Anda di halaman 1dari 24

m  

 

     



  m  

  ! 



Fertilisasi / Proses Pembuahan
Fertilisasi adalah proses peleburan antara satu sel
sperma dengan satu sel telur (ovum) yang sudah
matang
R 
  




   
  
  

 



 
  
R 
 

Fertilisasi eksternal

  
Fertilisasi internal

Ovipar
 
 

Vivipar
 
   Ovovivipar

     


FUNGSI FERTILISASI
 Fungsi reproduksi
Fungsi reproduksi memungkinkan perpindahan
unsur- unsur genetik dari parentalnya

2 Fungsi perkembangan
Fungsi perkembangan memungkinkan rangsangan
pada sel telur untuk melanjutkan dan menyelesaikan
proses pembelahan meiosisnya dan membentuk
pronukleus betina yang akan melebur (syngami)
dengan pronukleus jantan (berasal dari inti
spermatozoa) membentuk zigot
FERTILISASI
4 roses penyatuan gamet pria dan wanita yang
terjadi di daerah ampulla tuba fallopii
4 permatozoa yang masuk vagina harus
mengalami kapasitasi dan reaksi akrosom
4 Kapasitasi: masa penyesuaian dalam saluran
reproduksi wanita di mana terjadi pelepasan
selubung glikoprotein dan protein-protein
plasma semen yang membungkus akrosom
yang berlangsung kira-kira 7 jam pada
manusia
4 Reaksi akrosom: reaksi pelepasan anzim-
enzim dari akrosom untuk menembus lapisan-
lapisan oosit dengan diinduksi oleh protein-
protein zona
FERTILISASI
4 þahap : penembusan Cumulus Ooforus
4 þahap 2: penembusan Corona Radiata
4 þahap 3: penembusan zona pelusida
4 þahap 4: fusi oosit dan membran plasma
4 þahap 5: senggami ( penggabungan
pronukleus wanita dengan pronukleus
pria)
FERTILISASI
4 roses penyatuan gamet pria dan wanita yang
terjadi di daerah ampulla tuba fallpopii
4 permatozoa yang masuk vagina harus
mengalami kapasitasi dan reaksi akrosom
4 Kapasitasi: masa penyesuaian dalam saluran
reproduksi wanita di mana terjadi pelepasan
selubung glikoprotein dan protein-protein
plasma semen yang membungkus akrosom
yang berlangsung kira-kira 7 jam pada
manusia
4 Reaksi akrosom: reaksi pelepasan anzim-
enzim dari akrosom untuk menembus lapisan-
lapisan oosit dengan diinduksi oleh protein-
protein zona
Penembusan Cumulus Ooforus dan
Corona Radiata
4 Yari 200 ± 300 juta spermatozoa yang
dicurahkan, hanya 300 ± 500 yang
mencapai tempat pembuahan, dan hanya
satu diantaranya yang diperlukan untuk
pembuahan perma lain membantu agar
dapat menembus sawar-sawar yang
melindungi gamet wanita
4 Yari akrosom (tudung kepala) sperma
dikeluarkan enzim-enzim secara berurutan:
Hyalurunidase, Corona penetrating enzim
(C ) dan terakhir akrosin untuk
menembus zona pelusida
PENEMBUSAN ZONA PELUSIDA
4 _ona pellusida adalah sebuah perisai glikoprotein di
sekeliling telur yang mempermudah dan
mempertahankan pengikatan sperma dan menginduksi
reaksi akrosom
4 ermeabilitas zona berubah ketika kepala sperma
menyentuh permukaan oosit yang menyebabkan
pembebasan enzim-enzim lisosom dari granul-granul
korteks yang melapisi membran plasma oosit
4 nzim-enzim ini membuat reaksi zona untuk
menghambat penetrasi sperma dan membuat tak aktif
tempat-tempat reseptor spermatozoa
FUSI OOSIT DAN
MEMBRAN SEL SPERMA
4 enyatuan antara selaput oosit dan
selaput yang melindungi bagian
belakang sperma
4 ada manusia hanya kepala sperma
saja yang masuk, bagian leher dan ekor
tetap di luar oosit
4 Reaksi oosit: reaksi kortikal dan zona,
melanjutkan pembelahan meiosis 2,
penggiatan metabolik sel telur
Proses Awal Fertilisasi
Fertilisasi lanj«
4 Hasil pembuahan adalah zigot Kemudian
mengalami pertumbuhan dan
perkembangan

