Anda di halaman 1dari 19

KEGAWATDARURATAN

BLEEDING
MEDICAL EXPERTS TO LECTURE
BLEEDING
(HEMORRHAGE)
Merupakan hilangnya sejumlah darah
dari sistem sirkulasi sebagai akibat dari
rusaknya pembuluh.

Klasifikasi
01 ATLS (Advanced Trauma Life Support)
Dibagi berdasarkan presentase volume kehilangan darah)

WHO (World Health Organization)


02
Skala gradasi ukuran risiko yang diakibatkan oleh perdarahan

03 Berdasarkan Asalnya
01 ALTS (advanced trauma life Support)

KELAS I KELAS III


Kehilangan volume darah Kehilangan darah antara 30-
hingga maksimal 15% of 40% dari volume pada
Blood Volume sirkulasi darah

KELAS II KELAS IV
Kehilangan volume darah
Kehilangan lebih besar dari
antara 15-30% dari total
40% volume sirkulasi darah
volume
0 Tidak terjadi pendarahan

WHO
1 Pendarahan petekial
(World Health Organization)
Pendarahan sedang
2 dengan gejala klinis yang signifikan

Perdaraha gross
3
memerlukan transfusi darah

4
Pendarahan debilitating fatal
Retinal maupun serebral
03 Berdasar Asalnya

MULUT KEPALA GASTROINTESTINAL PARU


• Tooth eruption- •Hemoragi intracranial Hemorage Pulmonary
•Upper gastrointestinal
saat •Hemoragi cerebral bleed
pencabutan •Hemoragi •Lower gastrointestinal VASCULAR
gigi intracerebral bleed
• Hematemesis •Hemoragi •Occult gastrointestinal •Ruptured Aneurysm
(muntah subarachnoid bleed •Aortic transection
darah) •Iatrogenic injury
MATA
• Hemoptysis URINARIA
(batuk darah) •Hemorge
•Hematuria HIDUNG
Subconjuctival
ANUS
Epistaxis
•Melena (perdarahan
•Hematochezia hidung)
PENYEBAB
Bleeding
01 TRAUMATIC INJURY 02. MEDICAL CONDITION

1. ABRASION 1. INTRAVASCULAR CHANGES

2. EXCORIATION 2. INTRAMURAL CHANGES


3. EXTRAVASCULAR CHANGES
3. HEMATOMA
♥ Perdarahan karena kondisi medis
4. LACERATION
Perdarahan terjadi karena
5. INCISION kerusakan pada:
6. PUNCTURE WOUND
1. Dinding sel darah
2. Trombosit, kualitas maupun
7. CONTUSION kuantitas
8. CRUSHING INJURY 3. Factor pembekuan

9. BALLISTIC TRAUMA
MEKANISME PEMBEKUAN DARAH

Pada tahun 1905 – 1960 Morawitz mengemukakan teori pembekuan yang pertama
terdiri dari 2 fase:

1. Prothrombin diubah jadi thrombin oleh enzim


thrombokinase dengan adanya ion Ca++
2. Fibrinogen diubah menjadi fibrin oleh thrombin
Mekanisme dari • Pembuluh darah/vaskulus
hemostatis berasal dari 3 (vascular wall function) dimana
faktor pembuluh darah harus mempunyai
resistensi & daya kontraksi yg
normal
• Trombosit
• Faktor-faktor pembekuan

Dari ketiga faktor tsb, terjadi proses yg beruntun utk menghentikan


perdarahan sbb:
• Kontraksi temporer dari pd dinding pembuluh darah
• Diikuti oleh penarikan trombosit ke daerah luka (platelets adhesion
aggregation)
• Terbentuk bekuan fibrin sbg penguat
SUMBER UTAMA PENDARAHAN DALAM R
ONGGA MULUT
4 sumber vaskular yang menyediakan darah ke rongga mulut yang menyebabkan pendarah
an serius jika terganggu selama prosedur bedah mulut yang kadang mengancam jiwa.

