Anda di halaman 1dari 23

KELOMPOK 7

SUMIA INTAN ROMADINA


TSULATUL FITRI
VIVIN SEPTA KIHANTARI
YULIATRI KRESNAWATI
YULIATI
LEUKEMIA
Pengertian

 Leukemia merupakan penyakit akibat terjadinya


proliferasi (pertumbuhan sel imatur) sel leukosit
yang abnormal dan ganas, serta sering disertai
adanya leukosit dengan jumlah yang berlebihan,
yang dapat menyebabkan terjadinya anemia
trombositopenia. (Hidayat, 2006).
Leukemia dibagi menjadi beberapa jenis,
diantaranya yaitu :
1.Leukemia Mielositik Akut (LMA)
2.Leukemia Limfositik Akut(LLA)
3.Leukemia Limfositik Kronis(LLK)
4.Leukemia Mielositik Kronis(LMK)
Anatomi Dan Fisiologi
 Sistem sirkulasi adalah sarana untuk menyalurkan

makanan dan oksigen dari traktus digestivus dan dari


paru-paru ke sel-sel tubuh. Selain itu system sirkulasi
merupakan sarana untuk membuang sisa-sisa
metabolisme dari sel-sel ke ginjal, paru-paru dan kulit
yang merupakan tempat ekskresi sisa-sisa metabolisme.
 Organ-organ system sirkulasi mencakup jantung,

pembuluh darah dan darah


Etiologi Dan Predisposisi
Terjadinya leukemia banyak hal yang mempengaruhi
diantaranya :

1. Faktor Eksogen
 a. Radiasi

 b. Zat kimia

 c. Infeksi virus

2.Faktor Endogen
 a. Bersifat herediter

 b. Kelainan genetic
Patofisiologi
 Leukemia adalah jenis gangguan pada system

hemapoetik yang fatal dan terkait dengan


sumsum tulang dan pembuluh limfe ditandai
dengan tidak terkendalinya proliferasi dari
leukosit.
Manifestasi Klinik
 Tanda dan gejala awal leukemia dapat

termasuk demam, anemia, perdarahan,


kelemahan, nyeri tulang atau sendi dengan
atau tanpa pembengkakan.
Pengkajian Fokus
 1. Demografi
a. Usia
b. Ras
c. Lingkungan
d. Jenis kelamin.
 2. Data fokus
a. Aktivitas
b. Sirkulasi
c. Eliminasi
d. Integritas ego
e. Nutrisi dancairan
f. Neuro sensori.
g. Nyeri ataukenyamanaan
h. Pernafasaan
i. Keamanan
 3. Data Penunjang
a. Hitung darah lengkap
b. Pemeriksaan sel darah tepi
c. Asam urat serum / urine
d. Biopsi sumsum tulang
e. Biopsi nodus limfa
DiagnosaKeperawatan

 1. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan tak adekuat


pertahanan sekunder : gangguan dalam kematangan sel darah
putih, peningkatan jumlah limfosit imatur, imunosupresi,
penekanan sumsum tulang.
 2. Resiko kurang volume cairan berhubungan dengan kehilangan
berlebihan (muntah, perdarahan, diare), penurunan pemasukan
cairan (mual, anoreksia), peningkatan kebutuhan cairan (status
hipermetabolik,demam).
 3. Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan anoreksia, mual danmuntah.
 4. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan agen fisikal
(pembesaran nodul limfe, sumsum tulang yang dikemas dengan
dengan sel leukemik ), agen kimia (pengobatan anti leukemik).
 5. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan
umum, penurunan cadangan energi, peningkatan laju
metabolik dari produksi leukosit massif, ketidak
seimbangan antara suplai dan kebutuhanoksigen.
 6. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
berhubungan dengan melemahnya kemampuan fisik.
 7. Ganguan citra tubuh berhubungan dengan alopesia.

 8. Kurang pengetahuan tentang penyakit, prognosis,


dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan
kurang terpajan pada sumber, salah
interpretasiinformasi.
Intervensi

 1. Diagnosa I : Resiko tinggi terhadap infeksi


berhubungan dengan tak adekuat pertahanan
sekunder : gangguan dalam kematangan sel darah
putih, peningkatan jumlah limfosit imatur ,
imunosupresi , penekanan sumsumtulang.
 Tujuan : Mencegah timbulnya infeksi. Kriteria
hasil:
 a. Mengidentifikasi tindakan untuk mencegah /
menurunkan resiko infeksi.
 Intervensi :

 a. Tempatkan pada ruang khusus,.batasi


pengunjung sesuaiindikasi.
 b. Berikan protocol untuk mencuci tangan
yang baik untuk semua petugas
danpengunjung.
 c. Dorong peningkatan masukan makanan
tinggi protein dancairan.
 d. Kolaborasi : Awasi pemeriksaan
laboratorium ( hitung darah lengkap).
 2. Diagnosa II : Resiko kurang volume cairan
berhubungan dengan kehilangan berlebihan
(muntah, perdarahan, diare), penurunan
pemasukan cairan (mual,anoreksia).
 Tujuan : Mempertahankan kebutuhan cairan.
Kriteria hasil:
 a. Menunjukkan volume cairan adekuat,
dibuktikan oleh tanda vital stabil, nadi teraba,
haluaran urin, berat jenis dan PH dalam batas
normal.
 Intervensi :

 a. Awasi masukan / haluaran. Hitung


kehilangan tak kasat mata dan keseimbangan
cairan. Perhatikan penurunan urin pada adanya
pemasukan adekuat, ukur erat jenis dan
PHurin.
 b. Berikan cairan IV sesuai indikasi.
 3. Diagnosa III : Resiko perubahan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual
danmuntah.
 Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi setelah dilakukan tindakan
keperawatan.
 Kriteria hasil : Mual dan muntah berkurang atau bahkan
menghilang, berat badan dapat dipertahankan, klien bisa
menghabiskan makan 1 porsi.

