Anda di halaman 1dari 85

MELAKSANAKAN PENGECORAN

BETON

DISUSUN OLEH :
TEAM PENGAJAR SMKN 1 DENPASAR
MATERI PEMBELAJARAN
APA ITU BETON ?
MATERIAL PENYUSUN BETON ?
SIFAT-SIFAT DAN FASE BETON
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
CARA MEMBUAT BETON
PENGANGKUTAN DAN
PENGECORAN
PEMADATAN BETON
BETON
Sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari
kombinasi agregat mineral (biasanya kerikil dan
pasir), semen dan air.

MATERIAL PENYUSUN BETON


 SEMEN
 AGREGAT
 AIR
 BAHAN TAMBAHAN
MATERIAL PENYUSUN BETON
SEMEN
1. semen hidrolik
2. semen non hidrolik
 Semen hidrolik adalah suatu bahan pengikat yang mengeras apabila
bereaksi dengan air serta menghasilkan produk yang tahan air
contohnya : semen portland, semen alumina, semen putih
 Semen non hidrolik adalah bahan pengikat yang akan mengeras jika
bereaksi dengan air tetapi akan larut didalam air, contohnya adalah
gypsum
 Hal yang perlu diperhatikan dalam pengunaan semen dalam campuran
beton :
◦ Umur semen setelah dikeluarkan dari pabrik
◦ Penyimpanan Semen
MATERIAL PENYUSUN BETON
Faktor yang mempengaruhi waktu pengikatan awal semen

1. Umur Semen
Semen disimpan untuk jangka waktu yang lama, maka semen akan
menghisap air dan zat asam arang dari udara, sehingga terjadi pra-
hidrasi, akibatnya semen akan menunjukkan proses pengikatan yang
lambat. Disamping itu akan dicapai kekuatan tekan lebih rendah.
2. Suhu
Reaksi antara semen dan air berlangsung lebih cepat pada suhu yang
tinggi (perawatan dengan uap misalnya), akan tetapi untuk proses
pengikatan suhu yang paling tepat kira-kira 23 °C
MATERIAL PENYUSUN BETON
Faktor yang mempengaruhi waktu pengikatan awal semen

