Anda di halaman 1dari 12

SIKLUS

HIDROLO
GI
KELOMPOK 1
PENGERTIAN HIDROLOGI

Pengertian Hidrologi

Hidrologi yaitu ilmu untuk mempelajari;


presipitasi (precipitation), evaporasi dan
transpirasi (evaporation), aliran permukaan
(surface stream flow), dan air tanah (ground
water).
SIKLUS HIDROLOGI
Yaitu suatu sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui
proses penguapan (evaporasi, transpirasi, respirasi), kondensasi, serta presipitasi. Adapaun siklus hidrologi
menurut tempat terjadinya dibagi menjadi 3 yaitu :

01 02 03

SIKLUS PENDEK SIKLUS SEDANG SIKLUS PANJANG


(Wilayah laut) (Wilayah tropis) (Wilayah subtropis)
SIKLUS PENDEK (WILAYAH LAUT)

Siklus air pendek diawali dari


evaporasi air laut ke atmosfer. Pada
ketinggian tertentu, uap air akan
mengalami kondensasi yang akan
membentuk awan. Awan yang tak
mampu menahan beban air akan
mengalami presipitasi dan terjadi hujan
sehingga air jatuh kembali ke laut.
SIKLUS SEDANG (WILAYAH TROPIS)
Di ketinggian tertentu, uap air mengalami
proses kondensasi menjadi awan. Awan
kemudian menjadi hujan yang jatuh di
daratan, meresap ke dalam tanah, sebagian
akan diserap oleh akar tumbuhan, sebagian
lagi akan terbawa aliran air permukaan
seperti sungai dan parit. Ini biasa terjadi di
Indonesia dan negara tropis lainnya.
SIKLUS PANJANG (WILAYAH SUBTROPIS)
Siklus panjang diawali dengan evaporasi dan
kondensasi air laut. Awan yang terbentuk dibawa
oleh angin ke tempat yang lebih tinggi di area
daratan. Karena dipengaruhi ketinggian tempat,
uap air mengenai lapisan udara dingin dan
berubah menjadi salju sehingga terjadilah hujan
salju saat musim dingin dan juga membentuk
bongkahan es di pegunungan tinggi. Bongkahan
es yang meluncur karena gaya gravitasi ini
disebut gletser. Gletser yang terkena suhu tinggi
kemudian mencair dan mengalir melalui perairan
darat yang akan kembali ke laut.
PROSES
TERJADINYA
SALJU
Berikut beberapa tahapan proses terjadinya salju :
1. Uap air berkumpul di atmosfir, kumpulan uap air mendingin sampai
pada titik kondensasi, dan kemudian menggumpal membentuk awan.

2. Gumpalan-gumpalan uap air mengapung di udara karena massanya


jauh lebih ringan dari pada udara di bawahnya. Setelah gumpalan uap
air terus bertambah dan massanya semakin berat, udara di bawahnya
tidak sanggup lagi menahannya dan gumpalan-gumpalan itu pun jatuh.
LANJUTAN..
3. Biasanya temperatur udara tepat di bawah awan adalah di bawah 0. Tapi,
temperatur yang rendah saja belum cukup untuk menciptakan salju. Saat
partikel-partikel air murni tersebut bersentuhan dengan udara, maka air
murni tersebut tercemar oleh partikel-partikel lain. Ada partikel-partikel
tertentu yang berfungsi mempercepat fase pembekuan, sehingga air murni
dengan cepat menjadi kristal-kristal es.

4. Partikel-partikel pencemar yang terlibat dalam proses ini disebut nukleator.


Selain berfungsi untuk mempercepat fase pembekuan, nukleator juga
berfungsi sebagai perekat antar uap air. Partikel air (yang tidak murni lagi)
bergabung dengan partikel air lainnya membentuk kristal yang lebih besar.
Jika temperatur udara tidak sampai melelehkan kristal es tersebut, kristal-
kristal es akan jatuh ke tanah menjadi salju.
Aliran Air
dalam Tanah
Air tanah merupakan bagian dari daur hidrologi, dimana air hujan
yang turun ke bumi/lahan sebgaian mengalir kepermukaan tanah
dan sebagian lainnya masuk ke dalam tanah yang nantinya
mengalir sebagai air menuju laut.
Air tanah berdasarkan letaknya dibagi kembali menjadi 2 jenis, yaitu Air Tanah Freatik dan Air
Tanah Dalam (Artesis).

1. Air Tanah Dangkal (Freatik) adalah air tanah yang terletak tidak jauh dari permukaan tanah
dan berada diatas lapisan impemeable atau kedap air, contohnya adalah air sumur.

2. Air Tanah Dalam (Artesis) adalah air tanah yang terletak di antara lapisan akuifer dan
batuan kedap air, contohnya adalah sumur artesis.
THAN
K YOU!
Kelompok 1 :
1. Achmad Rahmadani
2. Ajeng Widyastuti
3. Arni anugrah
4. Asriani
5. Cevin L.A.C Nababan
6. Dea Ananta Febrianti
7. Delia Puji Rahayu
8. Diyas Hardiana Januar