1. Arteri Lingual

2. Arteri Facial : melintas pada lateral pipi ke molar bawah

3. Arteri Alveolaris Inferior: berasal dari arteri maksilaris. Berada di atas nervus alveolaris i
nferior pada kanal mandibula di daerah molar

4. Arteri Palatina Mayor : muncul dari foramen pada palatum di atas molar kedua dimana a
spek horizontal dan vertikal dari palatum bertemu
PENDARAHAN AKIBAT PASCA PENCABUTAN

hal yang wajar

berlebihan dan dalam


waktu lama  perlu
dicurigai

anamnesis yang baik agar tidak


terjadi pendarahan akibat
komplikasi pencabutan gigi

perawatannya harus
tepat dan dicek kembali
ETIOLOGI
disebabkan dari pendarahan pembuluh vena pada tulang pendukung tetapi dapat juga diseba
bkan dari pembuluh arteri. Penyebab lain:

1. Granulasi socket

2. Laserasi jaringan lunak

3. Vasodilatasi setelah penggunaan anestesi yang mengandung epinefrin

4. Pasien tidak mematuhi instruksi pasca operasi (kebiasaan pasien menghisap daerah beka
s pencabutan dan berkumur secara berlebihan)

5. Pasien yang memiliki resiko tinggi bleeding (hipertensi tidak terkontrol, liver, defisiensi plat
elet, hemofili, faktor defisiensi von wilebrand, defisiensi vit K.
PERAWATAN

1. Penekanan langsung dengan tampon kapas atau kasa

2. Penekanan dengan tampon yang diberi anestetik lokal


mengandung vasokonstriktor (adrenalin). Pasien diminta
menggigit tampon selama 10 menit. Bila perlu, dapat
ditambahkan pemberian bahan absorbable gelatine sponge
(alvolgyl / spongostan) yang diletakkan di alveolus serta
dilakukan penjahitan biasa.
3. Penjahitan pada soket gigi dengan teknik matras horizontal,

dimana jahitan bersifat kompresif pada tepi-tepi luka. Benang

jahit = silk 3.0, vicryl® 3.0, dan catgut 3.0.

4. Perdarahan sangat deras misalnya terpotongnya arteri, maka

dilakukan klem dengan hemostat lalu diligasi, yaitu mengikat

pembuluh darah dengan benang atau dengan kauterisasi.

5. Perdarahan yang masif dan tidak berhenti, diinjeksikan segera

hemostatic agent seperti asam traneksamat secara intravena

atau intra muskuler.


CARA PENANGGULANGAN PERDARAHAN DALAM RONGGA MULUT

Perdarahan primer adalah


Perdarahan yang terjadi saat
konsultasi pre operasi
Tindakan lokal terdiri dari:

Perdarahan dari dalam tulang diatasi dengan:


• Elektrolcoagulasi
• Aplikasi bone wax
• Pemukulan tulang pada tempat keluar darah.
CARA PENANGGULANGAN PERDARAHAN DALAM
RONGGA MULUT

Perdarahan dari jaringan lunak:


Perdarahan arterial / venous ditanggulangi dengan

•penjepitan dengan arteri klem


•penjahitan
•elektrokoagulator

Perdarahan kapiler
dari tulang/jaringan lunak diatasi

•dengan tekanan tampon + larutan adrenalin.


•Perdarahan juga akan berhenti apabila flap telah dijahit.
TERAPI STANDAR PERDARAHAN
PASCA PENCABUTAN

Bersihkan luka,
lihat asal perdarahan:
Perdarahan dari
tulang :

1. Masukan kasa steriL


2. Tekan/gigit 5' - 10',
3. kalau tidak berhenti masukan spongiostan tutup kasa steril
dan gigit 15' - 30',
4. atau masukan kasa steril yang telah dibubuhi larutan
adrenalin kedalam soket dan pasien diminta menggigit
selama 30 menit.
Perdarahan dari
gingiva :

1. pasien diminta menggigit tampon steriI 5' - 10',


2. kalau tindakan ini tidak berhasil letakan tampon steril yang dibasahi
larutan adrenalin & gigit selama 5' -10'.
3. Tulang dinding soket lingual dan bukal dipotong lalu ginggiva dijahit.

Terapi sistemik (supportive) diberikan untuk


membantu mengatasi perdarahan yaitu per injeksi
atau peroral.
- Vitamin K
- Transamin
THANK YOU