Anda di halaman 1dari 33

PENATAAN

PRODUK
KELAS XI BDP
Begitu memasuki supermarket, disadari atau tidak, kita kayak udah disihir sama apa yang ada di sana. Di muka depan,
misalnya, kita akan menemukan tumpukan roti dan bagian buah. Lalu di dekatnya ada kulkas yang berisi minuman
dingin. Di lorong-lorong tengah, ada bagian snacks yang jadi lorong kesukaan kita.

Tanpa sadar, kita jadi hafal dengan posisi benda-benda yang ada di sana. Mereka semua disusun dengan rapi dan
memudahkan kita untuk mencari barang yang kita mau.

Ternyata, hal-hal kayak gini tuh bukan nggak sengaja. Ada ilmu yang bernama penataan produk. Kebayang, kan,
kacaunya kalau kita menemukan mie instan, minyak, panci, dan helm dalam satu rak? Itu mah bukan supermarket. Lebih
kayak dapur anak kos. Mana bawah pancinya item. Kerannya dibungkus kaos kaki. Terus di tempat piring ada kertas
yang ditulis “YANG MAKE MANGKOK GUE TOLONG CUCI LAGI!”

Oke, kembali ke persoalan. Penataan produk ini disebut juga dengan display. Bagi sebagain orang kayaknya kata
“display” lebih sering didengar ya daripada penataan produk yang terlalu… ummm, kaku? Tapi, keduanya sebenernya
sama kok.

Penataan produk (display) adalah cara mengelompokkan barang sesuai dengan jenis dan kegunaan dengan
memperhatikan keindahan untuk menarik minat konsumen dan keinginan membeli produk tersebut.”
Pengertian Penataan Produk (Display)
Pernah liat buah yang disusun kayak piramida ke atas? Atau tumpukan coklat yang dihias cantik pakai pita? Nah, itu
bagian dari penataan produk. Bayangin aja kalo penataannya ngasal dan gak seru. Apalagi kita ada di zaman yang
orang-orangnya senang memperhatikan hal-hal yang berbau visual. Atau dalam bahasa gaul
sekarang: “instagrammable”.

Secara umum, display adalah suatu usaha yang dilakukan untuk menata produk di toko/supermarket sedemikian rupa
sehingga mendorong ketertarikan calon pembeli untuk melihat dan memutuskan membelinya.
Pengertian Display
Berikut pengertian display menurut para ahli.

a. Ngadiman (2008: 329)


Display adalah tata letak barang dengan memperhatikan unsur pengelompokan jenis dan kegunaan barang, kerapian, dan
keindahan agar terkesan menarik dan mengarahkan konsumen untuk melihat, mendorong, dan memutuskan untuk
membeli.

b. Buchari Alma (2007: 189)


Display adalah keinginan membeli sesuatu yang tidak didorong oleh seseorang, tapi didorong oleh penglihatan ataupun
oleh perasaan lainnya.

c. Widianingsih dan Samsul (2012: 29)


Display adalah suatu cara pemajangan produk dan penataan produk yang diterapkan oleh perusahaan dengan tujuan
menarik minat pelanggan agar melihat dan membeli produk yang ditawarkan.

d. William J. Shultz dalam Sutrisno (2012: 29)


Display adalah suatu cara mendorong perhatian dan minat konsumen pada toko atau barang dan mendorong keinginan
membeli melalui daya tarik penglihatan langsung.

e. Shultz dalam Buchari dalam Foster (2008: 72


Display berarti usaha mendorong perhatian dan minat konsumen pada toko atau barang dan mendorong keinginan
membeli dalam daya tarik penglihatan langsung 
2. Tujuan Penataan Produk
Penataan produk merupakan suatu bentuk sarana promosi yang bertujuan memengaruhi pelanggan untuk membeli
produk di sebuah toko. Oleh karena itu, penataan produk harus dilakukan dengan terencana, terorganisir, kreatif,
informatif, dan komunikatif. 

a. Tujuan Penataan Produk


Tujuan penataan produk adalah sebagai berikut.

