Anda di halaman 1dari 20

,

.
 Pengertian nilai, menurut Djahiri (1999), adalah
harga, makna, isi dan pesan, semangat, atau jiwa
yang tersurat dan tersirat dalam fakta, konsep, dan
teori, sehingga bermakna secara fungsional.
 Nilai difungsikan untuk mengarahkan,
mengendalikan, dan menentukan kelakuan
seseorang, karena nilai dijadikan standar perilaku.
 Sedangkan menurut Dictionary dalam Winataputra
(1989), nilai adalah harga atau kualitas sesuatu.
Artinya, sesuatu dianggap memiliki nilai apabila
sesuatu tersebut secara instrinsik memang
berharga 
 nilai adalah suatu bobot/kualitas perbuatan
kebaikan yang mendapat dalam berbagai hal yang
dianggap sebagai sesesuatu yang berharga,
berguna, dan memiliki manfaat.
 Nilai nilai (values) adalah suatu keyakinan
seseorang tentang penghargaan terhadap suatu
standart atau pegangan yang mengarah pada
sikap atau perilaku sesorang
 Sistem nilai dalam suatu organisasi adalah tentang
nilai nilai yang dianggap penting dan sering
diartikan sebagai perilaku profesional
 Nilai merupakan milik setiap pribadi yang
mengatur langkahnya yang seharusnya krn
merupakan cetusan dari hati nurani yang dalam
dan diperoleh sejak kcil
 Nilai dipengaruhi oleh lingkungan dan pendidikan
 Proses dimana seseorang dapat
menggunakan untuk mengidentifikaso nilai
nilai mereka sendirii
 Seorang bidan dalam melaksanakan asuhan

kebidanan, selain menggunkan ilmu ilmu


kebidanan yang ia miliki juga diperkuat nilai
yang ada di dalam mereka sendiri
• Moral (Bahasa Latin Moralitas) adalah istilah
manusia menyebut ke manusia atau orang
lainnya dalam tindakan yang mempunyai nilai
positif.
• Manusia yang tidak memiliki moral disebut
amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak
memiliki nilai positif di mata manusia lainnya.
• moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh
manusia. Moral secara ekplisit adalah hal-hal
yang berhubungan dengan proses sosialisasi
individu tanpa moral manusia tidak bisa
melakukan proses sosialisasi.
• Moral dalam zaman sekarang mempunyai nilai implisit karena
banyak orang yang mempunyai moral atau sikap amoral itu dari
sudut pandang yang sempit.
• Moral itu sifat dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan
manusia harus mempunyai moral jika ia ingin dihormati oleh
sesamanya.
• moral adalah nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat
secara utuh. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan
masyarakat setempat.
• Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam
ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang
itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut
dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan
masyarakatnya, maka orang itu dinilai mempunyai moral yang
baik, begitu juga sebaliknya.Moral adalah produk dari budaya
dan Agama.
• Pengertian moral, menurut Suseno (1998) adalah ukuran
baik-buruknya seseorang, baik sebagai pribadi maupun
sebagai warga masyarakat, dan warga negara.
• Sedangkan pendidikan moral adalah pendidikan untuk
menjadaikan anak manusia bermoral dan manusiawi.
• Menurut Ouska dan Whellan (1997), moral adalah prinsip
baik-buruk yang ada dan melekat dalam diri
individu/seseorang. Walaupun moral itu berada dalam diri
individu, tetapi moral berada dalam suatu sistem yang
berwujut aturan.
• Moral dan moralitas memiliki sedikit perbedaan, karena
moral adalah prinsip baik-buruk sedangkan moralitas
merupakan kualitas pertimbangan baik-buruk.
• Dengan demikian, hakekat dan makna moralitas bisa
dilihat dari cara individu yang memiliki moral dalam
mematuhi maupun menjalankan aturan. 
 Nilai personal merupakan nilai yang timbul
dari pengalaman pribadi seseorang, nilai
tersebut membentuk dasar prilaku seseorang
yang nyata melalui pola prilaku yang
konsisten dan menjadi control internal bagi
seseorang, serta merupakan komponen
intelektual dan emosional dari seseorang
 Pada tahun 1985, “The American Association
Colleges Of Nursing” melaksanakan suatu proyek
termasuk didalamnya mengidentifikasi nilai – nilai
personal dalam praktek kebidanan profesional.
Perkumpulan ini mengidentifikasikan tujuh nilai-
nilai personal profesi, yaitu :
 1. Aesthetics (keindahan)
 Kualitas obyek suatu peristiwa / kejadian,
seseorang memberikan kepuasan termasuk
penghargaan, kreatifitas, imajinasi, sensitifitas dan
kepedulian. 
2.Alturism (mengutamakan orang lain)
Kesediaan memperhatikan kesejahteraan orang
lain termasuk keperawatan atau kebidanan,
komitmen, asuhan, kedermawanan /
kemurahan hati serta ketekunan.
3.Equality (kesetaraan)
Memiliki hak atau status yang sama termasuk
penerimaan dengan sikap kejujuran, harga diri
dan toleransi.
4.Freedom (kebebasan)
Memiliki kafasitas untuk memiliki kegiatan
termasuk percaya diri, harapan, disiplin, serta
kebebasan dalam pengarahan diri sendiri.
5. Human digrity (martabat manusia)
Berhubungan dengan penghargaan yang melekat
terhadap martabat manusia sebagai individu,
termasuk didalamnya yaitu kemanusiaan,
kebaikan, pertimbangan, dan penghargaan penuh
terhadap kepercayaan.
 
