Anda di halaman 1dari 19

LUKA PERINEUM DALAM

MASA NIFAS SERTA


PENANGANANNYA

OLEH
NI KADEK MITA WIDIARI
NIM P07124218004
PRODI STR KEBIDANAN
SEMESTER VI
2021
PENGERTIAN

Luka perineum adalah robekan yang terjadi di


daerah perineum secara spontan atau sengaja
digunting (episiotomi) untuk mempermudah
kelahiran bayi. Robekan perineum terjadi pada
hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang
juga pada persalinan berikutnya. Hampir 90 % dari
proses persalinan mengalami robekan perineum,
baik dengan atau tanpa episiotomy.
JENIS LASERASI PERINEUM

RUPTUR


luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara alamiah
karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat proses persalinan.

EPISIOTOMI


tindakan insisi pada perineum yang menyebabkan terpotongnya selaput lender vagina cincin selaput
darah, jaringan pada septum rektovaginal, otot-otot dan pasiaperineum dan kulit sebelah depan
perineum.
KLASIFIKASI DERAJAT LUKA PERIEUM
PERAWATAN LUKA PERINEUM

TUJUAN

Menjaga kebersihan daerah kemaluan


Mengurangi nyeri dan meningkatkan rasa nyaman pada
ibu
Mencegah infeksi dari masuknya mikroorganisme ke
dalam kulit dan membrane mukosa
Mencegah bertambahnya kerusakan jaringan
Mempercepat penyembuhan dan mencegah perdarahan
PERAWATAN LUKA PERINEUM

Perawatan Luka Perineum Menurut APN

Menjaga agar perineum selalu bersih dan kering


Menghindari pemberian obat tradisional
Menghindari pemakaian air panas untuk berendam
Mencuci luka dan perineum dengan air dan sabun 3-4
kali sehari
Kontrol ulang maksimal seminggu setelah persalinan
untuk pemeriksaan
Penyembuhan luka
PERAWATAN LUKA PERINEUM

Anjuran untuk menjaga kebersihan luka perineum


 Menjaga kebersihan alat genetalia dengan mencucinya
menggunakan sabun dan air, kemudian daerah vulva sampai
anus harus kering sebelum memakai pembalut wanita, setiap
selesai buang air besar atau kecil, pembalut diganti minimal 3
kali sehari.
 Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan
sesudah membersihkan daerah genetalia. Sarankan kepada
pasien untuk menghindari menyentuh luka perineum.
 Mengajarkan ibu membersihkan daerah genetalia dengan cara
membersihkan daerah di sekitar vulva terlebih dahulu, dari
depan ke belakang, baru kemudian membersihkan daerah
sekitar anus. Membersihkan vulva setiap buang air kecil atau
buang air besar.
PROSES PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM
lukabasah,
kering,perineum
basah, perineum
perineum

Baik


luka

Buruk
Sedang
menutup dan
menutup, tidak
menutup/membuka, tidak
adadan
adaada
tanda-tanda
tanda infeksi
tanda-tanda infeksi (merah,
infeksi
(merah,
bengk ak, panas,
bengkak,
(merah, bengkak,
panas, nyeri,
nyeri,
panas,
fungsioleosa)
fungsioleosa).
nyeri, fungsioleosa).

Penyembuhan
luka perineum
adalah mulai
membaiknya luka
perineum dengan
terbentuknya
jaringan-jaringan
baru menutupi
luka perineum
dalam jangka
waktu 6-7 hari
PROSES PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM

Penyembuhan luka •luka kering, perineum menutup dan


perineum adalah tidak ada tanda infeksi (merah,
mulai membaiknya bengkak, panas, nyeri, fungsioleosa).
luka perineum dengan
terbentuknya •luka basah, perineum menutup, tidak
jaringan-jaringan ada tanda-tanda infeksi (merah,
baru menutupi luka bengkak, panas, nyeri, fungsioleosa).
perineum dalam
jangka waktu 6-7 hari. • luka basah, perineum menutup /
Kriterian penilaian membuka, dan ada tanda-tanda
penyembuhan luka infeksi (merah, bengkak, panas,
nyeri, fungsioleosa)
perineum
LAMA PENYEMBUHAN

Cepat (jika luka perineum sembuh dalam waktu 1-6 hari)


penutupan luka baik, jaringan granulasi tidak tampak,
pembentukan jaringan parut minimal.