1) Attention and Interst

Artinya display produk harus menarik. Produk didata sedemikian rupa sehingga setiap pengunjung yang melihat
penataan produk langsung tertarik untuk mendekat. Agar menarik dan memancing minat pengunjung biasanya
digunakan warna dinding, hiasan, dan tata pencahayaan yang sesuai.

2) Desire and Action

Artinya, display diharapkan dapat memancing keingintahuan, mendorong orang untuk masuk ke dalam toko, dan pada
akhirnya membangkitkan hasrat untuk memiliki produk. Kesan pertama terhadap display harus benar-benar menggoda
pengunjung toko untuk masuk ke dalam toko, melihat secara terperinci produk yang ditampilkan, lalu tergerak untuk
membeli. Ada desire (hasrat untuk mengetahui lebih dalam dan hasrat untuk memiliki), lalu action (keputusan untuk
membeli).

Tujuan Display
b. Konsep Penataan Produk Model AIDA
Ini sebetulnya teori lawas yang diperkenalkan oleh ahli penjualan Elmo Lewis di tahun 1898. Kemudian, seiring
berjalannya waktu, diadopsi dan dikembangkan lagi oleh Philip Kotler untuk dipakai di dunia marketing.

Konsep penataan produk tersebut senada dengan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) yang diperkenalkan oleh
seorang ahli pemasaran bernama Philip Kotler (2009).

1) Attention (Perhatian)

Artinya display produk harus memenangkan perhatian pengunjung. Dengan kata lain, membuat mata pengunjung tertuju
ke produk ini/itu, bukan ke produk-produk lain, kemudian berkata, “Wih, apa nih?”

2) Interest (Minat)
Artinya penataan produk harus menarik minat (attention). Setelah memenangkan perhatian pengunjung, display yang baik
mendorong pengunjung untuk melihat dari dekat produk tersebut. Pada tahap ini, pengunjung akan melihat secara
langsung bentuk fisik produk, selanjutnya menimbang-nimbang apakah produk itu sesuai dengan kebutuhannya atau
tidak. Hal itu menunjukan minat terhadap produk.

3) Desire (Keinginan)

Artinya, display produk harus dibuat sedemikian rupa sehingga mendorong calon pembeli melangkah ke tahap selanjutnya,
yaitu mencari informasi lebih dalam tentang harga serta kelebihan dan kekurangan produk kepada pramuniaga. Ketika
pengunjung menanyakan informasi yang terperinci tentang harga dan kelebihan produk, itu berarti dia tertarik untuk
memiliki produk tersebut. Nah, tugas pramuniaga di sini harus dapat memberikan keyakinan ke konsumen.
4) Action (Tindakan)

Artinya, pengunjung mengambil keputusan untuk membeli (action) produk yang di-display. Display yang baik adalah
suatu display yang pada akhirnya mampu membuat pengunjung mengambil keputusan untuk membeli.

c. Karakteristik Penataan Produk


Berdasarkan tujuan penataan produk di atas, Kotler (2012) menyarankan beberapa karakteristik penataan produk (display)
yang baik, yaitu sebagai berikut.

1) Khas dan Dramatis

Artinya calon konsumen menaruh perhatian dan minat terhadap produk karena adanya interaksi dramatis antara elemen
warna, alat peraga, aksesori, pencahayaan, dan pergerakan di dalam toko/supermarket.
2) Menarik dan Tepat

Artinya, semua elemen yang memainkan peran dalam penataan produk harus tepat agar efek yang dihasilkan
dapat diterima dan dipahami.

3) Sederhana

Artinya, pesan penataan produk (display) dapat dengan cepat diterima dan dipahami.