3. Jumlah Air Yang Dibutuhkan


Agar reaksi kimia antara semen dan air berlangsung dengan baik,
dibutuhkan air sebanyak kira-kira 20% dari berat semen.
Adukan beton yang memerlukan lebih banyak air, panas hidrasi akan
timbul disebarkan dengan lebih meluas pada bahan-bahan agregat
yang lainnya, sehingga suhu pada saat terjadinya pengikatan akan jauh
lebih rendah dari pada suhu waktu terjadi pengikatan hanya antara air
dan semen, sehingga waktu pengikatan pada adukan beton akan
berlangsung lebih lama.
MATERIAL PENYUSUN BETON
Penimbunan semen
MATERIAL PENYUSUN BETON
Penimbunan semen
Penimbunan Semen dilakukan dalam gudang, sedapat mungkin yang
tidak lembab udara, dan tidak dapat kemasukan air baik dari hujan
maupun air tanah yang merembes atau tembus kedalam gudang.
Cara menimbun semen :
a) Maximum tinggi tumpukan = 18 kantong
b) Dari dinding gudang berjarak 0,5 m
c) Dari lantai diberi udara/angin-angin berjarak 10 cm
d) Sebagai alasnya sebaiknya dari kayu kering
e) Umur semen dalam gudang maksimum 3 bulan, lebih dari 3
bulan berakibat mutu semen akan turun
MATERIAL PENYUSUN BETON
AGREGAT
Butiran mineral seperti pasir, kerikil, batu pecah dan kerak tungku besi
yang dipakai dalam adukan (mortar) atau beton.
Secara umum agregat diklasifikasikan menurut ukuran butiran menjadi
agregat halus dan agregat kasar
MATERIAL PENYUSUN BETON
Agregat halus
Agregat halus adalah pasir alam sebagai hasil disintegrasi alami batu-
batuan atau berupa pasir buatan yang dihasilkan oleh alat-alat
pemecah batu yang mempunyai ukuran terbesar 5 mm.
Agregat Halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5 %.
Jika mengandung kadar lumpur lebih dari 5% agregat harus dicuci
sebelum digunakan sebagai bahan campuran.
MATERIAL PENYUSUN BETON
Agregat kasar
Agregat kasar dapat berupa kerikil alami sebagai hasil disintegrasi
alami dari batuan atau batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu.
Pada umumnya yang yang dimaksud dengan agregat kasar adalah
agregat dengan ukuran butir lebih besar dari 5 mm atau agregat yang
butirannya tertinggal diatas ayakan 4,8 mm.
Kadar lumpur untuk agregat kasar tidak boleh melebihi dari 1 %.
MATERIAL PENYUSUN BETON
Syarat-syarat Agregat
 Kuat dan Keras
 Tidak mengandung bahan-bahan kimia yang menganggu ikatan
dengan semen
 Bersih dari kotoran dan tanah
 Agregat harus mempunyai variasi ukuran (dikatakan juga
besarnya berbeda-beda)
 Butiran agregat yang bersudut
MATERIAL PENYUSUN BETON
Dampak kotoran yang terdapat pada agregat :
- Menyulitkan pencampuran, pengangkutan dan pengecoran
beton
- Menghasilkan beton yang tidak awet atau memperlihatkan
beton dengan permukaan yang jelek
- Mengurangi kekuatan tekan beton
MATERIAL PENYUSUN BETON
AIR
Peranan air sebagai material beton dapat menentukan mutu dalam
campuran beton.
Didalam campuran beton, air mempunyai dua fungsi, yaitu :
a. untuk memungkinkan reaksi kimia yang menyebabkan
pengikatan serta berlangsungnya pengerasan
b. sebagai pelicin campuran pembuat beton seperti kerikil, pasir
dan semen agar mempermudah pencetakan.
Air yang digunakan adalah air yang bersih yang layak minum oleh
manusia.
MATERIAL PENYUSUN BETON
Syarat air yang dapat digunakan
a. Air tawar yang dapat diminum.
b. Air harus bersih dan tidak mengandung minyak , asam, alkali,
garam ; bahan organik atau bahan-bahan yang dapat merusak beton
dan atau baja tulangan.
c. Bukan merupakan air laut, dimana air laut dapat menyebabkan
korosi pada besi tulangan beton
d. Apabila terdapat keragu-raguan terhadap pemakaian air, dianjurkan
untuk mengirim contoh air itu ke lembaga pemeriksaan air untuk
diselidiki sampai seberapa besarnya air itu mengandung zat-zat yang
dapat merusak beton/bajatulangan.
MATERIAL PENYUSUN BETON
BAHAN TAMBAHAN (admixture)
Bahan tambahan untuk beton ( concrete edmixture) adalah bahan atau
zat kimia yang di tambahkan di dalam adukan beton pada saat beton
masih segar.
 Tujuan penggunaan bahan tambahan untuk beton secara umum adalah
a. Penampilan ( Performance )
b. Mutu ( Quality )
c. Keawetan ( Durability )
d. Kemudahan pekerjaan ( Workability )
MATERIAL PENYUSUN BETON
 Sifat- sifat beton yang dapat diperbaiki dengan menggunakan bahan
tambahan antara lain :
a. Mengatur faktor air semen
b. Mengurangi penggunaan semen
c. Meningkatkan kuat tekan beton
d. Mempercepat proses pengerasan
e. Memperlambat proses pengerasan
f. Meningkatkan keawetan beton
MATERIAL PENYUSUN BETON
 Macam - macam bahan tambahan, jika ditinjau dari fungsinya, ASTM
membagi bahan tambahan untuk beton menjadi 7 jenis, antara lain :
1. Type A : Water - reducing
Mengurangi jumlah air campuran dan dapat menghasilkan
konsistensi tertentu
2. Type B : Retarding
Memperlambat pengikatan beton
3. Type C : Accelerating
Mempercepat pengikatan beton dan pengembangan kekuatan
awal beton
MATERIAL PENYUSUN BETON

4. Type D : Water - reducing dan Retarding


Mengurangi jumlah air dan dan memhambat pengikatan beton
5. Type E : Water – reducing dan Accelerating
Mengurangi jumlah air dan dan mempercepat pengikatan beton
6. Type F : Water – reducing, High Range
Mengurangi jumlah air campuran dan menghasilkan konsistensi
12%
7. Type G : Water – reducing, High Renge & Retarding
Mengurangi jumlah air campuran, konsistensi 12% atau lebih
dan memperlambat pengikatan beton
SIFAT-SIFAT DAN FASE BETON

Sifat dan fase beton adalah sebagai berikut :


a. Fase Plastis Beton
Fase plastis beton kita temukan ketika pertama kali material-material
beton dicampur dimana keadaanya seperti adonan roti sampai dengan
saat dimana beton dicor dan dipadatkan.
Dalam keadaan ini beton lembut dan dapat dikerjakan serta dapat
dicetak menjadi berbagai variasi sesuai bentuk yang kita inginkan.

“Hanya disaat beton dalam keadaan plastis inilah beton dimana beton
dapat dicetak sesuai dengan yang kita inginkan”
SIFAT-SIFAT DAN FASE BETON

Sifat dan fase beton adalah sebagai berikut :


a. Fase Plastis Beton
Fase dimana beton mempunyai sifat plastis ini salah satu yang penting
dalam proses pembuatan beton.
Sifat beton dalam fase plastis ini ditandai dengan tengelamya atau
terkuburnya kaki para pekerja yang masih menginjakan kakinya
dibeton yang dicor tersebut.
Berarti para pekerja atau pun siapa saja, masih diperkenankan untuk
menginjak cor-coran beton tersebut akan tetapi dibatasi hanya sesuai
dengan kebutuhan saja.
SIFAT-SIFAT DAN FASE BETON
Sifat dan fase beton adalah sebagai berikut :
a. Fase Plastis Beton

