis USG

No. ISU U S G Total

1. Tingginya angka pasien positif COVID-19 4 4 4 12

2. Rendahnya angka kesehatan gigi dan mulut 5 4 4 13

3. Rendahnya angka kepercayaan masyarakat 4 3 4 11


terhadap vaksin COVID-19

4. Pemberlakuan pembatasan kegiatan malam 3 4 4 11

5. Rendahnya angka kepatuhan terhadap 3 4 4 11


protocol kesehatan
• Banyaknya masyarakat yang mengeluh akan angka kesakitan gigi
yang tidak bias tertangani di faskes pertama sehingga menurut
URGENSI saya ini perlu untuk segera dibahas, dianalisa dan tindak lanjuti

• Akibat dari rendahnya angka kesakitan gigi dan mulut yang


mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut baik ibu hamil, anak-
SERIOUSNESS anak, maupun lansia

• Akibat dari tidak tertanganinya penyakit dan mulut pada


masyarakat akan menjadi masalah baru kedepannya apalagi
GROWTH dimasa pandemic COVID-19 saat ini.
Diagram Fishbone
Lingkungan Manusia

Meningkatnya rasa cemas yang berlebihan


pada petugas maupun masyarakat Kurangnya jumlah petugas
sehingga takut untuk ke faskes. untuk penyuluhan

Terus meningkatnya Kurangnya pengetahuan


angka kematian akibat untuk pemeliharaan kesgimul
COVID-19 pada masyarakat Rendahnya Angka
Kesehatan Gigi dan
Alat dan bahan Mulut
pemeriksaan kesehatan gigi
Keterbatasan pelayanan dan mulut terbatas
tindakan kesehatan gigi
dan mulut Alat Pelindung Diri (APD)
terbatas

Metode
Sarana
Analisis SWOT

No. Alternatif S W O T
1. Pengadaan APD lengkap Tersedianya APD Harga APD Adanya subsidi Kurangnya
untuk pelayanan darurat gigi dan alat terbilang tidak bantuan dari perhatian
dan mulut guna mencegah pendukung murah pemerintah masyarakat
penularan penyakit lainnya untuk control
kesehatan gigi
mulut
2. Penyuluhan tentang Tersedianya Kurangnya SDM Program yang Kurangnya
pentingnya memelihara berbagai media untuk sudah terencana kesadaran dan
kesehatan gigi dan mulut edukasi seperti mengelola dapat pemahaman
secara mandiri di rumah leaflet, brosur program diaplikasikan di masyarakat
dan flipchart masyarakat untuk menjaga
kesehatan gigi
dan mulut
terimakasih