Sumber Data dan Metode Pengumpulan Data

‡ Berdasarkan sumbernya ‡ Data Primer: data yang diperoleh peneliti langsung dari sumbernya ‡ Data Sekunder: data yang didapat/dikutip dari data primer (orang/instansi/lainnya)

Data Sekunder cenderung siap ³pakai´, artinya siap diolah dan dianalisis oleh peneliti
‡ Contoh Instansi penyedia data:
± ‡ Biro Pusat Statistik (BPS) ± ‡ Bank Indonesia ± ‡ Badan Meteorologi dan Geofisika ± ‡ Dinas kesehatan, Puskesmas, Klinik, RB ± RS, Lab Klinik, BLK, dll.

Metode pengumpulan data penelitian
‡ ‡ ‡ ‡ ‡ a. Observasi b. Wawancara c. Kuesioner (Daftar Pertanyaan) d. Pengukuran Fisik e. Percobaan Laboratorium

Semua metode mensyaratkan pencatatan yang detail, lengkap, teliti dan jelas
‡ Untuk mencapai kelengkapan, ketelitian dan kejelasan data, pencatatan data harus dilengkapi dengan:
± ‡ Nama pengumpul data ± ‡ Tanggal dan waktu pengumpulan data ± ‡ Lokasi pengumpulan data ± ‡ Keterangan-keterangan tambahan data/istilah/responden

Semua butir (item) yang ditanyakan dalam semua metode pengumpulan data haruslah sejalan dengan rumusan masalah dan/atau hipotesis penelitian
‡ Variabel Dimensi Butir (Item)
Pengukuran

Observasi atau pengamatan melibatkan semua indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pembau, perasa) If observation are made using a defines scale -> MEASUREMENT
Mis. : Menggunakan termometer untuk mengukur suhu

TEKNIK OBSERVASI
‡ MERUPAKAN PENDEKATAN ATAU TEKNK UNTUK MENDAPATKAN DATA PRIMER DENGAN CARA MENGAMATI LANGSUNG.OBYEK DATANYA. ‡ PENDEKATAN LAIN YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENDAPATKAN DATA PRIMER ADALAH PENDEKATAN KOMUNIKASI (COMMUNICATION APPROACH). PENDEKATAN INI MERUPAKAN PENDEKATAN YANG BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN SUMBER DATA. CTH:TEKNIK WAWANCARA.

CONT.
‡ PENDEKATAN OBSERVASI BERBEDA DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKASI KARENA PENDEKATAN OBSERVASI TIDAK BERINTERAKSI LANGSUNG DEnGAN OBYEK DATANYA, TETAPI HANYA MENGOBSERVASI SAJA. PENDEKATAN INI BAIK UTK MENGAMATI SUATU PROSES, KONDISI, KEJADIANATAU PERILAKU MANUSIA.

‡ PENDEKATAN KOMUNIKASI BAIK UTK MENGUMPULKAN DATA MENGENAI SIKAP, MOTIVASI OPINI, EKSPEKTASI ATAU INTENSI RESPONDENNYA.

PENTING
‡ MENGOBSERVASI TIDAK HANYA MENGAMATI SAJA. ‡ PENDEKATAN OBSERVASI UTK MENGUMPULKAN DATA DAPAT DILAKUKAN DENGAN MENGAMATI (DENGAN MATA), MENDENGARKAN, MEMBACA (DENGAN PIKIRAN, MENCIUM, DAN MERABA)

KLASIFIKASI PENDEKATAN OBSERVASI ‡ OBSERVASI PERILAKU (BEHAVIORAL OBSERVATION)

‡ OBSERVASI NON PERILAKU NON BEHAVIORAL OBSERVATION)

OBSERVASI PERILAKU
1. ANALISIS NON VERBAL DAPAT DILAKUKAN PADA GERAKAN BUKAN UCAPAN SEPERTI MISALNYA OBSERVASI TERHADAP BAHASA TUBUH, EKSPRESI WAJAH DSB. 2. ANALISIS LINGUISTIK DILAKUKAN PADA ANALISIS BAHASAYANG DIGUNAKAN OLEH SESEORANG ATAU BERAPA ORANG YANG SEDANG BERINTERAKSI

CONT
3. ANALISIS LINGUISTIK EKSTRA: DILAKUKAN DENGAN MENGEVALUASI 4 DIMENSI YAITU VOKAL, TEMPO, INTERAKSI, DAN CARA BICARA). 4.ANALISIS SPATIAL: MENGOBSERVASI HUBUGAN ANTARA ORANG SECARA FISIK. CONTOHNYA ADALAH OBSERVASI TENTANG BAGAIMANA SALESMAN MENDEKATI PELANGGAN SECARA FISIK.