Gambar 1 beton dalam fase plastis


SIFAT-SIFAT DAN FASE BETON
Sifat-sifat yang harus dimiliki ketika fase plastis adalah :
 Workability (kemudahan dikerjakan)
Adalah kemudahan beton untuk dicor, diangkut, dipadatkan dan
difinishing.
Ketika beton keras atau sudah dalam keadaan kering akan sulit untuk diangkut,
dicor, dipadatkan dan difinishing atau bahkan tidak bisa diaplikasikan menjadi
sebuah komponen struktur (kolom, balok, plat lantai dll) yang kita inginkan.
Batasan kemudahan melakukan kerja beton adalah terlalu kental dan terlalu padat.
Pada dua keadaan ini beton walapun masih bisa dikerjakan akan tetapi sangat
dimungkinkan tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal.
Ukuran kemudahan dikerjakan ini dilakukan dengan “slump test”.
SIFAT-SIFAT DAN FASE BETON

 Slump test
alat pengujian “ Slump Test” yang berbentuk kerucut terpancung
ciptaan Abrams untuk beton yang encer.

Ukuran alat uji:

Diameter atas / puncak = 10 cm


Diameter bawah/ alas = 20 cm
Tinggi / kerucut = 30 cm

Gambar 2 alat uji slump test


SIFAT-SIFAT DAN FASE BETON

 Cara kerja Slump test


a. Isi kerucut / alat tersebut dengan beton sebanyak 3 lapis
di atas bidang alas yang rata
b. Setiap lapis ditusuk – tusuk kurang lebih 25 kali dengan
tongkat baja berukuran diameter 16 mm panjang 60 cm hingga
penuh
c. Ratakan bidang atas dengan alat penyipat, lalau diamkan
selama lebih kurang 30 detik
d. Angkat/ tarik kerucut perlahan – lahan
e. Amati dan ukur penurunan adukan dari puncak kerucut
f. Hasil pengukuran adukan setelah mengalami penurunan
terseut dinamakan Slump
SIFAT-SIFAT DAN FASE BETON
Tiga jenis slump yang biasa dijumpai adalah jenis slump A, B, dan C

 Jenis slump A termasuk slump yang baik, dalam hal ini slump yang diperoleh
peka terhadap variasi – variasi dalam sifat pengerjaannya.
 Jenis slump B termasuk slump yang kurang baik, karena terlalu banyak
campuran yang kasar, bila hal ini terjadi berulang – ulang maka percobaan
terebut harus diulangi kembali.
 Jenis slump C termasuk jenis slump yang kurang baik pula, karena terlalu
encer akibatnya sering kali terjadi segregasi dari bahan – bahan campurannya.
SIFAT-SIFAT DAN FASE BETON
 Untuk menjaga agar tidak terjadi adukan beton yang terlalau cair atau
terlalau kental, maka dibawah ini menunjukkan harga slump maksimal
dan minimum yang disesuaikan dengan berbagai jenis pekerjaan
TABEl 1. HARGA SLUMP TEST

Slump (mm)
Uraian
Maksimum* Minimum
Dinding, pelat pondasi dan
125 50
pondasi telapak bertulang
Pondasi telapak tidak
bertulang, kaison dan 90 25
konstruksi di bawah tanah
Pelat, balok, kolom, dinding 150 75
Pengerasan jalan 75 50
Pembetonan masal 75 25
* Harga ini bisa ditambah 25 mm bila pemadatan yang tidak menggunakan vibrator
SIFAT-SIFAT DAN FASE BETON
• Workability (kemudahan dikerjakan) dipengaruhi oleh:
a. Jumlah campuran antara semen dan air (pasta semen)
b. Gradasi agregat, gradasi agregat yang baik akan menjadikan
kemudahan dikerjakan campuran.
c. Untuk menjadikan beton lebih mudah dikerjakan atau
mempunyai derajat workable yang tinggi dapat dilakukan
dengan :
- ditambah pasta semen, dimana pasta semen adalah
campuran air dengan semen yang lebih encer sehingga
menjadikan campuran beton lebih workable atau dengan
kata yang mudah lebih encer.
- menggunakan agregat dengan gradasi yang baik
- menggunakan zat tambahan (admixture)
SIFAT-SIFAT DAN FASE BETON
b. Fase setting
- Sebuah fase dimana beton mulai keras.
- Fase setting beton ini terjadi sesaat setelah dipadatkan dan selama
pekerjaan finshing
- Berapa waktu dari fase plastis sampai dengan fase seting secara pasti
lama waktu setting dari beton adalah 1 jam sejak pertama kali beton
diaduk atau dicampur)
- Secara mudah fase seting dari beton dapat diketahui dengan
terjadinya cap telapak kaki jika pekerja berjalan di area beton yang
sudah dicor.
SIFAT-SIFAT DAN FASE BETON
b. Fase Setting Beton

Gambar 2 beton dalam fase Setting

“Salah satu arti penting dari fase seting ini adalah bahwa beton yang sudah
dicampur atau diaduk harus segera kita tuangkan atau dicor karena jika
terlalu lama dibiarkan beton akan menjadi keras”
SIFAT-SIFAT DAN FASE BETON
b. Fase setting
 Pada fase setting ini walaupun beton masih bisa dicor untuk dijadikan
bentuk sesuai dengan cetakan akan tetapi jadi sulit untuk difinishing.
 Konsekwensi dari fase setting ini adalah ketika beton sudah dicorkan
atau dituangkan, tidak boleh dipungut lagi kemudian dicorkan ke
tempat yang lain, dengan bahasa yang mudah ketika beton sudah
setting tidak dapat diganggu lagi, baik itu dengan pemadatan beton
atau bahkan dirubah menjadi beton yang lain.
SIFAT-SIFAT DAN FASE BETON
c. Fase Pengerasan Beton
 Fase dimana beton mulai memperoleh kekuatan dan kekerasan beton.
 Fase ini ditandai dengan tidak adanya telapak kaki jika ada yang
berjalan diatasnya.

