Anda di halaman 1dari 30

SIDANG PROPOSAL SKRIPSI 2021

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU


TERHADAP KETERATURAN PEMERIKSAAN
TUMBUH KEMBANG ANAK 0-1 TAHUN PADA MASA
PANDEMI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
GUNUNGSARI PADA TAHUN 2020

SUMIA INTAN ROMADINA


P07120317032
DIV KEPERAWATAN
TK 4A
01
Pendahuluan

LATAR BELAKANG
Anak adalah seseorang yang dilahirkan dari
perkawinan antara seorang perempuan dan
laki – laki dengan tidak menyangkut bahwa
seseorang yang dilahirkan oleh wanita
meskipun tidak pernah melakukan pernikahan
tetap dikatakan sebagai anak (WHO, 2018).
Jumlah anak di Indonesia pada tahun 2019, jumlah anak laki – laki 12 044,8
orang dan jumlah anak perempuan 11 560,1 orang. (BPS, Badan Pusat
Statistik 2019).

Berdasarkan laporan bulan Agustus 2020 di Puskesmas Gunungsari


tentang pengukuran berat badan dan pengukuran tinggi badan balita usia
0-1 tahun. Jumlah sasaran balita usia 0-1 tahun di desa gunungsari di
wilayah kerja Puskesmas Gunungsari adalah 114 orang (Laporan Bulanan
Puskesmas Gunungsari, Agustus 2020).

Berdasarkan laporan puskesmas gunungsari jumlah anak yang memiliki


berat badan yang tidak sesuai dengan usianya 17 orang. Dan jumlah anak
yang memiliki tinggi badan tidak sesuai dengan usia 5 (Laporan Bulanan
Puskesmas Gunungsari, Agustus 2020).
● Virus Disease 2019 (COVID-19), dan Keputusan Presiden no 11
tahun 2020 yang menetapkan Status Kedaruratan Kesehatan
Masyarakat, kemudian diperbaharui dengan Keputusan
Presiden No. 12 tahun 2020 tentang Penetapan Bencana non
alam penyebaran COVID-19 sebagai Bencana Nasional.
(WHO,2020).

● Secara umum, deteksi dini untuk dugaan seseorang terpapar


COVID-19 atau tidak, dapat diawali dari mengamati kondisi
tubuh, dengan memperhatikan ada gejala atau tidak. Hal lain
yang penting adalah mengamati wilayah tempat tinggal atau
bekerja, tergolong bersiko atau tidak (Kemenkes, 2020).

● Orang tua diharapkan turut memberikan pemahaman serta


edukasi kepada anak – anaknya, mengenai wabah Covid-19
seraya memberikan contoh perilaku hidup bersih dan sehat
untuk mencegah penyebaran Covid-19 (Kemenkes, 2020).
02
Tinjauan Pustaka
Kerangka Teori
1. PENGETAHUAN

Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu


seseorang terhadap suatu objek melalui indra yang dimilikinya sehingga
menghasilkan pengetahuan (Notoatmodjo (2014)

Cara Memperoleh Pengetahuan :


media massa, media elektronik, bukupetunjuk, petugas kesehatan, media
poster, kerabat dekat dan sebagainya. Notoatmodjo (2012)

Faktor – faktor yang mempengaruhi pengetahuan :


A.Internal (pendidikan, pekerjaan, umur)

B. Eksternal (Lingkungan, budaya).


2. Sikap
Notoatmodjo (2014) menyebutkan bahwa sikap merupakan konsep yang sangat
penting dalam komponen sosio-psikologis, karena merupakan kecenderungan
bertindak, dan berpersepsi.

Tingkatan Sikap Menurut Notoatmodjo (2012)


1. Menerima (receiving)
2. Merespon (responding)
3. Menghargai (valuing)
4. Bertanggung jawab (responsible)

Komponen Sikap Menurut Azwar (2012)


1. Komponen kognitif (cognitive)
2. Komponen efektif (affective)
3. Komponen konatif (konative)

Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap Menurut Azwar (2012)


1. Pengalaman pribadi
2. Pengaruh orang lain yang dianggap penting
3. kebudayaan
4. Media massa
5. Lembaga Pendidikan
Pengukuran Sikap :
Menurut Likert dalam buku Azwar S (2011), sikap dapat diukur dengan metode
rating yang dijumlahkan (Method of Summated Ratings). Metode ini merupakan
metode pernyataan sikap yang menggunakan distribusi respons sebagai dasar
penentuan nilai skalanya. Nilai skala setiap pernyataan tidak di tentukan oleh
derajat favoureble nya masing-masing akan tetapi ditentukan oleh distribusi
respons setuju dan tidak setuju dari sekelompok responden yang bertindak
sebagai kelompok uji coba (pilot studi).
Salah satu skor standar yang biasa digunakan dalam skala model Likert adalah
skor-T, yaitu :
T dihitung dengan menggunakan rumus :

T = 50 + 10

 
Keterangan :
X : Skor respondent pada skala sikap yang hendak diubah menjadi skor
X : Mean skor kelompok
S : Deviasi standar skor kelompok
Hasil ukur sikap dapat di intrerpretasikan menjadi :
(1) Sikap positif jika skor T Mean
(2) Sikap Negatif jika skor T Mean
3. Tumbuh Kembang
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan
interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau
keseluruhan , sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.
Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan dalam jumlah,ukuran dan fungsi
tingkat sel,organ,maupun individu. (Kemenkes RI, 2012).

perkembangan merupakan proses perubahan individu yang terjadi dari


kematangan (kemampuan seseorang sesuai usia normal) dan pengalaman yang
merupakan interaksi antara individu dengan lingkungan sekitar yang
menyebabkan perubahan kualitatif dan kuantitatif ( dapat diukur) yang
menyebabkan perubahan pada diri individu tersebut. ( E.B. Harlock ).
MACAM – MACAM TUMBUH KEMBANG :

Bayi Baru Lahir- 3 Bulan


Bayi 3-6 Bulan
Bayi 6-9 Bulan
Bayi 9-12 Bulan
Cara Melakukan Pemeriksaan Tumbuh Kembang :

Pengukuran antropometri. Pengukuran antropometri ini dapat


mencakup pengukuran berat badan, tinggi badan, kepala lingkar dan
lingkar lengan atas.

(WHO) untuk selanjutnya dilakukan intervensi lebih lanjut. Aspek tumbuh


kembang yang perlu dibina atau dipantau:

1). Gerak kasar atau motorik kasar


2). Gerak halus atau motorik halus
3). Kemampuan bicara dan bahasa
4). Sosialisasi dan kemandirian
Manfaat Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak :

Deteksi dini tumbuh kembang anak yang


komprehensif akan sangat membantu dalam
keberhasilan intervensi oleh petugas
kesehatan. Pemantauan tumbuh kembang dan
pelaksanaan intervensinya membutuhkan
peran dari orang tua.
Jadwal Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak 0-1 Tahun

  Deteksi Dini Penyimpangan Deteksi Dini Penyimpangan

Umur Anak Pertumbuhan Perkembangan

  BB/TB LK KPSP TDD TDL

0 bulan √ √      

3 bulan √ √ √ √  

6 bulan √ √ √ √  

9 bulan √ √ √ √  

12 bulan √ √ √ √  
Metode cross-Sectional

Faktor yang mempengaruhi : a. Pengetahuan

a. Pengetahuan Internal : 1. Definisi


Kategori
1. Pendidikan 2. Cara memperoleh pengetahuan
a. Pengetahuan
2. Pekerjaan 3. Faktor yang mempengaruhi
1. Baik 76-100%
3. Umur pengetahuan
2. Cukup 56-76%
b. Eksternal 4. penilaian tingkat pengetahuan
3. Kurang <56%
1. Lingkungan

2. Sosial dan Budaya


b. Sikap b. Sikap

Faktor yang mempengaruhi sikap Sikap responden terhadap pemeriksaan 1. Tingkat sikap yang positif

: tumbuh kembang anak usia 0-1 tahun bila nilai ≥ Mean.

1. Pengalaman pribadi

2. Pengaruh orang lain yang


meliputi: Definis, Tingkatan

Komponen sikap, Faktor-faktor yang


sikap,
Kerangka konsep
2. Tingkat sikap yang

negative bila nilai <

dianggap penting mempengaruhi sikap, pembentukan Mean data.

3. Kebudayaan sikap, Pengukuran sikap.

4. Media masa

5. Lembaga pendidikan

c. Tumbuh Kembang

1. Definisi
c. Tumbuh Kembang
2. Macam-macam Tumbuh Kembang Anak Usia 0-1 Tahun.
1. Teratur
3. Cara Melakukan Tumbuh Kembang Anak Usia 0-1 Tahun.
2. Tidak Teratur
3. Manfaat Pemeriksaan Tumbuh Kembang.

4. Jadwal Pemeriksaan Tumbuh Kembang Anak Usia 0-1 Tahun.


03
Metode
Metode Penelitian Penelitian
Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian adalah meneliti hubungan pengetahuan dan sikap ibu
terhadap keteraturan pemeriksaan tumbuh kembang anak 0-1 tahun pada
masa pandemic di wilayah kerja Puskesmas Gunungsari pada tahun 2020.

Tempat Penelitian
1.Tempat yang telah digunakan untuk melaksanakan penelitian ini adalah di
wilayah kerja puskesmas Gunungsari.
2. Data yang didapatkan melalui wawancara dan studi pendahuluan di Puskesmas
Gunungsari pada bulan Agustus terdapat 114 anak usia 0-1 tahun.

Waktu Penelitian
1. Penyusunan skripsi ini dimulai bulan Agustus 2020 sampai bulan Desember 2020.
2. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2021 sampai dengan bulan april
2021.
Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross-sectional yaitu
penelitian yang menekankan waktu pengukuran/ observasi
data variabel independen dan dependen hanya satu kali
pada saat bersamaan tanpa melakukan tindak lanjut
(Nursalam, 2016). Tidak semua subyek penelitian harus
diobservasi pada hari atau waktu yang sama, akan tetapi
baik variabel independen dan variabel dependen dinilai
hanya satu kali saja. Dengan studi ini diperoleh prevelensi
atau efek suatu fenomena (variabel dependen) dihubungkan
dengan penyebab (variabel independen) (Nursalam, 2016).
Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 0-1 tahun yang
datang untuk memeriksakan tumbuh kembangnya di Puskesmas Gunungsari,
dalam bulan agustus 2020 sebanyak 114 orang.

2. Sampel
Besar Sampel Besar sampel dalam penelitian ini didapatkan dari hasil
perhitungan menggunakan rumus slovin :
 
Keterangan :
n=

n : sampel
N : Jumlah populasi
d : sampling eror 0,1
n=
n=
n=
n = 53
Variabel Penelitian

1. Variabel Independen ( variable bebas )


Variabel Independent dalam penelitian ini adalah keteraturan
pemeriksaan tumbuh kembang anak usia 0-1 tahun.

2. Variabel dependen ( variabel terikat )


Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pengetahuan
dan sikap ibu.
Kerangka Kerja
Data Yang Dikumpulkan
1. Data Primer
Menurut Setiadi (2013), data primer adalah data yang secara langsung diambil
dari objek penelitian oleh peneliti perorangan sehingga diperoleh :
a. Identitas responden berdasarkan umur, pekerjaan, pendidikan.
b. Data tentang pengetahuan ibu tentang keteraturan pemeriksaan tumbuh
kembang anak usia 0-1 tahun.
c. Data tentang sikap ibu terhadap keteraturan pemeriksaan tumbuh kembang
anak usia 0-1tahun.
d. Data tentang keteraturan pemeriksaan tumbuh kembang anak usia 0-1 tahun.

2. Data Sekunder
Data Sekunder dalam penelitian ini berupa gambaran umum tempat penelitian
yaitu diwilayah kerja Puskesmas Gunungsari.
Cara Pengumpulan Data
1. Data Primer
a. Data karakteristik responden meliputi umur, pendidikan, pekerjaan.
Dikumpulkan dengan cara wawancara langsung menggunakan alat bantu
kuesioner.
b. Data Mengenai pengetahuan ibu terhadap keteraturan pemeriksaan tumbuh
kembang anak usia 0-1 tahun dengan cara memberikan kuesioner.
c. Data mengenai sikap ibu terhadap keteraturan pemeriksaan tumbuh kembang
anak usia 0-1 tahun dengan cara memberikan kuesioner.
d. Data tentang keteraturan pemeriksaan tumbuh kembang anak usia 0-1 tahun
dengan melihat buku KMS (Kart Menuju Sehat).