Normal (jika luka perineum sembuh dalam waktu 7-14 hari)


penutupan luka baik, jaringan granulasi tidak tampak,
pembentukan jaringan parut minimal, akan tetapi waktu lebih
lama

Lama (jika luka perineum sembuh dalam waktu ≥ 14 hari) tepi


luka tidak saling merapat, proses perbaikan kurang, kadang
disertai adanya pus dan waktu penyembuhan lebih lama.
PATOLOGI INFEKSI

Infeksi nifas adalah semua peradangan


yang disebabkan oleh masuknya
kuman-kuman ke dalam alat-alat
genital pada waktu persalinan dan nifas
PATOLOGI INFEKSI

Perawatan perineum yang dilakukan dengan baik


dapat menghindarkan hal berikut:
Infeksi nifas adalah semua peradangan
Infeksi
yang disebabkan oleh masuknya
kuman-kuman ke dalam alat-alat
Komplikasi
genital pada waktu persalinan dan nifas
Kematian ibu postpartum
PATOLOGI INFEKSI

ETIOLOGI

Berdasarkan masuknya kuman ke dalam alat kandungan


yaitu seperti ektogen (kuman datang dari luar), autogen
(kuman masuk dari tempat lain dalam tubuh), endogen
(dari jalan lahir sendiri).

Berdasarkan kuman yang sering menyebabkan


infeksi. Streptococcus Haemolyticus Aerobik
Staphylococcus Aureus. Eschericia Coli Clostridium
Welchii.
PATOLOGI INFEKSI

TANDA DAN GEJALA

Infeksi akut ditandai dengan demam, sakit di daerah


infeksi, berwarna kemerahan, fungsi organ tersebut
terganggu.

GAMBARAN KLINIS :
PATOLOGI INFEKSI

TANDA DAN GEJALA


Infeksi local yaitu dapat terjadi pembengkakan luka
episiotomi, terjadi penanahan, perubahan warna kulit,
pengeluaran lochea bercampur nanah, mobilitasi terbatas
karena nyeri, temperature badan dapat meningkat.

Infeksi umum yaitu tampak sakit dan lemah, temperature


meningkat, tekanan darah menurun dan nadi meningkat,
pernafasan dapat meningkat dan terasa sesak, kesadaran
gelisah sampai menurun dan koma, terjadi gangguan
involusi uterus, lochea berbau dan bernanah serta kotor.
PATOLOGI INFEKSI

KOMPLIKASI

INFEKSI SALURAN KEMIH

INFEKSI PADA JALAN LAHIR

PERDARAHAN
PATOLOGI INFEKSI

PENATALAKSANAAN

Bila terdapat pus dan cairan pada luka, buka jahitan dan lakukan
pengeluaran serta kompres antiseptic

Daerah jahitan yang terinfeksi dihilangkan dan lakukan


debridement.

Jika infeksi hanya supersficial dan tidak meliputi jaringan dalam,


pantau akan timbulya abses dan berikan antibiotika
- Ampisilin 500 mg per oral 4 kali sehari selama 5 hari
- Metronidazole 400 mg per oral 3 kali sehari selama 5 hari
LANJUTAN
Jika infeksi cukup dalam meliputi otot menimbulkan nekrotik
(fasritis nekrotik), berikan kombinasi antibiotika sampai pasien
bebas panas 48 jam.
- Penisilin 2 juta unit IV setiap 4 jam
- Gentamicin 5 mg/kg berat badan perhari IV setiap 24 jam
- Metronidazole 500 mg IV setiap 8 jam

Bila ada jaringan nokrotik harus dibuang. Lakukan jahitan


sekunder 2-4 minggu setelah infeksi membaik

Berikan nasehat kebersihan dan pemakaian pembalut yang bersih dan


sering diganti