Gambar 3 beton dalam fase Pengerasan


MEMBUAT ADUKAN BETON
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Cara pengadukan
 Pengadukan beton dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu; pengadukan
manual dan pengadukan dengan molen
 Cara pengadukan beton secara manual adalah sebagai berikut:

a. Pengadukan beton dengan tangan harus dilakukan di atas bak


dengan dasar lantai dari papan kayu atau dari pasangan yang diplester.
Hal tersebut dilakukan agar kotoran atau tanah tidak mudah
tercampur dan air pencampur tidak meluap keluar dari
campuran.
b. Pengadukan beton dengan jumlah besar, sebaiknya dilakukan
dibawah atap agar terlindung dari panas matahari dan hujan.
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Cara pengadukan
c. Pengadukan beton manual biasanya menggunakan perbandingan
volume. Yang lazim digunakan di lapangan adalah dengan
membuat kotak takaran untuk perbandingan volume pasir, semen,
dan krikil.
d. Urutan pencampuran adukannya adalah; pasir dan semen yang
sudah ditakar dicampur kering di dalam bak pengaduk, lalu krikil
dituangkan dalam bak pengaduk kemudian diaduk sampai merata.
Setelah adukan merata, tuangkan air sesuai kebutuhan, aduk
sampai campuran merata dan sesuai dengan persyaratan
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Cara pengadukan
 Untuk pengadukan menggunakan molen, prinsip dasarnya sama
dengan pengadukan secara manual, hanya proses pencampuran bahan
adukan beton dilakukan di dalam molen yang terus menerus berputar.
 Hasil adukan beton dengan menggunakan molen lebih baik dan lebih
merata dibandingkan dengan proses pengadukan secara manual
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Persyaratan Pengadukan Beton
 Pengadukan beton sebaiknya dilakukan dengan mesin pengaduk
(molen). Mesin pengaduk harus dilengkapi dengan alat-alat yang dapat
mengukur dengan tepat jumlah agregat, semen, dan air pencampur.
 Selama pengadukan berlangsung, kekentalan adukan beton harus
diawasi terus menerus dengan jalan memeriksa slump pada setiap
campuran beton yang baru. Besarnya slump dijadikan petunjuk untuk
menentukan jumlah air pencampur yang tepat sesuai dengan faktor air
semen yang diinginkan.
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Persyaratan Pengadukan Beton
 Waktu pengadukan bergantung pada kapasitas molen, volume adukan,
jenis dan susunan butir agregat, dan nilai slump. Secara umum, waktu
pengadukan minimal 1,5 menit setelah semua bahan-bahan
dimasukkan ke dalam molen. Setelah selesai, adukan beton harus
memperlihatkan susunan warna yang merata.
 Apabila karena sesuatu hal adukan beton tidak memenuhi syarat
minimal, misalnya terlalu encer karena kesalahan dalam pemberian
jumlah air pencampur, mengeras sebagian, atau tercampur dengan
bahan-bahan asing, maka adukan ini tidak boleh dipakai dan harus
disingkirkan dari tempat pelaksanaan.
CARA MEMBUAT BETON
Pengadukan beton berdasarkan tempat pengadukanya dibagi
menjadi 2, yaitu :
a. Pengadukan Di tempat (site mix)
Pengadukan ditempat atau site mix lazimnya ditempat kita
dikenal dengan 2 metode yaitu dengan pencampuran manual (tenaga
manusia mengunakan skope, cangkul) dan yang kedua dengan
mengunakan mesin molen.
b. Pengadukan Siap Tuang (Ready Mix)
Ready mix merupakan pencampuran beton melalui alat batching
plan, kemudian campuran beton yang sudah jadi sesuai dengan
komposisi campuran beton yang dikehendaki dituangkan kedalam
truk molen (dikenal dengan system basah).
CARA MEMBUAT BETON
Hal paling penting yang harus diperhatikan ketika
pengadukan beton adalah:
a. Segregasi campuran beton
Segregasi dapat terjadi ketika pengadukan, pengecoran maupun
ketika tranportasi dari tempat pengadukan ke area pengecoran.
Segregesi adalah : suatu keadaan dimana pasir dan koral beton
terpisah dari pasta semen (pasta semen adalah campuran antara
semen dan air)
Segregasi campuran beton pada tahap pengadukan ini sebab
utamanya adalah pengadukan molen yang terlalu lama.
CARA MEMBUAT BETON
Hal paling penting yang harus diperhatikan ketika
pengadukan beton adalah:
b. Lama Waktu Beton Setelah Dicampur
Waktu fase setting awal semen adalah 1 sampai dengan 2 jam
Beton jika sudah dicampur, waktu yang paling lama untuk
pengecoran adalah kurang dari 1 jam
CARA MEMBUAT BETON
Hal paling penting yang harus diperhatikan ketika
pengadukan beton adalah:
b. Lama Waktu Beton Setelah Dicampur
Jika sudah terlanjur maka buatlah pasta semen (semen dicampur
dengan air) tambahkan kedalam beton tadi, tetapi perlu diingat
jangan anda gunakan campuran tadi untuk pengecoran
komponen struktur (fondasi, sloof, kolom, balok, plat lantai dll),
gunakanlah campuran tadi untuk komponen-komponen non struktur
misalnya untuk peningian elevasi lantai, untuk perkerasan jalan
atau juga bisa digunakan untuk mengatur elevasi plat lantai anda jika
diperlukan kemiringan.
CARA MEMBUAT BETON
Hal paling penting yang harus diperhatikan ketika
pengadukan beton adalah:
c. Wadah adukan beton
- Perlu disediakan tempat atau wadah setelah beton selesai
dicampur untuk menghindari kemungkinan terjadi segregasi. -
Disamping itu jarak antara bibir molen dengan wadah usahakan
jangan terlalu tinggi.
CARA MEMBUAT BETON
Hal paling penting yang harus diperhatikan ketika pengadukan
beton adalah:
c. Wadah adukan beton

