Anda di halaman 1dari 9

ALUR RUJUKAN PADA

KASUS KOMPLEKS
KELOMPOK 10
 
VINA ZULFIARNI HESRI 2007035
YOLANDA KARTIKA CANDERA 2007037
PENGERTIAN….

Rujukan adalah sarana dan prasarana yang digunakan sebagai alat untuk
memberikan informasi, untuk menyokong atau memperkuat pernyataan dengan
tegas. Rujukan dapat berwujud alat bukti, nilai-nilai, dan/atau kredibilitas.
Sumber materi rujukan adalah tempat materi tersebut ditemukan.
Rujukan kebidanan adalah kegiatan pemindahan tanggungjawab terhadap
kondisi klien/pasien ke fasilitas pelayanan yang lebih memadai (tenaga atau
pengetahuan, obat, dan peralatannya).
Pengertian sistem rujukan menurut Sistem Kesehatan Nasional Depkes RI
2009, merupakan suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang
melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap satu/lebih
kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal dariunit berkemampuan
kurang kepada unit yang lebih mampu atau secara horizontal antar unit-unit
yang stingkat kemampuannya.
1. Rujukan medik
Yaitu pelimpahan tanggung jawab secara timbal
balik atas satu kasus yang timbul baik secara
vertical maupun horizontal kepada yang lebih
berwenang dan mampu menangani secara
rasional. Jenis rujukan medic antara lain
Transfer of patient
Transfer of specimen
Transfer of knowledge / personal

Jenis-Jenis Rujukan

2. Rujukan kesehatan
Yaitu hubungan dalam pengiriman,
pemeriksaan bahan atau specimen ke fasilitas
yang lebih mampu dan lengkap. Ini adalah
rujukan uang menyangkut masalah kesehatan
yang sifatnya pencegahan penyakit (preventif)
dan peningkatan kesehatan (promotif). Rujukan
ini mencakup rujukan teknologi, sarana dan
operasional.
1.
1. Menentukan
Menentukan kegawatdaruratan
kegawatdaruratan pada
pada tingkat
tingkat
Persiapan yang harus diperhatikan kader, bidan desa, pustu dan puskesmas
kader, bidan desa, pustu dan puskesmas
dalam melakukan rujukan, disingkat a.
a. Pada
Pada tingkat
tingkat Kader
Kader
“BAKSOKUDA” b.
b. Pada
Pada tingkat
tingkat bidan
bidan desa,
desa, puskesmas
puskesmas pembantu
pembantu
dan puskesmas
dan puskesmas

2. Menentukan tempat tujuan rujukan

3. Memberikan informasi kepada


penderita dan keluarganya.
4. Mengirimkan informasi pada tempat
Mekanisme Rujukan rujukan yang dituju melalui telepon atau
radio komunikasi pelayanan kesehatan
yang lebih mampu.

5. Persiapan penderita

6. Pengiriman penderita

7. Tindak lanjut penderita


1. Pelayanan kesehatan tingkat primer di
puskesmas yaitu Pelayanan kesehatan tingkat
primer di puskesmas obstetri neonatal
(PPGDON) untuk tindakan pra rujukan dan
PONED di Puskesmas serta pembinaan UKBM
termasuk Posyandu

2. Pelayanan kesehatan tingkat sekunder yaitu


Memberikan pelayanan kebidanan essensial,
melakukan promotif, preventif, deteksi dini,
melakukan penapisan (skrining) awal kasus
Hirarki Pelayanan komplikasi mencegah  terjadinya keterlambatan
Kesehatan penanganan dan kolaborasi dengan nakes lain
dalam penanganan kasus (PONEK).
3. Pelayanan kesehatan tingkat tersier di RS
type B dan A yaitu Memberikan pelayanan
kebidanan essensial, melakukan promotif,
preventif, deteksi dini, melakukan penapisan
(skrining) awal kasus komplikasi mencegah
terjadinya keterlambatan penanganan,
kolaborasi dg nakes lain dalam penanganan
kasus PONEK dan asuhan
kebidanan/penatalaksaaan kegawat-daruratan
pada kasus-kasus kompleks sebelum mendapat
penanganan lanjut.
JENIS KRITERIA PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN:

1. PUSKESMAS PONED
Puskesmas yang memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan obstetri neonatal
emergensi dasar langsung terhadap ibu hamil, bersalin, nifas dan neonatal dengan
komplikasi yang mengancam jiwa ibu dan neonatus
Pelayanan Obstetri Emergensi Dasar, meliputi:
a. Pemberian oksitosin parenteral
b. Pemberian antibiotik parenteral
c. Pemberian sedatif parenteral pada tindakan kuretase digital dan plasenta manual
d. Melakukan kuretase, plasenta manual, dan kompresi bimanual
e. Partus dengan tindakan ekstraksi vacum,ekstraksi forcep
Pelayanan Neonatal Emergensi Dasar, meliputi:
a. Resusitasi bayi asfiksia
b. Pemberian antibiotik parenteral
c. Pemberian anti konvulsan parenteral
d. Pemberian Phenobarbital
e. Kontrol suhu
f. Penanggulangan gizi
SELANJUTNYA….
2. RUMAH SAKIT PONEK 24 JAM
Rumah sakit yang memiliki tenaga dengan kemampuan serta sarana dan prasarana penunjang
yang memadai untuk memberikan pertolongan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal dasar
dan komprehensif dan terintergrasi selama 24 jam secara langsung terhadap ibu hamil, nifas
dan neonatus, baik yang datang sendiri atau atas rujukan kader, bidan, Puskesmas PONED, dll
Kemampuahn PONEK meliputi :
a. Pelayanan obstetri komprehensif
 Pelayanan obstetri emergensi dasar (PONED)
  Transfusi darah
 Bedah Caesar
b. Pelayanan Neonatal Komprehensif
 Pelayanan neonatal emergensi dasar
  Pelayanan neonatal intensif
Kriteria RS PONEK 24 Jam:
a.  Memberikan pelayanan PONEK 24 jam secara efektif (cepat, tepat-cermat dan purnawaktu)
bagi bumil/bulin, bufas, BBL – ada SOP
b. Memiliki kelengkapan sarana dan tenaga terampil untuk melaksanakan PONED/PONEK
(sesuai dengan standar yang dikembangkan) – tim PONEK terlatih
c. Kemantapan institusi dan organisasi, termasuk kejelasan mekanisme kerja dan kewenangan
RUJUKAN KLIEN/PASIEN PADA KASUS PATOLOGIS
Yaitu suatu pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus kebidanan atau dengan
penyakit penyerta atau komplikasi yang memerlukan pelayanan dengan menggunakan
pengetahuan, fasilitas, dan peralatan yang memadai, atau kondisi klien/pasien di luar
kewenangan bidan.
Indikasi perujukan ibu yaitu :
1. Riwayat seksio sesaria
2. Perdarahan per vagina
3. Persalinan kurang bulan (usia kehamilan < 37 minggu)
4. Ketuban pecah dengan mekonium yang kental
5. Ketuban pecah lama (lebih kurang 24 jam
6. Ketuban pecah pada persalinan kurang bulan
7. Ikterus
8. Anemia berat
9. Tanda/gejala infeksi
10. Preeklamsia/hipertensi dalam kehamilan
11.  Tinggi fundus uteri 40 cm atau lebih
12. Primipara dalam fase aktif persalinan dengan palpasi kepala janin masuk 5/5
13. Presentasi bukan belakang kepala
14. Kehamilan gemeli
15. Presentasi majemuk
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai