Anda di halaman 1dari 30

Anatomi Daun

• Daun mrpkn modifikasi dari batang


• Mrpkn bagian tubuh tumbuhan yg paling
banyak mengandung klorofil shg kegiatan
fotosintesis paling banyak berlangsung di
daun.
• Perbedaan tumbuhan monokotil & dikotil
berdsrkan anatomisnya,
• monokotil tdk memiliki jaringan tiang
(jaringan parenkim palisade),
• sebaliknya tumbuhan dikotil daunnya
mempunyai jaringan tiang,
• hal ini krn mesofil pd daun monokotil tdk
berkembang.
• Perbedaan daun tumbuhan monokotil dg
dikotil terletak pd perkembangan mesofil
daun.
• Pada monokotil & dikotil sistem jaringan dasar
dpt dibedakan.
• Pada dikotil jaringan dasar tdd jaringan pagar
& bunga karang.
• Berbeda dg monokotil, khususnya golongan
graminae, sistem berkas pembuluh terdiri atas
xylem & floem yg ada pd tulang daun.
Struktur Anatomi Daun
• Daun tersusun atas epidermis yg berkutikula &
terdpt stomata atau trikoma.
• Sistem jaringan dasar pd daun monokotil & dikotil
dpt dibedakan.
• Pada tumbuhan dikotil sistem jaringan dasar
(mesofil) dpt dibedakan atas jaringan pagar &
bunga karang,
• berbeda dg monokotil khususnya famili Graminae.
Sistem berkas pembuluh terdiri atas xilem dan
floem yang terdapat pada tulang daun.
Anatomi daun dibagi menjadi 3 bagian :

1. Epidermis
• Epidermis mrpkn lapisan terluar daun, ada
epidermis atas & epidermis bawah, u mencegah
penguapan yg terlalu besar, lapisan epidermis
dilapisi o lapisan kutikula (berfungsi melindungi
jaringan yang terdapat di bawahnya).
• Pada epidermis terdapat stoma/mulut daun,
stoma berguna u tempat berlangsungnya
pertukaran gas dari & ke luar tubuh tumbuhan.
• Pada epidermis atas & bawah daun dijumpai pori-
pori kecil yg disbt dg stomata (tunggal : stoma).
• Pada tumbuhan darat jmlh stomata pd epidermis
bawah daun lbh banyak dari epidermis atas daun, yg
mrpkn adaptasi tumbuhan u meminimalisasi
hilangnya air dari daun.
• Celah stomata terbtk bila sepasang sel penjaga stoma
mengkerut.
• Sel penjaga ini mengatur ukuran stomata, berperan
penting dlm pertukaran gas (CO2 & O2) yg terdpt di
dlm daun dg lingkungan luar, selain itu jg berperan
dlm pengaturan hilangnya air dari tumbuhan.
• Stomata (mulut daun) yi lubang kecil yg
umumnya terdpt di epidermis bawah. (Hanya
terdpt di epidermis bwh pd tumbuhan dikotil
& terdpt di epidermis atas serta epidermis
bwh pd tumbuhan monokotil) .
• Permukaannya sedikit terpapar radiasi
matahari, jg menghambat terjadinya
penguapan air.
• Stomata tertutup jika tdk membutuhkan
karbondioksida (misalnya dlm keadaan gelap)
• Cahaya mempengaruhi pembukaan stomata.
• Saat redup atau tdk ada cahaya umumnya
stoma tumbuhan menutup. Saat intensitas
cahaya ↑ stoma membuka hg mencapai nilai
maksimum.
• Mekanisme membuka & menutupnya stomata
dikontrol o sel penjaga.
• Ketika kandunga air pd tumbuhan ↓ , sel-sel
pendamping mjd lemah, stomata menutup.
• Ketika tumbuhan memiliki banyak air, sel-sel
pendamping mjd membengkak (membesar).
Dinding sel permukaan dlm sangat tebal, jg tdk dpt
merentang lbh banyak dari sel yg lainnya, stomata
membuka.
• Adanya klorofil pd sel penjaga → sel penjaga dpt
melangsungkan proses fotosintesis yg menghslkan
glukosa & mengurangi konsentrasi CO2.
• Glukosa larut dlm air shg air dari jaringan di sekitar
sel penjaga akan masuk ke dlm sel penjaga yg
mengakibatkan tekanan turgor sel penjaga naik
shg stoma akan membuka.
• Menutupnya stoma akan me↓kan jumlah CO2 yg masuk
ke dlm daun shg akan mengurangi laju fotosintesis.
• Pada dasarnya proses membuka & menutupnya stoma
bertujuan u menjaga keseimbangan antara kehilangan
air melalui transpirasi dg pembentukan gula melalui
fotosintesis.

FUNGSI STOMATA
* Sebagai jalan keluar masuknya udara
* Menghubungkan udara luar dengan rongga udara pada
jaringan spons
• Faktor yang mempengaruhi membuka dan menutupnya
stomata yaitu:
• 1) faktor internal antara lain cahaya matahari,
konsentrasi CO2, dan asam absisat (ABA), serta 2)
faktor internal (jam biologis).
• Cahaya matahari merangsang sel penjaga menyerap ion
K+ dan air, sehingga stoma membuka pada pagi hari.
• Konsentrasi CO2 yang rendah di dalam daun juga
menyebabkan stoma membuka.
• Stomata akan menutup apabila terjadi
cekaman air. Pada saat cekaman air, zat
pengatur tumbuh ABA diproduksi di dalam
daun yang menyebabkan membran menjadi
bocor sehingga terjadi kehilangan ion K+ dari
sel penjaga dan menyebabkan sel penjaga
mengkerut sehingga stomata menutup.
• Faktor internal yaitu jam biologis memicu
serapan ion pada pagi hari sehingga stoma
membuka, sedangkanpada malam hari terjadi
pembebasan ion yang menyebabkan stoma
menutup. Stomata pada sebagian besar
tanaman umumnya membuka pada siang hari
dan menutup pada malam hari.
• Pada beberapa tumbuhan misalnya kelompok
tumbuhan CAM stoma membuka pada malam hari
sedangkan pada siang hari stoma menutup.
Menutupnya stoma pada siang hari merupakan
adaptasi untuk mengurangi proses penguapan
tumbuhan yang hidup di daerah kering. Pada malam
hari CO2 masuk ke dalam tanaman dan disimpan
dalam bentuk senyawa C4. Selanjutnya senyawa C4
akan membebaskan CO2 pada siang hari sehingga
dapat digunakan untuk fotosintesis.
2. Parenkim/Mesofil

• Parenkim daun tdd 2 lapisan sel, yakni palisade


(jaringan pagar) & spons (jaringan bunga karang),
ke-2nya mengandung kloroplast.
• Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan
bunga karang sel-selnya agak renggang, shg masih
terdpt ruang-ruang antar sel.
• Kegiatan fotosintesis lebih aktif pd jaringan pagar
krn kloroplastnya lebih banyak drpd jaringan
bunga karang.
• Sistem jaringan dasar pd daun disbt dg mesofil.
• Pada daun tumbuhan dikotil, mesofilnya
terdiferensiasi menjadi jaringan pagar & bunga
karang.
• Proses fotosintesis tjd dlm mesofil. Jaringan
pagar dapat mengandung lebih dari 80 %
kloroplas daun, sedangkan jaringan bunga
karang karena sel-selnya tersusun longgar dg
ruang interselular yg banyak, jaringan ini mrpkn
tempat pertukaran gas.
• Tulang-tulang daun yg mengandung berkas pembuluh
tersebar di seluruh mesofil.
• Satu berkas pembuluh tdd xilem & floem yg dikelilingi
oleh sel-sel parenkima berdinding tebal yg disbt dg
seludang pembuluh.
• Berkas pembuluh yg terdpt pd daun tersambung secara
kontinu dg berkas pembuluh yg terdpt pada batang.
• Hal ini memungkinkan tersalurkannya air & mineral
terlarut dari tanah ke daun & jg memungkinkan
tersalurkannya hasil fotosintesis dari daun ke bagian
tumbuhan lainnya.
• Jaringan bunga karang disbt jg jaringan spons
krn lebih berongga bila dibandingkan dg
jaringan palisade, berfs sbg tempat
menyimpan cadangan makanan
3. Jaringan Pembuluh

• Jaringan pembuluh daun mrpkn lanjutan dari


jaringan batang, terdpt di dlm tulang daun &
urat-urat daun.
• Terdiri dari xilem atau pembuluh kayu &
floem atau pembuluh tapis, pada tumbuhan
dikotil keduanya dipisahkan oleh kambium.
• Pada akar, xilem berfs mengangkut air &
mineral menuju daun. Pada batang, xilem
berfungsi sebagai sponsor penegak tumbuhan
• Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis
dari daun ke seluruh bagian tumbuhan
Kesimpulan

1. Tumbuhan monokotil tdk memiliki jaringan tiang


(jaringan parenkim palisade).
2. Pada tumbuhan dikotil, sistem jaringan dasar
(mesofil) dpt dibedakan atas jaringan
pagar & bunga karang.
3. Kegiatan fotosintesis yg tersebar terdpt di dlm lapisan
atas mesofil yg padat & disbt lapisan pagar, sebab
permukaan daun yg diatas, biasanya mendapat cahaya
yg paling banyak.
4. Selain membuat makanan dari proses
fotosintesis, daun jg berfs u melindungi
perkembangan tunas adventif, melindungi
perkembangan bunga & memberikan
nutrisi kpd embrio.
5. Daun memiliki fungsi penting pd tumbuhan yi
sbg tempat fotosintesis, respirasi,transpirasi &
alat perkembangbiakan vegetatif.
Terima kasih

Assalamualaikum wr.wb.