OBSERVASI NON PERILAKU
1. ANALISIS CATATAN (RECORD ANALYSIS) DAPAT BERUPA PENGUMPULAN DATA BAIK DARI CATATAN DATA SEKARANG ATAU CATATAN DATA HISTORIS. ANALISIS KONDISI FISIK (PHYSICAL CONDITION ANALYSIS)DILAKUKAN PADA DATA KONDISI FISIK SEPERTI FISIK SEDIAAN PABRIK, KONDISI KEAMANAN PABRIK) ANALISIS PROSES FISIK (PHYSICAL PROCESS ANALYSIS) DAPAT BERUPA OBSERVASI PADA TIME DAN MOTON DARI SUATU PROSES, PROSEDUR-PROSEDUR AKUNTANSI DSB.

2.

3.

MELAKUKAN OBSERVASI
‡ OBSERVASI SEDERHANA MERUPAKAN OBSERVASI YANG TIDAK MEMPUNYAI PERTANYAAN RISET ‡ OBSERVASI SEDERHANA DILAKUKAN DI PENELITIAN EKSPLORATORI ‡ OBSERVASI TERSTRUKTUR MERUPAKAN OBSERVASI YANG MEMILIKI PROSEDUR TERSTRUKTUR.

LANGKAH OBSERVASI TERSTRUKTUR
‡ MENENTUKAN DATA YANG DIOBSERVASI (VARIABEL YANG AKAN DIOBSERVASI PERLU DI DEFINISIKAN DAHULU BAIK DIFINISI NARATIF-DALAM BENTUKALIMAT UNTUK MENJELASKAN MAKNANYA DAN DEFINISI OPERASIONALNYA-BERUPA CARA MENGUKURNYA). ‡ MEMBUAT RENCANA PENGUMPULAN DATA: SIAPAM KAPAN, BAGAIMANA,DI MANA AKAN DIOBSERVASI ‡ MEMILIH DAN MELATIH PENGAMAT ‡ MENCATAT DAN MEREKAM YANG DI OBSERVASI

VALIDITAS OBSERVASI
‡ SEWAKTU MELAKUKAN OBSERVASI, PENGAMAT ATAU PENGOBSERVASI BERADA DI LOKASI OBSERVSI ‡ KEHADIRAN PENGAMAT SECARA FISIK MEMPENGARUHI SUBYEK PENELITIAN ‡ RESPON YANG BERUBAH KARENA KEHADIRAN PENGAMATAN DISEBUT REAKTIVITY RESPONSE. ‡ WEB MENGUSULKAN CARA PEMECAHAN DENGAN UNOBSTRUCTIVE MEASURE. ‡ CARA INI DILAKUKAN MELALUI OBSERVASI TIDAK LANGSUNG YANG KREATIF, MISALNYA LACAK FISIK, MELIHAT KEUSANGAN BENDA YANG DIGUNAKAN DSB.

KEBAIKAN OBSERVASI
1. 2. 3. 4. 5. UNTUK DATA YANG BERUPA CATATAN DAN PROSEDURPROSEDUR MEKANIK, OBSERVASI MERUPAKAN CARA SATU SATUNYA YANG DAPAT DILAKUKAN DATA DIPEROLEH SECARA ORISINAL PADA SAAT TERJADINYA OBSERVASI MENGHINDARI DATA YANG DILUPAKAN. DATA DIPEROLEH LANGSUNG DARI PENGATURAN ALAMIAH (NATURAL SETTING) YANG BELUM DIUBAH ATAU DIBUAT OLEH PENELITI. OBSERVASI TIDAK MENANYAKAN LANGSUNG KEPADA RESPONDEN, SEHINGGA TIDAK MEMBUAT RESPONDEN TERTEKAN.

KELEMAHAN OBSERVASI
1. 2. 3. 4. PROSES LAMA DAN MAHAL KADANGKALA KEJADIAN YANG AKAN DIOBSERVSI BELUM JELAS KAPAN AKAN TERJADINYA OBSERVASI HANYA MELIHAT BAGIAN YANG TAMPAK SAJA PENGAMAT TIDAK BISA MENGONTROL LINGKUNGAN TERJADINYA OBSERVASI SEHINGGA TIDAK DAPAT MELALUKAN EKSPERIMEN JIKA KONDISI LINGKUNGANNYA BERBEDA TERBATAS PADA KEJADIAN YANG SEDANG TERJADI DAN PADA SAAT DAN TEMPAT TERTENTU SAJA.

5.

‡ Wawancara terbagi menjadi: ‡ a. Wawancara tidak terstruktur ‡ b. Wawancara terstruktur ‡ Jenis Wawancara: ‡ a. Wawancara langsung (face to face) ‡ b. Wawancara tidak langsung: misalnya dengan telepon atau internet (on-line)

TEKNIK WAWANCARA
‡ WAWANCARA ADALAH TEKNIK KOMUNIKASI DUA ARAH UNTUK MENDAPATKAN DATA DARI RESPONDEN ‡ WAWANCARA DAPAT BERUPA WAWANCARA PERSONAL 9PERSONAL INTERVIEW DAN WAWANCAR TELP (TELEPHONE INTERVIEW)

FAKTOR SUKSES WAWANCARA PERSONAL ‡ RESPONDEN YANG DIPILIH HARUS MEMPUNYAI INFORMASI YANG DIINGINKAN ‡ RESPONDEN HARUS MAU BEKERJA SAMA DENGAN BAIK SEHINGGAN MAU MEMBERIKAN INFOEMASI YANG DIBUTUHKAN OLEH PEWAWANCARA

PERMASALAHAN WAWANCARA
‡ PEWAWANCARA GAGAL MEMBUAT RESPONDEN BEKERJASAMA DENGAN BAIK YANG AKIBATNYA RESPONDEN MEMBERIKAN JAWABAN YANG BIAS. SOLUSINYA ADALAH PEWAWANCARA HARUS MEMBUAT PESPONDEN BEKERJASAMA DENGAN BAIK. ‡ PEWAWANCARA GAGAL MELAKUKAN WAWANCARA DENGAN PROSEDUR YANG BENAR DAN KONSISTEN

CONT
‡ PEWAWANCARA GAGAL MENCIPTAKAN LINGKUNGAN WAWANCARA YANG MENYENANGKAN. JAWABAN RESPONDEN BIAS KARENA RESPONDEN MERASA TIDAK NYAMAN. ‡ PEWAWANCARA GAGAL MENANGKAP JAWABAN YANG TIDAK JUJUR DARI RESPONDEN. SERING TERJADI KARENA SERPONDEN MEMBERIKAN JAWABAN SEKENANYA ‡ PEWAWANCARA GAGAL MEMPENGARUHI PERILAKU RESPONDEN. SERING TERJADI KARENA PERTANYAAN YANG DIAJUKAN TIDAK TEPAT

CONT.
‡ PEWAWANCARA GAGAL MENCATAT JAWABAN DENGAN LENGKAP ‡ BIS KARENA FISIK. KEHADIRAN PEWAWANCARA MENYEBABKAN RESPONDEN CEMAS ‡ BIAS LAIN DARI RESPONDEN ADALAH KARENA PERTANYAAN YANG MENYANGKUT DAERAH PRIBADI RESPONDEN SEPERTI UMUR, MASALAH PRIBADI, KEKAYAAN DST.

VALIDITAS WAWANCARA PERSONAL
‡ PEWAWANCARA MEMBERIKAN KESAN MENGERTI DAN MENDENGARKAN. EKSPRESI PEWAWANCARA SANGAT PENTING UNTUK MEYAKINKAN JAWABAN RESPONDEN, MISALNYA DENGAN MENGANGGUKKAN KEPALA. UNTUK PENEKANAN MUNGKIN PEWAWANCARA DAPAT BERKATA ³SAYA MENGERTI DAN MENDENGARKAN.´ ‡ MEMBERI WAKTU RESPONDEN UNTUK BERBICARA LAGI SETELAH RESPONDEN MENGAKHIRI KALIMATNYA.

CONT.
‡ MENGULANGI PERTANYAAN JIKA RESPONDEN RAGU-RAGU ATAU TIDAK MENGERTI DENGAN PERTANYAANNYA ‡ MENGULANG JAWABAN RESPONDEN ‡ MEMBERI PERTANYAAN NETRAL SEPERTI ³APA YANG ANDA MAKSUD?,´ ³TERUS BAGAIMANA?´ ‡ MEMBERIKAN PERTANYAAN KLARIFIKASI JIKA JAWABAN MELENCENG ATAU TIDAK JELAS

