Anda di halaman 1dari 10

BAB VI

Inflasi dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan


harga-harga umum mengalami kenaikan secara terus
menerus dan menyeluruh.

Beberapa indks harga yang digunaka untuk mengukur


inflasi :
- Indeks biaya hidup (Consumer Price Index)
- Indeks harga perdagangan besar (Wholesale Price Index)
- GNP deflator.
BAB VI

• Inflasi domestik yang tinggi menyebabkan tingkat balas jasa


riil terhadap aset finansial domestik menjadi lebih rendah,
sehingga akan mengganggu mobilitas dana domestik.

• Inflasi dapat menyebabkan daya saing barang ekspor berku-


rang dan dapat menimbulkan defisit dalam transaksi berjalan
dan sekaligus dapat meningkatkan utang luar negeri.

• Inflasi dapat memperburuk distribusi pendapatan dengan


terjadinya transfer sumber daya dari konsumen dan golong-
an berpenghasilan tetap kepada produsen.

• Inflasi yang tinggi dapat mendorong terjadinya pelarian


Modal ke luar negeri.

• Inflasi yang tinggi akan dapat menyebabkan kenaikan tingkat


harga nominal yang dapat mengganggu tingkat investasi yang
dibutuhkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
BAB VI

Dilihat dari “parah tidaknya”

Inflasi Ringan ( < 10% setahun)

Inflasi Sedang ( 10% s/d 30% setahun )

Inflasi Berat ( 30% s/d 100% setahun )

Hyperinflation ( > 100% setahun )


BAB VI
Dilihat dari sebab terjadinya inflasi

Demand Pull Inflation, inflasi yang timbul karena permin-


taan masyarakat akan berbagai barang terlalu kuat.

P AD2
AS
AD1

P2
P1
AD2
AS
AD1
Output/Q
Q1 Q2
BAB VI

Cost Push Inflation, inflasi timbul karena kenaikan


Ongkos/biaya produksi.

AS2
AD1
P2 AS1
AS2

P1
AS1
AD1
Output/Q
Q2 Q1
BAB VI

Persamaan; baik demand pull inflation maupun cost push


inflation kedua-duanya menunjukan adanya kenaikan harga.

Perbedaan; kenaikan harga pada demand pull inflation di-


ikuti oleh kenaikan jumlah produksi, sedangkan cost push
inflation ternyata kenaikan harga mengakibatkan penurunan
jumlah produksi nasional. Dengan demikian terjadinya
inflasi semuanya akan berpengaruh erhadap produksi
nasional.
BAB VI

Dilihat dari asal usulnya

• Inflasi berasal dari dalam negeri (Domestic Inflation)


Inflasi yang berasal dari dalam negeri timbul karena
defisit anggaran belanja negara yang dibiayai dengan
mencetak uang baru, kegagalan panen secara nasional
terjadinya peperangan, dan bencana alam.

• Inflasi yang berasal dari luar negeri (Imported Inflation)


Inflasi yang berasal dari luar negeri adalah inflasi yang
timbul karena kenaikan harga di luar negeri atau di ne-
gara-negara yang mengadakan hubungan dagang.
BAB VI

Berdasarkan Perkiraan & Kelambanan

Inflasi perkiraan, dapat juga disebut “Intimation Theory”


adalah teori inflasi yang menjelaskan bahwa baik perusa –
haan maupun karyawan telah memperkirakan bahwa tahun
depan akan terjadi inflsi. Dari perkiraan tersebut, maka pe-
rusahaan telah sepakat untuk menaikan upah buruhnya.
sebagai dampaknya yaitu pengusaha juga menaikan harga
jual produksinya.

Inflasi kelambanan (inflasi sepiral), di dasarkan pada


anggapan bahwa pihak perusahaan maupun buruh sama-
sama memperkirakan bahwa tahun depan akan terjadi
kenaikan harga kebutuhan. Apabila tahun depan sudah
dapat diperkirakan dengan pasti harga dan upah akan naik
dengan persentase yang sama.
BAB VI

Melalui kebijakan moneter

Melalui Kebijakan Fiskal

Kebijakan yang berkaitan dg output

Kebijakan penentuan harga dan indeks