Intervensi :
 a. Monitor pemasukan dan pengeluaranmakanan.

 b. Berikan makan sedikit dan frekuensisering.

 c. Pastikan pola diit makanan yang disukai dan tidakdisukai.

 d. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan komposisidiit.


4. Diagnosa IV : Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan agen fisikal
(pembesaran nodus limfe), agen kimia (pengobatan antileukemia).
 Tujuan : Kebutuhan nyaman terpenuhi, klien tidak merasakan nyeri. Kriteria hasil:

 a. Pasien mengatakan nyeri terkontrol /hilang.

 b. Menunjukkan perilaku penanganan nyeri.

 c. Tampak rileks dan mampu tidur / istirahat dengantenang.

Intervensi :

 a. Kaji skala nyeri, kaji ttv, perhatikan petunjuk nonverbal.


 b. Berikan lingkungan tenang dan kurangi rangsangan penuhstress.
 c. Tempatkan pada posisi nyaman dan sokong sendi ekstremitas dengan bantal.
 d. Ubah posisi secara periodic dan berikan atau bantu latihan rentang geraklembut.
 e. Berikan tindakan kenyamanan (misal : pijitan, kompres dingin)dan dukungan
psikologi.
 f. Kaji ulang tingkat kenyamanan pasien sendiri, posisi, aktivitas fisik, atau non
fisik dan sebagainya.
 5. Diagnosa V : Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan
umum, penurunan cadangan energi, peningkatan laju metabolic dari
produksi leukosit massif, ketidak seimbangan antara suplai dan kebutuhan
oksigen (anemia, hipoksia).
 Tujuan :Pasien dapatmelakukanaktifitas sesuai dengan kemampuannya.

 Kriteria hasil :

 a. Pasien melaporkan adanya peningkatan toleransi aktifitas yang dapat

diukur.
 b. Menunjukkan penurunan tanda fisiologis tidak toleran.

 c. Dapat berpartisipasi dalam aktifitas yang dapat dilakukan sehari- hari

sesuai dengan tingkat kemampuanpasien.


Intervensi :

 a. Evaluasi laporan kelemahan, perhatikan ketidakmampuan untuk


berpartisipasi dalam aktifitassehari-hari.
 b. Berikan lingkungan tenang dan periode istirahat tanpa gangguan dorong
istirahat sebelummakan.
 6. Diagnosa VI : Gangguan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan
dengan melemahnya kemampuan fisik.(Carpenito, 2001 : 156)
 Tujuan : Mempertahankan kemampuan motorik dan kemampuan
komunikasi verbal.
 Kriteria hasil : Anak mampu mempertahankan perkembangannya sesuai
usia, orang tua mengerti tugas-tugas perkembangan secara normal sesuai
usia, orang tua mengerti dan mampu menstimulasi perkembangan anak
sesuai usia.

Intervensi :
 a. Ajari orang tua tentang perkembangan anak sesuaiusia

 b. Perkuat perkembangan kata-kata dengan pengulangan kata yang

digunakan anak
 c. Ajak anak bermain untuk merangsang kemampuan motorik dan

pendengaran
 d. Kaji tingkat perkembangan yang telah dicapai olehanak
 7. Diagnosa VII :Gangguan citra tubuh berhubungan dengan
alopesia. (Wong, 2003 :598)
 Tujuan : Anak atau keluarga menunjukkan kopingpositif

 Kriteria hasil : Anak mengungkapkan masalah yang berkaitan


dengan kerontokan rambut, anak tampak bersih dan
berpakaian rapi.
 Intervensi :

 a. Anjurkan anak untuk menjaga rambut yang tipis tetapbersih

 b. Jelaskan bahwa rambut mulai tumbuh dalam 3-6 bulan dan


mungkin warnanya berbeda
 c. Ajarkan anak untuk meningkatkanhighline.
 8. Diagnosa VIII: Kurang pengetahuan tentang penyakit,
proknosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan
kurang terpajan pada sumber, salah interprestasiinformasi.
 Tujuan : Pasien mengetahui dan memahami penyakit, proknosis,
dan pengobatan yangdiberikan.
 Kriteria hasil :
 a. Pasien mengatakan paham terhadap kondisi / proses penyakit
dan pengobatan.
 b. Melakukan perubahan pola hidup yangperlu.
 c. Berpartisipasi dalam programpengobatan.

Intervensi :
 a. Kaji ulang patologi bentuk khusus leukemia dan berbagai

bentuk pengobatan.
 b. Berikan pendidikan kesehatan tentang penyakitleukemia.
 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
 Pelaksanaan keperawatan merupakan kegiatan
yang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah
ditetapkan. Selama pelaksanaan kegiatan dapat
bersifat mandiri dan kolaboratif. Selama
melaksanakan kegiatan perlu diawasi dan
dimonitor kemajuan kesehatan klien
 EVALUASI KEPERAWATAN
 Tahap evaluasi dalam proses keperawatan
menyangkut pengumpulan data subyektif dan
obyektif yang akan menunjukkan apakah tujuan
pelayanan keperawatan sudah dicapai atau belum.
Bila perlu langkah evaluasi ini merupakan
langkah awal dari identifikasi dan analisa
masalah selanjutnya.