Anda di halaman 1dari 27

KONSEP DAN PERILAKU

BIAYA
Tujuan Belajar :

Setelah mempelajari bab ini, Saudara


diharapkan mampu :
 Menjelaskan berbagai konsep biaya

 Menjelaskan klasifikasi biaya dari berbagai


sudut pandang.
 Menjelaskan metode pemisahan biaya
semivariabel
Cost
 Cost adl pengorbanan sumber daya ekonomis
untuk melakukan kegiatan tertentu.
 Cost is a forgoing, a sacrifice made to secure
benefit, and it measured by an exchange
price…(Sprouse dan Moonits ,1962)
 Cost is a monetary measurement of the
amount of resources used for some purpose.
An expenditure is a decrease in an asset
(usually cash) or an increase in a liability
(often account payable) associated with the
incurrence a cost … (Anthony, Hawkins dan
Merchant, (1999)
Expense
 An expense is an item of cost applicable to the
current accounting period. An expense
represent resources consume by the entities
earning activities during the current period.
When an expenditure is made, the related cost
is either an assets or an expense. If the cost
benefits future periods, it is an assets. If not, it
is an expense-a reduction in retained earning.
(Anthony, Hawkins dan Merchant, (1999)
KLASIFIKASI BIAYA
 Berdasar Obyek Pengeluaran
 Biaya digolongkan berdasarkan obyek
pengeluarannya. Contoh: Pengeluaran pada
perusahaan getuk goreng misalnya biaya gaji dan
upah, biaya ketela, biaya gula, biaya kelapa,
biaya minyak, biaya tepung, biaya depresiasi
peralatan menggoreng.
 Berdasar Fungsi Pokok Perusahaan
 biaya produksi
 biaya nonproduksi.
 Berdasarkan Hubungan Biaya
Dengan Sesuatu Yang Dibiayai
 biaya langsung, yaitu biaya yang terjadi
disebabkan oleh satu-satunya
penyebab. Cont : BBB, BTKL
 biaya tidak langsung adl biaya yang
terjadinya tidak hanya disebabkan oleh
sesuatu yang dibiayai. Cont : BOP.
 Berdasarkan Perilakunya Terhadap Perubahan
Volume Kegiatan
 Biaya Variabel
 Adalah biaya yang berubah secara proporsional terhadap
perubahan volume kegiatan. Dibedakan menjadi dua jenis:

 a). Engineered variabel cost, merupakan biaya yang antara


masukan dan keluarannya mempunyai hubungan yang erat dan
nyata. Jika masukan (biaya) berubah, maka keluarannya juga
akan berubah sebanding dengan perubahan masukan tersebut.
 b). Discretionary variabel cost. adalah biaya yang berubah secara
proporsional terhadap perubahan volume kegiatan karena
manajemen menghendaki demikian. Sebagai contoh, biaya iklan
yang ditetapkan oleh manajemen puncak sebesar 2% dari hasil
penjualan akan berubah sebanding dengan perubahan volume
penjualan, namun belum tentu akan menaikkan penjualan.
 Biaya Tetap
 Biaya tetap adalah biaya yang dalam relevant range
tertentu tidak berubah meskipun terjadi perubahan
tingkat kegiatan, dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu :
 a). commited fixed cost, adalah semua biaya yang tetap
dikeluarkan, yang tidak dapat dikurangi guna
mempertahankan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi tujuan jangka panjangnya. Contoh : biaya
depresiasi, Pajak Bumi Bangunan, sewa, asuransi, dan
gaji karyawan utama.
 b). discretionary fixed cost adl biaya tetap yg tidak
mempunyai hubungan tertentu dengan volume kegiatan.
Contoh adalah biaya penelitian dan pengembangan,
program latihan karyawan dan biaya konsultan, biaya
iklan, biaya promosi penjualan.
 Biaya Semivariabel
 Biaya semi variabel merupakan biaya
campuran, terdpt unsur biaya tetap dan
unsur b. variabel.
 Berdasarkan Kemampuan Manajer
Untuk Mengendalikan
 biaya terkendalikan (controllable cost) dan
 biaya tidak terkendalikan (uncontrollable
cost).
 Berdasarkan Jangka Waktu Manfaatnya
 pengeluaran modal
 pengeluaran pendapatan.
 Berdasarkan Pengambilan Keputusan
 biaya relevan (relevant cost) dan biaya tidak
relevan. (irrelevant cost);
 serta biaya terhindarkan (avoidable cost) dan
biaya tidak terhindarkan (unavoidable cost).
 Berdasar Dampak Keputusan
Terhadap Kas Keluar
 (sunk cost)
 biaya keluar dari kantong (out of-
pocket cost).
Bulan Biaya Jam Mesin
Supplies
dan
Pelumas
(X)
(Y)
Januari 8.000.000 8.000
Februari 9.500.000 9.400
Maret 12.000.000 10.000
April 7.800.000 7.500
Mei 8.800.000 8.500
Juni 9.400.000 9.400
Juli 9.800.000 9.800
Agustus 11.500.000 12.000
September 12.500.000 12.500
Oktober 11.000.000 11.000
November 9.000.000 9.000
Desember 8.500.000 8.400
Jml 117.800.000 115.500
METODE PEMISAHAN BIAYA
SEMIVARIABEL