6. Justice ( keadilan)
Menjunjung tinggi moral dan prinsip – prinsip
legal. Temasuk objektifitas, moralitas,
integritas, dorongan dan keadilan serta
keawajaran.
7. Truth (kebenaran)
Menerima kenyataan dan realita. Termasuk
akontabilitas, kejujuran, keunikan, dan
reflektifitas yang rasional
 Seorang bidan harus mampu menerapkan nilai – nilai luhur dimanapun
dan kapanpun dia memberikan pelayanan kebidanan. Karena nilia luhur
dalam praktek kebidanan sangat menunjang dalam proses pelayanan
serta pemberian asuhan pada klien. 
 Nilai luhur yang dimiliki oleh setiap orang mempunyai kadar yang
berbeda. Nilai luhur tergantung oleh setiap individu, bagaimana cara
individu menerapakan dan  mengelola dalam kehidupannya.
 Nilai luhur bukan hanya diterapkan pada klien saja, tetapi juga pada
rekan – rekan seprofesi, tenaga kesehatan lainnya, serta masyarakat
secara umum. Sebab hubungan yang dijalin berdasarkan nilai – nilai
luhur dapat membantu dalam peningkatan paradigma kesehatan,
khususnya dalam praktek kebidanan
Nilai – nilai luhur yang sangat diperlukan
oleh bidan yaitu :
  Kejujuran
  Lemah lembut
  Ketetapan setiap tindakan
  Menghargai orang lain
 Teori Penyesuaian Diri :
 1. Menurut ilmu psikologi, arti penyesuaian diri adalah
pemuasan kebutuhan, keterampilan dalam menangani
frustasi dan konflik, ketenangan pikiran/jiwa, dan atau
pembentukan simtom-simtom
 2. Penyesuaian diri adalah kemampuan beradaptasi,
kemampuan berafeksi, kehidupan seimbang, kemampuan
mengambil keuntungan dari pengalaman, toleransi
terhadap frustasi, humor, sikap yang tidak ekstrem,
objektivitas,
 dan lain-lain (Tyson, 1951)3....
 Penyesuaian diri dalam bahasa aslinya dikenal dengan
istilah adjustment atau personal adjustment.Schneiders
berpendapat bahwa penyesuaian diri dapat ditinjau dari
tiga sudut pandang, yaitu: penyesuaian diri sebagai
adaptasi (adaptation), penyesuaian diri sebagai bentuk
konformitas (conformity), dan penyesuaian diri sebagai
usaha penguasaan (mastery).
 Bidan merupakan bentuk profesi yang erat kaitannya
dengan etika karena lingkup kegiatan bidan sangat
berhubungan erat dengan masyarakat. Karena itu,
selain mempunyai pengetahuan dan keterampilan, agar
dapat diterima di masyarakat bidan juga harus memiliki
etika yang baik sebagai pedoman bersikap/ bertindak
dalam memberikan suatu pelayanan khususnya
pelayanan kebidanan.
 Penerimaan diri ini bukan berarti merasa puas
terhadap diri sendiri, tetapi lebih cenderung kepada
kemauan untuk menghadapi kenyataan-kenyataan dan
kondisi-kondisi hidup, baik yang menyenangkan
ataupun tidak, menurut kemampuannya.Dalam
kaitannya dengan aktualisasi diri, Rogers (Coulhoun,
1990) mengatakan bahwa kunci dari
aktualisasi diri adalah konsep diri.
TERIMAKASIH