Anda di halaman 1dari 14

Ulkus Kornea

Mariyani Rumalolas, S.Ked


105505401519
 
Supervisor Pembimbing:
dr. Yusuf Bachmid, Sp.M
PENDAHULUAN
• Kornea merupakan jaringan transparan, yang memiliki ukuran tebal rata-
rata 550 mikrometer di pusatnya pada orang dewasa, dengan diameter
horizontal sekitar 11,75 mm dan vertikal 10,6 mm.
• Ulkus yang disebabkan oleh trauma dapat menyebabkan kesulitan
penglihatan hingga morbiditas okuler yang signifikan
DEFINISI
• Ulkus kornea adalah keadaan patologik kornea yang ditandai oleh adanya
infiltrat supuratif disertai defek kornea bergaung, diskontinuitas jaringan
kornea dapat terjadi dari epitel sampai stroma.
EPIDEMIOLOGI
• Sebagian besar pasien yang mengalami ulkus kornea karena trauma adalah
pekerja pertanian dan pekerja fisik. Sebagian besar penelitian
kegawatdaruratan okuler melaporkan lebih dominan pada pria, dengan
usia puncak antara 15 dan 30 tahun.
ETIOLOGI
• Ulkus kornea dapat disebabkan oleh berbagai agen infeksi, salah satunya
adalah bakteri. Pemakaian lensa kontak merupakan penyebab utama ulkus
kornea dinegara maju sementara trauma merupakan penyebab utama ulkus
kornea dinegara berkembang
PATOGENESIS
• Ulkus terjadi akibat organisme yang memproduksi toksin yang
menyebabkan nekrosis dan pembentukan pus di jaringan kornea. Ulkus
kornea biasanya terbentuk akibat infeksi oleh bakteri (misalnya
Stafilokokus, Pseudomonas atau Pneumokokus), jamur, virus (misalnya
Herpes) atau Protozoa akantamuba
KLASIFIKASI

Ulkus kornea akibat jamur

Ulkus kornea akibat


bakteri

Ulkus kornea akibat virus


MANIFESTASI KLINIS
• Gejala dari ulkus kornea yaitu nyeri yang ekstrim oleh karena paparan
terhadap nervus, oleh karena kornea memiliki banyak serabut nyeri,
kebanyakan lesi kornea menimbulkan rasa sakit dan fotopobia
DIAGNOSIS

Pemeriksaan
Anamnesis Pemeriksaan Fisik
Penunjang
• mata nyeri, • injeksi siliar, kornea • tes fluroscein
kemerahan, edema, hilangnya • Kemudian dilakukan
penglihatan kabur, jaringan kornea dan kultur dan tes
silau jika melihat pada kasus berat dapat sensitifitas
cahaya, kelopak terasa terjadi irtitis disertai antimikroba
berat atau merasa dengan hipopion.
mengganjal, bintik
puith pada kornea
TATALAKSANA
• Pengobatan umumnya untuk ulkus kornea adalah dengan sikloplegik,
antibiotika yang sesuai topikal dan subkonjungtiva, dan pasien dirawat
bila mengancam perforasi, pasien tidak dapat memberi obat sendiri, tidak
terdapat reaksi obat, dan perlunya obat sistemik
DIAGNOSIS BANDING

keratomalasia

infiltrat sisa karat benda asing


KOMPLIKASI
• Mengetahui penyebab ulkus kornea menunjang keputusan medis yang
tepat sehingga tidak terjadi komplikasi seperti endoftalmitis, katarak,
glaukoma sekunder, dan perforasi kornea
KESIMPULAN
• Ulkus kornea adalah keadaan patologik kornea yang ditandai oleh adanya infiltrat
supuratif disertai defek kornea bergaung, diskontinuitas jaringan kornea dapat terjadi
dari epitel sampai stroma. Ulkus kornea dapat disebabkan oleh berbagai agen infeksi,
salah satunya adalah bakteri. Pemakaian lensa kontak merupakan penyebab utama ulkus
kornea dinegara maju sementara trauma merupakan penyebab utama ulkus kornea
dinegara berkembang.
• Pengobatan umumnya untuk ulkus kornea adalah dengan sikloplegik, antibiotika yang
sesuai topikal dan subkonjungtiva, dan pasien dirawat bila mengancam perforasi, pasien
tidak dapat memberi obat sendiri, tidak terdapat reaksi obat, dan perlunya obat sistemik
TERIMAKASIH