2. Data Sekunder
Data gambaran umum lokasi penelitian yaitu di wilayah kerja Puskesmas
Gunungsari didapatkan melalui studi dokumentasi dan hasil wawancara dari
perawat Puskesmas Gunungsari.
Pengolahan Data
Cara pengolahan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Data Primer
Data Karakteristik
a. Pengetahuan
pengetahuan dapat diporeh berdasarkan :
• Umur dibagi dengan kategori remaja akhir (17-25 tahun), dewasa awal (26-36
tahun)dewasa akhir (36-45 tahun).
• Pendidikan dibagi dengan tiga tingkatan yaitu Pendidikan Dasar (SD/MI),
Pendidikan Menengah (SMA/SMK/MA), Pendidikan Tinggi (Diploma, Sarjana,
Magister, Dokter).
• Pekerjaan dibagi menjadi dua yaitu bekerja (PNS, Wiraswasta, Petani, Buruh),
tidak bekerja (ibu rumah tangga/IRT).
b. Sikap
Notoatmodjo (2014) menyebutkan bahwa sikap merupakan konsep yang sangat
penting dalam komponen sosio-psikologis, karena merupakan kecenderungan
bertindak, dan berpersepsi.
Data tentang sikap apabila menjawab mendukung diberi skor 5, ragu-ragu
diberi skor 3, dan tidak mendukung diberi skor 1.

c. Keteraturan Pemeriksaan Tumbuh Kembang


Dapat di olah degan cara melihat buku KMS (Kartu Menuju Sehat). KMS adalah
catatan grafik perkembangan anak yang diukur berdasarkan umur, berat
badan, dan jenis kelamin.

2. Data Sekunder
Data tentang gambaran umum Puskesmas Gunungari akan disajikan dalam
bentuk deskriptif.
Analisis Data
Setelah di uji Skor sikap yaitu X perlu diubah kedalam skor T
agar dapat diinterprestasikan Skor T tidak tergantung pada
banyaknya pernyataan, akan tetapi tergantung pada mean
dan deviasi standar pada kelompok. Jika skor T yang di
dapatkan lebih besar dari nilai mean makan mempunyai sikap
cenderung lebih favourable atau positif. Sebaliknya jika skor
T yang didapatkan lebih kecil dari nilai mean maka
mempunyai sikap cenderung tidak favourable atau negative
(Azhar S, 2011).
Prosedur Penelitian
Persiapan Alat :

1. Timbangan 2. alat Ukur Tinggi Badan 3. Buku KMS 4. Pengukur Lingkar Kepala
Variabel Defines Operasional Alat Ukur Hasil ukur Skala ukur

Pengetahuan Pengetahuan adalah hasil Kuisioner 1. Baik score >75-100% Ordinal

penginderaan manusia, atau hasil 2. Cukup score 56-75%

tahu seseorang terhadap suatu objek 3. Kurang score <56%

melalui indra yang dimilikinya  

sehingga menghasilkan pengetahuan

(Notoatmodjo (2014)

Sikap Mekanisme mental yang Kuesioner 1. favorable (Skor T ≥ Mean ). Nominal

mengevaluasi, membentuk 2.Unfavoreble (Skor T Mean).  

pandangan, mewarnai perasaan dan  

akan ikut menentukan kecendrungan  

prilaku individuterhadap manusia  

lainnya atau sesuatu yang sedang

dihadapi oleh individu,

terhadap diri individu itu sendiri.


bahkan Definisi Operasional
 

Keteraturan Keteraturan pemeriksaan tumbuh Jumlah 1. Teratur Nominal


 
pemeriksaan kembnang anak usia 0-1 tahun yang kunjungn 2. Tidak Teratur.  
tumbuh kembang terdiri dari ibu datang untuk sesuai

anak usia 0-1 pemeriksaan tumbuh kembang anak dengan buku

tahun. pada usia 0 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 KMS

  bulan, 12 bulan dengan teratur.


SEKIAN
TERIMAKASIH