4 _igot membelah menjadi 2 sel, 4 sel, dan


seterusnya

4 Yalam waktu bersamaan lapisan dinding


dalam uterus menjadi tebal seperti spons,
penuh dengan pembuluh darah, dan siap
menerima zigot
Nidasi
4 midasi adalah proses bertanamnya
embrio pada endometrium yang banyak
mengandung glikogen dan lemak (2/3
bag posterior atau /3 bag anterior
uterus)

4 Karena kontraksi otot dan gerak silia


diding saluran Fallopii, zigot menuju ke
uterus
Nidasi lanj«
4 roses midasi:
? Blastula  ± 2 hari terapung di uterus
? ada hari ke 6 ± 7 menyentuh endometrium
dan tertanam melalui trophoblast di daerah
embrioblas
? þropoblast memperbanyak diri dan
mengerus endometrium
Nidasi lanjt«.
4 þerbentuk plasenta dan tali pusat yang
merupakan penghubung antara embrio
dan jaringan ibunya

4 Yari ibu Yesidua, sedangkan anak


chorion
Nidasi lanjt«.
4 Fungsi plasenta dan tali pusat:
? Mengalirkan oksigen dan zat-zat makanan
dari ibu ke embrio
? Mengalirkan sisa-sisa metabolisme dari
embrio ke peredaran darah ibunya
? Menghasilkan zat (hormon) untuk
memelihara pertumbuhan janin
Perkembangan awal embrio
4 etelah terjadi pembuahan, zigot mulai
embriogenesis
4 Yiawali dengan pembelahan menjadi
morula ----- blastula ( embrioblast dan
tropoblast ----- gastrula
4 ada umur 9 hari embryoblast tumbuh
menjadi :
? yncytiotrophoblast (diluar embrio)
? Cytotrophoblast (didalam embrio)
Perkembangan awal embrio lanjt..
4 embryoblast tumbuh menjadi :
? ctoderm
? ndoderm

4Cytotrophoblast dan embrioblast tumbuh


membentuk amnion
4 ndoderm tumbuh menjadi yolk sac (tali
pusat)
Perkembangan Lanjut
4 mbrio dikelilingi cairan amnion yang berfungsi
melindungi embrio dari bahaya benturan yang
mungkin terjadi

4 mbrio berusia empat minggu sudah


menunjukkan adanya pertumbuhan mata, tangan,
dan kaki

4 etelah berusia enam minggu, embrio sudah


berukuran ,5 cm Otak, mata, telinga, dan
jantung sudah berkembang þangan dan kaki,
serta jari-jarinya mulai terbentuk
Perkembangan Lanjut
4 etelah berusia delapan minggu, embrio
sudah tampak sebagai manusia dengan
organ-organ tubuh lengkap Kaki, tangan,
serta jari-jariny telah berkembang Mulai
tahap ini sampai lhir, embrio disebut fetus
(janin)

4 etelah mencapai usia kehamilan kira-kira


sembilan bulan sepuluh hari, bayi siap
dilahirkan
Prenatal Development and
the Newborn
40 days 45 days 2 months 4 months
Perkembangan Lanjut
4 rika ovum yang sudah masak tidak dibuahi
oleh sperma, jaringan penyusun dinding
rahim yang telah menebal dan
mengandung banyak pembuluh darah
akan rusak dan luruh/runtuh
4 Bersama-sama dengan ovum yang tidak
dibuahi, jaringan tersebut dikeluarkan dari
tubuh lewat vagina dalam proses yang
disebut menstruasi (haid)
þ