Ilustrasi gambar di atas menggunakan beton jadi (ready mix) akan tetapi
proses penuangan beton jika menggunakan alat pengaduk molen tetap
harus dibuatkan wadah hasil adukan atau tempat beton yang sudah jadi,
sebelum diangkut kemudian dicor pada lokasi yang kita inginkan.
CARA MEMBUAT BETON
Hal paling penting yang harus diperhatikan ketika pengadukan beton adalah:
c. Lokasi Pengadukan Beton (Lokasi molen)
Untuk menghindari waktu tunggu yang lama, kemungkinan segregesi, seting awal semen,
dan untuk biaya yang optimal maka lokasi pengadukan beton harus sedekat mungkin
dengan lokasi tempat penimbunan material beton (pasir, kerikil, semen dan air)
dan juga harus sedekat mungkin dengan lokasi pengecoran.
Disamping itu juga meminimalisir kehilangan beton karena tercecer ketika pengangkutan.
PENGANGKUTAN
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Pengangkutan Beton
 Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengangkutan beton dari
tempat penyiapan adukan ke tempat pengecoran adalah sebagai
berikut:
a. Harus dihindari adanya pemisahan dan kehilangan bahan-bahan.
b. Cara pengangkutan adukan beton harus lancar sehingga tidak
terjadi perbedaan waktu pengikatan yang menyolok antara beton
yang sudah dicor dan yang akan dicor.
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Pengangkutan Beton
 Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengangkutan beton dari
tempat penyiapan adukan ke tempat pengecoran adalah sebagai
berikut:
c. Adukan beton umumnya sudah harus dicor dalam waktu 1 jam
setelah pengadukan dengan air dimulai. Jangka waktu tersebut
dapat diperpanjang sampai 2 jam bila adukan beton digerakkan
kontinyu secara mekanis.
d. Apabila jangka waktu pengangkutan memakan waktu yang
panjang, harus dipakai bahan penghambat pengikatan.
PENGECORAN BETON
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Melaksanakan Pengecoran Beton
 Hal-hal yang dilaksanakan dalam pengecoran beton adalah sebagai
berikut;
a. Pengecoran beton harus dapat mengisi semua ruangan cetakan
dengan padat dan dapat membungkus tulangan.
b. Untuk menghasilkan beton yang padat dan tidak keropos,
selama proses pengecoran berlangsung, adukan beton ditusuk-
tusuk dengan sepotong kayu, bambu atau besi. Begitu juga
bagian cetakan dipukul-pukul dengan palu dari kayu.
c. Untuk keperluan pemadatan, pada pengecoran beton dapat
juga dipakai alat penggetar (vibrator). Pemakaian alat
penggetar tersebut harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak
mengenai baja tulangan yang dapat mengubah kedudukan tulangan
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Melaksanakan Pengecoran Beton
 Hal-hal yang dilaksanakan dalam pengecoran beton adalah sebagai
berikut;
d. Untuk pengecoran lantai yang luas, tebal lantai dapat
ditentukan dengan membuat mistar pengukur ketebalan yang
terbuat dari kayu dan diberi kaki. Bagian bawah mistar
pengukur dibuat rata dan tingginya sama dengan tebal lantai
yang dicor. Pada waktu pengecoran telah mencapai tebalnya,
mistar pengukur dapat dipindah tempatnya.
e. Pengecoran harus dilaksanakan terus menerus sampai selesai.
Bila hal tersebut tidak memungkinkan, pengecoran dapat
dihentikan pada tempat-tempat tertentu yang tidak
membahayakan.
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Melaksanakan Pengecoran Beton
 Hal-hal yang dilaksanakan dalam pengecoran beton adalah sebagai
berikut;
e. Yakinkan bahwa begisting atau cetak cor anda sudah benar
yaitu sesuai dengan bentuk yang anda inginkan, kuat, tidak ada
lobang atau bocoran, bersih dari kotoran terutama bahan-bahan
organik
f. Pastikan tulangan sudah sesuai dengan yang direncanakan.
Beton deking apakah sudah berada pada posisinya dan tulangan
harus bersih dari kotoran
g. Slump test (jika akan dilakukan)
h. Alat-alat, material pengecoran harus sudah siap tersedia
PEMADATAN BETON
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Pemadatan Beton
 Pemadatan cor beton adalah kegiatan menghilangkan udara yang
terjebak dalam cor-coran beton yang dapat mengakibatkan keropos
beton dengan cara pengetaran atau penusuk-nusukan cor-coran beton
 Pemadatan dilakukan segera setelah beton dicor pada areal yang kita
kehendaki, dimana keadaan tersebut sifat beton masih plastis.
 Pemadatan atau penggetaran beton tidak boleh dilakukan setelah beton
masuk dalam fase setting
 Pemadatan beton lazimnya mengunakan alat vibrator beton (concrete
vibrator)
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Metode Pemadatan Cor Beton Dengan Vibrator
 Masukan vibratorkedalam cor beton dengan cepat, akan tetapi
angkat vibrator setelah pemadatan dengan lambat
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Metode Pemadatan Cor Beton Dengan Vibrator
 Ketika anda memasukan vibrator kedalam cor beton maka akan
tampak radius vibrasi. Radius vibrasi ini harus menyentuh seluruh arel
permukaan beton yang dicor sehingga masing-masing radius vibrasi
saling overlap menyelimuti seluruh permukaan beton yang dicor.
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Metode Pemadatan Cor Beton Dengan Vibrator
 Kedalaman batang vibrator harus menjangkau dasar cor beton, akan
tetapi jangan sampai menyentuh permukaan cetakan beton (begisting)

