Anda di halaman 1dari 6

PT LIPPO KARAWACI Tbk

1. PT Siloam Health Care Tbk (bisnis rumah sakit)


2. PT Ardyaduta Hotels Tbk (bisnis pariwisata dan hotel);
3. PT Lippo Land Development (bisnis property dan real estate)
4. Lippo Karawaci Tbk (bisnis property dan real estate);
5. PT Kartika Abadi Sejahtera (perusahaan investasi);
6. PT Sumber Waluyo (bisnis mengoperaasikan Rumah Sakit Budi
Mulia Surabaya);
7. PT Ananggadipa Berkat Mulia (perusahaan investasi);
8. PT Metropolitan Tatanugraha (operasional hotel)
Lippo Karawaci bergerak di bidang :
1. Jasa Perhotelan;
2. Rumah Sakit
3. Ritel

Merger pada tanggal 14 Mei 2004


Keadaan perusahaan setelah di Merger
• Perubahan komposisi pemegang saham
• Bisnis semakin luas tidak hanya berfokus hotel dan rumah sakit tetapi
masuk ke bisnis ritel
Kepemilikan Saham setelah di Merger
1. Lippo Karawaci = 48,16%
2. Lippo Land = 25,91%
3. Aryaduta = 3,87%
4. Siloam + Sumber Waluyo = 8,31%
5. Kartika = 4,42%
6. Ananggadipa = 8,01%
7. Metropolitan = 1,32%
Alasan Merger
1. Agar dapat meningkatkan kekuatan pasar yang lebih besar;
2. Untuk mengatasi berbagai hambatan dalam memasuki pasar baru;
3. Untuk mengurangi biaya pengembangan produk baru;
4. Agar dapat meningkatkan kecepatan dalam memasuki pasar baru. Sebab, jila
dibandingkan dengan melakukan pengembangan produk internal, strategi merger
berpotensi lebih cepat dalam memasuki pasar.
5. Menurunkan tingkat risiko dalam pengembangan produk baru karena merger dianggap
memiliki risiko yang lebih rendah dibanding dengan pengembangan produk baru.
6. Meningkatkan diversifikasi produk sehingga perusahaan bisa mengenalkan produk baru
dengan lebih mudah karena telah menguasai pasar.
7. Untuk membentuk jangkauan kompetitif perusahaan sehingga dapat mengurangi akibat
negatif dari tingginya persaingan dalam kinerja keuangan.