Anda di halaman 1dari 31

Kornea :

‡ Fungsi :
± Sebagai media refraksi :
‡ Bening dan Jernih
‡ Melengkung (cembung)
‡ +40 Dioptri
± Rangka & pelindung 10--11
10
‡ Sferosilindris 10--12
10

‡ Ø horizontal > vertikal


‡ 1/6 lingkar bola mata
‡ 5 Lapisan :
pitel
‡ 5-6 lapis
‡ Benteng mikroorganisme
‡ Pengatur/sawar difusi &
osmosis terhadap air mata
‡ Permukaan halus Ä refraksi
‡ Regenerasi di limbus
Stroma
‡ 90% kornea
‡ µkelanjutan¶ sklera, rangka bola mata
‡ Tersusun teratur
‡ Kolagen tipe II
‡ Transparan
Membran descemet
‡ Jaringan ikat padat
‡ Kuat dan elastis
ndotel
‡ 1 lapis
‡ Heksagonal (segi enam)
‡ Berkurang sejalan dengan usia Ä membesar
‡ Pengatur/sawar difusi & osmosis dari cairan
akuos
‡ Gangguan kebeningan kornea :
± Kerusakan epitel
± Kerusakan endotel
± Kerusakan stroma
 :
á    
   
[       Ä 
[        Ä 
‡ pitel yang ditutupi lapisan air mata
Ä penghambat mikroba masuk ke kornea
(kecuali bakteri N. Gonorrhoe)
‡ Membran descement
Ä penghambat bakteri masuk ke bilik mata depan
(kecuali : jamur)
Gejala Keratitis
‡  
± nyeri
± silau (fotofobia)
± visus menurun
± lakrimasi

‡  
     
  
± blefarospasme
± injeksi silier
± lakrimasi
± adanya infiltrat / ulkus
± dapat dijumpai hipopion
Perjalanan Penyakit
Keratitis

Berlanjut
Sembuh
menjadi ulkus

Sembuh Berlanjut dengan perforasi Berlanjut dengan


dengan parut kornea disertai penonjolan keluar terjadi
kornea dari kornea dan prolaps iris -endoftalmitis
Nebula Sembuh dengan parut : -panoftalmitis
Makula Lekoma adheren
Lekoma stafiloma kornea sembuh Operasi /
angkat bola
Phtysis bulbi mata
m  
m    Abulbi
‡ Pemeriksaan khusus :
± Tes Flouresin untuk ulkus
± Tes Seidel untuk perforasi kornea
‡ Pemeriksaan Laboratorium
± Untuk menegakkan diagnosa etiologi
± Bahan : kerokan dari :
‡ infiltrat / pinggir ulkus
‡ forniks konyungtiva
± Pewarnaan:
‡ Gram (bakteri)
‡ Giemsa (jamur)
‡ Bakteri :
± Patogen murni : Strepkokus, pneumonia,
pseudomonas aeruginosa

m    Stafilokokus Moraxella,


Serratia (Flora pada
konjungtiva)
Def. Pyridoxin (Alkoholic)
Steroid topikal >>>
Gesekan/trauma

m       


‡ Jamur
± Umumnya oportunis
‡ Candida, Fusarium, Aspergillus
‡ Virus
± Herpes Ssimpleks
± Varicella Zooster
‡ Parasit : Akantamoeba
Pemakai Lensa Kontak
Gambaran klinis ulkus kornea
‡ Ulkus serpens
± tiologi : Pneumokokus
± sangat akut, batas tegas
± warna abu-abu meluas ke sentral
± hipopion (steril)
‡ Ulkus Pseudomonas
± tiologi : Pseudomonas aerg. (terdapat dalam larutan Flourescin)
± Infiltrat abu-abu/kuning dengan eksudat hijau kebiruan
± sangat akut meluas ke segala arah mengeluarkan enzim
proteolitik menghancurkan stroma kornea

descemetocele
‡ Ulkus Marginal
± tiologi : Stafilokokus
± mengenai daerah limbus
‡ Ulkus Jamur
± Riwayat trauma oleh tanaman
± pemakaian steroid topikal >>>>
‡ Infiltrat abu-abu
‡ hipopion kental dengan permukaan tidak rata
‡ lesi satelit (bercak pada endotel)
‡ Keratitis Herpes Simpleks
± tiologi : VHS type I
± sensibilitas kornea menurun
± lesi : filamen, bintik, dendrit, diskiform
‡ Ulkus Mooren
± tiologi : reaksi antigen antibodi
± Ulkus bergaung disekeliling limbus
± bersifat progresif
‡ Keratomalasia
± tiologi : defisiensi Vitamin A
± tingkat lanjutan dari xerosis konyungtiva dan
kornea
± tidak ada injeksi siliar
Pengobatan
‡ Sulfas atropin tetes mata
‡ Antimikroba sesuai hasil pemeriksaan
preparat apus dan kultur
± Antibiotika untuk bakteri
± Antijamur untuk jamur
± Antiviral untuk virus
‡ Vit. A dosis tinggi untuk keratomalasia
‡ Steroid untuk ulkus Mooren
‡ Balut mata
‡ Prognosa tergantung :
± kedalaman ulkus
± luas ulkus
¢  
Nebula Sentral (tidak menutup aksis
Makula visual dan tidak
Lekoma mengganggu visus
Lekoma adheren Perifer (Menutup aksis
visual) Buta kornea

keratoplasti

Menyembuhkan kebutaan
Pencegahan

‡ Hindari trauma epitel kornea


‡ Hindari pemakaian kortiko steroid topikal
tak terkendali
‡ Segera mengobati penyakit mata luar
‡ Hindari pemicu kambuhnya keratitis herpes
simpleks
±