CONT.
‡ MEYAKINKAN BAHWA TOPIK WAWANCARA PENTING ‡ MEMBUAT SITUASI WAWANCARA MENYENANGKAN ‡ MEYAKINKAN BAHWA RESPONDEN ADALAH ORANG YANG SUKA MEMBANTU ‡ MENGHINDARI MEMPERMALUKAN RESPONDEN ‡ MENGHINDARI ISI WAWANCARA YANG TIDAK DISUKAI RESPONDEN ‡ MENGHINDARI RASA TAKUT RESPONDEN UNTUK BERPARTISIPASI

KEBAIKAN WAWANCARA PERSONAL
‡ KERJASAMA YANG BAIK DARI RESPONDEN DAPAT DILAKUKAN ‡ PEWAWANCARA DAPAT MELAKUKAN PROBING UNTUK MENGURANGI JAWABAN YANG BIAS ‡ BANTUAN VISUAL KHUSUS ATAU ALAT PENILAI LAINNYA DAPAT DILAKUKAN ‡ RESPONDEN YANG TIDAK MEMPUNYAI PENGETAHUAN DAPAT DIIDENTIFIKASI ‡ PEWAWANCARA DAPAT MENYARING RESPONDEN SESUAI DENGAN YANG DIBUTUHKAN

KELEMAHAN WAWANCARA PERSONAL
‡ BIAYA MAHAL JIKA RESPONDEN TIDAK DAPAT MUDAH DIAKSES ‡ MEMBUTUHKAN PEWAWANCARA YANG TERLATIH ‡ WAKTU PENGUMPULAN DATA LAMA ‡ BEBERAPA RESPONDEN TIDAK MAU BERBICARA DENGAN ORANG YANG TIDAK DIKENALDI RUMAHNYA

CONT.
‡ BEBERAPA AREA PEMUKIMAN SULIT UNTUK DIJANGKAU ‡ RESPONDEN DAPAT DIATUR ATAU DILATIH OLEH PEWAWANCARA UNTUK MENJAWAB SESUAI KEHENDAK PEWAWANCARA

WAWANCARA LEWAT TELEPON
ADALAH WAWANCARA YANG DILAKUKAN LEWAT TELEPON. WAWANCRA INI BANYAK DILAKUKAN JIKA RESPONDEN BANYAK DAN MENYEBAR DAN TIDAK DAPAT DIDATANGI SATU PERSATU.

KEBAIKAN WAWANCARA TELEPON
‡ BIAYA LEBIH MURAH DIBANDINGKAN DENGAN WAWANCARA PERSONAL ‡ LETAK GEOGRAFIK RESPONDEN DAPAT LEBIH MELUAS DAN MENYEBAR TANPA PENINGKATAN BIAYA YANG TINGGI ‡ HANYA MEMBUTUHKAN SEDIKIT ATAU TIDAK MEMBUTUHKAN PEWAWANCARA SAMA SEKALI ‡ MENGURANGI BIAS DARI PEWAWANCARA

CONT
‡ WAKTU PENYELESAIAN YANG CEPAT ‡ AKSES YANG LEBIH BAIK KE RESPONDEN KARENA DAPAT DI TELEPON BERKALI-KALI JIKA BELUM TERSAMBUNG ‡ DAPAT DIGUNAKAN KOMPUTER UNTUK MENELEPON DENGAN NOMOR TELEPON YANG ACAK ‡ DAPAT MENGGUNAKAN CATI SEHINGGA DATA DAPAT LANGSUNG DAPAT DIREKAM DI KOMPUTER

KELEMAHAN WAWANCARA TELEPON
‡ TINGKAT RESPON LEBIH RENDAH DIBANDINGKAN WAWANCARA PERSOAL ‡ BIAYA PULSA TELEPON MAHAL JIKA AREA MENYEBAR SECARA GEOGRAFIK ‡ BANYAK NOMOR TELEPON YANG TIDAK TERCATAT ‡ RESPON DAPAT TIDAK SELESAI JIKA SAMBUNGAN TELEPON TERPUTUS DI TENGAH ‡ ILUSTRASI TIDAK DAPAT DIGUNAKAN SEWAKTU WAWANCARA

LANGKAH EKSPERIMEN
‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ MEMILIH VARIABLE YANG RELEVAN MENETUKAN TINGKAT DARI TREATMEN MENGONTROL LINGKUNGAN EKSPERIMEN MEMILIH DESIGN EKSPERIMEN YANG SESUAI MEMILIH SUBYEK MELAKUKAN UJI-PILOT MEREVISI EKSPERIMEN MELAKUKAN UJI EKSPERIMEN MENCATAT HASIL EKSPERIMEN