4) Memiliki Tema Dominan

Artinya, perhatian, minat, dan daya tarik pengunjung toko meningkat ketika display produk menggunakan tema-tema
sentral tertentu.

5) Rapi dan Bersih

Artinya, display produk tetap menjaga kebersihan dan kerapian.


B. Tipe-tipe Penataan (Display) Produk
Menurut Alma (2009), dalam penataan produk dikenal tiga macam display, yaitu sebagai berikut.

1. Window Display
Window display adalah pemajangan barang dagang di etalase atau jendela toko. Dengan window display, diharapkan
calon pembeli akan tertarik dengan pajangan tersebut dan mendorong mereka untuk masuk ke dalam toko. Selain untuk
menarik minat konsumen, window display dapat menjaga keamanan barang dagang karena window display hanya
memperlihatkan barang dagang yang ditawarkan saja, tanpa dapat disentuh oleh konsumen. Apabila konsumen
ingin mengetahui lebih lanjut, konsumen dipersilakan masuk ke dalam toko dan mencari informasi tentang produk
tersebut. Penataan window display harus dipersiapkan dengan baik agar barang yang dipajang dapat dilihat dari
kejauhan.

Contoh Window Display
Manfaat window display di antaranya sebagai berikut.

a. Untuk menarik perhatian pengunjung atau orang yang lewat di depan toko. Atau dengan kata lain, sekedar ngasih
liat produk kita, orang-orang yang sebelumnya cuma pengin lewat dan jalan-jalan, jadi tertarik dan masuk ke toko kita. 

b. Untuk menimbulkan minat beli terhadap barang yang dipajang.

c. Memperlihatkan jenis dan merek barang tertentu.

d. Untuk memperkenalkan barang baru atau produk andalan.


e. Menciptakan store image dan menimbulkan daya tarik terhadap keseluruhan suasana toko. Berhubung posisinya ada
di paling depan, window display ini jadi sangat menentukan citra ataukarakter
toko. Apakah vintage, simple, ataukah minimalis, semua tergantung penataan yang dilakukan toko.

f. Menimbulkan dorongan seketika untuk membeli (impulse buying).

g. Menimbulkan daya tarik terhadap keseluruhan display produk di dalam toko. 

2. Interior Display
Pernah masuk ke dalam toko tas lalu di bagian tengah toko ada semacam rak gahul yang memajang tas-tas
unggulan toko itu? Itulah interior display.

Interior display adalah pemajangan barang dagang, gambar, kartu harga, dan simbol-simbol di dalam toko. Interior
display merupakan suatu metode  memanfaatkan ruangan toko atau area penjualan untuk menata produk dan semua
elemen pelengkap display. 

Interior display dikelompokan dalam beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut.


a. Merchandise Display
Merchandise display pemajangan produk di dalam toko. Bentuk pemajangan merchandise display antara lain sebagai
berikut.

Contoh Merchandise Display
1) Open Display

Yaitu pemajangan produk di tempat terbuka (konsumen dapat menyentuh), sehingga calon pembeli dapat
mengamati, memegang, dan memilih barang tersebut tanpa bantuan pramuniaga. Contohnya, barang-barang yang
diletakan di rak dan gondola.

2) Closed Display
Yaitu pemajangan barang dagang di tempat tertutup (biasanya untuk benda berharga/mewah), sehingga pengunjung
hanya dapat mengamati saja. Barang-barang tersebut tidak dapat dipegang oleh calon pembeli. Konsumen harus
dibantu pramuniaga untuk mengambil barang tersebut. Peralatan display yang digunakan biasanya
adalah showcase (lemari kaca) atau etalase.

Tujuan closed display adalah sebagai berikut.

a) Untuk melindungi produk agar tidak mudah rusak. Contoh: jam tangan.

b) Untuk menghindari risiko kehilangan dan pencurian. Contoh: perhiasan.

c) Untuk menjaga kebersihan produk. Contoh: display kue dan makanan.