 Ketika menggunakan vibrator hindari kontak batang vibrator dengan


begisting (cetakan beton) akan mengakibatkan beton yang sudah
setting tergetar kembali sehingga dapat meninggalkan retakan kecil,
mengakibatkan segeregasi.
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Metode Pemadatan Cor Beton Dengan Vibrator
 Tidak dibolehkan memadatkan beton dengan cara menyentuhkan batang
vibrator ke besi tulangan beton.

 Tidak diperbolehkan meratakan cor-coran beton menggunakan batang


vibrator

 Jangan pernah meninggalkan batang vibrator di atas areal pengecoran


dalam keadaan hidup walaupun cor-coran beton belum ada.
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Lama waktu pemadatan
 Dengan keadaan beton yang tidak terlalu encer sebaiknya anda
memadatkan beton 5 sampai dengan 15 detik dan pemadatan dengan
vibrator lebih lama jika beton yang anda cor lebih kental atau nilai
slump rendah.
 Ingat bahwa pemadatan dalam tempo yang terlalu singkat atau
pemadatan dengan tempo yang terlalu lama tidak diperbolehkan.
 Pemadatan dengan tempo yang singkat bisa menyebabkan beton anda
kropos sedangkan pemadatan dengan tempo yang terlalu lama dapat
menyebabkan segregasi.
PERAWATAN BETON
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Melaksanakan Perawatan Beton
 Selama 24 jam sesudah selesai dicor, beton harus dilindungi terhadap
pengaruh hujan lebat, air mengalir, getaran.
 Selama 2 minggu setelah dicor harus dilindungi terhadap panas
matahari. Cara perlindungannya:
a. menutup permukaan beton menggunakan pasir basah,
b. menutup dengan karung-karung basah,
c. menyirami dengan air.
MEMBUAT ADUKAN BETON SEGAR
Pembongkaran Acuan dan Perancah Beton
 Acuan dan perancah hanya boleh dibongkar apabila bagian
konstruksi tersebut telah mencapai kekuatan yang cukup untuk
memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan yang bekerja
padanya. Waktu pembongkaran biasanya 28 hari setelah selesai
pengecoran.
 Pada bagian-bagian konstruksi di mana akibat pembongkaran
cetakan dan acuan akan bekerja beban-beban yang lebih tinggi
daripada beban rencana, maka cetakan dan acuan dari bagian bagian
konstruksi itu tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut tetap
berlangsung. Bagian-bagian konstruksi yang keropos harus segera
diperbaiki dengan melakukan penambalan.
PENGUJIAN BETON
KEKUATAN BETON
Kuat Tekan Beton
 Karena sifat utama dari beton adalah sangat kuat jika menerima beban
tekan , maka mutu beton pada umumnya hanya ditinjau terhadap kuat
tekan beton
 Kuat tekan beton diberi notasi dengan f’c , yaitu kuat tekan silinder
beton ( diameter 150 mm dan tinggi 300 mm) yang disyaratkan pada
waktu umur 28 hari dinyatakan dalam satuan Mpa
KEKUATAN BETON
Mutu Beton
 Mutu beton dibedakan atas 3 macam menurut kuat tekannya, yaitu :

