Anda di halaman 1dari 33

ASUHAN KEPERAWATAN

OPERATIF Nn. A
DENGAN DIANGNOSA APPENDIC
AKUT

TIM OT MHKN
APPENDIC
Apendisitis adalah
peradangan pada apendiks
vermiformis dan merupakan
penyebab abdomen akut yang
paling sering. Penyakit ini
dapat mengenai semua umur
baik laki-laki maupun
perempuan, tetapi lebih
sering menyerang laki-laki
berusia 10-30 tahun
(Mansjoer, 2010).
ETIOLOGI
 Terjadinya apendisitis akut umumnya disebabkan oleh
infeksi bakteri. Namun terdapat banyak sekali faktor
pencetus terjadinya penyakit ini. Diantaranya obstruksi
yang terjadi pada lumen apendiks yang biasanya
disebabkan karena adanya timbunan tinja yang keras
(fekalit), hiperplasia jaringan limfoid, penyakit cacing,
parasit, benda asing dalam tubuh, tumor primer pada
dinding apendiks dan striktur. Penelitian terakhir
menemukan bahwa ulserasi mukosa akibat parasit
seperti E Hystolitica, merupakan langkah awal
terjadinya apendisitis pada lebih dari separuh kasus,
bahkan lebih sering dari sumbatan lumen. Beberapa
penelitian juga menunjukkan peran kebiasaan makan
(Sjamsuhidajat, De Jong, 2004).
TINJAUAN KASUS
 Pengkajian
 Hari/tanggal : SABTU 24 – 10 - 2021
 Tempat : Ruang Pre Operatif
 Jam : 19.00 WIB
 Metode : Observasi dan anamnesa
 Sumber : Pasien dan Rekam medik
 A.    Identitas pasien
 1.      Nama : Tn. A
 2.      TTL : 01 - 10 - 1991
 3.      Jenis kelamin : LAKI-LAKI
 4.      Pekerjaan : Karyawan Swasta
 5.      Status : Belum Menikah
 6.      No. RM : 0100019***
 7.      Tgl. Masuk : 24 OKT 2020
 B.     Penanggung Jawab
 1.      Nama : Ny. M
 2.      Umur : 47 tahun
 3.      Hubungan dengan pasien: Ibu Kandung
RIWAYAT KESEHATAN
 Keluhan utama
 Pasien mengeluh nyeri perut bagian kanan bawah,
susah beraktifitas, nyeri menjalar hingga pinggang.
Skala nyeri 5-6, pada saat membungkuk dan duduk.
 Riwayat penyakit sekarang

 Pasien mengeluh nyeri di perut bagian kanan


bawah, susah bergerak
 Riwayat penyakit dahulu

 Pasien mengatakan bahwa mempunyai riwayat


penyakit magh dan sudah berobat.
 Riwayat penyakit keluarga

 Pasien mengatakan orang tua mempunyai riwayat


hipertensi.
Pengkajian Pre Operasi

Suhu : 36,0 C
Nadi : 73 kali/menit
Tekanan darah : 123/61 mmHg
RR : 20 kali/menit
Puasa : 09:00 Wib

Pemeriksaan fisik
KU : Baik
Kesadaran : Compos mentis (E4,V5,M6)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan Normal
Hematologi      

Hemoglobin 11.6 g/dl 11,7-15,5

Leukosit 12.06 /ul 3,6-11

Hematokrit 35 % 35-47

Trombosit 308 /ul 3,8-5,2

Eritrosit 4.28 /ul 150-400

MCV/VER 82 fL 80-100

MCH/HER 27 pg 26-34

MCHC/KHER 33 g/dL 32-36

FALL HEMOSTASIS      

Masa Pendarahan (IVY) 1.23 Menit 1.00 – 3.00

Masa Pembekuan 5.12 menit 4.00 – 6.00

IMUNOSEROLOGI      

HEPATITIS    

HbsAg (Kualitatif) (-) Negatif (-) Negatif


SIGN IN (TANGGAL 24 -03- 2020 JAM 11.00)
1. Konfirmasi/verifikasi
2. Identitas (nama lengkap, tanggal lahir dan cek
gelang identitas pasien)
3. Diagnosa : Appendicitis
4. Tindakan operasi : Appendictomy
5. Informen consent : (+)
6. Nama operator : dr. AGUNG
7. Menandai daerah operasi : (+)
8. Alergi :(-)
9. Asma :(-)
10. Puasa : (+) jam 09:00 WIB
11. Jam Sign In : 18.30
12. Analisa Data
13. Siapkan alkes
 Alat,obat dan Alkes
 Handglove 6 ½ 1
 Handsglove 7 ½ 2
 Iodin Povidon 75 cc 1
 Blade No. 20 1
 Silk 2/0 O 1
 Safil 2/0 O 1
 Framacetyn 1
 Kassa biasa 2
 T - Schrub 4
 Wraping Paper K/B 1
 Aqua 1 Liter 1
 Surgipent 1
14. Jas umum
15. Laken umum
16. Set Appendic
17. instrumen mencuci tangan
 Cuci tangan bedah,
 Gulung lengan baju hingga 10 cm dari atas siku.
 Lepaskan semua perhiasan yang di pakai ditangan dan lengan seperti
cincin, jam tangan, gelang kemudian memakai APD.
 Buka sikat spon dan bersihkan kuku dari tempatnya.
 Buka kran air dengan tangan atau siku atau menggunakan lutut atau
kaki.
 Basahi lengan tangan hingga 5 cm diatas siku dibawah air mengalir.
 Membersihkan kuku dan menggunakan pembersih kuku dibawah air
mengalir.
 Ambil sikat sapon yang mengandung Clorhexidin Gluchonat 4%.
 Remas spos dan sikat sampai keluar busa.
 Lumuri dan gosok hingga seluruh permukaan tangan dan lengan kanan
dan kiri dari ujung jari hingga diatas 5 cm siku.
 Menyikat kuku jari selama satu menit.
 Lalu membuang sikat dan membilas dengan air mengalir.
 Lumuri kembali hingga ¾ lengan dengan menggunakan clorheksidin
Gluchonat 4% pada tangan kiri dan tangan kanan.
 Mulai menggosok telapak tangan dan punggung tangan selama 15 kali
tiap masing masingnya, kemudian menggosok jari jari seolah-olah
mempunyai empat sisi lalu bersihkan dan bilas dibawah air mengalir.

 Lumuri kembali dengan cairan clorheksidine Gluchonat 4% pada tangan


sampai pergelangan tangan kemudian lakukan cuci tangan procedural.
 Memakai jas steril dan sarung tangan steril.
 Pasang alas kertas wrapping untuk meja besar kemudian alasi dengan
laken sedang, pasang kain binslop ke meja mayo dan alasi dengan
wrapping paper.
 Susun Meja mayo (basic instrument Appendik)

 Scapel dalam neurbeken (blade no. 20)


 Tissue Forcep :2
 Dressing Forcep :2
 Mayo Diserting Scissor :1
 Mayo Lexer Scissor :1 Menyusun alat dimeja besar
 Hemostatic Forcep :6  Sponge Holding Forcep : 1
 Hemostatis Forcep :6  Needle holder :1
 Hemostatis Forcep Kocher : 6  Lexer Scissor :1
 Allis :2  Bowl :2
 Reptraktor :1  Towel klem :6
psg  Selang Suction :1
 Kassa biasa : 10
 Canul Suction :1
 Scrub nurse menghitung kasa dan alat yang
digunakan sebelum operasi
 Operator melakukan teknik aseptic dan antiseptic.
 Scrub nurse memberikan kassa 3 lembar dan bowl yang sudah berisi
iodine povidone 10% isi 75cc dengan menggunakan Sponge holding
forceps Kepada operator.
 Operator dan asisten melakukan antiseptic pada area operasi.
 Lakukan drapping :
 Scrub nurse memberikan linen bagian bawah kepada asisiten
operator, asisten dan operator menbentangkan linen dari dada
hingga ujung kaki.
 Scrub nurse memberikan linen bagian atas kepada asisten perator,
asisten dan operator membentangkan linen dari dagu hingga
menutupi selutuh kepala.
 Scrub nurse memberikan linen kiri dan kanan ke asisten dan
operator.
 Scrub nurse memberikan towel klem kepada asisten dan operator
untuk menjepit linen kiri dan kanan ke kain linen atas dan bawah.
TIME OUT (Tanggal 24 -03- 2020 jam 11:15)

 Hari ini sabtu tanggal : 24-10-2020


 Nama pasien : Nn. A
 Tanggal lahir : 1-10-1991
 Diagnosa : Appendicitis Perforasi
 Tindakan : Appendictomy
 Dr. Operator : dr. AGUNG
 Asisten : Teguh
 Instrumen : Fitrah
 Dr. Anestesi : Dr. Denis
 Asisten anestesi : Yohana
 Sirkuler : Afandi
 Operasi dimulai pukul : 19.20 wib,
 Time out : 19.19
Tahap tindakan operasi
 Berikan Pinset sirugis ke operator untuk mengecek respon
anastesi
 Berikan blade no.10 dengan menggunakan neurbeken untuk
insisi mediana
 Berikan kassa ke asisten untuk lap perdarahan
 Berikan Pinset sirugis dan cauter ke operator untuk
menghentikan perdarahan
 Operator melebarkan insisi dari subkutis hingga fasia dengan
memberikan kocher dan gunting jaringan
 Berikan reptraktor ke asisten untuk mempermudah operator
melakukan tindakan berikutnya.
 Berikan klem dan hak bolak balik ke operator untuk
membuka otot
 Berikan 2 Pinset anatomis ke operator untuk menjepit
peritonium
 Berikan Gunting Jaringan ke operator untuk menggunting
peritonium
 Berikan hak bolak balik untuk melebarkan peritonioum ke
operator untuk mencari apendik
 Berikan allis ke operator untuk menjepit apendik

 Beriakan Klaim bengkok untuk memisahkan messo dengan apendik


 Berikan gunting jaringan Gunting Jaringan ke operatot untuk
memisahkan meso dan apendik
 Berikan silk 2/0 untuk menjahit messo atau sabet
 Berikan Gunting Benang ke asisten operator untuk menggunting
benang
 Berikan klem lurus ke operator untuk menjepit pangkal appendik
 Berikan pisau yang sudah di olesin betadine
 Setelah apendik terputus jaringan di berikan ke perawat instrumen
 Letakan jaringan apendik kedalam neurbekan
 Berikan silk 2/0 atau vicril 2/0 untuk menjahit pangkal appendik
 Berikan gunting benang ke asisten
 Berikan cairan NaCL kedalam peritonium dan di berikan kasa lembab
untuk mencuci daerah seputaran sekum
 Scrube nurse mengsuction air
 Setelah semuanya bersih
 Berikan klem kocher ke operator dan asisten untuk
menjepit lapisan peritonium
 Berikan safil 2/0 untuk menjahit peritonium hingga otot
 Berikan gunting benang ke asisten
 Berikan klem kocher ke operator untuk menjepit lapisan
fasia
 Berikan safil 2/0 O untuk menjahit fasia
 Berikan gunting benang ke assisten
 Berikan safil 2/0 O ke operator untuk menjahit subktis
dan kutis
 Berikan gunting benang ke asisten
 Bersihkan area insisi menggunakan kassa lembab
 Tutup menggunakan kasa kemudian tutup menggunakan
hypapik/tegaderem/opsite.
SIGN OUT (TANGGAL 24 -10- 2020 JAM 20.45)

 Konfirmasi secara verbal (nama tindakan


yang dilakukan, kelengkapan instrumen,
kasa dan jarum)
 Nama tindakan : Appendictomy
 Diagnosa post operasi : Appendic akut
 Masukkan jaringan kedalam pot jaringan yang

telah berisi cairan formalin 37 %


 Nama jaringan : Appendic
 Nama pasien : Ny. A
 Kelengkapan instrumen, kasa : Lengkap
Kesimpulan
Appendisitis adalah peradangan pada apendiks vermiformis
dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering.
Penyakit ini dapat mengenai semua umur baik laki-laki
maupun perempuan, tetapi lebih sering menyerang laki-laki
berusia 10-30 tahun (Mansjoer, 2010).

Tindakan apendiktomy dilakukan diruang operasi dengan


alat steril. Setip tindakan scrube nurse harus pahan dengan
alat dan alkes yang dibutuhkan operator, tidak terburu buru
dalam setiap perian alat ke operator, dan memberikan
dengan cara yang benar. Scrube nurse harus memperharikan
batas steril saat sudah menggunakan jas dan sarung tangan,
scrube nurse memperharikan expire / kadaluarsa indikator
steril pada alat yang akan digunakan. Sopan dan mejaga
privasi pasien yang telah dilakukan operasi.
B. Pre Operasi
1. Analisa Data

No Hari/tgl Data fokus etiologi problem


jam
1. 31/10/202 DS: Kurang ansietas
0 pasien mengatakan Informasi
14:30 AM cemas dan takut
karena akan di
lakukan tindakan
oprasi
Do:
Pasien tampak
gelisah, selalu
mananyakan tentang
oprasi, tanpak tegang
TD: 140/80MmHg
S: 36.0°C
N: 86x/ menit
RR: 21x/menit
Intra oprasi

No Hari/tgl Data fokus Etiologi problem


jam
2. 31/10/202 DS: - Suhu Resiko
0 ruangan hipotermi
15:00 AM Do:
- Suhu tubuh klien S: Jaringan
36.0°C lemak
- Kulit klien tampak subkutan
tipis dan keriput lebih tipis
- Keadaan umum
lemah Kehilangan
TD: 100/60MmHg panas
S: 36.0°C melalui kulit
N: 67x/ menit
RR: 18x/menit Ketidak
seimbangan
temperatur
tubuh

hipotermi
N Hari/tgl Data fokus etiologi problem
o jam

3. 31/10/202 DS: Tonus otot Intoleransi


0 -pasien mengatakan menurun aktivitas
15:30 AM kakinya belum bisa di
gerakan

Do:
-pasien masih tanpak
berbaring di tempat
tidur
-pasien belum bisa
menggerakan kaki nya
-pasien tanpak lemah
-TD: 110/65MmHg
S:36.1°C
N:71x/menit
RR:18x/menit
C. Diagnosa

1. pre oprasi
 Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan
terhadap oprasi

2. Intra Oprasi
 Hipotermi berhubungan dengan suhu ruangan

3. Post oprasi
 Intoleransi aktifitas berhubungan dengan tonus
otot menurun akibat pembiusan
D. Intervensi

No Diagnosa Kep. Tujuan Kriteria Intervensi Rasional


Hasil
1. Ansietas b.d kurang Cemas - Pasien tidak • Kaji  Untuk
pengetahuan berkurang cemas lagi tingkat menguran
- Tidak kecemasa gi cemas
menanyakan n pasien pasien
tentang • edukasi  Pasien
oprasinya pasien dapat
- TTV dalam tentang rileks
batas normal tidakan
: yang
TD:120/80 akan di
MmHg, lakukan
S:36°C, • Ajarkan
N:67x/menit teknik
, relaksasi
RR:18x/men nafas
it dalam
• Ukur
TTV
pasien
No Diagnosa Kep. Tujuan Kriteria Intervensi Rasional
Hasil
2. Risiko hipotermi Setelah di - Suhu 36. °C, • Monitor • Untuk
berhubungan dengan lakukan -37.5 °C, temperatur mengetahui
suhu ruangan tindakan 1 x 24 - Rr 30- klien adanya
jam di 60x/menit sampai tanda-tanda
harapkan klien - P. 120- stabil Hipotermi
terhindar dari 140x/menit • Monitor • Untuk
ketidakseimban - Warna kulit nadi & mengetahui
gan suhu tubuh merah muda pernafasan keadaan
- Tidak ada • Monitor TTV pasien
distres respirasi warna kulit • Untuk
- Hidrasi adekuat • Monitor mengetahui
- Tidak tanda & suhu pada
menggigil gejala klien
hipotermi
• Jelaskan
pada
keluarga
tanda &
gejala
hipotermi
No Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Kep.
3. Intoleransi Dapat - TTV dalam • Kaji • Untuk
aktifitas beraktivitas batas normal : kemampuan mengetahui
kembali setelah TD:120/80MmH pasien kemampuan
berhubungan di lakukan g, S:36°C, untuk pasien dalam
dengan tonus asuhan N:67x/menit, melakukan bergerak
otot menurun keperawatan RR:18x/menit aktivitas • Supaya pasien
akibat pembiusan - Klien sudah • Berikan bisa tenang
tidak lemas posisi yang • Untuk
- Klien dapat nyaman mengetahui
bergerak • Berikan TTV pasien
- Aktivitas klien lingkungan dalam batas
kembali normal yang tenang normal
• Kaji TTV
pasien
E. IMPLEMENTASI

No. Hari/tgl Implementasi Respon


/jam
1. 31/10/2020 1. mengkaji tingkat kecemasan • Pasien
14:00 AM pasien mengatakan
cemas
14:05 AM 2. mengdukasi pasien tentang berkurang
tidakan yang akan di lakukan • Pasien dapat
memahami
14:10AM 3. mengajarkan teknik relaksasi • Pasien mampu
nafas dalam mengikuti dan
mempraktikan
cara teknik
tarik nafas
14:15AM 4. mengukur TTV pasien • TTV pasien
TD:115/67
MmHg,
S:36.0°C,
N:76x/menit,
RR:18x/menit
No. Hari/tgl/ Implementasi Respon
jam

2. 31/10/2020 1. mengkaji tanda tanda 1. Tanda tanda


15:00 AM perdarahan perdarahan terkaji
<100
15:05AM 2. Kaji suhu klien 2. Kedaan suhu
klien dalam batas
15:10AM normal
3. mengkaji suhu pada ruangan
3. 19. 0°C,
15:12AM 4. mengkaji TTV pasien
4. TTV pasien
TD:115/67
5. mengkolaborasi dengan dokter MmHg, S:36.0°C,
jika ada tanda Hipotermi N:76x/menit,
RR:18x/menit
5. Dokter mengetaui
No. Hari/tgl/ Implementasi Respon
jam

3. 31/10/2020 1. Maji kemampuan pasien untuk 1. Pasien dapat


16:00AM melakukan aktivitas menggerakan
kakinya.
16:05AM 2. Merikan posisi yang nyaman 2. Memberikan
posisi supine
16:10AM 3. Merikan lingkungan yang 3. Memberikan
tenang lingkungan yang
nyaman
16:12AM 4. Mengkaji TTV pasien 4. TTV pasien
TD:115/67
MmHg, S:36.0°C,
N:76x/menit,
RR:18x/menit
No. Hari/tgl/ Implementasi Respon
jam

2. 31/10/2020 1. mengkaji tanda tanda 1. Tanda tanda


15:00 AM perdarahan perdarahan terkaji
<100
15:05AM 2. Kaji suhu klien 2. Kedaan suhu
klien dalam batas
15:10AM normal
3. mengkaji suhu pada ruangan
3. 19. 0°C,
15:12AM 4. mengkaji TTV pasien
4. TTV pasien
TD:115/67
5. mengkolaborasi dengan dokter MmHg, S:36.0°C,
jika ada tanda Hipotermi N:76x/menit,
RR:18x/menit
5. Dokter mengetaui
No. Hari/tgl/j Diagnosa Evaluasi
am Keperawatan
1. 31/10/2020 1. Ansietas
14:30AM S: pasien mengatakan tidak cemas
berhubungan lagi
dengan kurang O: -wajah tampak lebih rilex,
informasi pasien tidak bertanya terus
menerus.
terhadap operasi A: masalah ansietas teratasi
P: Hentikan intervensi

No. Hari/tgl/j Diagnosa Evaluasi


am Keperawatan
2. 31/10/2020 Risiko hipotermi
15:00AM S: -
berhubungan O: -tidak terjadi hipotermi
dengan adanya A: masalah risiko hipotermi
pembedahan teratasi
P: Hentikan intervensi
No. Hari/tgl/j Diagnosa Evaluasi
am Keperawatan
3. 31/10/2020 Intoleransi aktifitas
16:00AM S : pasien mengatakan kakinya
berhubungan dengan sudah bisa di gerakan sedikit-
extremitas bawah sedikit
menurun efek
O : -pasien sudah bisa
pembiusan menggerakan kakinya

A : intoleransi aktivitas teratasi


sebagian
P : pertahankan intervensi point:

1. Kaji kemampuan pasien


untuk melakukan aktivitas,
bertahap
2. Berikan posisi yang nyaman
3. Berikan lingkungan yang
tenang
4. Kaji TTV pasien
TERIMAKASIH