3) Architectural Display

Yaitu pemajangan barang dagang dengan memperlihatkan cara penggunaan barang-barang tersebut.


Contoh: kalung yang dipajang dengan peraga bagian leher, kasur diletakan di kamar tidur, kitchen set dipajang di
sebuah ruangan menyerupai dapur, meja tamu diletakan di ruangan menyerupai ruang tamu.

Tujuan dari architectural display adalah memberikan gambaran pada konsumen mengenai fungsi dan kegunaan


produk, sehingga konsumen tertarik dan melakukan impulse buying (pembelian spontan tanpa perencanaan).

Contoh Architectural Display Informa


b. Store Design and Decoration
Store sign decoration artinya adalah “petunjuk toko”. Kalau kamu di supermarket pasti di bagian tengah lorong ada papan
yang digantung bertuliskan jenis barang di lorong itu. Misalnya, “SUSU”, atau “KOPI”, atau “SCHOOL SHOP”. Si papan
inilah yang disebut store sign.

Store sign decoration dapat berupa tanda, simbol, lambang, poster, gambar, semboyan, dan sebagainya disimpan di atas
meja atau digantung di dalam toko. Store design tersebut digunakan untuk membimbing calon pembeli ke arah barang
dagang dan memberi keterangan kepada mereka tentang kegunaan barang-barang tersebut.

Contoh Store Design Display


Sementara itu, decoration pada umumnya digunakan dalam rangka peristiwa khusus, seperti penjualan pada saat-
saat hari raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, dan sebagainya.

Contoh Decoration Display


c. Dealer Display
Dealer display adalah simbol atau petunjuk penggunaan barang yang dibuat oleh produsen. Simbol dan petunjuk ini
memberi peringatan kepada para petugas penjualan agar mereka memberikan keterangan yang sesuai dengan petunjuk
yang ada dalam gambar tersebut.

Contoh Dealer Display


3. Exterior Display
Kalo interior di dalam ruangan, maka eksterior adalah penataan produk untuk di luar ruangan. Pernah
liat Gramedia sedang buka sale gede-gedean lalu memajang buku-buku berdiskon di luar gedung/tokonya? Itulah yang
dinamakan exterior display.

Exterior display adalah pemajangan produk di tempat tertentu di luar toko dan di luar kegiatan usaha yang biasa
digunakan. Pemajangan ini banyak digunakan untuk tujuan promosi dan pengenalan produk baru serta penjualan
istimewa. Contoh: cuci guudang, discount, pameran, dan sejenisnya. Exterior display hanya tepat dipergunakan untuk
kondisi penjualan tertentu.
Contoh Exterior Display
a. Memperkenalkan suatu produk secara cepat dan ekonomis, atau jika
ada kegiatan tertentu, seperti pameran.

b. Membantu produsen menyalurkan barangnya dengan cepat dan


ekonomis.

c. Berhubung menata barangnya di luar, tipe display ini


juga mempermudah
koordinasi antara tim advertising dan merchandising sebuah toko.

d. Membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar, seperti


dalam rangka Idul Fitri, atau ulang tahun toko, misalnya.
4. Solari Display
Solari display yaitu pemajangan produk melalui media lain dengan tujuan menarik perhatian calon konsumen terhadap
produk yang dipajang. Contoh: memajang pakaian model terbaru melalui boneka model (manekin). Penggunaan media
yang menarik, seperti manekin, diharapkan dapat memancing perhatian pengunjung, tetapi juga memunculkan daya tarik
untuk membeli. Hal itu karena di mata calon konsumen, media itu dianggap menjadi representasi
konsumen serta menggambarkan kualitas produk yang dipajang. Biasanya, produk yang menggunakan media seperti
manekin adalah produk unggulan.