1. Mutu beton dengan f’c kurang dari 10 MPa, digunakan untuk


beton non struktur ( seperti : kolom praktis, balok praktis ).
2. Mutu beton dengan f’c antara 10 MPa sampai 20 MPa,
digunakan untuk beton struktur ( seperti : pondasi, kolom,
balok maupun pelat ).
3. Mutu beton dengan f’c dari 20 MPa ke atas, digunakan untuk
beton struktur yang direncanakan tahan gempa.
KEKUATAN BETON
Mutu Beton
 Untuk pengujian kuat tekan beton, benda uji berupa silinder beton
berdiameter 15 cm dan tingginya 30 cm ditekan dengan beban P
sampai hancur.
 Karena ada beban tekan P, maka terjadi tegangan tekan pada beton
( ϭc ) sebesar beban P dibagi dengan luas penampang beton (A) ,
sehingga dirumuskan : ϭc = P/A
 Dengan : Ϭc = tegangan tekan beton, MPa
P = besar beban tekan, N
A = luas penampang beton, mm2
KEKUATAN BETON
Mutu Beton
 Beban P juga mengakibatkan bentuk fisik silinder beton berubah
menjadi lebih pendek, sehingga timbul regangan tekan pada beton
( ɛc’ ) perpendekan beton ( ΔL) dibagi dengan tinggi awal silinder
(L0) , ditulis dengan rumus :
ɛc’ = ΔL/ L0
 Dengan :

ɛc’ = regangan tekan beton


ΔL = perpendekan beton, mm
L0 = tinggi awal silinder beton, mm
KEKUATAN BETON
Mutu Beton
 Hubungan antara tegangan dan regangan tekan beton dilukiskan seperti
pada gambar di bawah ini.

  Gambar di atas menunjukan bahwa pada saat beton akan runtuh kekuatan
tekan beton telah mencapai puncak f’c , sedangkan regangan tekan tetap
naik sampai mencapai batas retak (ɛc’ sebesar 0,003 )
PERENCANAAN
PERBANDINGAN ADUKAN
BETON
PERENCANAAN PERBANDINGAN
ADUKAN BETON
Jumlah Penggunaan Air
 Jumlah air untuk campuran beton pada umumnya dihitung berdasarkan
nilai perbandingan antara berat air dan berat semen Portland pada
campuran adukan beton, dan pada PBI 1971 dikenal dengan istilah
factor air semen (f.a.s)

 Makin besar nilai fas, makin besar pula jumlah air yang digunakan
pada campuran beton, berarti adukan beton makin encer dan mutu
beton makin turun/rendah.
 Biasanya untuk membuat 1 m3 adukan beton paling sedikit diperlukan
300 kg semen Portland
PERENCANAAN PERBANDINGAN
ADUKAN BETON
Jumlah Penggunaan Air
 Jumlah air untuk campuran beton pada umumnya dihitung berdasarkan
nilai perbandingan antara berat air dan berat semen Portland pada
campuran adukan beton, dan pada PBI 1971 dikenal dengan istilah
factor air semen (f.a.s)

 Makin besar nilai fas, makin besar pula jumlah air yang digunakan
pada campuran beton, berarti adukan beton makin encer dan mutu
beton makin turun/rendah.
 Biasanya untuk membuat 1 m3 adukan beton paling sedikit diperlukan
300 kg semen Portland
PERENCANAAN PERBANDINGAN
ADUKAN BETON
Jumlah Penggunaan Air
Sebagai contoh :
 Jika membuat adukan beton dengan nilai fas 0,5 dan dalam 1m3 beton
digunakan 300 kg semen Portland, maka jumlah air yang dipakai
untuk campuran beton tersebut = 0,5 x 300 kg = 150 kg . karena berat
jenis air 1 kg/dm3. Maka jumlah air yang harus disediakan sebanyak
150 dm3 = 150 liter.
PERENCANAAN PERBANDINGAN
ADUKAN BETON
Macam – macam perbandingan beton
1. Dengan perbandingan volume (isi)
2. Dengan perbandingan berat