Pengukuran Fisik
‡ Alat ukur harus dikalibrasi sebelum mulai melakukan pengukuran ‡ Alat ukur harus memenuhi standar penelitian ‡ Alat ukur harus mudah dijalankan dan dikendalikan ‡ Pengukuran memperhatikan kondisi yang disyaratkan dalam perumusan masalah (misalnya: suhu atau tekanan)

Perancangan Percobaan dan Penelitian dalam Laboratorium
‡ Sebelum melakukan percobaan laboratorium, dilakukan perancangan percobaan ‡ Dalam proses perancangan percobaan, unit penelitian dan perlakuan yang akan dikenakan pada setiap unit penelitian direncanakan

Memahami perbedaan tehnik dan alat dalam pengumpulan data Tehnik pengumpulan data Using available information Observasi Alat pengumpul data Ceklis, form kompilasi data Mata dan indera lainnya, pen paper, watch, scale, mikroskop, dll Kuesioner, panduan wawancara, ceklis, perekam suara

Interviewing

HalHal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan dan memilih tehnik pengumpulan data
Tidak ada tehnik pengumpulan data yang mudah, masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan Sebaiknya dilakukan pelatihan kepada pewawancara / observer, ujicoba instrumen penelitian dan uji validasi Memahami jenis tehnik puldata sesuai tujuan dan desain penelitian untuk menghindari bias pengumpulan data Memadu tehnik puldat dg tepat

BIAS DALAM PENGUMPULAN DATA Dapat terjadi disebabkan : INSTRUMEN PENELITIAN / KUESIONER OBSERVER / PEWAWANCARA EFEK PERTANYAAN TERHADAP RESPONDEN / INFORMAN MEMORY RECALL RESPONDEN / INFORMAN

CEK LIS
OBSERVASI KEBERSIHAN TOILET 1. Toilet bersih 2. Tidak bau 3. Ada air 4. Ada tempat sampah ya cukup tidak

Desain Pengukuran
1. Skala Likert 2. Skala Guttman 3. Skala Semantic Deferensial 4. Skala Rating

Skala Likert
‡ Skala Likert·s digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial. ‡ Contoh: Pelayanan rumah sakit ini sudah sesuai dengan apa yang saudara harapkan. a. Sangat setuju skor 5 b. Setuju skor 4 c. Tidak ada pendapat skor 3 d. Tidak setuju skor 2 e. Sangat tidak setuju skor 1

Skala Guttman
‡ Skala Guttman akan memberikan respon yang tegas, yang terdiri dari dua alternatif. ‡ Misalnya : Ya Tidak
Baik Pernah Punya Buruk Belum Pernah Tidak Punya

Skala Semantik Deferensial
‡ Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dari sebuah garis kontinuem dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri sedangkan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan. ‡ Contoh: Bagaimana tangggapan saudara terhadap pelayanan di rumah sakit ini ?
1. Sangat Buruk 5. Sangat Baik

Skala Rating
‡ Dalam skala rating data yang diperoleh adalah data kuantitatif kemudian peneliti baru mentranformasikan data kuantitatif tersebut menjadi data kualitatif. ‡ Contoh: Kenyamanan ruang loby RS CBA: 5 4 3 2 1 Kebersihan toilet RS CBA: 5 4 3 2 1

DESAIN SKALA
Skala dalam penelitian ada lima tingkatan: 1. Skala Nominal 2. Skala Ordinal 3. Skala Interval 4. Skala Rasio

Skala Nominal
‡ Skala nominal adalah skala yang hanya digunakan untuk memberikan kategori saja ‡ Contoh: Wanita 1 Laki-laki 2

Skala Ordinal
‡ Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, akan tetapi jarak atau interval antar tingkatan belum jelas. ‡ Contoh: Berilah peringkat tenaga medis/kesehatan berdasarkan kualitas pelayanannya ! dokter««««««««« 1 perawat «««««««« « 3 bidan «««««««.. 5 ahli gizi «««««««««. 2

Skala Interval
‡ Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, namun belum memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak.

‡

Contoh:
1. Skala Pada Termometer 2. Skala Pada Jam 3. Skala Pada Tanggal

Skala Rasio
‡ Adalah skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas, dan memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak . ‡ Contoh: 1. Berat Badan 2. Pendapatan 3. Kadar kolesterol

Ringkasan Tentang Skala
Skala Tipe Pengukuran Kategori Peringkat Jarak Perbandingan

Nominal

Ya

Tidak

Tidak

Tidak

Ordinal

Ya

Ya

Tidak

Tidak

Interval

Ya

Ya

Ya

Tidak

Rasio

Ya

Ya

Ya

Ya

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful