Anda di halaman 1dari 13

PEMBERIAN VAKSINASI COVID-19

OLEH:
dr. Saniaty Tuankotta

PKM WAESALA 2021


Pengertian imunisasi

upaya pembentukan kekebalan tubuh


terhadap suatu penyakit sehingga apabila
suatu saat terkena dengan penyakit yang
sama tidak akan sakit atau hanya
mengalami sakit ringan

PKM WAESALA 2021


Pengertian vaksinasi

Produk biologi yang berisi antigen yang bila


diberikan kepada seseorang akan
menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif
terhadap suatu penyakit

PKM WAESALA 2021


Apakah vaksin COVID-19 halal ?

 Sejak awal pemerintah telah menggandeng Majelis Ulama Indonesia


(MUI) untuk mengawal dan memeriksa pembuatan vaksin COVID-
19 yang akan digunakan di Indonesia untuk memastikan bahwa
vaksin tersebut halal.
 Untuk itu pada bulan Oktober 2020 yang lalu, telah berangkat ke China
rombongan peninjau dari Indonesia ke pabrik Sinovac Biotech di Beijing yang
terdiri dari perwakilan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) yaitu:
Komisi Fatwa MUI
Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI
bersama beberapa perwakilan Biopharma dan Balai POM
 Sejauh ini disimpulkan bahwa produk vaksin yang akan digunakan di
Indonesia tersebut tidak berasal atau tidak mengandung bahan yang
haram atau najis, dan dalam proses produksinya tidak terkontaminasi
oleh bahan haram atau najis.
 Wakil presiden RI menyatakan bahwa label halal untuk vaksin COVID-19 itu
akan dikeluarkan oleh MUI sebelum vaksinasi massal di lakukan. Pihak Majelis
Ulama di Uni Emirat Arab juga sudah meloloskan sertifikat halal untuk
penggunaan vaksin yang sama di negara tersebut.

PKM WAESALA 2021


Apakah vaksin COVID-19 aman ?

Beberapa efek samping lokal maupun sistemik yang tercatat pada


uji klinis berbagai platform vaksin COVID-19
Pada umumnya semua vaksin berpotensi menimbulkan efek simpang
lokal maupun sistemik dengan derajat yang bervariasi, sama halnya
dengan efek simpang pada vaksin-vaksin yang sudah ada dan
digunakan sebelumnya (misalnya: BCG, DPT, Campak, Influenza, atau
meningitis).
Vaksin jenis mRNA pada umumnya menyebabkan lebih banyak kejadian
efek simpang pada suntikan kedua, sementara kejadian itu lebih jarang
dijumpai pada vaksin jenis inactivated virus. Tidak ada satupun yang
mengalami efek simpang serius.

Nyeri pada tempat suntikan

Kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan

Malaise (rasa capek)

Nyeri kepala PKM WAESALA 2021


Vaksin yang mana yang akan
tersedia di Indonesia ?
Vaksin yang digunakan di Indonesia adalah vaksin
sinovac : tipe jenis virus ini adalah Inactivated virus
vaccines (vaksin yang mengandung virus yang sudah
dimatikan)

PKM WAESALA 2021


Vaksin akan diberikan dalam 2 kali
suntikan
 Pada umumnya vaksin harus diberikan dalam 2 kali (atau 3 kali
suntikan) dengan jarak min 14 hari agar dapat merangsang
terbentuknya titer antibodi yang tinggi

 Suntikan pertama disebut suntikan primer, belum menghasilkan titer


antibodi yang protektif (titernya masih rendah)

 Suntikan kedua (atau ketiga) disebut suntikan booster, akan


merangang titer antibodi sekunder yaitu IgG yang tinggi dengan
afinitas yang lebih kuat. Diharapkan hal ini akan memberikan
perlindungan yang lebih baik dan dalam jangka waktu yang lebih lama.

 Peserta vaksinasi COVID-19 harus mendapat kedua suntikan itu


dengan lengkap

PKM WAESALA 2021


Tahapan pelaksanaan vaksinasi

Dalam 4 tahapan:
1. Jan-April 2021
Tenaga kesehatan
2. Jan-April 2021
Petugas pelayanan publik
Kelompok usia lanjut >60 th
3. April 2021- Maret 2022
masy rentan dari aspek geospasial, sosial
ekonomi
4. April 2021- Maret 2022
Masy dan pelaku perekonomian lainnya

PKM WAESALA 2021


Prinsip Pelaksanaan Imunisasi
COVID-19
 Pemberian vaksinasi COVID-19 dilakukan oleh dokter, perawat atau bidan
yang memiliki Surat Izin Praktik (SIP) di fasilitas pelayanan kesehatan
pemerintah maupun swasta yang menjadi tempat pelaksanaan
pelayanaan Vaksinasi COVID-19

 Pelaksanaan pelayanan Vaksinasi COVID-19 tidak menganggu pelayanan


vaksinasi rutin dan pelayanan kesehatan lainnya;

 Melakukan skrining/penapisan terhadap status kesehatan sasaran


sebelum dilakukan pemberian vaksinasi, baik terkait penyakit penyerta
(komorbid) maupun status infeksi/penyakit COVID-19 nya;
 Menerapkan protokol kesehatan; serta

 Mengoptimalkan kegiatan surveilans COVID-19 termasuk pelaporannya

PKM WAESALA 2021


ALUR PELAYANAN IMUNISASI COVID-19

Sasaran
vaksinasi
COVID-19
P Care
datang

Meja 1 (Pendaftaran) Meja 2 (Skrining)


• Peserta menunjukkan e-ticket yang diinput ke aplikasi • Petugas kesehatan melakukan anamnesa dan
Pcare, atau pemeriksaan fisik sederhana untuk melihat kondisi
• Petugas pendaftaran melakukan verifikasi dengan NIK dan kesehatan dan mengidentifikasi kondisi penyerta
daftar sasaran yang didapat dari aplikasi pcare (komorbid)
• Skrining dilakukan dengan menggunakan aplikasi Pcare
• Peserta menandatangani informed consent

Meja 4 (Pencatatan dan Observasi)


• Petugas mencatat hasil pelayanan vaksinasi ke dalam aplikasi PCare. Meja 3 (Vaksinasi)
• Bagi sasaran yang ditunda pemberian vaksinasinya dilaporkan dan • Petugas memberikan vaksinasi secara intra
dijadwalkan ulang melalui aplikasi Pcare muskular sesuai prinsip penyuntikan aman
• Sasaran diobservasi selama 30 menit untuk memonitor kemungkinan
• Petugas memasukkan nama vaksin dan nomor
KIPI
PKM WAESALA
• Petugas memberikan penyuluhan tentang 3M dan vaksinasi COVID-
2021
batch vaksin
yang diberikan kepada sasaran pada aplikasi
Siapa saja yang boleh divaksin ?

Berusia 18-59 tahun, sehat dan tanpa penyakit komorbid

Memiliki penyakit komorbid yang oleh tim dokter ahli yang

berkompeten dinyatakan aman untuk mendapatkan vaksin jenis

Sinovac (CoronaVac)

PKM WAESALA 2021


Screening untuk kelompok berikut
Pernah terkonfirmasi menderita COVID-19

Ada keluarga serumah yang kontak erat/suspek/konfirmasi/ sedang

dirawat karena COVID-19

Sedang mengalami gejala ISPA dalam 7 hari terakhir

Sedang hamil atau menyusui

Menderita penyakit jantungPKM


(gagal jantung/penyakit
WAESALA 2021 jantung koroner)
TERIMA KASIH

PKM WAESALA 2021