 Metode Titik Tertinggi Dan Titik


Terendah

Selisih Total Biaya


Tarif Biaya Variabel 
Selisih Tingkat Kegiatan

Biaya Tetap  Total Biaya - Biaya Variabel


Perhitungan :
Tingkat Biaya
Kegiatan (Rp)
(Jam Mesin)
Tertinggi 12.500 12.500.000

Terendah 7.500 7.800.000

Selisih 5.000 4.700.000


Rp.4.700.000,-
Tarif Biaya Variabel   Rp.940, / jam mesin
5.000 Jam Mesin

Biaya tetap dihitung sebagai berikut :

Biaya Tetap  Rp.12.500.000,- - (12.500 JM xRp.940/JM)  Rp.750.000,-

Fungsi biaya supplies dan pelumas dapat dibuat sebagai


berikut :
Y = 750.000 + 940 X
Y = Biaya Semivariabel
X = Tingkat Kegiatan (Jam Mesin)
 Jika pada bulan tertentu diperkirakan jam
mesin yang digunakan sebesar 13.000 jam
mesin, maka besarnya biaya supplies dan
pelumas adalah 750.000 + 940(13.000) = Rp.
12.970.000,-
METODE LEAST-SQUARE
 Metode ini menganggap bahwa hubungan
antara biaya dengan volume kegiatan
berbentuk hubungan garis lurus dengan
persamaan garis regresi y = a + bx
n  xy   x  y
b
n x   x
2 2

a 
 y  b x
n
Bulan Jam B. Supplies (X)(Y) (X)2
Mesin (Y)
(X)
8.000 8.000.000
Januari 64.000.000.000 64.000.000
89.300.000.000 88.360.000
9.400 9.500.000
Februari
120.000.000.000 100.000.000
10.000 12.000.000
Maret
April 58.500.000.000 56.250.000
7.500 7.800.000
Mei 74.800.000.000 72.250.000
8.500 8.800.000
Juni 88.360.000.000 88.360.000
9.400 9.400.000
Juli 96.040.000.000 96.040.000
9.800 9.800.000
Agustus 138.000.000.000 144.000.000
12.000 11.500.000
September 156.250.000.000 156.250.000
12.500 12.500.000
Oktober 121.000.000.000 121.000.000
11.000 11.000.000
November 81.000.000.000 81.000.000
9.000 9.000.000
Desember 71.400.000.000 70.560.000
8.400 8.500.000
Jumlah 1.158.650.000.000 1.138.070.000
115.500 117.800.000
121.158.650.000.000  115.500117.800.000
b
121.138.070.000  115.500
2

b  940,96

117 .800.000  115500 


a  940,965 
12  12 

a  759.878,54
 Fungsi linier biaya supplies dan
pelumas mesin adalah :
Y = 759.878,54 + 940,96 X.
 Jika pada bulan Januari 20X6 jam
mesin yang digunakan diperkirakan
sebesar 11.500 JM, maka estimasi
besarnya biaya supplies dan
pelumas mesin adalah sebesar
759.878,54 + 940,96(11.500) = Rp.
11.580.918,54.
Metode Scattergraph
 Kumpulkan data biaya pada berbagai tingkat kegiatan
dari periode ke periode.
 Gambarkan titik-titik data yang menunjukkan kombinasi
biaya dan tingkat kegiatan pada grafik dua sumbu.
Biaya digambarkan pada (Y) dan tingkat kegiatan
digambar pada sumbu horizontal (X).
 Buatlah garis lurus sedekat mungkin dengan titik-titik
itu.
 Tentukan komponen biaya tetap dengan cara sebagai
berikut : Perpanjanglah garis lurus yang dibuat pada
butir 3 sampai menyentuh sumbu vertikal. Titik sentuh
itu menunjukkan biaya tetap total.
 Hitunglah biaya variabel total
 Berdasarkan data biaya supplies dan pelumas pada PT
Akmal Lestari, pemisahan biaya dengan metode
scattergraph akan tampak sebagai berikut
Scattergraph

14000000
12000000
10000000 Biaya Supplies dan
B ia y a

8000000 Pelumas
6000000 Jam Mesin
4000000
2000000
0
0 5 10 15
Jam Mesin (000)
 Menurut gambar di atas, biaya tetap total (per
bulan) berada pada kira-kira Rp. 7.500.000,-. Hal
ini bisa dilihat pada garis yang ditarik melalui
titik-titik data sampai menyentuh sumbu vertikal.
Besarnya biaya total dapat dicari dengan mencari
titik koordinat yang merupakan pertemuan antara
sumbu X dan sumbu Y sepanjang garis yang
ditarik melalui titik-titik data. Sebagai contoh,
pada tingkat kegiatan 10.000 jam mesin, biaya
supplies dan pelumas sebesar Rp. 10.000.000,-
Dengan koordinat ini kemudian bisa dicari biaya
variabelnya sebagai berikut :
Total biaya pada tingkat kegiatan 10.000 Rp. 10.000.000,-
JM

Biaya Tetap 7.500.000,-

Total Biaya Variabel 2.500.000

Besarnya biaya variabel dihitung sebagai berikut :

Rp. 2500.000,-
Biaya Variabel per unit (b)   Rp. 250,-/JM
10.000 JM
 Berdasarkan perhitungan di atas
dapat di buat fungsi biaya supplies
dan pelumas mesin sebagai
berikut :
Y  7.500.000  250 X
 Cont: Januari 20X6 jam mesin yang
digunakan sebesar 11.500 jam
mesin, maka besarnya biaya
supplies dan pelumas = 7.500.000
+ (250 x 11.500 JM) = Rp.
?
THE END