Contoh Solari Display


Ingat, sekilas ini memang mirip dengan window display, tapi sebenarnya beda jauh. Kamu harus perhatikan lokasi
tempat penataan produknya. Kalau mannequin-nya berada di jendela muka, ya itu berarti window display ya!
C. Syarat Penataan Produk
1. Bersih dan Rapi
Pramuniaga memiliki peran penting dalam menjaga kerapian dan kebersihan display barang. Pramuniaga harus rutin
membersihkan produk dan menata kembali kerapian produk. Contohnya, produk yang diletakan tidak pada tempatnya
oleh konsumen atau terjadinya perubahan posisi produk karena ada produk yang sudah dibeli konsumen harus kembali
dirapikan. Kebersihan dan kerapian adalah nilai jual yang harus diperhatikan demi menunjang keberhasilan display.
2. Mudah Dijangkau
Display barang dagang harus diletakan sesuai dengan penataan yang baik agar mudah dilihat, dicari, dan dijangkau oleh
konsumen. Hal ini mmerupakan persyaratan mutalk mengingat toko swalayan bersifat self-service, artinya konsumen
mengambil sendiri semua barang yang akan dibeli. Kemudahan dalam mencari dan mengambil barang dapat menjadi
nilai tambah bagi kepuasan konsumen. Oleh karena itu, peritel perlu menguasai teknik pen-display-an barang dagang
dengan baik.

3. Lokasinya Tepat
Dalam men-display barang harus diperhatikan aspek visual merchandising (VM) sehingga display mampu menimbulkan
daya tarik dan keinginan konsumen untuk membeli. Pemilihan lokasi untuk memajang barang dalam supermarket sangat
berpengaruh terhadap daya tarik konsumen. Penempatan produk pada lokasi yang tepat disesuaikan dengan jenis, ukuran,
warna, dan lain-lain harus diperhatikan.
4. Aman
Display harus memperhatikan aspek keamanan, baik keamanan bagi pengelola toko dari potensi-potensi kehilangan
maupun keamanan bagi pengunjung (konsumen) yang berada di dalam toko. Berkaitan dengan aspek keamanan, hal-hal
yang perlu diperhatikan para peritel adalah sebagai berikut.

a. Para peritel biasanya tidak akan menempatkan barang-barang yang mudah pecah di sembarang rak.

b. Barang-barang yang mahal dipajang secara closed display.

c. Barang yang fisik ukurannya kecil biasanya dipajang di etalase.


d. Barang-barang kemasan kaleng yang cukup berat ditempatkan pada tingkatan rak paling bawah untuk menghindari
risiko timbulnya cedera bagi pengunjung (terutama anak-anak) jika barang tersebut terjatuh.
5. Menarik
Display berkaitan dengan seni penataan produk di supermarket. Oleh karena itu, kreativitas peritel dituntut dalam menata
barang dan ruangan agar menarik dan indah untuk dilihat. Penataan produk dapat memadukan model window display,
interior display, exterior display, perpaduan warna, bentuk kemasan, kegunaan barang, serta manambahkan kelengkapan
display yang lain, seperti POP, SKU, dan lain-lain.

Point of Purchase (POP) adalah pemajangan poster, petunjuk dalam toko, dan alat promosi yang dipasang dalam toko.
POP dibuat dengan berbagai macam dan bentuk, serta memuat informasi mengenai produk. Informasi tersebut dapat
berupa harga, promo produk, dan informasi produk baru.

Biasanya, POP diterapkan pada produk yang sedang promo. Display POP ditempatkan di dekat pintu keluar dan di tempat-
tempat yang mudah dilihat oleh konsumen, ditulis dengan ukuran huruf yang mudah terbaca dan mudah dipahami, serta
menggunakan desain yang menyolok (eye-ctaching) dengan bahan bermutu, sehingga menarik perhatian.

Sementara itu, Stock Keeping Unit (SKU) adalah suatu tulisan yang berisi keterangan mengenai nama produk, harga,
nomor Price Look Up Unit (PLU) suatu produk, baik yang dibeli maupun dijual oleh perusahaan. Sering juga disebut
dengan nama lain, seperti part number, product number, atau product identifier.
6. Self-Service
Supermarket memiliki metode penjualan barang dagang secara self-service, artinya konsumen diberi kebebasan untuk
memilih dan mengambil sendiri barang yang dibutuhkan tanpa bantuan dari pramuniaga. Oleh karena itu, penataan
produk dagang harus memudahkan konsumen dalam mencari barang yang dibutuhkan dengan cara menggunakan
keterangan-keterangan, baik berupa gambar, simbol, poster, dan tulisan.

Hal-hal yang perlu dihindari dalam men-display barang, antara lain sebagai berikut.

a. Barang kotor.

b. Label barang hilang.

c. Kemasan rusak.

d. Berubah warna.

e. Kaleng berkarat/penyok.

f. Isi kemasan hancur.

g. Barang bocor/berlubang/robek.

h. Kedaluwarsa (expired date)


D. Penataan Produk Fresh
Area display produk fresh pada umumnya berada di bagian belakang area supermarket karena display produk fresh
memerlukan perlakuan dan ruangan khusus serta menggunakan peralatan yang memakai listrik. Untuk menjaga kualitas
dan kesegaran produk fresh, suhu udara di area tersebut diatur. Penataan produk fresh dilakukan dengan terlebih dahulu
mengelompokan produk berdasarkan kategorinya, yaitu sayuran, daging, buah-buahan, produk olahan susu, dan produk
yang dibekukan.

1. Produk Sayuran (Vegetables)


Penataan produk sayuran di supermarket tampak pada tabel berikut.
2. Buah-buahan (Fresh Fruits)
Penataan buah-buahan (fresh fruit) di supermarket adalah sebagai berikut.

3. Daging (Fresh Meat)


Penataan daging di supermarket adalah sebagai berikut.
4. Produk Olahan Susu (Dairy Products)
Penataan produk olahan susu (dairy product) di supermarket adalah sebagai berikut.

5. Produk yang Dibekukan (Chilled & Frozen Products)


Penataan produk yang dibekukan (chilled & frozen product) di supermarket adalah sebagai berikut.
E. Penataan Produk Fashion dan Sport
1. Pengertian Produk Fashion dan Sport
Produk fashion adalah suatu produk yang mempunyai ciri-ciri khusus yang dapat mewakili style yang sedang tren
dalam suatu kurun waktu tertentu.  Fashion merupakan suatu gambaran mengenai kebudayaan, pemikiran, dan gaya
hidup orang dalam kurun waktu tertentu. Seseorang dikatakan fashionable apabila selalu mengikuti style/gaya yang
sedang trendy, seperti cara berpakaian, bentuk sepatu, tas, potongan rambut, dan lainnya.

Supermarket harus selalu menyediakan produk fashion yang mengikuti style/gaya yang sedang trendy. Produk fashion
meliputi keseluruhan yang mendukung penampilan seseorang wanita, pria, anak laki-laki dan perempuan, serta bayi.
Contoh: pakaian, sepatu, tas, aksesori, pakaian bayi. Sementara itu, sport meliputi pakaian olahraga dan aksesorinya,
sepatu sport, alat olahraga, dan perlengkapan olahraga.
2. Pengelompokan Produk Fashion
a. Pengelompokan produk fashion bayi.

b. Pengelompokan produk fashion anak-anak.


c. Pengelompokan produk fashion remaja.

d. Pengelompokan produk fashion dewasa.


3. Penataan Produk Fashion
a. Penataan produk fashion bayi.
Penataan produk bayi dilakukan dengan cara:

1) Grouping, yaitu pengelompokan berdasarkan kategorinya, mislanya perlengkapan bayi yang baru lahir, pakaian bayi
berdasarkan usia (1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan lain-lain), perlengkapan bayi, dan perlengkapan tidur bayi.

2) Untuk display baju, setelan dipadankan dengan aksesorinya, misalnya sarung tangan, kaos kaki, dan topi rajut.

b. Penataan produk fashion anak-anak.


Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Karakter toko idola sangat berpengaruh dalam pemilihan produk fashion. Jadi,
jenis pakaian cenderung mengikuti jenis pakaian tokoh idolanya.
Penataan produk fashion untuk anak-anak dikelompokan berdasarkan urutan atau tahapan, yaitu sebagai berikut.

1) Penataan sesuai dengan koleksi.

2) Tiap-tiap koleksi kemudian ditata menurut style (model, jenis bahan, jenis print, atau motif/gambar kain).

3) Produk ditata menurut intensitas warna.

4) Produk ditata menurut size atau ukuran (baik ukuran baju maupun ukuran print atau motif tiap-tiap kelompok).
c. Penataan produk fashion remaja.
Pada prinsipnya, penataan produk fashion remaja sama dengan penataan produk fashion anak-anak. Fashion remaja
cenderung ke dunia modis atau tren fashion. penataan produk fashion remaja adalah sebagai berikut.

1) Penataan sesuai dengan koleksi atasan dan bawahan.

2) Koleksi terbaru dipajang paling depan.

3) Dari tiap-tiap koleksi kemudian ditata menurut style (model, jenis bahan, jenis print, atau motif/kain).

4) Produk ditata menurut intensitas warna.

5) Display dengan mix and match, misalnya atasan ditambah jacket/sweater, bawahnya celana panjang atau rok.

6) Produk ditata menurut size atau ukuran.


D. Penataan produk fashion orang dewasa.
Penataan produk fashion orang dewasa tetap memakai prinsip penataan produk fashion, yaitu sebagai berikut.

1) Penataan dilakukan menurut koleksinya.

2) Penataan menurut style (model dan jenis motif atau print): polos, bunga-bunga, kotak-kotak, bulat-bulat, garis-garis,
motif gambar.

3) Barang terbaruu dari tiap-tiap kelompok dipajang di depan, yang agak lama di tengah, dan yang paling lama di bagian
belakang.

4) Penataan menurut intensitas warna. Dari tiap-tiap kelompok display dirapikan lagi berdasarkan intensitas warna tau
print-nya.
5) Penataan menurut size (ukuran pakaian).

6) Memadupadankan produk yang sedang menjadi tren.


4. Pengelompokan Produk Sport
a. Fashion Olahraga (Sport)
Ada berbagai jenis fashion olahraga (sport), yaitu baju sport, sepatu, dan aksesorinya. Produk fashion sport sangat
beragam, terutama untuk baju olahraga yang dapat dispesifikasikan berdasarkan cabang olahraga. Saat ini, banyak sepatu
sport yang ditawarkan di pasar.

b. Peralatan Olahraga
Saat ini, banyak toko yang secara khusus menjual sarana-sarana dan perlengkapan olahraga. Alat olahraga ini juga
dikelompokan berdasarkan jenis olahraganya, misalnya peralatan fitness, sepeda sport, bola basket, raket tenis lapangan,
raket badminton, dan lain-lain.
c. Pengelompokan Produk Sport
Produk sport dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu:

1) Berdasarkan usia, produk sport dikelompokan lagi menjadi 2 (dua), yaitu produk sport anak-anak dan produk sport
orang dewasa.

2) Produk sport berdasarkan kategori dan fungsinya.

a) Berdasarkan jenis kelamin. Contoh: baju sport laki-laki dan baju sport perempuan.

b) Berdasarkan jenisnya. Contoh: kios dan celana (training, celana pendek).

c) Berdasarkan fungsinya. Contoh: baju renang, baju basket, baju senam, baju sepak bola, dan lain-lain.

d) Berdasarkan bahan kain yang digunakan. Contoh: katun, spandek, dan polyester.
SEKIAN
TERIMA
KASIH