1. Dengan perbandingan volume (isi)


 Misalnya beton dengan campuran 1Pc : 2 Ps : 3Kr, berarti setiap
11 Portland Semen dibutuhkan 22 Pasir dan 33 Krikil
 Cara mencampur ini sukar untuk mendapatkan hasil yang tetap, sebab
tiap kali menakar dalam volume tertentu, beratnya belum tentu sama
karena pengaruh dari ruang kosong bahan-bahan yang ditakar dan
pemadatan dari cara menakar
PERENCANAAN PERBANDINGAN
ADUKAN BETON
Macam – macam perbandingan beton
2. Dengan perbandingan berat
 Misalnya beton dengan campuran : 1sp : 2ps : 3kr, berarti
setiap 1 kg semen portland dibutuhkan 2 kg pasir dan 3 kg
krikil
 Cara mencampur ini mudah untuk mendapatkan hasil yang tetap,
sebab setiap kali menimbang dalam berat tertentu pasti sama, juga
volume mutlak/padat yang pasti sama (volume mutlak = berat dibagi
berat jenis)
PERENCANAAN PERBANDINGAN
ADUKAN BETON
Menghitung banyanknya bahan yang dibutuhkan
1. Dengan perbandingan berat
Untuk memperhitungkan banyaknya bahan-bahan yang digunakan
untuk 1 m3 beton dalam perbandingan berat secara teoritis, kita harus
mengetahui:
 jenis bahan padat dari masing-masing bahan dan
 f.a.s. yang digunakan
 kandungan udara di dalam adukan beton tersebut.
PERENCANAAN PERBANDINGAN
ADUKAN BETON
Menghitung banyanknya bahan yang dibutuhkan
1. Dengan perbandingan berat
Contoh 1 : hitungan secara teoritis, banyak bahan-bahan yang diperlukan
untuk 1 m3 beton dalam perbandingan berat.
Diketahui : berat jenis semen = 3,15 ; pasir = 2,60 dan krikil = 2,60
Diminta : menghitung banyak bahan yang dipakai untuk 1 m3 beton
campuran 1pc : 2ps : 3kr dalam perbandingan berat dengan f.a.s. = 0,5
dan dianggap ada kandungan udara sebanyak ± 1% dalam campuran.
PERENCANAAN PERBANDINGAN
ADUKAN BETON
PERENCANAAN PERBANDINGAN
ADUKAN BETON
Berarti kita mencampur 1 ton semen, 2 ton pasir, 3 ton krikil, 0,55 ton air
ditambah kira-kira 1 % kandungan udara, hanya menghasilkan 2,768 m3
beton.
Untuk 1 m3 beton, bahan-bahan yang dipakai menjadi:
PERENCANAAN PERBANDINGAN
ADUKAN BETON
Menghitung banyanknya bahan yang dibutuhkan
2. Dengan perbandingan volume
Jika kita ingin menghitung banyak bahan yang diperlukan secara teoritis,
harus diketahui juga berat volume masing-masing bahan.
Contoh II : hitungan secara teoritis banyak bahan yang diperlukan untuk
1 m3 beton dalam perbandingan volume.
Diketahui : Berat jenis semen = 3,15; berat volume = 1,25 t/m3
Berat jenis pasir = 2,60; berat volume (pasir basah biasa) = 1,35 t/m3
Berat jenis krikil = 2,60; berat volume = 1,60 t/m3
Diminta : Menghitung banyak bahan yang digunakan untuk 1m3 beton
campuran 1sp : 2ps : 3kr dalam perbandingan volume, bila f.a.s. =
0,500 dan dianggap ada kandungan udara ± 1% dalam campuran.
PERENCANAAN PERBANDINGAN
ADUKAN BETON
Menghitung banyanknya bahan yang dibutuhkan
2. Dengan perbandingan volume
PERENCANAAN PERBANDINGAN
ADUKAN BETON
Menghitung banyanknya bahan yang dibutuhkan
2. Dengan perbandingan volume
Berarti kita mencampur 1 m3 semen portland, 2 m3 pasir (basah biasa),
3 m3 krikil, 0,625 air ditambah kira-kira 1% kandungan udara, hanya
menghasilkan beton 3,946 m3
Untuk 1 m3 beton, bahan-bahan yang dipakai menjadi :
SOAL LATIHAN
DIKUMPULKAN
SEKARANG
SOAL LATIHAN
1. Sebutkan keunggulan dan kekurangan beton
2. Jelaskan yang dimaksud dengan slump dan apa pentingnya
mengetahui nilai slump, serta berapa nilai slump test untuk beton
yang baik
3. Apa yang dimaksud dengan segregasi dan bleding
4. Sebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengangkutan beton
5. Jelaskan yang dimaksud dengan f.a.s
6. Jika membuat adukan beton dengan nilai f.a.s 0,52 dan dalam 1m3
beton digunakan 325 kg semen Portland, jika berat jenis air 1
kg/liter maka jumlah air yang dipakai untuk campuran beton tersebut
adalah:
SOAL LATIHAN
7. Campuran beton menggunakan campuran 1 Pc : 2,5 Ps : 5 Kr. Jika
jumlah pasir yang diperlukan sebanyak 575 kg, maka berapa jumlah
kerikil dan semen.
8. Volume beton cor campuran 1 Pc : 2 Ps : 3 Kerikil dengan volume
1000 m3
1 m3 beton memerlukan semen 7 zak
1 m3 beton memerlukan pasir 0,5 m3
1 m3 beton memerlukan kerikil 0,8 m3, Hitung kebutuhan semen,
pasir dan kerikil
SOAL LATIHAN
9. Diketahui : berat jenis semen = 4,15 ; pasir = 3,60 dan krikil = 2,60
Diminta : menghitung banyak bahan yang dipakai untuk 1 m3 beton
campuran 1pc : 2ps : 3kr dalam perbandingan berat dengan f.a.s. = 0,52
dan dianggap ada kandungan udara sebanyak ± 1% dalam campuran.

******** Selamat Bekerja ********