Anda di halaman 1dari 22

TUMOR ADRENAL

Pendahuluan

Kelenjar adrenal merupakan kelenjar endokrin yang terletak


diatas masing-masing ginjal.
Kelenjar adrenal terdiri dari dua bagian, korteks dan medula.
Definisi
Neoplasma adalah sebuah massa abnormal dari
jaringan yang pertumbuhannya berlebihan dan tidak
terkoordinasikan dengan pertumbuhan jaringan normal
serta terus demikian walaupun rangsangan yang
memicu perubahan tersebut telah berhenti. Tumor
adrenal sendiri dapat dipicu oleh mutasi sel ataupun
karena adanya metastasis dari keganasan lain
(payudara, ginjal, thyroid, dll).
Epidemiologi

Tumor kelenjar adrenal jarang dijumpai. Kebanyakan tumor


adrenal diketahui secara kebetulan dan terdeteksi sebagai tumor
jinak serta merupakan penyebab kematian 0,02- 0,2% karena
kanker. Tetapi 40-70% telah terjadi penyebaran pada saat
diagnosis.
Etiologi

Beberapa teori yang dikemukakan oleh ahli mengenai etiologi dari


timbulnya tumor adrenal ini adalah aktivasi dari sejumlah
protoonkogen ( Ras, PKC, C myc, C fos, G proteins, G
protein_coupled receptors), inaktivasi tumor supreson genes
(antioncogenes) seperti TP53, TP57, TP16, H19, retinoblastoma
gene, APC gene, various DNA repair enzyme genes, proses inhibisi
apoptosis, dan perubahan pada adrenocortical tissue specific
factors.
Patofisiologi
Klasifikasi

Berdasarkan Gejala
 Hormonally inactive tumors ( non-fungsional)
 Hormonally active tumors

Berdasarkan letak tumbuh


• Neoplasma adrenokorteks
• Neoplasma medulla adrenal
Gejala Klinis
Tumor Non Fungsional
• Biasanya pada orang dewasa
• Tumbuh lebih cepat daripada tumor fungsional
• Gejala yang ditimbulkan dapat berupa; demam,
berat badan berkurang, nyeri perut dan nyeri
tekan, sakit pada punggung, pembesaran
abdomen, rasa penuh pada bagian abdomen,
dan gejala lain yang berhubungan dengan
metastasis.
Gejala Klinis

Tumor Fungsional Tumor Fungsional


Hiperfungsi korteks Hiperfungsi medula
adrenal adrenal
• Sindrom cushing • Pheochromocytoma
• Hiperaldosteronisme
• Sindrom adrenogenital
Kriteria Diagnosis

Tumor criteria Lymph node criteria Metastasis criteria


• T1 - Tumor diameter • N0 - No regional • M0 - No distant
<=5 cm with no local lymph node metastasis
invasion involvement • M1 - Distant
• T2 - Tumor diameter > • N1 - Positive regional metastasis
5 cm with no local nodes
invasion
• T3 - Tumor of any size
with local extension
but not involving
adjacent organs
• T4 - Tumor of any size
with local invasion of
adjacent organs
Kriteria Diagnosis

Stages
• Stage 2 - T2, N0, M0
• Stage 3 - T1 or T2, N1, M
• T3, N0, M0
• Stage 4 -T3, N1, M0
• T4, any N, M0
• Any T, any N, M1
Pemeriksaan Penunjang

 Cushing’s syndrome: dapat dilakukan


standard 1mg dexamethasone
suppression test jika cortisol <2mcg/dl =
Pemeriksaan hypercortisolisme; 24-hour urinary
cortisol excretion test jika cortisol level
laboratoriu >50mcg/dl = hypercortisolisme; dan
pengukuran plasma ACTH jika <20pg/ml
m: = probable adrenal tumor, jika
>60pg/ml = pituitary atau ectopic
secreting tumor
Pemeriksaan Penunjang

 Hyperaldosteronism: secara
bersamaan membandingkan
Pemeriksaan aldosterone-renin untuk
mendapatkan rationya, jika ratio
laboratoriu < 24 = bukan aldosteronisme, jika
rastio >30 , collect urin 24 jam,
m: low PRA (<5mcg/L/h) dengan
high urine aldosterone (>20
mcg/24h) = aldosteronisme
Pemeriksaan Penunjang

 Syndrome virilisasi: melakukan


pengecekan serum adrenal
Pemeriksaan androgens, yaitu:
androstenedione,
laboratoriu dehydroepiandrosterone,
dehydroepiandrosterone
m: sulfate, serum testosterone dan
24-hour urinary 17 ketosteroids
Pemeriksaan Penunjang

 Pheochromocytoma: 24-hour
urinary catecholamines
Pemeriksaan (epinephrine,
norepinephrine, dopamine)
laboratoriu dan metabolites
m: ( metanephrines dan
normetanephrines)
Radiologi
CT Scan MRI USG
• Dikarakterisasikan • Dapat digunakan untuk • Diidentifikasikan
sebagai masa adrenal membedakan tumor sebagai masa dengan
yang unilateral dengan fungsional dan bentuk tidak beraturan,
batas yang tidak jelas. nonfungsional. Lesi dengan ukuran besar
Dapat menggunakan malignant dapat berupa ( diameter > 4cm), ada
kontras untuk melihat intermediate-high kalsifikasi di dalam lesi,
vaskularisasi dan density pada T2 unilateral, tumor
mendeteksi adanya imaging heterogeneity baik
metastasis. pada kontrast maupun
polos ( dimana
menandakan adanya
pendarahan ataupun
nekrosis
Penatalaksanaan
Medikamentosa

Mitotane Suramin

Cisplatin-
Gossypol based
chemotherapy
Penatalaksanaan
Non Medikamentosa

Terapi
Operasi
radiasi
Prognosis

Prognosis Pasien dengan adrenal carcinoma fungsional


memiliki prognosis yang lebih baik karena menimbulkan
gejala, sehingga dapat dideteksi sejak dini.
Komplikasi

- Invasi tumor pada jaringan sekitar, yang berpotensi akan


tebentuknya tumor thrombus
- Sindrom hipersekresi hormon (eg, Cushing syndrome,
hyperaldosteronism, hirsutism, virilization, and hypertension)
- Sindrom paraneoplastik (cachexia)
- Metastasis, pada daerah tersering antara lain, paru-paru, hati,
tulang, dan kelenjar getah bening.
Kesimpulan
Keganasan adrenal, termasuk endokrin tumor dan kelainan simtomatik
endokrin, ditemukan pada 35%-60% kasus. Sisanya asimtomatik.
Karena letaknya, keganasan ini sering diduga sebagai tumor padat
organ sekitarnya (hati lobus kanan, kauda pankreas, atau tumor
lambung). CT scan akan membantu kepastian lokasi tumor. Reseksi
ekstirpasi dini adalah pilihan utama terapi. Sampai saat ini belum ada
kemoterapi yang akurat dan survival-nya belum bisa disimpulkan
TERIMAKASIH